SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:
Akhwat (Bandung)
1 week ago on Keluarga

Orangtua tidak adil

Assalamualaikum ustad, saya fulanah. Saya ingin menanyakan mengenai keadilan orangtua terhadap anaknya. Jadi ortu saya pny 3 anak..2cwe 1cowo..saya anak kedua. Kakak saya perempuan adik saya laki2. Bbrp thn yg lalu adik laki2 saya diDO dari kampusnya. Orang tua saya pd saat itu tidak marah sama sekali. Sedangkan saya dulu selalu dmarahi dwanti2 agar lulus kuliah, kalau tidak lulus kuliah, mrk akan marah besar. Lalu akhirnya adik laki2 saya diberikan modal ratusan juta untuk membuka usaha dirumah. Sudah berjalan 5th sampai tahun ini. Setiap bulan adik saya (sekarang sudah 29th) diberikan modal 2juta dan tabungan 2juta perbulannya. Diberikan hadiah ulangtahun 2jt dan thr juga 2juta sampai sekarang masih seperti ini. Tidak sedikitpun mereka merinci (menuliskan dalam buku mereka) apa saja pengeluaran yang sudah mereka berikan kepada adik lelaki saya. Bahkan rumah dan kendaraan2 orang tua saya sudah dwanti2 dberitahukan kepada saya dan kakak saya kalau itu semua jd milik adik saya karena adik saya laki2. Setiap saya tanyakan alasannya mrk selalu menjawab, karena adik saya lelaki jadi dalam pemberian nafkah dan apapun harus 2x lipat dari anak perempuan. Ketika akan berbelanja untuk toko adik sayapun, ortu saya yang pergi keluar untuk membelinya, dan tentusaja dgn uang ortu saya sndr. Adik saya hanya tiduran dikamar menunggu ortu saya pulang. Dalam hal membersihkan aquarium (adik saya jualan ikan hias dirumah) pun dibersihkan oleh ortu saya. Memberi makan ikan, membuang ikan yg sudah mati dan lain2 dikerjakan oleh ortu sya. Jd bisa dbilang adik saya hanya tinggal menunggu uang datang dan menunggu transferan modal dan tabungan dari ortu saya. 3thn lg juga mrk akan mengumrohkan adik saya. Tapi tidak dengan saya atau kakak saya. Setiap saya tny kenapa, mrk pst mjwb karena dy anak lelaki jd sudah sepantasnya diperlakukan seperti itu. Mskpn skr sudah 29th pun memang masih wajib untuk dnafkahi oleh ortu sya. Untuk mencari istri pun akan dicarikan oleh ibu saya. Ibu saya ingin sekali pny menantu anak yatim piatu agar klrgnya tidak protes. Sedangkan saya dan kakak saya, setiap kami memakai uang mrk pst mrk perhitungkan. Mereka tulis dibuku mereka brp saja. Sebagai contoh, uang kuliah, memberikan barang2 juga. Mrk jg meminta kami untuk berbohong kesemua orang jika ada yang menanyakan apakah adik kami sudah lulus atau blm, kami hrs menjawab sudah. Kalau tidak, ortu kami akan marah besar. Apa yang harus saya lakukan ustad? Saya merasa ortu saya sangat tidak adil kepada saya dan kakak saya..saya bahkan menyimpan dendam kepadamereka karena perlakuan mereka. Sebernarnya ada banyak sekali perlakuan mrk yg menurut saya aneh. Misalnya saja, menurut saya mereka memperlakukan anak lelaki mrk seperti anak perempuan, tidk prnh menyentak,memarahi, bahkan kalau kami bertengkar mskpn adik lelaki saya tidak sopan pada saya, ortu saya selalu membelanya. Sedangkan perlakuan mrk kpd kami anak perempuan bisa dbilang kasar..kdg mengatakan goblog,bego, idiot dll..kami jg sll dsentak apabila tdk sependapat dgn mrk..sedangkan adik lelaki saya tidak pernah.. Bolehkah saya tidak mendoakan mrk ketika mrk sudah meninggal? Saya sudah sangat sakit hati sekali ustad.. Mrk mnrt saya bnr2sgt tidak adil..ataukah memang harus seperti itu dalam islam?? Maaf ustad, ortu saya tidak bnr2 mengajarkan islam pd sya dr kecil. Waktu kcl saya diajari islam oleh uwa saya. Bahkan sampai skr saya tidak bisa baca alquran. Makanya sampai sekarang saya bingung seperti apakah islam yang sebenarnya? Terimakasih byk sebelumnya. Wassalamualaikum wr wb
Akhwat (Jakarta pusat)
1 week ago on Keluarga

