SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:
Ikhwan (Bekasi)
2 days ago on Fiqih

Niat Mandi Junub

Assalamualaikum Ustadz apakah boleh niat Mandi junub setelah di kamar mandi?
Akhwat (Luwuk)
1 week ago on Fiqih

Menyukai Lelaki Soleh di Media Sosial

Assalamualaikum Saya mengikuti seorang lelaki di media sosial, dan karena postingannya hati saya menjadi tergerak untuk beribadah dan menjadi wanita soleha dan akibat hal itu saya jadi mengagumi dia. Saya mau bertanya . Apakah kita boleh mengagumi seorang lelaki soleh yang kita liat di media sosial dan berharap agar bisa berjodoh dengan dia ? Tetapi dia tidak mengenal saya . Terimakasih
Ikhwan (Depok)
1 week ago on Fiqih

Bentuk Shalawat Kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam

Assalamu'alaikum.. saya mau tanya pak Ustadz, bolehkan saya bershalawat dengan lafal sebagai berikut : ALLAAHUMMA SHALLI ALAA MUHAMMAD WA ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA SHALLAITA ALAA IBRAAHIIM WA ALAA AALI IBRAAHIIM. WA BAARIK ALAA MUHAMMAD WA ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA BAARAKTA ALAA IBRAAHIIM WA ALAA AALI IBRAAHIIM INNAKA HAMIDUM MAJIID. Jadi inti pertanyaan saya adalah menghilangkan kata "FIL ALAMIINA" pada bacaan SHALAWAT IBRAHIM tersebut. Dan jika saya membaca persis seperti bacaan/tulisan di atas apakah boleh/sah ? Demikian pertanyaan saya, terima kasih atas penjelasannya. Wassalamu'alaikum fadhol wahab
Akhwat (Sumatera Utara)
2 weeks ago on Fiqih

HALAL TIDAK MEMBUKA USAHA CETAK UNDANGAN TAPI MENGAMBIL GAMBAR DARI GOOGLE

Assalamu'alaikum ustad.. Maaf mengganggu..saya ingin bertanya apakah membuka usaha cetak undangan dengan bahan2 gambar yg dibutuhkan mengambil di internet (google) itu halal pak ustad?? Karna saya ingin buka usaha percetakan Undangan, dan satu2 nya media utk mengambil bahan2 edit undangan hanya di Google.. apakah usaha saya itu termasuk halal atau haram ya Ustad.. Terima kasih mhon jawabannya ustad, karna saya bimbang padahal sdh ada yg order ke saya.. Terima kasih 🙏
Ikhwan (bekasi)
3 weeks ago on Fiqih

Memandang Wanita Mahram dengan Syahwat

Assalamualaikum Ustadz Apakah Boleh Wanita mahram dengan Syahwat di haramkan?
Ikhwan (Jakarta timur)
1 month ago on Fiqih

Bagaimana Tata Cara Mandi Wajib?

Assalamu'alaikum ustadz. Saya ingin bertanya bagaimanakah tata cara mandi wajib yang benar. Lalu jika ada dalam tata cara tersebut di haruskan untuk berwudhu, apakah harus membaca niat wudhu? Mohon bantuannya, Terima kasih. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Akhwat (Cilacap)
1 month ago on Fiqih

Kerelevanan antara melihat konten pornografi (sebelum menikah) dan melihat suami/istri sendiri ketika berhubungan badan

Assalamualaikum ustadz/ah, ada satu pertanyaan yang membuat saya selalu penasaran. Riset mengatakan pornografi bisa membuat otak menjadi lemah berfikir, susah konsentrasi dll, tetapi apa bedanya dengan wanita atau lelaki yg sudah menikah melihat istri atau suami nya telanjang? Atau apabila yang menjadi permasalahan disini, apabila kita melihat konten pornografi khususnya ketika kita belum menikah untuk memuaskan diri sendiri dan menjadi susah berkonsentrasi dikarenakan selalu teringat oleh "adegan" tersebut, lalu apa beda nya dengan ketika kita menikah dan melihat suami/istri kita "telanjang badan" dan selalu teringat dikala kita beraktivitas. Bukannya itu sama saja pornografi ttp hanya perbedaan status saja yg sudah halal ustadz/ah? Dan apakah "pornografi" setelah kita menikah pun tetap bisa membuat kita susah berkonsentrasi atau otak menjadi lemah berfikir? Mohon arahannya ustadz/ah mengenai kasus ini dalam pandangan Islam, terimakasih ustadz/ah atas bimbingannya🙏
Akhwat (Cilacap)
1 month ago on Fiqih

Calon Suami Pernah Berzina. Apakah Dilanjutkan Prosesnya?

