SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:
Akhwat (Bogor)
3 days ago on Keluarga

Perselingkuhan Ibuku

Assalamualaikum wr.wb Ustadz, saya mau bercerita terlebih dahulu. saya seorang anak berusia 23 tahun, saya anak kedua dan perempuan satu-satunya dari keluarga yg sederhana namun berkecukupan. cerita ini diawali ketika ibu saya ikut-ikutan grup fb yang menurut saya ga ada faedahnya hanya hura-hura kesana kesini, nongkrong-nongkrong ga jelas gitu diwarung yg ada di taman kota. singkat cerita, muncullah kekecurigaan saya pada tahun 2018 ibu saya hampir setiap hari main, main, dan main terus sampai lupa waktu bahwa posisi dia adalah seorang ibu. saya coba sadap whatsapp dan google lokasinya, akhirnya saya menemukan apa yg saya curigai selama ini. ibu saya selingkuh lagi!!! pada saat itu saya cari tau semua teman-temannya hingga keakarnya dan saya menemukan bahwa hampir semua teman-temannya di grup itu adalah seorang peselingkuh. astagfirullah kaget:( saya kumpulkan semua bukti-bukti itu lalu saya beranikan diri untuk bilang dengan ibu saya bahwa yg dilakukannya itu sangat sangat salah, tetapi ibu saya merenspon bahwa dia begini karena anak-anak dan bapak saya tidak pernah memerhatikannya dan bilang bahwa dirinya adalah babu kami. Yaallah dari situ saya merasa bersalah saya memang suka membentak, memarahi dan menyakiti hati ibu saya tapi saya tidak mau ibu saya terjerumus ke hal negatif itu lagi. pada saat itu saya tetep menanyakan hal yg ingin saya tau lelaki yg dekat dgnnya dan lagi lagi ibu saya merespon dengan mengalihkan topik bahwa saya anak yg durhaka, bahkan pertanyaan saya ini tidak ada kaitannya dengan durhaka, saya hanya bertanya siapa lelaki itu dan kenapa ibu saya bisa-bisanya rela menginap dan setiap hari diantar jemput depan rumah dengan lelaki itu, kemana-mana dengan lelaki itu bahkan selalu membuat alasan setiap hari dan sabtu-minggu kondangan, ga logis banget menurut saya. ketika saya tanya lagi tentang perselingkuhannya dengan seorang gr*b ini, ibu saya tetep tidak mau mengakuinya bahkan saya tunjukkan bukti-buktinya tetap tidak mau mengaku. saya sudah menasehati, memperingatkan, dan memarahi ibu saya tapi respon dari beliau malah saya yang dimarahi balik dan berucap sumpah serapah bahkan bilang bahwa saya ini bukan anaknya lagi. apakah saya salah menegor ibu saya? saya harus bagaimana? mohon pencerahannya ustadz, terimakasih. wassalamualikum wr.wb
Akhwat (Jakarta)
1 week ago on Keluarga

Haruskah bercerita kepada suami?

Assalamualaikum ustad Saya mau tanya.. saya punya kk ipar laki2. Dy bilang kepada saya kalau dy menyukai saya dan mengjak zina. Saya sangat kaget karna tidak pernah terfikirkan hal ini difikiran saya. Krna sayapun sudah bersuami. Istri nya (kk saya) tidak mengetahui, Lalu yg mau saya tanyakan boleh kah saya bercerita kepada suami saya? Karna kk ipar saya menyukai saya. Saya hanya mencintai suami saya. Apa yg harus saya lakukan didpn mreka?
Akhwat (Depok)
1 week ago on Keluarga

Memilih Lanjut Studi Atau Tidak

Assalaamu’alaikum ustadz, saya ibu 3 ank yang bekerja di pemerintahan. Saat ini saya sedang menjalani studi s3. Baru 1 semester kuliah, sy sakit keras ( liver Dan paru2). Karena sakit tersebut, suami saya menyuruh untuk berhenti kuliah, istirahat beberapa bulan, Batu setalah pulih boleh bekerja lagi. Saya bingung ustadz. Pdhal saya masih ingin kuliah. Suami sy tetap pada pendiriannya yaitu menyuruh sy brenti kuliah. Mohon solusinya ustadz. Terima kasih
Akhwat (Tegal)
1 week ago on Keluarga

