SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:
Akhwat (Lampung)
4 days ago on Keluarga

Mensikapi Keluarga Yang Murtad

Assalamualaikum pak ustad. Saya 3bersaudara perempuan semua. Semula hubungan kami harmonis. Sampai pd saat kk saya menikah dg lelaki non muslim. Awalnya si lelaki masuk Islam saat menikah. Ayah saya sebenernya tdk menyetujui. Sampai setelah menikah akhirnya si lelaki keluar lagi dr Islam dan membawa kk saya masuk ke Kristen. Ayah saya sampai terkena stroke. Setahun ayah sakit kk g pernah jenguk ortu kami krna dilarang oleh suaminya itu. Sampai ayah meninggal pun kk saya hanya datang saat hari meninggal nya saja.bahkan anak2 nya (cucu ortu) tdk diperbolehkan datang oleh suami kk saya itu.kk saya juga jd semakin pelit thdp ortu. Saya saya sangat marah..benci terutama dg ipar sy yg sdh mengacaukan keluarga kami. Saya sering mengingatkan dan menasehati tp saya yg malah dimusuhi dan dijauhi sampai skrg seperti terputus silaturahmi. Bagaimana pak ustad.. Saya dan adik semua dimusuhi. Sedangkan dlm Islam putus silaturahmi itu dilarang. Dan ini kk kandung saya yg seperti ini. Ibu jg sdh menasehati tp tetap tdk berubah. Saya harus bagaimana ustad.. Jazakallah..
Akhwat (Bandung)
1 week ago on Keluarga

Hukum akhwat tinggal terpisah dengan orang tua

Assalamualaikum, Semoga ustadz dan team salam dakwah semua selalu dalam lindungan Allah dan di beri keberkahan di akhirat maupun di dunia, Afwan ana izin bertanya, Ana seorang akhwat 23 th dan ana dengan kaka ana 25 th ( akhwat juga ) tinggal bersama dengan ibu kandung dan ayah tiri, Ayah tiri ana ini sering bertengkar dengan ibu ana, dalam pertengkaran mereka, ayah tiri ana ini selalu bilang kalau ana dengan kaka ana ini memberatkan dia, hal tsb sudah terjadi saat ana masih usia 8 th .. Ana sangat sedih melihat orang tua bertengkar, Padahal ana menyayangi ke 2 nya walaupun ayah tiri.. ana membantu kebutuhan keluarga walaupun hanya sedikit2.. Ana berencana untuk tinggal terpisah dengan orang tua, tapi ibu melarang.. ana jadi bingung harus gimana, Mohon nasehat , dan solusi nya apa jalan terbaik yang harus ana ambil ya ustdaz ? Syukron wa Jazakallahu khyr, Barakallahu fiikum
Akhwat (Jambi)
1 week ago on Keluarga

Suami Punya Perasaan Pada Wanita Lain?

Assallammualaikum ust .. Suami sy jujur jika sudaj 2 bulan dy merasa kalo dy puny perasaan dg teman kantor nya ( istri org ) Dy beralasan di ruma tidak pernah sy urus keperluan kerja ny setiap hari ( dan sy mengakuinya ) Suami sy mandiri dri bangun buat kopi smpe nyetrika baju sendiri.. Dy menangis sambil meminta maaf kepada sy mengapa smpai punya perasaan sama wanita lain. Apa yang harus saya lakukan ust ?? Sy merasa bersalah tapi tetap sakit hati . Mohon saran ny ustπŸ˜‡πŸ˜‡ Terima kasih
Ikhwan (Jambi)
1 week ago on Keluarga

Hukum Seputar Warisan

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.. Saya ingin bertanya mengenai hukum waris.. Ibu saya memiliki 2 orang anak (lelaki dan perempuan) dengan suami pertamanya, setelah bercerai kemudian menikah lagi dan memiliki seorang anak laki-laki.. Setelah hidup bersama lebih dari 30 tahun, suaminya meninggal dan memiliki harta yang belum dibagi kemudian beberapa tahun kemudian ibu saya meninggal.. Bagaimana cara penghitungan untuk pembagian harta warisan nya..?Semoga kami mendapatkan pencerahan sehingga terhindar dari azab Allah Azza Wa Jala.. Aamiin Allahumma Aamiin..
Akhwat (Yogyakarta )
1 week ago on Keluarga

