SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:
Ikhwan (bangka)
3 weeks ago on Keluarga

Ketika Pasangan Hidup Selingkuh

Assalamualikum Ustad, saya seorang suami yang telah di karuniai 4 orang anak,saya punya masalah dengan istri saya sejak lama sebelum anak ke 3 lahir ,istri saya pernah ketahuan selingkuh dan hampir saja saya menceraikannya,tapi saya waktu itu nggak tega melihat 2 anak saya yang masih kecil.sebenarnya istri saya juga mau saya pilangin ke orang tuanya akhirnya denga berat hati saya memaafkan nya dengan pertimbanagan nggak mau liat anak2 kehilangan kebahagiannya, biarkanlah saya yang berkorban.tapi terus terang saja keluarga saya tidak seharmonis dulu lagi istri seperti nggak mau atau malas melayani saya padahal saya sudah berusaha melupakan kejadian dulu meski kadang2 teringat2.kadang2 saya menganggap tidak mempunyai istri lagi dia hanya ibu buat anak2 saya meski semua kebutuhan saya tetap penuhi seperti biasa sampai saya nggak pernah memikirkan kebutuhan saya sendiri.kadang dalam sholat saya menangis dan bertanya dalam hati apakah kehidupan seperti ini kan saya teruskan atau saua akhiri,tapi kalau meliat anak2 saya tak tega mereka akan kehilangan karena perpisahan orangtuanya. bagaimna saya harus bersikap bertindak ustad?apakah di hukum islam di perbolehkan seperti ini mempunyai istri tapi seperti gak punya istri..mohon pencerahannya Ustad Wassalammualaikum
Akhwat (Bandung)
3 weeks ago on Keluarga

Bolehkah Wali Pernikahan Diganti Dengan Kakak Pertama

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh ,, Selamat malam pak ustadz Salam ukhuwah islamiyyah , ana putri dari bandung , umur ana 20 tahun Pak ustadz ,, hubungan ana dengan ayah kandung ana tidak baik .. bahkan sejak ana kecil di tambah sekarang setelah berpulang nya ibu , ayah semakin membenci ana Tiap d rumah ana selalu di caci maki , di marahin bahkan sampai2 ana sering di usir dari rumah Sangat sering ana d usir dari rumah apalagi kemaren2 Nah pak utadz ... yg mau saya tanyakan Saya tahun ini mau menikah dengan seorang pria yg in syaa allah beliau baik dari segi agama , Ana pun sudah shalat istikhoroh dan alhamdulillah semua urusan kami di permudah Hanya saja 1 dari ayah Jika misalkan ayah ana tidak mau menjadi wali ana dalam pernikahan ana karena memang ayah ana yg membenci ana .. bolehkah di gantikan oleh kakak pertama ana ...?? Sementara sebelum meninggalpun almh.ibu berwasiat agar ana menikah dengan pria tsb ... Mohon jawaban nya pak ustadz ... Terimakasih ...wassalamu'alaikum
Ikhwan (Solo)
1 month ago on Keluarga

Terintimidasi Oleh Saudari Yang Murtad dan Lelaki Pilihannya

Apa yang harus saya lakukan pak...saya saat ini tinggak ditempat kakak saya wanita yang murtad ikut suaminya saya dipekerjakan di tempat usaha y ...dan hari demi hari saya dihasut suami kakak saya agar ikut agama mereka ...apa yang harus saya lakukan
Ikhwan (Sumatera Barat)
2 months ago on Keluarga

Bila Istri Keras Kepala

Assalamualaikum Wr Wb ustad, langsung pertanyaan ya ustad, saya baru berumah tangga 5 bln, sebelumnya kami pun udah lama kenal dan tau sifat masing2, setelah berumah tangga, istri ku selalu keras kepala kepda aku ustad, aku pun sudah sering ingatin dia bahwa tidak boleh begitu, dosa, tapi dia selalu ada jawaban yg seolah2 dia udah paham, tak perlu di ajarin, aku pun koreksi diri kok ustad, Insyaallah tggung jwab aku aku penuhin ustad, yg aku tanyakan, pantas kah seorang istri berprilaku begitu ke suaminya? dosa seperti apakah bagi istri? mhon maaf ustad, sekilas sperti pertanyaan yg tdk penting ustad, tpi aku tdk tau hrus brtanya kmna lagi ustad, supya bisa aku perlihatkan ke istri pertanyaan ini ustad, terima kasih ustad, Assalamualaikum Wr Wb
Akhwat (Bdg)
2 months ago on Keluarga

