SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:
Akhwat (Denpasar)
3 days ago on Keluarga

Apakah harus berhenti bekerja

Assalamualaikum ustad, saya mau bertanya ustad apakah saya harus berhenti bekerja sesuai anjuran suami sementara kondisi keuangan kami masih sangat parah ( banyak hutang dan hampir semuanya hutang riba ) dan penghasilan suami belum mencukupi. bagaimana saya harus bersikap ustadz ? sedangkan saya masih ingin membantu suami karena jujur saya takut saat saya benar - benar berhenti bekerja keuangan kami makin memburuk.terima kasih ustadz..wassalamualikum warohmatullohi wabarakatuh
Ikhwan (Jakarta)
4 days ago on Keluarga

Orang Tua Istri Tidak Membolehkan Anaknya Berhenti Bekerja

Assalamualaikum wr wb. Selamat siang, Ijin bertanya, saya adalah seorang PNS disebuah kementerian. Pekerjaan saya ini mewajibkan saya mengikuti aturan mutasi ke seluruh indonesia kapanpun organisasi membutuhkan saya. Dan saya sekarang berada di sebuah kota di kalimantan. Sedangkan anak dan istri saya berada di Jakarta. Saya usahakan paling tidak 1 bulan sekali saya pulang ke jakarta. Seiring berjalannya waktu, saya merasa ada yang aneh dengan kehidupan saya dan keluarga, saya dan istri merasa tidak bahagia, banyak masalah yang timbul dari komunikasi, masalah anak dan tentu masalah ranjang. Akhirnya saya dan istri berdiskusi panjang lebar, kebetulan istri bekerja di sebuah bank bumn konvensional. Arah diskusi kita adalah bagaimana kita hidup bahagia bersama dan istri saya keluar dari pekerjaannya. Ternyata kita sepakat bahwa pekerjaan istri yang skr adalah riba (sebenarnya diskusi riba ini sudah lama kami diskusikan akan tetapi baru skr kami serius diskusi terkait ini) Akhirnya kami berdua memutuskan bahwa istri saya akan keluar dari bank tersebut dan akan ikut saya ke Kalimantan. Disana kami akan menata hidup dan juga akan membangun usaha berjualan yang sebelumnya pernah kita tekuni (berhenti berjualan karena kesibukan kerja masing-masing) kita akan hidup bahagia bersama. Akan tetapi istri saya memberi syarat agar saya minta ijin kepada orang tua kami. Saya sendiri langsung menjumpai ke orang tua kami. Pertama saya ijin kepada orang tua saya, dan alhamdulillah mereka mengijinkan. Kedua saya ijin ke mertua (orang tua istri) ternyata bapak mertua bersikeras tidak mengijinkan. Banyak sekali sumpah serapah yang dia ucapkan dari kami tidak akan diaku anak, jika keluar dari bank tsb, akan mempercepat kematian beliau, saya yang akan jatuh miskin, saya yang akan menceraikan istri apabila tetap keluar dll. dalam benak saya, saya tau yang dia ucapkan adalah bentuk dari kekhawatirannya apabila istri saya keluar kerja dan kondisi ekonomi kita akan berantakan. dan mungkin juga karena beliau sudah susah payah berjuang membiayai istri saya sekolah sampai jenjang perguruan tinggi. kebetulan beliau bekerja sendiri dan ibu mertua saya hanya sebagai ibu rumah tangga. tapi mungkin beliau tidak paham bahwa kebahagiaan itu bukan cuma materi, dan saya sudah yakinkan kepada beliau bahwa Insyaallah materi yang saya hasilkan cukup dan bahkan lebih untuk kehidupan dan cita cita kami ke depan, akan tetapi tetap saja beliau melarang. Yang saya tanyakan adalah; 1. Apakah mertua masih bisa mengatur istri saya? masih punya hak kah beliau? Sedangkan kepala rumah tangga adalah saya. 2. Apakah jika istri saya keluar dari Bank tersebut dengan tujuan hidup bahagia bersama saya dan tujuan lain adalah menjauhi riba, kemudian sikap mertua kami masih seperti itu, dapatkah istri saya dikatakan/termasuk golongan anak durhaka kepada orang tua? 3. Apa yang seharusnya saya lakukan? dengan kondisi saya dan istri saya yang sudah tidak bahagia seperti ini. Terimakasih Mohon bantuannya. Wassalamualaikum wr wb.
Akhwat (Lampung)
4 days ago on Keluarga

Saudara Kandung Kakek Atau Nenek Apakah Mahram?