Assalamualaikum ustadz/ah, saya ingin bertanya sesuatu yang selama ini sangat mengganjal dihati saya. Ustadz/ah, saya ingin bertanya apa hukumnya apabila kita menikahi laki-laki yang pernah berzina dimasa lalu nya sebelum menikah tetapi dia sudah bertaubat? Saya sebagai wanita yang sangat menjaga diri saya sangat hancur hatinya ustadz/ah ketika mendengar kabar tersebut, dan selalu teringat2 dengan salah satu ayat surat An-Nur yaitu lelaki baik akan bertemu dengan wanita baik pula dan begitu pula sebaliknya yaitu lelaki buruk akan bertemu wanita buruk pula. Saya jadi bertanya2 ustadz/ah, apakah saya wanita yang buruk maka dari itu saya dipertemukan dengan beliau, tetapi ustadz/ah laki-laki yg ingin menikahi saya ini sangatlah baik hatinya, penyabar, tidak pernah berkata atau berbuat kasar, rajin beribadah dan yg paling penting mau dibimbing ke arah yg lebih baik. Biasanya laki-laki merasa harga dirinya jatuh ketika dibimbing oleh wanita terutama mengenai agama tetapi tidak dengan beliau ustadz/ah. Karna sebagai manusia, saya merasa Allah saja mungkin memaafkan hamba-Nya tetapi mengapa saya yg hanya sebagai manusia tidak bisa menerima masa lalu beliau? Dan juga saya melihat salah satu video di youtube mengenai "ciri ciri tidak jodoh dalam Islam" di video itu ada satu point yg menurut saya bertolak belakang dengan salah satu ayat di surat An-Nur, yg dimana poin itu berbunyi "tidak bisa menerima masa lalu mu" jadi saya bingung ustadz/ah, seakan2 di video tersebut jodoh yang baik adalah ia yg bisa menerima masa lalu kita. Ustadz/ah, yg ingin saya tanyakan adalah : 1. Apakah saya boleh apabila saya teruskan rencana pernikahan ini sampai terwujud? 2. Bagaimana nanti kehidupan kami setelah menikah? Apakah tetap bisa mendapatkan ridho dari Allah? 3. Apakah itu berarti saya wanita yang buruk karena saya dipertemukan dengan laki-laki yang buruk masa lalunya ustadz/ah? Atas jawabannya, saya sangat mengucapkan terimakasih ustadz/ah, saya sangat mengharapkan bimbingan dari ustadz/ah mengenai kisah saya ini🙏
Ikhwan (Kab. Semarang)
1 month ago on Fiqih

Aqiqoh boleh lebih dari 7 hari setelah lahir?

Assalamualaikum ustadz, saya baru saja dikaruniai anak perempuan dan karena beberapa persoalan aqiqah ingin saya laksanakan setelah 35 hari. apakah tetap sah atau bagaimana? yang kedua saya mendapatkan sumbangan dari saudara dan teman, apakah uang itu bisa saya gunakan untuk mengaqiqahkan anak saya? terimakasih atas jawabannya wassalamualaikum
Ikhwan (Yogyakarta)
1 month ago on Fiqih

Potongan Rambut Pria

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Pak Ustadz, saya menyukai potongan rambut bergaya militer, seperti model TNI. Akan tetapi, saya ragu kalau saja potongan itu adalah Qaza'. Apakah potong rambut model tamtama TNI (cepak dengan semi gundul di samping) merupakan Qaza'? Terima Kasih Banyak, Pak Ustadz Jazakallahu khairan....
Akhwat (Blitar)
1 month ago on Fiqih