Mertua Menunda Pernikahan Karena Ingin Kakak Laki-Laki Calon Suami Menikah Lebih Dulu Padahal Calon Suami Sudah Menjanjikan Waktunya

Assalamualaikum Wr. Wb Ustadz.. Saya ingin bertanya, bagaimana jika saya sudah melaksanakan khitbah dengan calon suami karena sebelum khitbah kita sudah merencakan ingin menikah dalam 3 bulan ke depan. Setelah sebelumnya calon suami saya menjanjikan pernikahan tahun sebelumnya, namun di undur karena kakak laki-lakinya belum menemukan pendamping. Akhirnya setela november lalu kaka laki-laki calon suami saya mengkhitbah calonnya, saya pun di khitbah pada bulan desember. Kita memang sudah berpacaran selama 4 tahun. Namun pada awalnya kita tidak niat untuk berpacaran selama ini, karena awalnya kita ingin menikah namun semua itu terhambat masalah kakak laki-laki calon suami saya blum menikah. Dan pada tahun kedua ayah dari calon suami saya mnghilang sampai sekarag tanpa kabar(mistrius). Sebetulnya kakak perempuan saya juga belum menikah, namun org tua saya tetap mengizinkan saya menikah duluan klau memang sudah ada jodohnya. Berbeda dengan orang tua yaitu ibu calon saya yang tetap ingin kakak calon saya menikah lebih dlu. Calon suami dan saya sdh merencanakan pernikaha bulan Maret ini Ustadz, namun karena kakaknya ingin menikah setelah lebaran saya dan calon suami harus menunggu dan menunda pernikahan kami. Bagaimana menurut Ustadz mengenai janji dari calon suami saya yang akan sgera menikahi saya, karena bukankah menikah, bercerai dan rujuk itu bergurau saja tidak boleh. Karena jika menunggu kakak laki-laki nya akan tidak adil jika saya tidak mnunggu kakak perempuan saya juga untuk menikah lebih dulu. Padahal saya sudah meminta izin kepada kakak perempuan saya. selain itu Ustadz saya merasa kecewa karena ternyata calon saya telah berbohong kepada saya sebelumnya dia mngatakan bhwa kita akan tetap menikah sesuai rencana dan Ibu nya mengizinkan. Namun ternyata dia belum pernah dan tidak berani untuk bertanya dan meminta izin kepada Ibu nya untuk menikah duluan. Namun jika harus menunggu kedua kakak kami akan semakin mengulur-ngulur waktu. Sedangka saya sudah tidak ingin pacaran lebih lama lagi dan orang tua saya juga ingin kedua anak perempuannya cepat menikah. Namun kakak saya belum dapat memastikan walaupu rencananya akhir tahun ini. Bagaimana pendapat Ustadz mengenai hal ini? apa yang harus saya lakukan?
Akhwat (Jawa)
2 months ago on Keluarga

minta dinikahi oleh pasangan yang merenggut kesucian

assalamualaikum wr wb ustadz, saya adalah wanita 24 tahun. telah berpacaran selama 2 tahun lebih. kami memiliki tujuan untuk serius dilanjutkan ke jenjang pernikahan. Kedua belah pihak keluarga kami juga telah mengetahui maksud kami tersebut. Kami pernah berhubungan suami istri beberapa kali. tapi 3 bulan yang lalu, dia tiba tiba memutuskan saya, dengan alasan belum mapan. minggu ini saya dapat kabar dia telah memiliki pacar lain sejak 4 bulan yang lalu dan mulai berhubungan intens dengan perempuan 6 bulan kebelakang. Bagaimana jika saya meminta dinikahi pada mantan pacar saya yang telah merenggut keperawanan saya tersebut? Jujur saya sangat malu menanyakan hal ini, saya sangat bingung sampai stres memikirkannya. Saya juga memikirkan bagaimana sakit hatinya orang tua saya dan ibu mantan saya jika mengetahuinya. Terimakasih Wassalmualaikum wr wb
Ikhwan (Jatinegara, Jakarta Timur)
2 months ago on Keluarga