Asalamualaikum ustad mohon bertanya Apakah saudara kandung nenek dan kakek termasuk mahram?
Ikhwan (Sidoarjo)
6 days ago on Keluarga

LDR Dengan Istri Setelah Melahirkan

Assalamualaikum Istri saya baru melahirkan dan memutuskan untuk tinggal bersama orang tua nya selama 7 bulan. Selama itu saya dan istri saya LDR an masih 2bulan berjalan. Saat Istri saya memutuskan tinggal selama 7bulan itu tanpa meminta pendapat pada saya(suami). Saya(suami) masih berat hati kalao sampai 7 bulan kita LDR an. Mohon pencerahannya,..
Akhwat (indonesia)
1 week ago on Keluarga

Bolehkah Minta Cerai

Bismillaah Ustadz, ana ingin bertanya, saat ini ana menghadapi permasalahan keluarga, yaitu disebabkan oleh suami yang akhlaknya tidak baik. Kami menikah hampir 5 tahun, dan alhamdulillah telah diberikan 1 anak. Selama pernikahan, sbnrnya ana tersiksa karena akhlak suami sangat tidak baik (sering mencela, riya, ujub, merasa diri paling istimewa, suka merendahkan orang lain, tidak segan memarahi ana di tempat umum atau di depan siapapun, melarang ana bertemu dengan keluarga ana sendiri). Rumah tangga kami bisa dibilang kurang harmonis, dan komunikasi kami kurang baik. Ana telah dijatuhi talak 1/2, tapi suami kadang mengakui kadang tidak. Puncak masalah adalah ketika suami terlibat perselisihan dengan ayah ana, ayah ana memarahi suami, suami tidak terima, sampai berbulan2 kami tidak mengunjungi orang tua saya. Ayah saya sempat datang ke rumah kami untuk meminta maaf, tapi suami tidak mau menemui, malah pergi sebelum ayah datang. Sampai akhirnya ayah ana meninggal, suami tidak datang ke pemakaman ayah ana. Malah suami pergi membawa anak kami ke tempat lain. Beberapa hari setelah itu saat ana masih sangat berduka kehilangan ayah, suami malah memaki2 ana, ana dibilang istri durhaka karena ana tidak izin datang ke pemakaman ayah ana kepada suami (padahal saat itu, suami dan ibunya mengantar ana ke depan rumah duka, tapi suami tidak turun dari mobil malah pergi). Keluarga ana sudah tidak ridho ana masih bersama dengan suami, ana pun sebenarnya sudah tidak bisa melayani suami dengan baik, apakah ana boleh meminta cerai dari suami yang seperti ini ustadz? Ana ada kekhawatiran, jika cerai nanti, anak ana direbut oleh suami karena dia terkadang tidak segan melakukan segala cara untuk mendapatkan tujuannya.
Akhwat (KalTim)
1 week ago on Keluarga

Bahagiakan Ortu Dengan Gitar

Assalamualaikum ustadz/ustadzah. Semoga selalu sehat wal'afiat. Permisi saya mau tanya ya ustadz/ustadzah. Jadi saya ingin bahagiakan ortu saya, bapak saya kali ini. Bapak suka main gitar. Jd saya mau belikan gitar krena bapak sdh ga punya gitar (rusak). Tpi gitar kan haram dalam islam? Jdi gimana? Niat saya kan mau bahagiain ortu. Bukan niat saya supaya ortu main gitar terus sampe lupa sama Allah. Naudzubillah gak sama sekali ga. Kl kasih baju koko dsb untuk keperluan sembahyang, saya sdh prnah kasih. Cuma kali ini saya mau bapak benar2 senang gitu..
Akhwat (Sidoarjo)
1 week ago on Keluarga

