SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:
Akhwat (Padang)
5 days ago on Keluarga

Batal Menikah

Assalamu'alaikum ustad.. Saya telah di khitbah seorang pria. Dan kedua keluarga telah sepakat menikah pada hari tertentu. Di tengah perjalanan, keluarga pihak perempuan mengajukan permohonan ke pihak lelaki untuk memajukan tanggal pernikahan. Tetapi pihak lelaki mengatakan tidak boleh merubah tanggal pernikahan, dan kalau tetap dimajukan, orang tua laki2 tidak akan datang ke pernikahan. Sebagai calon perempuan yang akan menikah saya merasa kecewa dengan keputusan orang tua lelaki tersebut. Dan berusaha mengatakan kepada calon lelaki bahwa penentuan tanggal menikah tidak disyariatkan khusus di dalam Islam, serta meminta calon laki2 meyakinkan orang tuanya untuk tidak mempermasalahkan masalah tanggal tersebut. Tapi calon lelaki mengatakan tidak mau melawan orang tuanya. Dan batallah rencana pernikahan kami. Apa yang sebaiknya saya lakukan disaat saya tahu penyebab batalnya pernikahan bukan karena alasan syar'i dan setahu saya calon laki2 itu sholeh ? Apakah saya harus melaksanakan shalat istikarah kembali? Untuk mengetahui betul2 meninggalkan pernikahan ini baik untuk saya atau tidak, disaat saya tahu calon laki laki itu sholeh. Jazakallah khairan katsiran ustad..
Ikhwan (Bekasi)
1 week ago on Keluarga

Wali Nikah Mempelai Wanita Yang Tidak Diketahui

Assalamualaikum ustadz, semoga ustadz senantiasa selalu diberikan nikmat sehat dan rezeki yang berlimpah oleh allah swt. Maaf ustadz ada yang ingin saya tanyakan. Sebelumnya saya ingin bercerita terlebih dahulu tentang keluarga calon istri saya. Calon istri saya, semenjak dia kecil dari bayi, telah ditinggal oleh bapak kandung nya (sampai saat ini belum diketahui keberadaannya entah masih hidup atau sudah meninggal). Dan tidak ada komunikasi dengan keluarga bapak kandungnya sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya. Dari kecil calon istri saya dibesarkan oleh ibunya sama bapak tiri (alm). Sampai saat ini sudah pernah melakukan pencarian, tetapi belum mendapatkan hasil. Jadi saya dan calon istri saya berniat untuk menikah, tetapi saya masih terkendala dari pihak wali calon istri saya. Saya butuh saran dan masukannya ustadz. Maaf ustadz panjang lebar nanya nya. Wassalamualaykum
Akhwat (Jakarta)
1 week ago on Keluarga

Saya Suka Keponakan Suami Tante

Assalamualaikum pak ustad, saya mau tanya, saya sudah lama punya perasaan suka sama keponakan nya suami tante saya, dalam islam saya dan dia termasuk sepupuan atau bukan, dan dosa gak kalo menyukainya, saya pun setiap bertemu dengannya hanya bisa liat dari jauh, tidak berani menyapa nya. terima kasih.
Akhwat (Bandung)
1 week ago on Keluarga

Mendoakan suami berpisah dari selingkuhannya

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Bolehkah seorang istri Mendoakan agar suami berpisah dari selingkuhannya? Jika boleh bagaimanakah kata2 yang baik? Karena Si istri khawatir jika Justru Malah Mendoakan keburukan.
Ikhwan (Banjarmasin)
2 weeks ago on Keluarga