Selisih Pandang Dengan Keluarga Non Muslim

Asalammualaikum .. pak ustad .. Saya seorang istri dan suami saya mualaf .. saya terkadang merasa beda pendapat sama suami dan klurga suami saya .. apa yg harus saya lkukan agar tidak ada perselisihan dalam rumah tangga saya trimakasih
Akhwat (Tangerang )
1 week ago on Keluarga

Apakah Telah Jatuh Talak

Dua minggu lalu saya bertengkar dengan suami, dn dia berkata "pergi km ke rumah orangtua mu, bawa semua barang-barang mu" , kemudian saya tanya "kamu talak saya?" Dia jawab "km mau? Mau brapa? Mau sekalian?" sya hanya diam dn dia bilang "cari lagi saja suami yg lain, saya tidak bisa" Apa itu sudah jatuh talak?
Akhwat (Jakarta)
1 week ago on Keluarga

"Kamu bukan istriku" apakah perkataan itu termasuk talak??

Sesuatu terjadi dan dalam keadaan sedikit marah suamiku melontarkan perkataan "kamu bukan istriku" apakah itu termasuk talak?? Dalam keadaan sadar dia melontarkannya dan dia meminta maaf atas perkataanya apakah talak itu sah??
Akhwat (Kab. Pemalang)
2 weeks ago on Keluarga

Saya telah membuat ibu saya menangis kecewa

Bismillah, sebelumnya saya perkenalkan diri saya, saya adalah pelajar SLTA kelas 3 sekarang, saya ingin bertanya "Apa yang harus sebaiknya saya lakukan setelah saya membuat ibu saya menangis kecewa memiliki anak seperti saya?", ini membuat saya down dan saya tidak bisa berpikir jernih, ibu saya sudah putus asa menasehati saya dengan berbagai cara, bahkan sampai beliau memperlihatkan ketidaksukaanya melihat saya, ini membuat saya ingin kabur dari rumah, namun saya tidak tahu apa akibat yang ditimbulkan jika saya benar keluar meninggalkan rumah, saya tidak pernah berguna bagi siapapun selama saya hidup, ibu saya bilang, bahwa saya dari kecil sampai sekarang hanya bisa membuat ibu bangka/jengkel/marah, perkataan itu benar menusuk hati saya, meskipun selama ibu saya marah saya hanya diam menangis, saya tidak tahu lagi harus bagaimana, ini menggangu psikis saya, saya dan membuat saya kehilangan semangat menjalani hidup, saya tidak tahu kalo perkataan ibu saya benar dari lubuk hatinya atau karna beliau sedang emosi tetapi saya sudah terlanjur dimasukan hati dan berpikir bahwa saya benar benar tidak ada gunanya bagi siapaun selama hidup. Tolong pecerahannya, terimakasih.
Ikhwan (Bogor)
2 weeks ago on Keluarga

Antara Istri Dan Orang Tua

Assalamualaikum ustadz Saya ingin cerita sedikit Saya berkunjung kerumah orang tua saya, lalu orang tua saya cerita dirumah tidak ada kendaraan untuk mengantar adik saya yg paling bontot kelas 3 SD untuk berangkat sekolah, slalu meminjam ke tetangga jika ingin mengantar, disini posisi saya dan istri mempunyai motor masing masing untuk bekerja, sekarang kondisi istri saya sedang mengandung dan setiap pulang dan berangkat kerja slalu saya antar, saya meminta ijin untuk meminjam motor istri saya untuk dititipkan di orangtua saya agar bisa digunakan oleh orangtua saya untuk antar jemput adik saya, namun istri tidak mau dengan alasan ia keluarga besar dan gamau jadi bahan omongan, menurut saya walaupun ia keluarga besar tapi kami sudah berumah tangga dan memiliki kehidupan sendiri, seharusnya seorang istri mengijinkan meminjamkan motor nya untuk digunakan orangtua saya karena dirumah kami pun tidak digunakan, menurut ustadz bagaimana yg harus saya lakukan?
Akhwat (Malang)
2 weeks ago on Keluarga