Suami Tidak Perduli Kepada Orang Tua Istri

Assalamua'laikum wr wb ust.. Sy ibu dr anak yg masih berumur 4 bulan. Dan sy lg bekerja mnjadi guru ngaji disebuah sekolahan dan TPQ didaerah rumah sy. Tiap kali sy mengajar anak sy titipkan ortu sy, karna kbetulan tmpat kerja dket dr rumah. Kluarga sy emng kluarga yg sderhana, sdgkan kluarga suami sy kluarga yg agak mampu. Tp ntah knp suami sy g suka sm ortu sy, bahkan dg kluarga sy. Dia g mau pake apapun dr rumah sy, misal g mau pake air, makan, apapun dr rumah sy. Kdang jg sy dihina krn kondisi kluarga sy. Dia pun g prnah sapa ortu sy, dia bicara klo kluarga sy yg mulai. Sy g enk sm ortu sy ust, krn ank kita yg ngrawat ortu sy, sy g bisa kasih apa2 sm mreka, tp sy tau ortu sy hanya ingin diperhatiin dan dibantu beres2 rmh aja. Sy uda berkali2 bilang k suami klo ajak ngomong ortu sy, tp dia ttep gengsi. Kdng sy sedih ust, suami g peduli sm kluarganya. Sdgkan sy msih bisa bantu2 mertua sy, krn mertua sy uda sy anggep ortu sy. Bgaimana cara menasehati suami sy yg punya sift sperti itu ust, mohon solusinya๐Ÿ™๐Ÿ™
Akhwat (pekalongan)
1 week ago on Keluarga

Tinggal Di Rumah Orang Tua Atau Mertua?

Assalamualaikum wr. wb.. saya hampir menikah ustadz, semua hampir sudah direncanakan dr dekorasi hingga tinggal seusai menikah. sy menginginkan tinggal di rumah org tua sy dg alasan ingin mendidik suami agar tdk ketergantungan/manja dg org tuanya. dr kecil sy diajarkan mandiri sekali & pertama kenal sy juga kaget dg pola asuh org tuanya. sy pingin mandiri baik scr finansial maupun ketergantungan. tp calon mertua menginginkan sy u/ tinggal disana & melarang sy u/ buat rumah sendiri, pdhl sodara suami sy ada 2. selain itu camer juga tipe org yg sngat cerewet&ikut campur, sedangkan sy biasa bebas slma patuh aturan. bagaimana seharusnya yg sy lakukan ustadz ?? jika sy hrus menolak nantinya sy dosa krn dianggap tdk patuh suami, tp kalau patuh suami sy tdk akan jd org yg mandiri, bahkan sy akan sering tekanan batin krn cerewetnya. trimakasih ustadz sebelumnya..
Akhwat (Surabaya)
2 weeks ago on Keluarga

Suka Dengan Laki-Laki Sholeh Tapi Belum Boleh Menikah Karena Masih Kuliah

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh. Afwan ustadz, saya seorang akhwat yg saat ini dlm masa study semester 7. Saya sdh sejak lama (smtr 3) menginginkan segera menikah dikarenakan utk ibadah dan menjaga kehormatan sya. Akan tetapi ayah tdk mengizinkan, alasannya disuruh menyelesaikn kuliah dlu. Saat ini sya mengagumi seorang pria, Memperjuangkan melalui doa, dan dia adalah pria yg sholeh. Sya ingin menikah ustdz, tujuan utama utk ibadah, dan agar disegerakan oleh Allah biar tdk terbayang2 pria tsb. Akan tetapi alasan orang tua lagi-lagi harus bekerja terlebih dahulu. Yg saya tanyakan, apakah sya tetap memohon kpd Allah utk disegerakan menikah atau menuruti keinginan orang tua utk bekerja terlebih dahulu. Jazakallahu khoir ustadz
Akhwat (Semarang)
2 weeks ago on Keluarga

Pertanggungjawaban Lelaki

Assalamualaikum ustad. Saya seorang perempuan yg pernah melakukan dosa besar bersama pacar saya di masa lalu. Kemudian orang tua saya mengetahuinya disuatu ketika, mereka meminta saya pacar saya bertanggungjawab atas sikapnya namun pacar saya menolak bertanggungjawab karena merasa sudah tidak mmemiliki perasaan apapun pada saya Dan hanya ingin menikah dilandasi cinta. Kami telah bertaubat kepada Allah, Dan tidak mengulang, namun keluarga saya telah terlanjur malu. Pertanyaan saya, salahkah jika orangtua saya meminta pertanggungjawaban nya sebagai lelaki? Bagaimana seharusnya sikap pacar saya mengingat disini keluarga saya Yang banyak menanggung malu? Terimakasih. Wasalamualaikum
Akhwat (Jakarta Barat)
2 weeks ago on Keluarga