Ayah diajak temannya menjadi kafir

Bismillah Assalammualaykum warahmatullahi wabarakatuh izin bertanya ustadz, ayah saya berteman akrab dengan kafir(non muslim) bisa dibilang sudah dianggap menjadi anaknya..apa saja yang ayah butuhkan selalu ada dan ayah saya sudah sakit beberapa tahun ini sampai saat ini dan kurang lebih setahun ini mengikuti perkataan temannya itu kalau disuruh berobat di rumah sakit non muslim, ayah saya meng iyakan dan kekeh berobat disana.. Apa saja yang temannya itu katakan selalu manut dan temennya itu melakukan kesyirikan(bisa melihat hal ghaib) ayah sayapun juga ikut terlibat.. Saya sebagai anak sudah menasehati pelan pelan kepada ayah saya untuk berdoa,perbanyak dzikir,perbaiki sholat namun ayah saya tidak melaksanakannya...setiap datang kerumah saya merasa tidak nyaman dengan temannya itu dan kalau telfon membicarakan hal ghaib saya dan ibu jengkel karena bisa berjam-jam... Ibu juga bilang ke ana, jika ayah disuruh pindah agama katanya sudah dibaptis sama temennya itu.. Seketika ibu saya marah kepada ayah mendengar perkataan itu... Hati anak mana yang tidak sedih ustadz mendengar perkataan itu, disini sedang berjuang agar orang tua bisa terlepas dari hal hal syirik, riba namun ada cobaan lain... Bagaimana sikap kita sebagai anak nggih ustadz jika kita sudah mencoba menasehati namun tetap kekeh Jazakumullahu khayran ustadz
Akhwat (Jakarta)
2 weeks ago on Keluarga

Menikah Tanpa Restu Ibu dan Keluarga

assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh. saya mau bertanya soal masalah yg skrg sedang saya hadapi. saya seorang anak yatim piatu, sejak org tua saya meninggal, saya tinggal dan diurus oleh keluarga ibu saya (nenek, tante, dan paman). saat ini saya usia 29 tahun dan ingin memutuskan utk menikah tp keluarga saya tidak setuju dengan calon yg saya pilih krn status nya duda anak dua. apa saya berdosa dan pernikahan saya tidak sesuai ajaran agama islam apabila saya tetap melaksanakan pernikahan tanpa restu keluarga saya seperti yg keluarga saya katakan? apa saya salah dan tidak boleh menikah tanpa restu menurut agama islam? terima kasih.
Akhwat (kudus)
2 weeks ago on Keluarga

wajibkah berbakti kepada ayah yang tidak pernah menafkahi?

assalamu'alaikum ustad. saya mau sedikit bercerita. dari saya masih dikandungan ibu saya. sampai sekarang umur saya 26 tahun. saya belum pernah dinafkahi ayah saya. ibu saya juga sejak 25th lalu tidak pernah dinafkahi. ibu saya selalu bekerja . dan selama hidup cm ibu dan bantuan dari sodara(kakak ibu) yang membuat saya bisa hidup,makan,sekolah. tapi status ayah ibu masih suami istri. satu rumah. ayah saya orangnya pemalas. misalkan dapat kerja. dpt gaji tidak pernah dikasihkan sama ibu. selalu punya alasan entah tidak dpt gaji entah ditipu entah apa. tp saya pernah melihat isi dompetnya. dan ada uang lumayan. selama ini yang dipentingkan ayah cm ibadah. setiap diprotes soal nafkah selalu dijawab , mau diterima gini alhamdulillah,gak diterima ya alhamdulillah, bisa ayah ya begini. selalu seperti itu sejak dlu. setiap saya bilang sama ibu. cerai tidak apa" dr pada harus berjuang sendiri. ibu cm bilang tidak pengen saya pnya orangtua cerai, malu kalo dpat suami. setiap wktu mereka sering bertengkar soal uang nafkah. ayah juga sering minta uang ibu,sering nipu ibu..dan klo diprotes lagi jawaban ayah selalu yang penting punya agama,sllu bilang ibu harusnya syukur pnya suami rajin ibadah,dan selalu bilang ibu tukang protes. pdhl saya tau penderitaan ibu slama ini berjuang sendiri mencari uang untuk keluarga. haruskah saya berbakti kepada ayah yang seperti itu ustad? karena setiap ibu saya di maki" pdahal sudah cari uang,saya teriak keras sm ayah saya. demi ibu saya. dan ayah sellu bilang saya anak durhaka . pdhal sya hanya membela ibu saya
Akhwat (Kota madiun)
2 weeks ago on Keluarga