Sah kah talak suami pada saat emosi

Assalamualaikum ustadz saya ingin bertanya.beberapa waktu lalu saya dan suami mengalami perdebatan entah kenapa suami emosinya tidak terkontrol akhirnya dia mengucapkan talak.kebetulan saya masih satu rumah dengan orang tua.ucapan tersebut terdengar oleh orang tua saya.lalu sekarang orang tua saya ingin mengusir hanya suami saya dikarenakan dia sudah mengucapkan talak ke saya dan menurut orang tua saya saya haram untuk bersama.bagaimana kah harusnya saya ustad?saya masih ingin memperbaiki rumah tangga saya mengingat anak saya masih 8 bulan.terima kasih atas waktu dan jawaban nya ustadz Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Akhwat (Probolinggo)
3 weeks ago on Keluarga

apakah ibu angkat lebih utama dibanding istri dan anaknya

Assalamualaikum ustadz, saya mau tanya apakah benar ibu angkat lebih diutamakan daripada istri dan anaknya? bahkan hingga suami tidak memperhatikan istrinya dan lebih memperhatikan ibu angkatnya ustadz, bukankah istri punya hak untuk menolak tinggal seatap dengan keluarga suami, namun suami masih tetap mengutamakan ibu angkatnya ustadz lalu bagaimana solusinya ustadz? apa kembali lagi pada kewajiban istri yang harus menaati suami, jadi dimana letak keadilannya jikalau apa-apa kembali pada dalil istri wajib menaati suami? terima kasih
Akhwat (Probolinggo)
3 weeks ago on Keluarga

orang tua ikut campur dalam masalah keluarga anaknya

Assalamualaikum ustadz, jadi begini ceritanya saya ada masalah dengan suami saya memang sudah berulang kali ada perdebatan ustadz namun suami saya malah mengadu kepada orang tua saya ustadz, alhasil orang tua saya menghajar saya dengan pukulan-pukulan hingga bengkak bahkan memukul wajah ustadz, apakah dalam islam dibenarkan? walaupun saya salah apakah berhak seperti itu, dan setelahnya suami tidak memperhatikan saya ustadz, lalu bagaimana saya harus bersikap ustadz? apakah dalam islam dibolehkan jika saya pergi dari rumah?
Ikhwan (Rembang)
3 weeks ago on Keluarga

Bila Ayah Melakukan Kekejian

ayah saya dulunya sebelum kecukupan seperti ini atau ketika kehidupan kami masih sederhana beliau sering mengerjakan ibadah dll namun sekarang beliau hanya mengerjakan sholat lima waktu dan jarang jarang ngaji setelah selesai mondok smp saya kembali ke rumah untuk sekolah di sma negeri lama kelamaan firasat atau insting saya insting mengetakan ada yang salah dengan ayah saya terlihat dari aura nya dan emosinya yang sangat sulit dikendalikan bahkan beliau lebih sensitif dan baperan daripada seorang perempuan, lalu saya iseng iseng membuka HPnya dan semua history nya isnya cuma bokep semua dan setiap malam ayah saya selalu menelpon perempuan sangat lama sekali bahkan pernah berjam-jam. setelah ibu saya meninggal ayah saya semakin menjadi jadi waktu itu saya mencuri kesempatan membuka hpnya lalu membuka whatsapp dan apa yang ku temukan ayah saya berulang kali menyewa PSK hati saya hancur menjadi berkeping keping saya tidak tahu harus bagaimana saya yang orangnya blak blakan takut menyakiti hati ayah saya,ayah saya ketika saya ceramhai tentang hal kecil saja tidak percaya dan sering sekali kolot dan malah menghina saya beda sekali dengan ibu saya. ustd mohon bantuannya saya harus apakan ayah saya padahal ia memondokkan saya dan adik saya namun kenapa kelakuannya seperti itu saya takut aya saya suul khotimah saya takut ayah saya meninggal ketika bermain dengan PSK nya saya sudah kehilangan ibu saya, saya menyesal belum bisa mengajari ibu saya mengaji dan saya tidak mau mengulangi hal tersebut pada ayah saya, saya ingin ayah saya taubat ustd mohon bantuannya dan maafkan tulisan saya yang berantakan
Ikhwan (Maluku)
3 weeks ago on Keluarga

Orang tua wanita ingin ganti rugi sebelum nikah.?