Suami Tidak Menafkahi Istri Karena Ada Tuntutan Lain

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Ustadz saya ingin bertanya Saya baru saja memulai berumah tangga baru memasuki usia sebulan pernikahan, suami saya tidak memberi uang kebutuhan / tidak menafakhi saya karena ada tuntunan untuk membayar hutang untuk menutupi kekurangan biaya resepsi kami kemarin .. sisa gajinya hanya tersisa untuk kebutuhan dia itupun pas2an karena suami saya harus tinggal di Cikarang saya di Jakarta.. kalo boleh saya tau jika seperti itu hukumnya seperti apa yaa ustadz apakah boleh jika dia tidak memberi saya nafkah? Mohon penjelasannya ustadz Terimakasih sebelumya ๐Ÿ™ Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Akhwat (Banjarnegara, Jawa Tengah)
2 weeks ago on Keluarga

Jeda Ta'aruf Dengan Proses Selanjutnya

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh, Saya mau bertanya Ustadz, tentang ta'aruf. Idealnya ta'aruf s.d khitbah lalu lamaran sebenernya berapa lama? Jadi, saya dikenalin seseorang oleh ibu saya. Dari sejak awal ibunya si Ikhwan ini maunya ta'aruf aja, saya pun setuju. Dan karna terbatas jarak, karna sy kerja diluar jawa, si ikhwan dan ibunya baru bisa silaturahmi ke rumah saya selepas idul adha kemarin. Si ikhwan ini memang sdh bilang alangkah baiknya liat langsung, bukan dari foto. Saya pun setuju. Setelah pertemuan tsb belum ada tanda2 dari si cowok ini apakah akan ada kelanjutannya atau tidak. Sehari stlhnya ibu sy bertanya respon si ikhwan itu stlh ketemu sy lewat ibunya, namun belum ada jawaban dr anaknya. Jadi gimana ya ustadz, apakah hrs tanyakan lagi, ataukah lebih baik saya tinggalkan? Jazakallah khairan ๐Ÿ™
Ikhwan (Jakarta Barat)
2 weeks ago on Keluarga

Talak 3 Tetapi Istri dan Suami Masih Ada Rasa Cinta dan Sayang

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ustadz saya ingin bertanya Saya sudah berumah tangga selama 10 THN dan Alhamdulillah SDH di karunia seorang anak laki.laki yg sekarang ber usia 7 THN. Saya memang selama berumah tangga 10 THN dengan istri, saya sering berbuat kasar dan juga seringkali saya tidak perhatian terhadap keluarga saya. Yg sebenarnya istri saya sangat mencintai saya. Saya memang sudah berdosa besar sudah mengabaikan/acuh terhadap istri dan anak saya. Terlebih saya mengutamakan kesenangan dengan teman teman saya untuk berkumpul yg berujung dengan kegiatan2 yg negatif. Kesalahan yg lebih besar saya lakukan. Sekitar 3 tahun terakhir. 2x Saya harus ber urusan dengan pihak yg berwajib permasalahan narkoba istri saya sangat kaget. Karena hal negatif itu selalu saya tutupi dengan berbagai hal/alasan. Agar istri tidak tau. Karena sayang nya istri terhadap saya. Berbagai cara dia lakukan seperti meminjam uang ke bank sekitar 70 JT untuk mengeluarkan saya. Agar tidak menjalani hukuman. Selain hal diatas saya juga masih melakukan beberapa perbuatan negatif seperti main judi online, yg terkadang dari hasil lerja(gaji) saya berikan ke istri hanya untuk membayar hutang ke bank. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan istri dan anak saya abaikan. Dan dalam rumah tangga saya sering terjadi pertengkaran dan bahkan sering bertengkar di depan anak kami. Dan juga saya ustadz gampang mengucapkan kata pisah/cerai ketika terjadi pertengkaran. Dan saya berucap kata tersebut lebih dari 3 x. Saat ini ustadz istri saya mengajukan gugatan ke pengadilan agama. Namun dari ucapan kata pisah saya ke istri, saya meminta bantuan dari orang tua. Untuk membujuk istri agar tetap bertahan. Istri saya SDH mengajukan gugatan rumah-tangga. Mhn bombingan ustadz bagaimana untuk solusi Permasalahan saya ini. Dimana saya sudah berucap kata pisah/cerai lebih dari 3x Tetapi dalam hati kecil istri saya. Yg sebelumnya mengajukan gugatan ke pengadilan. Dan beberapa hal gugatan istri untuk pisah dari saya Darii beberapa keburukan saya tidak disampaikan smuanya ke pengacaranya. Istri saya masih ada rasa cinta dan sayang kepada saya. Dan masih ada terbesit untuk mempertahankan rumah tangganya. Tetapi istri saya saat ini memberi kesempatan kepada saya untuk yg terakhir kali, Bagaimana menurut ustadz mengenai hubungan saya dengan istri agar dapat halal. Karena istri pun juga tidak mau dikatakan banyak mudhorot nya dan ingin kembali menjalin hubungan dengan saya yg sah dan jalan secara agama. Selebihnya saya SDH melakukan solat sunan taubat dan taubatan nasuha. Dan juga saya niat dalam hati untuk memperbaiki diri saya di pondokan yg sebelumnya SDH di rencanakan oleh istri dan keluarga saya. Terima kasih sblmnya ustadz
Akhwat (Jawa barat)
1 month ago on Keluarga