Hukum zina sesudah menikah

Assalamualaikum ustadz. Saya mau bertanya, dlu saya sudah pernah melakukan beberapa kali hubungan intim dengan pacar saya. Saya tetap setia hingga ke jenjang pernikahan. Skrng sudah dikaruniai 3 anak dan sampai skrng saya msih bersama istri saya. Apakah hukum zina msih berlaku untuk saya dan istri saya? Sekian terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ikhwan (Sumatra selatan)
2 months ago on Keluarga

Mengubah Nama Saat Ijab Kabul

Pak ustad saya mau bertanya, bagaimana pandangan/ajaran islam tentang mengubah nama saat ijab kabul di pernikahan tetapi nama yg tertera di buku nikah tetap nama asli, yang di ubah hanya pada saat ijab kabul. Dalam adat saya ada namanya pencocokan nama saat pernikahan.
Akhwat (Jakarta)
2 months ago on Keluarga

Saudara SeAyah Menjadi Wali?

Assalammualaikum wr wb Ustadz, Saya ingin menanyakan mengenai pernikahan secara agama yang sah. Ayah saya memeluk agama Islam, namun beliau sudah meninggal. Sebelum beliau meninggal, pria di keluarga dari ayah saya yg beragama Islam juga sudah meninggal semua, kecuali anak lelaki dari pernikahan ayah saya yg sebelumnya. Namun, saya sudah sangat lama tidak pernah kontekan lagi dengan kakak tiri laki2 saya tersebut. Terakhir, ketika saya masih kelas 6 SD, ayah saya meninggal ketika saya duduk di kelas 3 SMP. Yg menjadi pertanyaan saya... 1. Apakah kakak tiri laki2 saya bisa menjadi wali nikah saya? Pdhal saya sudah lama tidak kontekan dengan beliau. 2. Bisakah wali nikah langsung digantikan dengan wali hakim, mengingat saya sudah lama sekali tdk bertemu dengan kakak tiri saya, sehingga saya sendiri sudah lupa wajahnya seperti apa. Pihak keluarga dari Ayah pun sudah tidak menganggap kami saudara, setelah ayah saya meninggal. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih Ustadz.
Ikhwan (RIAU)
3 months ago on Keluarga

Mana Yang Harus di dahulukan antara "Kewajiban istri ke suami atau kewajiban suami ke istri"?

Assalamualaikum Ustad, Di dalam sebuah rumah tangga tentulah pasti terjadi perbedaan, antara Hak dan kewajiban seorang istri, katakanlah ketika masing masing pasangan meminta kewajiban atau hak nya yang harus di dahulukan, Jadi Pertanyaan ana, dalam sebuah rumah tangga, "Suami menuntut bahwa kewajiban istri ke suami harus dilakukan terlebih dahulu baru memenuhi kewajiban istri, Begitu juga sebalik nya istri menuntut kewajiban suami ke istrilah yang harus di dahulukan, baru istri memenuhi kewajiban nya ke suami, Dalam Hal menurut islam seperti apa? Wassalam,
Akhwat (kediri)
3 months ago on Keluarga

Melarang Istri Berkunjung ke Orang Tua

assalamualaikum wr. wb. ustadz saya mau bertanya, bagaimana hukumnya jika suami melarang istri berkunjung ke rumah orang tua? apa yang seharusnya dilakukan istri padahal jarak rumahnya dengan orang tuanya berdekatan? bagaimana dan apa yang harusnya dilakukan sang istri untuk terus berbakti kepada orang tua? sedangkan posisi kedua orang tua sang istri hanya tinggal sendiri. terimakasih ustadz.. wassalamualaikum wr. wb
Ikhwan (Cikarang)
3 months ago on Keluarga

Apakah Boleh tidak mengurusi orang tua karena dulu dia tidak sayang?

