SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:
Akhwat (Jogjakarta)
4 days ago on Keluarga

Suami Condong Kepada Keluarganya Saja

Assalamualaikum wr.wb Saya seorang istri, memiliki satu anak dan saat ini sedang mengandung anak kedua. Suami saya seorang karyawan biasa dengab gaji cukup tidak berlebih. Saat ini kami masih tinggal di rumah orangtua saya dan kebetulan keluarga saya berkecukupan sehingga orangtua saya tidak meminta sejumlah uang kepada kami. Saat mengandung anak pertama, suami saya masih memberikan nafkah bulanan yang saya kumpulkan untuk membeli perlengkapan bayi dan kebutuhan saya seperti control kandungan & vitamin. Karena uang yang diberikan suami tidak terlalu besar maka uang tersebut habis. Ketika suami saya tahu bahwa uang yang dia berikan habis, ia mencap saya sebagai istri yang boros padahal sudah saya jelaskan untuk apa saja uang itu digunakan tapi ia tidak mau mengerti. Sejak menikah, saya tidak pernah menggunakan uang suami untuk kebutuhan saya sekecil apapun, bahkan sebagian besar kebutuhan bayi dipenuhi oleh orangtua saya karena uang dari suami tidak cukup. Sejak saat ini sampai sekarang suami tidak mau memberi nafkah kepada saya & anak saya. Tiap bulan ia hanya membelikan 10% kebutuhan anak saya dan sisanya dia bebankan kepada orangtua saya padahal dia tau orangtua saya sdg kesulitan ekonomi tapi dia tidak peduli. Setiap bulan ia memberi uang bulanan kepada orangtuanya (saya setuju bahkan saya yang selalu mengingatkan suami). Tapi saat ini keluarganya terlilit hutang dan suami saya yang mengambil alih sehingga ia memaksa saya bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga karena dia sudah tidak bisa memberi uang sepeserpun kepada kami. Saya sebenarnya ikhlas apabila suami membantu keluarganya, namun suami saya memaksa saya bekerja dalam keadaan mengandung dan ketika saya menolak, sikapnya berubah menjadi dingin dan pemarah. Dia menyuruh saya bekerja untuk membiayai keluarga, membeli rumah dan kendaraan karena dia yakin tidak akan bisa membeli semua itu sehingga dia membebankan kepada saya. Saya tidak bahagia lahir & batin, setiap hari suami saya mengeluarkan kata2 yg menyakiti hati saya bahkan menjelekan orangtua saya yg sudah membantu keluarga kami. Bahkan dia pernah berkata ingin sekali memukul saya. Saya merasa suami tidak bersikap adil, dia membantu keluarganya yang hidup bermewah2 dari berhutang, sehingga saya dan anak2 terkena imbasnya. Saya bertahan demi anak2, tapi apakah saya salah jika suatu saat saya tidak kuat dan meminta berpisah (karena hanya perpisahan yg selalu ada dibenak saya). Apakah yg dilakukan suami saya sudah benar (mendahulukan orangtua sehingga melepas tanggung jawab terhadap anak istri dan memaksa istri menafkahi keluarga)?
Ikhwan (Jakarta)
1 week ago on Keluarga

Menelan Darah Sendiri

Assalamualaikum,saya mau tanya bagaimana bila salah 1 bagian dari tubuh terluka dan kemudian darah nya tertelan apakah itu dosa/haram hukum nya menelan darah sendiri yg baru keluar karena yg saya tahu yg dilarang itu darah yg sudah lama akibat nya terkena kotoran/penyakit/virus. misal seorang anak jari nya terluka dan orang tua mengemut jari anak nya agar anak nya tidak khawatir/mulut berdarah dan darah nya tertelan. bagaimanakah hukum tersebut apakah dilarang/diperbolehkan hanya darah yg baru keluar dari tubuh sendiri (darah baru bukan darah dari penyakit ditubuh seperti koreng yg dibuka dengan sengaja). kemudian bagaimana bila jari anak terluka dan dia dengan sengaja menelan darah nya sendiri yg baru terluka tersebut?
Akhwat (Jakarta)
1 week ago on Keluarga