Orang Tua Mengambil Uang Anaknya

Assalamualaikum ustad, saya mau tanya. Orangtua saya suka mengambil uang saya secara diam2 padahal sudah saya kasih uang setiap bulannya, apakah saya durhaka apabila saya memarahinya?
Akhwat (Jakarta)
2 weeks ago on Keluarga

Sikap Terhadap Tetangga Yang Kurang Baik

Assalamualaikum Ustadz, saya memiliki kucing peliharaan dan tetangga saya lainnya tidak keberatan dengan hal itu. Saya dan keluarga saya sudah berusaha untuk menjaga kebersihan lingkungan mengenai kucing tersebut. Dan jikapun kucing tersebut buang air sembarangan kami selalu membersihkannya dengan baik. Namun ada satu tetangga saya yang entah mengapa membenci sekali saya memelihara kucing tersebut. Menyindir keluarga kami yang memberi makan kucing tersebut dan mengolok olok kami "orang susah saja belagu sampai sok ngasih makan binatang." Saat itu saya katakan pada orang tua saya untuk bersabar. Lalu kemudian olok" tersebut makin menjadi perkataan yang sangat tidak mengenakkan dan bahkan sudah keterlaluan, bahkan keluarga kami dimaki maki dengan kasar dengan sebutan binatang dan tidak pantas lainnya. Adik saya yang pada dasarnya sifatnya mudah emosi pun merasa tersinggung dan menegur orang tersebut. Tapi justru keluarganya malah merasa tidak terima dan mengeroyok adik saya. Lalu pada suatu hari tetangga kami tersebut melapor ke RT dan meminta kami untuk diusir, namun karena RT kami tidak menanggapinya dan hanya meminta keluarga saya untuk bersabar menghadapi orang tersebut. Sejak saat itu kelakuannya makin menjadi, kucing saya dipukuli dan bahkan dibuang entah kemana. Saya menangis dan merasa sudah tidak sanggup lagi menghadapi tetangga saya tersebut dan berkata "Bahkan kalau orang itu mati saya tidak akan datang untuk melayat". Berdosakah saya?
Ikhwan (Malang)
3 weeks ago on Keluarga

Apakah sah talak saya?Berdosakah istri yang meninggalkan saya?

Assalamu'alaikum Ustadz Saya seorang kepala rumah tangga dengan satu anak. Awalnya saya terpengaruh teman dan terjerumus ke judi online.karena judi online semua yang saya punya saya jual dan saya gadaikan hingga saya tidak bisa menafkahi istri saya selama 2 bulan.dan kami pun bertengkar hingga tanpa sengaja saya megucapkan kalimat dalam WA yang isinya bengini."kalau tidak kuat ya pisah aja" Dan satu kalimat lagi."kalau kamu ingin pisah ya kamu urus saja sendiri suratnya karna aku tidak punya uang" tapi semua itu hanya gertakan supaya istri saya takut dan nurut. Jujur saya menyesal telah terjerumus ke judi online yang membuat saya kehilangan semuanya.saya sudah minta maaf dan menyesali perbuatan saya terhadap istri saya. Dan berharap istri saya mau saya ajak rujuk. Tapi istri menolak dan memilih pergi dari kontrakan dan sekarang tinggal bersama saudaranya.namun saya masih memberi dia nafkah seadanya dengan bekerja seadanya pula. Saya ingin bertobat dan ingin memulai kembali rumah tangga saya. Yang saya mau tanyakan apakah kalimat saya melalui WA sudah termasuk talak.dan apakah sah pula. Dan berdosakah istri saya yang sudah meninggalkan saya dalam kondisi saya yang sedang terpuruk seperti sekarang. Terima kasih Ustadz assalamu'alaikum wr.wb
Akhwat (Lampung selatan)
4 weeks ago on Keluarga

kebiasaan saat tamat iqro

Assalamualaikum ustad mohon bertanya. . Di pesantren tempat sekolah Tk anakku ada kebiasaan membawa nasi kuning untuk teman2 dan guru dalam rangka selametan kalau sudah menamatkan iqro. . Apakah hal tersebut boleh dilakukan ustad? Atau apa yg lebih baik dilakukan sebenarnya? Soalnya anak saya sebentar lagi tamat iqro jd mohon nasihatnya. . Terimakasii
Akhwat (JakartA)
1 month ago on Keluarga