Bagaimana Sikap Saya Menghadapi Suami

Ass ustadz..sy seorang istri yg sedang bingung menghadapi suami saya..suami saya pemalas dalam mencari nafkah..selalu merasa sy mempunyai simpanan uang jd dia mencari uang santai sekali..suami sy kasar pemarah tidak pernah solat dan selalu bangun siang..sering sekali saya menasihati nya baik dengan cara kasar ataupun cara lembut tetapi dia ttp saja tidak mendengarkan dan menganggap apa yg dia lalukan selalu benar...apakan sy boleh menceritakan kelakuan suami sy terhadap orang tuanya?sy merasa gila menghadapi sikap dia yg sudah hampir 2thn ini..ibu sy selalu menasehati untuk sabar dan istigfar tapi saya merasa tidak kuat lagi..kekesalan sy terhadap suami sering sekali sy tumpahkan kepada anak2 sya..sy tidak mau anak2 sy menjadi korban kekesalan sy...
Akhwat (Kota Palu)
1 month ago on Keluarga

Suami Pemalas, Pemarah dan Kasar

Assalamualaikum ustadz. Sy mau tnya, apa baik bagi sy. Jika suami sya tkang marah dn tkang pukul. Dn malas, dn krna sifatnya itu org tua sya menceritakan sifatnya yg sedemikian rupa. Dn akhirnya dia membenci org tua sy. Sy hrus bgaimna ustadz?

PANDUAN MEMBUAT PERTANYAAN

  1. Ini adalah halaman untuk input pertanyaan seputar Islam.
  2. Jangan mem-posting pertanyaan di halaman forum.
  3. Sebelum posting pertanyaan gunakan fasilitas pencarian (search) di halaman berikut terlebih dahulu untuk memastikan pertanyaan Anda belum pernah diposting sebelumnya oleh user lain:
  4. Pilih kategori pertanyaan sesuai dengan tema pertanyaan.
  5. Gunakan kalimat yang jelas agar team redaksi SalamDakwah mudah memahami pertanyaan dan dapat memberikan jawaban sesuai yang diinginkan.
  6. Pertanyaan yang telah dijawab akan ditampilkan di halaman Tanya Ustadz.
  7. Semua pertanyaan Anda baik yang telah atau belum dijawab bisa dilihat di halaman Pertanyaan Saya (Klik nama Anda setelah login di menu paling kanan di menu bar)
  8. Pertanyaan akan dijawab oleh team redaksi SalamDakwah sekitar 1 - 7 hari.
  9. Demi alasan kehati-hatian tidak semua pertanyaan akan dijawab. Hanya pertanyaan yang telah ada fatwa dari ulama' yang akan dijawab.
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com