Hukum pembagian warisan perempuan dan laki-laki

Assalamualaikum pak ustad ,sy ingin tanya bapak sy mempunyai 4 saudara yg ke empat kakaknya perempuan,hanya Bpk sy saja laki'.7th lalu bapak saya butuh uang dan diberikan oleh kakak no 3nya sebesar 7juta dan dibilang kalau itu warisan.sedangkan pd saat itu belum ada pembagian warisan secara sah.dan pada tahun ini ada pembagian warisan,tetapi bapak saya tidak diikutsertakan pada saat pembagian, dan bapak saya pun tidak tau berapa banyak pembagiannya,seperti apa pembagian hukum islamnya.Kaka bapak saya yg memberikan uang 7jt itu bilang katanya bapak saya sudah dikasih 7jt dan itu di claim sbg warisan.sdngkan pd saat itu blm ada pembagian secara sah,dan besaran tanahnya pun besar sekitar kurang lebih 500m.dan jg kakak Bpk saya yg satu nya sudah membangun rumah saja tanpa pemberitahuan k bpk saya.dan bpk sy tdk di kasihtau apapun.kalau begitu kasusnya yang benar secara hukum islam pembagian nya bagaimana ya pak ustad?dan yg uang 7jt yg Bpk sy terima dr kakaknya apa bisa itu diclaim sbg warisan?padahal pd saat itu blm ada pembagian secara sah.dan yang sebenarnya pembagian warisan haknya perempuan dan haknyalaki-laki seperti apa? Sy mohon jawabannya,terimakasih pak ustad Was sam aku alaikum Wrb.
Akhwat (Sulawesi)
1 week ago on Keluarga

Hubungan suami dan istri

Assalamualaikum Saya seorang wanita, setahun lalu saya kenal dengan seorang pria tapi dia sudah menikah. Dia mencintai saya, dan sayapun begitu. Dia ingin serius dengan saya dan sayapun menyuruh dia untuk datag ke kedua orangtuaku tapi orangtuaku tidak setuju karena mereka tidak ingin saya dijadikan istri kedua. Lalu si pria ini menyuruhku menunggu untuk proses perceraiannya dengan istrinya. Saya bertanya, apakah penyebab dia bercerai karena saya? Dan dia menjawab saya mencintaimu tapi bukan kamu penyebab saya ingin bercerai. Sayapun bertanya kenapa dia ingin bercerai, diapun menjawab kalau alasan dia bercerai karena istrinya tidak pernah mendengar jika dinasehati, selalu menolak jika diajak berhubungan biologis, dan sering membangkang. Pertanyaan saya, apakah salah jika saya menunggu dia sampai dia bercerai? Apakah setelah bercerai dan lelaki ini menikah dengan saya, pernikahan saya akan diberkahi oleh Allah Swt? Mohon jawabannya.
Akhwat (Jakarta )
1 week ago on Keluarga

Pernikahan Adat Jawa

Assalamualaikum ustad, Sy seorang wanita usia 22th, sy adalah anak pertama, orang tua sy masih lengkap, dan sy keturunan dr jawa. sy memiliki niat untuk menikah dengan seorang pria pilihan sy. Dia adalah anak ketiga dan anak dr seorang duda, karna ibu nya sudah lama meninggal. Dan dia dr keturunan Aceh. Tp semua rencana kami terhalang dg ada nya adat istiadat dr jawa yg melarang pernikahan anak pertama dengan anak ketiga dan pernikahan dg anak dr seorang duda. Karna jika dilanggar akan terjadi sesuatu yg tidak diinginkan pd keluarga kami atau pd kami sendiri. Jujur saat ini sy bingung. Entah ingin bertanya pd siapa. Apa yg harus sy lakukan. Dan apakah semua adat jawa itu benar? Mohon bantuan untuk nasihat nya. Terimakasih ustad Wassalamualaikum. Wr. Wb
Akhwat (Siantar)
1 week ago on Keluarga

Menolak Calon Suami dari Orang Tua karena tujuannya agar terlepas dari manhaj Salaf

Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh Ustadz.. Ustadz saya sangat mohon nasehatnya, saya khawatir apabila saya salah mengambil keputusan malah menjadi durhaka kepada orangtua saya.. Saya punya teman kuliah (ikhwan) dan kami kenal baik sehingga orangtua kamipun saling mengenal. Kemarin orangtuanya bertanya kepada ayah saya untuk menanyakan kepada saya apakah saya mau apa tidak dengan anaknya (teman saya) untuk di lamar. Lalu orang tua saya menanyakan kepada saya dan saya meminta waktu untuk memikirkannya terlebih dahulu. Jujur saja ustadz, saya tidak tertarik dengan teman saya tsb, saya hanya menganggapnya teman tanpa pernah ada rasa sedikitpun padanya dari dulu. Saya sudah istikharah dan hati saya semakin kuat untuk menolak ikhwan tsb. Sebenarnya selain saya tidak tertarik pada orangnya, ada hal lain yg membuat saya menolaknya: 1. Dia belum mengenal manhaj salaf , dan selama kenal dan berinteraksi dgn nya ketika kuliah dahulu dilihat dari agamanya masih kurang, masih sering berbaur dengan non-mahrom. kalau saya lihat dari postingan sosial medianya juga masih yang suka have fun dan tidak ada menunjukkan kalau dia sering ke kajian. saya berharap menikah dengan seorang yang sudah mengenal manhaj salaf sehingga bisa sama-sama belajar nantinya. saya menyadari keterbatasan saya dalam istiqomah, jadi apabila bukan yang berasal dari manhaj salaf, dan harus saya yang mengajaknya , saya rasa saya belum mampu, khawatir saya malah jadi terikut. saya tidak mau membuat PR ustadz. 2. Dia bekerja di bpjs ketenagakerjaan, apakah ini diperbolehkan ustadz? 3. Sptnya orangtua saya ada misi untuk menjauhkan saya dari "manhaj salaf", karena ada saudara saya yang berpemahaman aneh mengatakan kpd ayah saya bahwa "salafi itu sesat", shingga orangtua saya sengaja menikahkan dgn teman saya tsb dgn tujuan agak saya tidak begitu ekstrim lagi (terlalu mengikuti sunnah). ayah saya mengatakan begini " baguslah sama si A (teman saya) yang gak gitu kuat agamanya, biar dia (saya) gak terlalu ekstrem". Orangtua saya memang kurang dalam pemahaman agama malah cenderung liberal, krn seringnya menonton acara di televisi kita skrg ini. Dengan pertimbangan tersebut, akhirnya saya mengikuti kata hati saya untuk menolak. Orangtua saya kecewa bahkan ayah saya mengatakan beliau tidak mau tau lagi dgn urusan saya. Saya ingin menikah untk ibadah bukan krn paksaan orangtua. Apabila dengan alasan" yang saya paparkan di atas, salahkah saya dalam mengambil keputusan ini? Mohon nasehatnya ustadz.. Jazakillahu Khairan..
Akhwat (Sulawesi)
1 week ago on Keluarga

Apa hukum perjodohan tante dengan ponakan yg berasal dari sepupu satu kalinya?

Asalamualaikum Wr. Wb ustad Saya mau tanya berkaitan ttg perjodohan dalam islam... Bagaimana hukumnya jika seorang tante perempuan di jodohkan dengan ponakan laki2nya yang berasal dari sepupu satu kalinya? Misalkan Si A bersaudara dengan Si B Si A (laki2) punya anak perempuan bernama Ana Si B (perempuan) punya anak laki2 bernama daud, kemudian daud punya anak laki2 bernama fulan Anak laki2 daud(fulan) di jodohkan dengan ana yang berstatus tante dari si fulan?. Apa hukumnya dalam islam? Apakah perjodohan masih berstatus keluarga dekat itu boleh? Terimakasih Wasalamualaikum Wr. Wb
Akhwat (dki jakarta)
1 week ago on Keluarga

Suami Tidak Pernah Sholat?Cinta Suami Orang?

Assalamu'alaikum ustadz Saya ingin bertanya adakah hukumnya bila suami tidak mau sholat dan apakah seorang istri bisa meminta cerai karena suami tidak mau sholat. dan apakah mencintai suami orang itu perbuatan tercela tanpa bermaksud lebih Tolong bimbingannya ustadz
Akhwat (Kalimantan Timur)
3 weeks ago on Keluarga

Tidak Peroleh Restu Karena Usia

Assalamualaikum, Saya seorang perempuan yang sudah 2th menjalin hubungan dengan rekan kerja. Hubungan kami mengalami naik turun (putus-sambung). Hal ini karena kekasih Saya usianya lebih muda 4th, sedangkan Ibu kekasih Saya sangat menentang hal ini. Padahal hubungan kami sudah terlalu jauh. Kami pun melakukan zina. Hingga akhirnya, Kekasih memutuskan hubungan dg Saya dan mematuhi perkataan Ibunya. Saya sangat terpukul dg keputusan Kekasih. Dan Saya bertekad untuk memperoleh kembali Kekasih Saya & meluluhkan hati keluarga Kekasih dengan bertaubat & berdoa. Bagaimana cara meluluhkan hati keluarga Kekasih Saya, sedangkan keluarganya sangat membenci Saya dan tidak mau bertemu dengan Saya? Apakah doa yang bisa Saya amalkan dari jauh, setelah bertaubat agar keluarga & kekasih luluh hatinya dan berkenan menemui Saya kembali?
Akhwat (jambi)
3 weeks ago on Keluarga

Patuh Suami atau Orang tua?