Berbeda Pendapat Dengan Orang Tua

Assalamuallaikum wr.wb Saya mau bertanya ketika saya mau menikah di bulan agustus bsok dengan kondisi masih seperti ini (korona) tapi dari keluarga pihak cowo minta untuk ijab saja karena takut resiko setelah ada resepsi bisnis kluarga pihak cowok di tutup karena ada yg kena virus Dan saya sma calon suami saya juga ingin ijab saja agar tdak kena resiko, sedangkan ibu saya ingin nikahan saya di adakan resepsi ramai" Dan saya menolak dengan ngobrol baik" Sma ibuk saya, lalu ibu saya stuju dengan mau saya tapi kayak masih nggrundel sperti nggak terima Dan saya ttap ingin hanya ijab saya mencari jalan aman Pertanyaannya.. Apakah saya bisa di kutuk atau hdup gk tenang karena tidak menuruti kemauan ibu saya ? Sedangkan yg akan mnjalani hidup slanjutnya saya dan calon suami saya, jika saya tetap rsepsi atau ramai" Ada yg kena virus bisnis saya dan calon suami saya ttup saya tdak ada pnghasilan Apakah saya akan dpat kutukan ? Wassalamuallaikum wr. Wb
Akhwat (Jawa Barat )
2 weeks ago on Keluarga

Ibu Tidak Menanggapi Anaknya

Assalamualaikum ustadz.. Sebelumnya saya tidak ada masalah dengan kedua orang tua saya.. Masalah ada Ketika baru baru saja ibu saya tidak mengangkat tlp dari saya setiap saya tlp beliau.. Saya tinggal bersama suami d luar kota jauh dr orang tua, Pada suatu sore ibu saya menelepon saya 4x, saat saya di jalan dan saya tidak mendengar nada nya.. Setelah itu saya tlp balik tidak diangkat, dan saya sudah mengirim pesan singkat untuk minta maaf tetap tidak di balas selama lebih 3hari, berkali kali tlp sampai sekarang jg tidak diangkat, padahal menurut Kakak saya yang dekat rumah orangtua, ibu selalu pegang hp nya,, Bagaimana menurut islam? Apa yg harus saya lakukan untuk memperbaikinya
Ikhwan (Surabaya)
3 weeks ago on Keluarga

Istri Tetap Tinggal di Rumah Mertua

Assalamu'alaikum Saya bekerja di luar kota yang menyebabkan saya meninggalkan istri dan anak saya di rumah orang tua saya. Saya pulang bertemu istri, anak, dan orang tua saya setiap 3 bulan sekali. Alasan saya menitipkan istri dan anak di rumah orang tua, karena tempat saya kerja jauh dan belum ada fasilitas yang bagus untuk pendidikan dan kesehatan anak serta saya berharap istri saya dapat menemani orang tua saya yang mulai lanjut usia dan tinggal berdua saja di rumah karena adik saya juga merantau ikut suaminya. Permasalahan muncul ketika istri saya dan orang tua saya sering tidak sinkron tentang keseharian mereka, tentang makanan, kebersihan rumah dan perlakuan ke anak saya, karena istri dan orang tua saya sama-sama memiliki sifat (maaf) keras kepala. Sekarang istri saya sering mengeluh ke saya untuk keluar dari rumah orang tua saya dan dibelikan rumah sendiri. Mohon pencerahannya Ustadz, apa yang harus saya perbuat? menuruti istri tetapi saya masih ingin istri dan anak saya tinggal bersama menemani orang tua saya?
Akhwat (jakarta)
3 weeks ago on Keluarga

Janda Nikah Siri

Saya Wanita Janda usia 32 thn. Saat ini saya berencana menikah siri dengan Pria , dengan menjadi istri ke-2 untuk menghindari fitnah dan dosa Problem saya : saya tidak mungkin untuk memberikan informasi kepada orangtua saya, karena kondisi orangtua sakit resiko nya sangat besar ( jantung ), hingga saat ini pun saya blm memberikan informasi mengenai perceraian apalagi rencana pernikahan ke-2 saya Pertanyaan saya : Jika saya tetap menjalankan pernikahan siri saya, apakah memungkinkan?
Akhwat (Bandung)
3 weeks ago on Keluarga

Menerima Pinangan Ikhwan Yang Baru Belajar Manhaj Yang Benar

Bismillah Assalamuallaikum, afwan ustadz ana ingin bertanya. Ana dilamar oleh seorang ikhwan, dia baru belajar manhaj salaf, Ana sudah mengenal ikhwan ini sejak 5-6 tahun lalu karena pernah 1 sekolah, ana sudah mengenal keluarga nya , Namun ada 1 yang ana tidak ridho kpd nya, dia memiliki banyak teman yang kurang baik, ta jarang ana temukan teman nya sering nge tag di video akhwat yang buka2 aurat musik2 dan keburukan lainnya, Ana sudah pernah tegur dia untuk meninggalkan teman2nya yg kurang baik tersebut, tapi dia jawabnya " Mau pergaulan separah apapun saya bisa masuk, cuma saya ngebatasin diri", Bagaimana harusnya sikap ana ya ustadz ?? Mohon nasehatnya,
Ikhwan (Yogyakarta)
3 weeks ago on Keluarga