Mohon penjelasan dan masukan dari ustadz

Assallamuallaikum ustadz.. Jadi gnih ustadz.. saya ini pcrn sdh mau 4 thn tpi saya melakukan hubungan intim dan blm nikah tpi smua kluarga dari pihak wanita jg sdh tau.. Tpi saya sdh tobat ustad dan tidak pernh melakukan lg.. tapi saya mengetahui pcr saya ini melakukan dgn yg lain ustad.. tpi ketika di tnya di dpn org tua nya dia mnjwb tidak intim dgn yg lain slaim dgn saya dan hnya zina batas bibir.. dia bersumpah mati alquran dan mau sumpah di mesjid hnya dgn saya intim nya.. Nah pertnyaan saya apakah saya harus tetap tanggung jwb ustadz atau meninggalkan nya? Dia sdh 2 kali ktahuan ustadz.. Apa yg harus saya perbuat ustadz? Saya delima dgn janji saya yg tanggung jwb tpi dia mmbls tidak setia dan tidak mnjaga, apakah harus tetap lanjut saya sm dia ygbudh gk setia dan gk pnya komitmen ustadz? Mohon beri pnjlsan nya ustadz.. Wassallam....
Ikhwan (batam)
4 weeks ago on Keluarga

Apakah Perlu Mengulang Akad Nikah

assalammualaikum,pak ustad.....saya sudah 3 tahun menikah...dulu saya menikah tapi melakukan zina duluan...akhir2 ini saya baca kalo nikah tapi sebelumnya zina dan belum sempat bertobat itu tidak sah ...benarkah itu pak ustad? haruskah saya nikah ulang lagi karena kami sudah bertobat.....saya dah bilang mengenai hal ini tapi suami bilang hal itu tak perlu karena kami dah nikah di kua dan sudah resmi....bagaimana menurut pak ustad?
Ikhwan (palu)
1 month ago on Keluarga

Bolekah menikah setelah melakukan zina?

assalamualikum ustadz, kakak saya punya masalah, kaka saya menyesal telah melakukan zina dengan mantan nya yang masih berstatus istri orang , dia melakukan itu karna kaka saya masih sayang dan cinta sama mantannya,dia tak tega mantanya merasa tersiksa batin selama bertahun tahun karna tidak dinafkahi oleh suaminya,yg notbanenya dia sakit tdk bisa memberi nafkah batin ..dan selalu menerima perlakuan kasar dari suamiya,dari perbuatanya itu kakak saya sudah bertaubat dan berjanji tidak akan melakukannya lagi.kaka saya sekarang diluar kota,dan tdk pernah bertemu lagi selama setahun namun komunikasi tetap berjlan , mendengar mantannya sudah bercerai kaka saya menikahinya karna tanggung jawab dan rasa bersalah atas perbuatannya yang pernah ia lakukan dan sekarang menjadi istri sirinya,yang saya tanyakan ustazd bolekah melakukan pernikahan siri,setelah melakukan persinahan,.dari sebelumnya mereka sudah bertobat,...mohon penjelasannya pak ustazd,...terima kasih....
Ikhwan (selayar)
1 month ago on Keluarga

Haruskah saya penuhi permintaan cerai istri

Asslamu alaikum pak ustazd,.. saya seorang suami berumur sdh 58 tahun ,di umurku yg sudah tua ini saya sering sakit ,bahkan sakit yg kuderita ini sudah puluhan tahun,..meski sudah berobat kesana kemari namun masih tetap begini ,saya tidak bisa memberi nafkah batin kepada istri saya,..yg usianya jauh lebih muda dari saya 38 tahun,. sdh genap 8 tahun saya fakum dengan istri bahkan sejak itu sudah tidak seranjang lagi,..melihat semua itu saya sangat sedih melihat tekanan batin istri saya,.. saya sadar saya tak mampu,tapi disisi lain saya masih sayang dengan istri ,...jujur saya tidak bisa memberi kepuasan batin semenjak pernikahan kami, .meski kami telah dikarunia 5 anak,.dengan umur yang tersisa ini kudekatkan diri dengan sang pencipta,.hubungan dengan istri sudah tak harmonis lagi,..kami saling berdiam diri,hidup masing masing seperti layaknya saudara..kadang aku merasa hidup ini tak berguna dihadapan sang istri,..kadang timbul dalam benakku ingin bercerai tapi aku urungkan melihat anak anakku yg masih butuh kasih sayang kadang sifat amarahku tak bisa aku kontrol sehingg bisa memicu pertengakaran dalam keluarga,..,.kecurigaan selalu timbul dalam hati,melihat penampilan istri yg sudah berubah,bila keluar rumah,..pernah suatu waktu istri meminta cerai tapi aku menolak,bahkan sering dia meminta cerai dan akupun menolaknya,...dan aku selalu berkata kata kasar jika aku diselimuti amarah,..dan kecurigaan... apakah saya harus penuhi pemintaan istri untuk bercerai,..tapi aku berpikir bagaimana dengan anak anaku,.apakah sudah jatuh talak kepada istri saya karna sudah bertahun tahun aku tidak menafkahi batinnya,...karna dalam buku nikah menjelaskan tiga bulan berturut turut tdak memberi nafkah lahir batin sudah jatuh talak,..dan bila aku bercrai apakah masih bisa kami tinggal serumah demi anak anak,.. terimah kasih atas penjelasanya,.. .wassalamu alaikum wr.wb.
Akhwat (Jakarta)
1 month ago on Keluarga