Assalamu'alaikum... Mohon jawabannya, Saya sudah berkeluarga belum genap 2 bln. Orang tua saya telah membangunkan rumah untuk saya dan berharap saya dapat tinggal disana. Tetapi suami saya ingin saya tinggal bersamanya dirumah pemberian ayahnya. Saya berat harus pindah karena melihat kondisi ibu yang masih dalam tahap pemulihan paska stroke. sedangkan rumah yang telah ayah saya bangun jaraknya tidak jauh dari rumah orang tua saya. Jadi saya harus bagaimana ya ustad?
Akhwat (Bogor)
1 month ago on Keluarga

Ibu Suami Tidak Merestui

Assalamualaikum selamat pagi salam dakwah saya ingin bercerita saya menikah dengan suami saya ketika orang tua beliau msih lengkap ketika itu ayahnya msih hidup beberapa tahun saya menikah bpa mertua saya meninggal tepat seminggu lagi menjelang bulan ramadhan dri situ kehidupan rumah tangga saya msih sperti biasa lalu ketika hari raya lebaran tepat hari H lebaean suami saya tiba" memberikan suarat talak 3 kepada saya dri aitu saya dan kluarga pun tjdak percaya krna kita tidak pernah ada msalah dan suami saya pun dikenal menantu yg baik oleh kluarga saya stelah surat talak itu saya trima sya sudah tdak prnah bertemu suami saya itu sekitar kurang lebih 5 bulan kita berpisah kemudian sya bertemu lagi dengan suami saya itu lalu dri situ mulai terjalin lagi komunikasi dengan baik lalu dia mulai cerita knapa dia tiba" memberikan surat talak kepada saya ternyata suarat itu ditulis bkan krna keinginan dia tetapi keibginan ibunya ia disruh menyalin surat talak dan untuk diberikan kepda saya dan slama sya berpisah dengan suami saya pun sya tdak prnah mendapatkan nafkah untuk anak" saya tetapi jetika ditanyakan kepada dia ternyata setiap 2 minggu ia slalu menitipkan uang kpasa ibunya untuk anak saya tetapi tdak diberikan oleh ibu mertua saya lalu saya dan suami berniat untuk kembali rujuk tetapi saya hrua menikah dlu dengan otng lain untuk mrnghapus talak 3 dri suami sya setelah itu saya kembali rujuk dengan suami saya tetapi saya menikah kembali tanpa restu dri ibu mertua saya bagaimana hukumnya krna setau saya ibu mertua saya menyuruh suami saya untuk menceraikan saya alsannya krna suami saya diminta untuk menafkahi kluarga nya krna bpanya tlah menibggal dan sakit hati kpda ibu saya krna ibu mertua saya mempunya sangkutan hutan pda ibu saya dan saat ditanyakan msalah uang itu beliau lngsung marah dri situ ibu mértua saya tdak menyuruh suami saya menceraikan saya sekian cerita saya semoga bisa dipahami dan diberikan jawabannya terima kasih salam dakwah Wassalamualaikum wr.wb
Ikhwan (Medan)
1 month ago on Keluarga

Sah nya talak

Asalamualaikum ustad yg mau saya tanyak kan apakah sudah sah men talak 3 istri dari pesan wats ap?
Akhwat (makassar)
1 month ago on Keluarga