Orang Tua Pilih Kasih

Assalamualaikum Ustadz, saya adalah anak kedua dan terakhir di keluarga saya. Saya punya satu kakak laki-laki. Sejak kecil, dia diperlakukan istimewa, yang saya benci adalah ketika ia melakukan kesalahan, ia selalu mendapat pembelaan dan pembenaran dari orang tua saya, segala permintaannya pun segera dikabulkan oleh orang tua saya, hal itu masih terbawa hingga ia berumur 27 tahun sekarang, ia tumbuh menjadi laki-laki yang malas dan sewenang-wenang. Perlakuan orang tua saya terhadap saya pun sangat berbeda, 180 derajat dengan perlakuan pada kakak saya. Saya sudah sering sekali bersabar Ustadz, namun suatu hari kakak saya mengklaim barang saya sebagai miliknya, padahal itu adalah hasil keringat saya sendiri, saya sudah tidak tahan lagi Ustadz, saya diam-diam dongkol, saya rusak barang saya itu agar tidak ada rebutan, dan hal itu membuat orang tua saya marah dan membela kakak saya. Saya ingin sekali pergi dari rumah karena saya tidak pernah diberi kesempatan untuk didengarkan, apakah saya berdosa jika saya punya niat untuk hidup sendiri dan melupakan keluarga saya?
Akhwat (Palu, Sulawesi Tengah)
3 weeks ago on Keluarga

Berdosakah Meminta Suami Untuk Tinggal Pisah Dari Orang Tuanya?

Bismillaah, semoga Ustadz di berikan kesehatan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Ustadz saya masih satu atap dengan mertua. Sudah sering sekali meminta dengan suami untuk berpisah rumah, tapi suami selalu memilili banyak alasan. Padahal saya sangat tidak nyaman tinggal di rumah mertua ustadz, sebab ada ipar laki-laki saya dan keluarganya juga di rumah ini. Saya sudah sering kedapatan tidak memakai jilbab oleh ipar, saya takut akan merasa biasa saja ustadz kalau selalu kedapatan seperti itu. Ipar dan mertua saya juga seringkali mengambil anak saya, dan di putarkan youtube, dinyanyi-nyanyikan. Saya sudah sering melarang, tapi kalau saya tidak ada mereka sembunyi-sembunyi dan memutarkan youtube untuk anak saya. Setiap saya meminta untuk berpisah rumah, kami bertengkar ustadz. kadang saya memaksa suami saya, dan kadang saya berpikiran untuk minggat saja, tapi saya takut saya berdosa ustadz. Bagaimana kira-kira solusi untuk saya ustadz?
Akhwat (Jakarta)
3 weeks ago on Keluarga

suami tidak mau berjima' dengan istri karena istri membangkang

Assalamualaikum ustadz jika ada suami yang memboikot isterinya diranjang untuk waktu yang lama hingga berbulan2, dan ketika ditanya alasannya karena beliau merasa isterinya membangkang, sementara sang isteri ketika ditanya merasa selama suami memboikotnya tidak pernah menjelaskan alasan suami enggan berjima' dengan isterinya.. bagaimana hukum pemboikotan yang di lakukan suami? apakah itu termasuk bentuk pendidikan untuk isteri? syukron

PANDUAN MEMBUAT PERTANYAAN

  1. Ini adalah halaman untuk input pertanyaan seputar Islam.
  2. Jangan mem-posting pertanyaan di halaman forum.
  3. Sebelum posting pertanyaan gunakan fasilitas pencarian (search) di halaman berikut terlebih dahulu untuk memastikan pertanyaan Anda belum pernah diposting sebelumnya oleh user lain:
  4. Pilih kategori pertanyaan sesuai dengan tema pertanyaan.
  5. Gunakan kalimat yang jelas agar team redaksi SalamDakwah mudah memahami pertanyaan dan dapat memberikan jawaban sesuai yang diinginkan.
  6. Pertanyaan yang telah dijawab akan ditampilkan di halaman Tanya Ustadz.
  7. Semua pertanyaan Anda baik yang telah atau belum dijawab bisa dilihat di halaman Pertanyaan Saya (Klik nama Anda setelah login di menu paling kanan di menu bar)
  8. Pertanyaan akan dijawab oleh team redaksi SalamDakwah sekitar 1 - 7 hari.
  9. Demi alasan kehati-hatian tidak semua pertanyaan akan dijawab. Hanya pertanyaan yang telah ada fatwa dari ulama' yang akan dijawab.
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com