Bolehkah menikah dengan lelaki yang masih ada hubungan keluarga

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh... Ustad sy ingin bertanya, bolehkah menikah dgn lelaki yg masih ada hubungan kekeluargaan? lelaki ini adalah anak dari adik laki2 kakek saya. Ibu sya menentang hubungan kami krn menurut beliau haram hukumnya. Sya mohon utk diberikan jawaban nya ustad krn kamj sudah terlanjur menjalani hubungan yg serius dan berencana ingin menikah. Terima kasih :)
Akhwat (Malang)
1 month ago on Keluarga

Menikah Dengan Muallaf

Assalamu'alaikum ustadz, mohon pencerahannya, dalam memilih calon suami disyariatkan yang baik akhlak dan agamanya. Seandainya ada seorang Ikhwan yang berniat menikahi seorang akhwat, dimana Ikhwan kebetulan seorang mualaf, yang sedang berusaha memperbaiki agamanya, apakah si akhwat boleh menerima pinangannya? Ikhwan mengatakan sanggup untuk menafkahi lahir batin, untuk akhlaknya insyaallah baik. Jazaakillahu khairan katsiran
Ikhwan (bogor)
1 month ago on Keluarga

melihat cahaya terang di makam

Assalamualaikum wr.wb, 1 tahun yang lalu saya melihat cahaya terang di makam keluarga saya saat jam 2 malam, cahaya berwarna kuning terang itu menyorot ke mata saya, tapi hanya hitungan beberapa detik lalu hilang, pertanyaan saya itu cahaya apa ya ustadz ?
Ikhwan (Jakarta)
1 month ago on Keluarga

Mesjid Berisik

Assalamualaikum wr. Wb. Ustad Sebelum memulai saya mau konfirmasi dulu, saya tidak mempermasalahkan suara Adzan, saya senang bila Adzan dari mesjid memanggil, biar tidak salah paham. Mohon dibaca hingga selesai. Masjid di dekat rumah saya sangat berisik, berisiknya sekali lagi bukan karna adzan nya, mesjid ini mulai keberisikannya dari sebelum adzan subuh, ustad menggunakan toa untuk manggil2 orang agar bangun, setelah itu pengajian sampai adzan dan setelah adzan. Mulai pagi yang dihidupkan lagu2an(bukan ayat2/pengajian ya tapi LAGU/Musik) melalui toa mesjid dengan volume yang keras, untuk berbicara saja kita harus agak keras. Lagu2an dihidupkan sampai sore, berhenti sebentar sebelum dan sesudah adzan. Habis maghrib, mulai pengajian dan nyanyi2an lagu rohani oleh ustadnya, kadang pengajian sampai jam 1 dini hari. Bisa dibilang TOA nya tidak berhenti hampir 24 jam. Saya sangat terganggu dengan suara mesjid ini apalagi semenjak punya bayi, tidur nya jadi sering kaget karna ustad nya sangat sering teriak, apalagi pas pengajian, tidak menenangkan hati sama sekali. Apalagi pengajian yang berbau2 politik yang menyebarkan kebencian ke makhluk ciptaan Allah yang lain. Menurut ustad bagaimana?? Apakah saya salah jika terganggu dengan mesjid yang seperti ini? apakah saya berdosa dengan mengeluhkan mesjid?
Akhwat (Bogor)
1 month ago on Keluarga