Dipaksa Rujuk Oleh Ortu

assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh pak ustadz. saya ingin minta pendapat pak ustadz, saya sudah menikah 2tahun lebih selama pernikahan itu saya tidak bahagia karena suami saya malu menunjukkan saya ke teman-temannya karena dia bilang saya jelek dan kampungan. dia juga sering menghina serta tidak pernah menafkahi saya justru saya di tuntut membantu dia untuk memenuhi kebutuhan rumah tapi dia tidak memperbolehkan saya kerja..dia bilang saya haris punya usaha di rumah tapi tidak pernah di modali dan di tuntut haru memiliki penghasilan yang banyak. padahal kalau dia mau bekerja dia bisa menghasilkan hingga puluhan juta perbulan. tapi dia sangat malas untuk bekerja. kadang-kadang saja dia mau bekerja. bahkan pernah setahun lebih dia tidak bekerja sampai orang tua saya yang memberikan saya uang untuk kebutuhan kami berdua. karena tidak tahan karena akhir-akhir ini dia sering memukul saya untuk alasan yang sangat sepele akhirnya saya kabur dan pulang kerumah orang tua saya yang beda kota dengan kami. saat disana saya memutuskan untuk bercerai, awalnya orang tua saya setuju karena tau perlakuan suami saya. tapi entah apa tiba saat saya baru bangun tidur orang tua saya suruh saya kembali sama suami saya, saya yang tidak tau apa-apa menolak namun saya di pukul oleh ayah saya dan akhirnya saya menurut, setelah situasi mulai reda orang tua bilang sabar saja sifat itu bisa di rubah dan suami saya juga sudah berjanji untuk tidak seperti itu. namun setelah saya kembali tidak ada yang berubah, terlebih suami saya tidak pernah sholat apalagi puasa. untuk saat ini saya masih bersabar tapi yang saya sesalkan adalah saya sangat ingin lebaran nanti sama orang tua saya tapi orang tua saya melarang saya untuk datang jika tidak sama suami sedangkan suami saya tidak mau ikut dan memperbolehkan saya kesana sendiri saja. tapi orang tua saya tetap melarang karena malu sama tetangga karena baru-baru ini saya sudah kesana. hal tersebut membuat saya membenci orang tua saya. apakah saya berdosa dalam hal ini? dan apa yang harus saya lakukan?
Ikhwan (Tangerang)
1 month ago on Keluarga

Sikap anak kepada ayah yang tidak pernah menafkahi sejak kecil

Assallamuallaikum wr wb Ustadz saya ingin bertanya, bagaimana sikap saya terhadap ayah kandung saya yang tidak pernah menafkahi sejak keci?, apakah saya harus tetap bersilahturahmi ke tempatnya? Sedangkan ayah saya itu sudah berkeluarga lagi? Saya sudah tidak pernah bersilatuhrami ke tempat ayah saya, dikarenakan saya tidak mau menggangu keluarga baru ayah saya, dan dia tidak pernah menafkahi saya, apakah saya yang termasuk durhaka?mohon jawabannya agar saya bisa meraih surga nya ALLAH SWT amin terimakasih
Akhwat (Jakarta)
1 month ago on Keluarga

Kawin lari

Ustadz, saya ingin bertanya mama saya menikah diam-diam dengan laki laki lain. Walau sudah janda tetapi mama saya tidak memberitahu sama sekali kepada anak anak nya atau pun wali. Akhirnya setelah nikah sirih tadi ketahuan mama saya menikah lagi secara sah yg diketahui kami sekeluarga. Pertanyaan nya apakah pernikahan pertama sah walau wali perempuan tidak mengetahui? Dan bagaimana dengan menikah lagi? Apa sikap yg harus saya ambil?

PANDUAN MEMBUAT PERTANYAAN

  1. Ini adalah halaman untuk input pertanyaan seputar Islam.
  2. Jangan mem-posting pertanyaan di halaman forum.
  3. Sebelum posting pertanyaan gunakan fasilitas pencarian (search) di halaman berikut terlebih dahulu untuk memastikan pertanyaan Anda belum pernah diposting sebelumnya oleh user lain:
  4. Pilih kategori pertanyaan sesuai dengan tema pertanyaan.
  5. Gunakan kalimat yang jelas agar team redaksi SalamDakwah mudah memahami pertanyaan dan dapat memberikan jawaban sesuai yang diinginkan.
  6. Pertanyaan yang telah dijawab akan ditampilkan di halaman Tanya Ustadz.
  7. Semua pertanyaan Anda baik yang telah atau belum dijawab bisa dilihat di halaman Pertanyaan Saya (Klik nama Anda setelah login di menu paling kanan di menu bar)
  8. Pertanyaan akan dijawab oleh team redaksi SalamDakwah sekitar 1 - 7 hari.
  9. Demi alasan kehati-hatian tidak semua pertanyaan akan dijawab. Hanya pertanyaan yang telah ada fatwa dari ulama' yang akan dijawab.
© 2017 - Www.SalamDakwah.Com