Dilarang menikah karena adat

Assalamualaikum ustadz, saya wanita berumur 23 tahun. Saya ingin curhat dan bertanya beberapa hal mengenai pernikahan. Jadi beberapa bulan yang lalu saya memang sedang dekat dengan seorang laki laki, dimana dia adalah teman saya sendiri sejak kecil. Dan memang sudah lama sekali kami tidak berjumpa dan berbicara langsung maupun tidak langsung. Meskipun kami dipertemukan mulai dari tk, smp (pernah juga sekelas) kemudian smk sempet juga 1 sekolah. Nah suatu saat kami mulai bertukar nomor telvon dan sejak saat itu kami mulai bertukar cerita. Kemudian ketika ibu saya sakit, saya sempet down waktu itu. Dan sempet ada permintaan dalam hati saya kepada allah swt bahwa ketika keadaan saya begitu saya berharap dikirimkan seseorang yang bisa menghibur saya dan menemani saya. Nah kemudian teman kecil saya tadi malahan yang datang dan menghibur saya dan menemani saya dan sejak saat itu kami mulai dekat. Sampai pada akhirnya ibu saya meninggal dunia. Dan kami masih saja dekat dan malah makin dekat. Sampai pada akhirnya dia mengajak saya untuk berkomitmen. Dan saya juga pertama kali mengenalkan dia kepada keluarga saya sebagai calon saya, dan keluarga saya tidak mempermasalahkan apapun. Hingga ketika dia memperkenalkan saya kepada keluarganya, mereka malah keberatan tentang orang tua saya yang tidak lengkap. Yang katanya tidak boleh menikah jika keluarga pasangan tidak lengkap. Kalau dipaksakan menikah maka akan terjadi tidak baik di rumah tangga kami nantinya. Dan banyak juga contohnya kasus seperti ini dan memaksakan untuk menikah. Dan memang tidak ada solusi untuk itu katanya. Sampai orang tuanya bilang bahwa saya bukan jodohnya dia. Dan aku sama dia sempat down dan juga tidak ingin berpisah satu samalain mengingat kami sudah punya banyak rencana sebelumnya. Dan memang sama sama sudah malas untuk berpacaran dan emang pengen serius. Akhirnya dia berusaha tanya lagi sama orang tuanya. Dan jawabannya pun tetap sama. Nah, pertanyaan saya, apa benar kalau orang tua dia seperti itu dia emang bukan jodoh saya ? bagaimana menurut islam mengenai hal tersebut ? Apakah benar itu semua adalah takdir ? Lalu apa yang harus saya lakukan ? Apakah saya salah jika merasa saya tidak adil jika berpisah hanya karena adat ? Apakah semua ini memang ujian untuk saya ? Karena saya pun merasa saya harus mempertahankan dia karena saya menyukai akhlak nya dia yang baik dan saya merasa berat jika harus melepas dia. Apakah saya salah berbuat demikian ? Terimakasih ustadz atas semua waktunya :)
Akhwat (Bungo, jambi)
1 month ago on Fiqih

Apakah pilihan orang tua adalah pilihan Allah.

Assalamualaikum ustadz. Saya adalah seorang perempuan berusia 21 tahun. Jadi beberapa bulan yang lalu saya di kenalkan dengan seorang pria oleh kenalan saya, orang tua saya sangat berharap saya bisa berjodoh dengan pria itu, Tetapi orang tua saya sendiri juga tidak begitu mengenalnya. Dia sering menghubungi saya lewat whatsapps atau telfon. Ustadz apakan telfonan dan saling berbalan pesan adalah hal yang di benarkan? dan dia beberapa kali datang ke rumah saya fikir untuk melamar saya tapi ternyata dia datang hanya untuk melihat saya. Haruskan saya menemuinya ustadz?. Dari yang saya tau pria itu jarang sholat, juga berani mengajak saya berpacaran?. dan saya mulai menceritakan hal itu kepada orang tua saya, tapi orang tua saya kekeh bahwa kepribadianya bisa di rubah saat kami sudah menikah, bahkan orang tua saya sampai sakit karena memikirkan hal tersebut. Sedangkan saya ingin memilih laki laki karena agamanya. Bagaimana saya harus menyikapi hal ini ustadz?. Mohon bimbinganya terimakasih. Wassalamualaikum
Ikhwan (Tangerang)
2 months ago on Fiqih

Asuransi Kantor

Assalamualaikum Mohon bantuannya jawaban atas pertanyaan di link ini tidak bisa dibuka. http://www.salamdakwah.com/pertanyaan/5971-asuransi-kantor
Akhwat (Samarinda)
3 months ago on Fiqih