Assalamualaikum. Saya mempunyai Mertua, dahulu mertua saya dilahirkan oleh ibunya yang tidak sayang terhadapnya, karena suaminya menikah lagi. sedari lahir dia sudah tidak mao mengurusi anaknya(mertua saya). sekarang orangtuanya sakit. apakah berdosa mertua saya jika tidak mao mengurusi orang tuanya?
Akhwat (Jakarta)
4 months ago on Keluarga

Ibu Mendoakan Keburukan Untuk Anaknya

Assalamualaikum pak ustad, saya mau bertanya. saya mengakui saya bukan orang yg baik, sering melawan orang tua. tapi saya ingat ketika saya kecil ketika ibu saya memarahi saya, beliau sering mengatai saya "anak setan", dan kata2 buruk lainnya. lalu sekarang saya sudah dewasa dan berkeluarga. ketika sedang bertengkar dengan ibu saya, beliau berkata : "jangan mimpi kamu bisa menjadikan anakmu baik kalau kami tidak berubah" saya mengerti saya pasti berdosa terhadap ibu saya. tapi apakah ibu saya mekakukan hal yang benar dengan mendoakan yg buruk untuk saya? walaupun cuma kata2, tapi bukankah kata2 ibu adalah doa untuk anaknya? jadi secara tidak langsung ibu saya mendoakan saya menjadi anak setan dan mendoakan anak saya tidak akan tumbuh jd anak yg baik. bagaimanakah pandangan islam mengenai hal ini? terimakasih
Akhwat (Kediri)
4 months ago on Keluarga

Kirim Do'a

Assalamu'alaikum... Saya mau tanya, boleh tidak saya mengirim doa kpd keluarga yg sudah meninggal tp dia non muslim?
Akhwat (Bali)
4 months ago on Keluarga

Ayah Saya Gay

saya adalah anak perempuan berusia 17 tahun. Ayah dan ibu saya bercerai sejak saya masih kecil dan sekarang saya tinggal bersama ayah saya. sejak 5 tahun yang lalu, saya telah mengetahui bahwa ayah saya adalah seorang Gay. naun baru akhir-akhir ini saya berani berkata padanya mengenai hal ini. lalu respon yang saya dapat dari dia ternyata jauh dari yang ssaya pikirkan. dia berkata bahwa saya egois dan tidak memikirkan perasaannya. dia menyalahkan saya, dan dia bilang tidak dapat berbuat apa-apa mengenai kondisinya. ia bilang ini adalah kehendak Allah SWT. dan ia juga berkata bahwasanya itu adalah hal yang tidak apa-apa selama dia adalah orang yang baik, tidak menganggu orang dan shalat 5 waktu. menurut hukum islam, bagaimana tindakan ayah saya? dan saya sebagai anak harus bagaimana? saya mohon jawabannya.

PANDUAN MEMBUAT PERTANYAAN

  1. Ini adalah halaman untuk input pertanyaan seputar Islam.
  2. Jangan mem-posting pertanyaan di halaman forum.
  3. Sebelum posting pertanyaan gunakan fasilitas pencarian (search) di halaman berikut terlebih dahulu untuk memastikan pertanyaan Anda belum pernah diposting sebelumnya oleh user lain:
  4. Pilih kategori pertanyaan sesuai dengan tema pertanyaan.
  5. Gunakan kalimat yang jelas agar team redaksi SalamDakwah mudah memahami pertanyaan dan dapat memberikan jawaban sesuai yang diinginkan.
  6. Pertanyaan yang telah dijawab akan ditampilkan di halaman Tanya Ustadz.
  7. Semua pertanyaan Anda baik yang telah atau belum dijawab bisa dilihat di halaman Pertanyaan Saya (Klik nama Anda setelah login di menu paling kanan di menu bar)
  8. Pertanyaan akan dijawab oleh team redaksi SalamDakwah sekitar 1 - 7 hari.
  9. Demi alasan kehati-hatian tidak semua pertanyaan akan dijawab. Hanya pertanyaan yang telah ada fatwa dari ulama' yang akan dijawab.
© 2018 - Www.SalamDakwah.Com