Ibu Melarang Menolong Adik

Assalamu'alaikum Wr Wb. Ibu kandung saya melarang saya menolong adik saya dengan alasan macam2 yang dimana alasan tersebut kebanyakan suudzon dan belum terbukti kebenarannya. Ibu saya ini sangat keras, beliau sangat banyak beribadah,puasa,ngaji. Tapi juga gampang berkata yang tidak enak/bisa menyakiti hati orang lain atau anaknya seperti menyebut adik saya dg sebutan seperti penipu,pemeras,dll. Saya udah coba ngomong dg Ibu saya dengan membawa ayat2 Al-Qur'an atau pun Hadist tapi sepertinya tidak berpengaruh malah beliau membilang saya pengikut aliran yg lain. Tolong sarannya apa yang harus saya lakukan dalam ini, saya tidak ingin ibadah Ibu saya nanti hilang di akhirat karena banyak menyakiti hati orang. Dan salahkah saya tetap menolong adik saya karena dengan hal ini berarti saya tidak turut kepada orang tua. Mohon sarannya,..Jazakallah khoiron.
Akhwat (jakarta)
1 month ago on Keluarga

Tinggal Serumah Setelah Cerai

assalamualaikum ustad saya mau bertanya. jadi awal crita begini,orang tua saya sudah bercerai tpi mereka msih tinggal bersama selama ini. di samping itu sebenarnya ibu sya sudah menikah siri dngan orang lain,tpi tidak tinggal bersama dan sudah 4 bulan ini tidak pernah komunikasi dan sudah tidak di nafkahi lahir dan batin.sementara itu ibu &bapak kandung sya yg sdah tinggal bersama selama ini berniat mau memperbaiki kehidupan dengan menikah lagi.bagaimana kah hukum pernikahan ibu dan bapak sya nanti.dan bagaimanakah sebenarnya status ibu sya apakah itu sudah otomatis bercerai dengan ayah tiri saya atau belum,dan bolehkah ibu dan ayah kandung sya menikah lagi?
Ikhwan (bandung )
1 month ago on Keluarga

Istri Berzina

Assalamualaikum wr. Wb. Saya mau bertanya boleh kah istri kita ceraikan dan langsung kita nikahkan dengan lelaki lain karena mereka telah melakukan zinah.. Soalnya sampai sekarang saya belum bisa menerima kejadian ini.. Terima kasih

PANDUAN MEMBUAT PERTANYAAN

  1. Ini adalah halaman untuk input pertanyaan seputar Islam.
  2. Jangan mem-posting pertanyaan di halaman forum.
  3. Sebelum posting pertanyaan gunakan fasilitas pencarian (search) di halaman berikut terlebih dahulu untuk memastikan pertanyaan Anda belum pernah diposting sebelumnya oleh user lain:
  4. Pilih kategori pertanyaan sesuai dengan tema pertanyaan.
  5. Gunakan kalimat yang jelas agar team redaksi SalamDakwah mudah memahami pertanyaan dan dapat memberikan jawaban sesuai yang diinginkan.
  6. Pertanyaan yang telah dijawab akan ditampilkan di halaman Tanya Ustadz.
  7. Semua pertanyaan Anda baik yang telah atau belum dijawab bisa dilihat di halaman Pertanyaan Saya (Klik nama Anda setelah login di menu paling kanan di menu bar)
  8. Pertanyaan akan dijawab oleh team redaksi SalamDakwah sekitar 1 - 7 hari.
  9. Demi alasan kehati-hatian tidak semua pertanyaan akan dijawab. Hanya pertanyaan yang telah ada fatwa dari ulama' yang akan dijawab.
© 2017 - Www.SalamDakwah.Com