Bisnis Dengan Sistem PREORDER (PO) Dalam Bentuk Tertentu

Assalamu'alaikum, saya mau tanya.. saya jual barang (buku gambar,mainan, aksesoris) dengan sistem PO..skemanya seperti ini : 1. Saya posting gambar dari supplier di marketplace 2. Saya open PO utk siapa aja yang mau pesan brg tsb, si pemesan tidak menyerahkan uang sepeser pun pada saat memesan barang tsb 3. Setelah close PO, saya melakukan pembayaran ke supplier dengan menggunakan uang saya pribadi 4. Barang dikirim oleh supplier ke saya 5. Setelah barang ready di saya, saya infokan ke pemesan, baru stelah itu dilakukan pembayaran oleh pemesan brg tsb dan barang dikirim ke ybs Kalo sistem seperti itu boleh atau tidak ya? Syukron
Akhwat (Bangka Belitung)
4 months ago on Fiqih

Menikah Tanpa Izin Dari Wali Karena Tempatnya Jauh (Ini Didasari Pendapat Dalam Salah Satu Madzhab)

Assalamu'alaikum, Ustadz. Terima kasih atas jawabannya sebelumnya. Ustadz saya pernah baca ini: ( Masalah ) laki laki yang membawa  pergi perempuan dari keluarganya kemudian menjauhkanya dari walinya sampai jarak qosor atau lebih . apabila ada udzur untuk mengembalikanya misal karena takut , dengan demikian apabila perempuan tersebut mengizinkan maka sah nikahnya dengan syarat hakim menikahkanya dengan orang yang sepadan , karena Ashab Syafi’iyyah tidak membedakan antara perginya wali atau  perginya perempuan dan perginya perempuan karena di paksa atau kerena kemauanya sendiri. Bahkan saya berkata apabila dia punya wali di tempat kemudian walinya tidak mau menikahkan dengan orang yang sepadan tapi perempun tersebut sulit membuktikan ketidakmauan wali untuk menikahkan , kemudian oerempuan tersebut pergi kesuatu tempat yang jauh dari wali lalu memberi izin kepada qodli setempat untuk menikahkannya dengan laki laki yang sepadan , maka pernikahanya sah . ( Bugyatul Mustarsyidin Hal : 208 ) Tapi saya juga pernah baca ini: “Wanita manapun yang menikah tanpa seizin walinya, maka pernikahannya bathil, pernikahannya bathil, pernikahannya bathil. Jika seseorang menggaulinya, maka wanita itu berhak mendapatkan mahar, sehingga ia dihalalkan terhadap kemaluannya. Jika mereka terlunta-lunta (tidak mempunyai wali), maka penguasa adalah wali bagi siapa (wanita) yang tidak mempunyai wali.” (At Tirmidzi no 1102) Bagaimana pendapat Ustadz tentang hal tersebut? Apakah boleh menikah tanpa seizin ayah kandung karena tempat tinggalnya jauh (lebih dari 84/90 km) syarat qashar shalat dengan wali muhakkam? Sahkah pernikahannya? Mohon penjelasannya Ustadz. Terima kasih. Wasssalamu'alaikum warohmatullahi wabarokaatuh.

PANDUAN MEMBUAT PERTANYAAN

  1. Ini adalah halaman untuk input pertanyaan seputar Islam.
  2. Jangan mem-posting pertanyaan di halaman forum.
  3. Sebelum posting pertanyaan gunakan fasilitas pencarian (search) di halaman berikut terlebih dahulu untuk memastikan pertanyaan Anda belum pernah diposting sebelumnya oleh user lain:
  4. Pilih kategori pertanyaan sesuai dengan tema pertanyaan.
  5. Gunakan kalimat yang jelas agar team redaksi SalamDakwah mudah memahami pertanyaan dan dapat memberikan jawaban sesuai yang diinginkan.
  6. Pertanyaan yang telah dijawab akan ditampilkan di halaman Tanya Ustadz.
  7. Semua pertanyaan Anda baik yang telah atau belum dijawab bisa dilihat di halaman Pertanyaan Saya (Klik nama Anda setelah login di menu paling kanan di menu bar)
  8. Pertanyaan akan dijawab oleh team redaksi SalamDakwah sekitar 1 - 7 hari.
  9. Demi alasan kehati-hatian tidak semua pertanyaan akan dijawab. Hanya pertanyaan yang telah ada fatwa dari ulama' yang akan dijawab.
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com