Apa yang harus di lakukan ketika niat ingin menikah di larang oleh orang tua perempuan hanya karna orang tua menuntut untuk sianak wanita kerja dulu untuk balas jasa.. Dalam tuntutan org tua juga mereka tidak ingin menganggap anak mereka sbgai anak.. caci makian bahkan dilontarkan kepada sianak. sampai_sampai saya pernah d ancam agar bayar dulu ganti rugi uang yang pernah dikeluarkan orang tuanya kepadanya selama kuliah.. Disisi lain, si perempuan saat kecil (bayi) hingga besar tamat sekolah tidak dibesarkan oleh org tuanya,, dia besar bersama kakek dan almarhum neneknya. Orang tuanya melanjutkan biaya pendidikannya di bangku kuliah.. Apa yang harus saya lakukan.? Bgmna pandangan Agama terhadap hal ini... Apa yang harus kami lakukan.? Kami berdua punya niat yang sama yaitu ibadah.. Mohon pencerahannya 🙏
Akhwat (Jakarta)
1 month ago on Keluarga

Mahar Seperangkat Alat Shalat Harus Dipakai Istri?

Assalmu'alaikum wr.wb Saya sudah menikah hampir 3 tahun, waktu akan menikah saya dan suami membeli seperangkat alat sholat dan al-quran untuk mas kawin,tapi saya belum tau hukumnya mas kawin waktu itu,kata temen saya kalau mas kawin seperti itu harus selalu di pakai dan akan di pertanggung jawabkan di akhirat nanti... Apakah saya bisa mengembalikan mas kawin kepada suami dan meminta mengganti yg lain?
Akhwat (Kebumen)
1 month ago on Keluarga

Suami Berjudi, Apa yang Harus Saya Lakukan?

Assalamualaikum wr.wb Ustazd, Suami saya adalah seorang yang penyayang. Tapi, ia tidak memberi saya nafkah. Kebetulan saya adalah pekerja. Awalnya, ia beralasan uangnya untuk orang tuanya. Namun, lama kelamaan ketahuan bahwa suami saya adalah penjudi. Banyak hutang, hampir setiap hari saya ditagih. Berkali-kali suami saya minta maaf dan berjanji tidak akan melakukan judi lagi. Namun, berkali-kali juga suami saya ingkar. Sebelumnya, orang tua saya tidak tahu akan hal ini. Hingga akhirnya, orang tua saya pun tahu kelakuan buruk suami saya. Setelah bermusyawarah dengan keluarga, Orang tua saya memaafkan dengan syarat tidak akan mengulanginya lagi. Namun selang beberapa bulan, ternyata lagi-lagi suami saya ingkar. Ia bekerja dengan penghasilan yang besar, namun hanya beberapa bulan memberi nafkah dan hingga akhirnya terbukti kembali ia berjudi. Ia kembali meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi. Ustadz, apa yang harus saya lakukan? Keluarga saya menasehati agar berpisah dengan suami saya, karena berkali-kali ingkar untuk meninggalkan kebiasaanya berjudi dan berbohong. Di sisi lain saya masih sayang terhadap suami saya tapi saya juga takut disakiti lagi. Takut ia ingkar lagi. Ust, apakah judi itu tidak bisa disembuhkan? Terima kasih. Wassalamualaikum wr.wb
Akhwat (Malang)
1 month ago on Keluarga

Suami enggan sholat, kasar, tidk sopan kepada ortu

Assalamualaikm ustad,saya baru menikah 3 bulan ini awal nikah sekitar 1mingguan suami rajin sholat. Tp sikapnya kasar sama saya, hari demi hari suami semakin malas sholat kadang mau sholat subuh dan magrb saja. Bahkan kadang tidak sholat sama sekali. Suami tidak mau berbaur dengan keluarga saya, mengurung diri dikamar tidur dan main game. Tidak mau menyapa orang2 di rumah bahkan ke orang tua saya. Saat main game saya ajak biacara langsung emosi dan marah2. Sampai berhari2. Jika dinasehati juga marah2. Orang tua sampai tidak than dengan kelakuan suami saya. Mereka menginginkan sya bercerai. Bagaimana ustad? Sedangkan saya juga kasian karena suami saya tidk punya ortu dan tempat tinggal.
Akhwat
1 month ago on Keluarga

haruskah berpisah?

Saya akhwat, bekerja, menikah pada akhir tahun 2017 dan saat ini telah memiliki anak berusia 7 bulan. Suami saya orang berpendidikan tinggi namun pada saat menikah hingga saat ini belum memiliki pekerjaan (pada saat sebelum menikah habis mengalami kebangkrutan & sampai saat ini masih mencari pekerjaan). Sampai saat ini suami belum pernah memberikan nafkah. Untuk nafkah anak pun hanya pernah membelikan susu sebanyak 3x dan untuk selebihnya saya yang membelikan semua kebutuhan anak. Sehabis waktu cuti melahirkan saya dan anak tinggal dirumah orang tua saya yang tidak jauh dari kontrakan saya dan suami, karena saya belum mampu untuk membayar pembantu. Hal ini juga telah atas diskusi dengan suami dan suami menyetujui. Hari sabtu dan minggu baru pulang kekontrakan. Di kontrakan suami bermain sebentar dengan anak lalu tidur sampai sore hari karena malam hari dia tidak bisa tidur alasannya. Perlakuan suami pun tidak terlalu baik terhadap saya, gampang sekali mengatakan kata-kata kasar seperti bodoh, telmi, goblok ketika saya melakukan kesalahan kecil, termasuk pada saat marah kata-kata kasar pasti terucap. Dan saya pun pernah di tendang bagian pinggang karena kata suami saya selalu mendebatnya ketika kami bertengkar. Suami selalu menginginkan ketika kami bertengkar atau ketika dia berbicara saya terima dan diam saja tidak usah mendebat baik itu salah. Selang 2 minggu setelah menendang kami bertengkar lagi dan suami menampar saya karena mengatakan apakah ibumu tidak mengajarkan untuk tidak berlaku kasar kepada perempuan. Hal itu membuat suami saya marah sekali. Untuk diketahui suami pun suka mengatakan bahwa orang tua saya salah mendidik saya atau mengatakan apakah kamu tidak diajarkan oleh orang tuamu. Suami pun jarang sekali untuk mampir kerumah orang tua saya, sudah masuk tahun ketiga pernikahan kami masih dalam hitungan jari untuk kerumah orang tua saya. orang tua saya mengetahui keadaan tersebut dan meminta saya untuk berpisah dengan suami atau melupakan mereka jika saya memilih suami, karena mereka melihat tidak ada masa depan dan tidak bertanggung jawab atas anak & istrinya. Saya sendiri tidak kuat dengan perlakuan kasar suami dan membuat saya trauma. Apakah saya harus berpisah atau tetap bersama suami yang tidak ingin berpisah namun orang tua tidak mau bertemu saya lagi jika tetap bersama suami.

PANDUAN MEMBUAT PERTANYAAN

  1. Ini adalah halaman untuk input pertanyaan seputar Islam.
  2. Jangan mem-posting pertanyaan di halaman forum.
  3. Sebelum posting pertanyaan gunakan fasilitas pencarian (search) di halaman berikut terlebih dahulu untuk memastikan pertanyaan Anda belum pernah diposting sebelumnya oleh user lain:
  4. Pilih kategori pertanyaan sesuai dengan tema pertanyaan.
  5. Gunakan kalimat yang jelas agar team redaksi SalamDakwah mudah memahami pertanyaan dan dapat memberikan jawaban sesuai yang diinginkan.
  6. Pertanyaan yang telah dijawab akan ditampilkan di halaman Tanya Ustadz.
  7. Semua pertanyaan Anda baik yang telah atau belum dijawab bisa dilihat di halaman Pertanyaan Saya (Klik nama Anda setelah login di menu paling kanan di menu bar)
  8. Pertanyaan akan dijawab oleh team redaksi SalamDakwah sekitar 1 - 7 hari.
  9. Demi alasan kehati-hatian tidak semua pertanyaan akan dijawab. Hanya pertanyaan yang telah ada fatwa dari ulama' yang akan dijawab.
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com