bagaimana sikap istri

Assalamualaikum, pak ustaz saya mau tanya, saya baru menikah dan saat ini tinggal dengan orang tua. Sebelum menikah saya bilang k suami saya mau tingggal dengan orang tua saya krn ibu saya sedang sakit tidak ada yg mengurus rumah dn ibu saya dn d rumah saya ada bapak dn adik laki2 saya. Klo saya tinggal rumah tidak ada perempuan lg sehingga tdk ada yg mengurusi. Namun suami saya ngk mau dia mau tinggal jgad rumah orang tuanya, akhirnya saya bilang yaudah seminggu d sini seminggu d sana. Dn saat saya tinggal d mertua saya merasa kurang nyaman, krn anaknya laki2 semua. Ada bapak mertua saya, kakak ipar dan adik ipar. Saya berjilbab dn saya kurang nyaman apabila d sana krn saya tidak enak jika saya pakai celana pendek. Dan lagi d sana sangat ramai, krn kakaknya dn istri dn anaknya tinggal d sana jg saya merasa terlalu banyak orang d sana walaupun kakaknya rumahnya berbeda berada d depan rumah mertua saya tpi mereka jga sering main k rumah mertua saya. Dn saat itu kakak ipar dan istrinya smp siang blm bangun, dn ibu mertua saya bilang kamu jgn kaya gitu bangun siang harus bangun pagi solat subuh. Saat saya tinggal d mertua saya, saya blm pernah bangun siang, saya bangun saat subuh. Namun saya berpikir mungkin suatu hari saat kerjaan saya banyak saya mau hanya tidur2an d kamar krn ingin istirahat, tpi setelah ibu mertua saya bilang seperti itu saya berpikir ngk akan bisa saya santai2 d sana. Dn apa lg saya baru belajar menjadi seorang istri, belajar melayani suami, belajar masak. Di rumah mertua saya, saya ngk berani untuk masak krn memang saya baru belajar dn takut ngk enak dn ngk sesuai selera. Krn sblm nikah ibu mertua pernah bilang, itu si teteh(istri dr kakak ipar) klo k sini mau makan dia masak sendiri dn buat orang2 makan. Bukan saya ngk mau tpi saya masih belajar untuk hal itu, sata takut d bandingkan. Dn saat saya berada d rumah orang tua saya baru saja 3 hari d sini, ibu mertua chatting d group keluarga, menanyakan suami saya ngk k sana udah betah ya d sini. Saya jadi merasa serba salah harus gimana,dn terlebih setelah itu suami mau nginep d sana lg padahal minggu kmrn sudah lama tinggal d sana, d rumah saya baru 3 hari d sini, saya menolak suami saya takut dosa sehingga saya hanya bisa diam dn nangis sendiri krn saya bingung harus bagaimana. Saya bilang k suami yaudah kita ngontrak tpi nanti dlu krn ibu saya masih sakit, tpi suami minta buru2 pindah tpi klo saya tinggal d rumah orang tua saya, ibu mertua akan menyindir knpa ngk k sana padahal d sana udh lama. Saya mau berlaku adil tpi saya bingung krn suami saya lebih memperdulikan ibunya, saya ngk bisa berbuat apa2 dn ngk bisa komentar apa2 krn saya tahu surga suamj masih d ibu. Tpi d hati saya merasa kok jadi tidak adil. Dn saya bingung harus bersikap seperti apa. Krn klo saya ngomong apa yang saya rasakan saya takut suami tersinggung. Saya harus bersikap seperti apa ustaz. Mohon pencerahannya Terima kasih. Wassalamualaimum
Ikhwan (Jawa Timur)
1 month ago on Keluarga

Hak Ahli Waris

Assalamualaikum Wr. Wb. Perkenalkan sebut saja saya hamba Allah. Jadi nenek saya meninggal kurang lebih setahun yang lalu. Sebelum dia meninggal beliau sering kali berpesan baik kepada saya maupun seluruh saudara dan anggota keluarga untuk sebisa mungkin melarang kakek saya menikah lagi dengan alasan umur yang sudah tua serta mengelola harta peninggalannya sebaik mungkin. Namun akhir-akhir ini kakek saya ingin menikah lagi, saya sebagai cucu yang diamanahkan pesan oleh almh. nenek seringkali mengingatkan namun tidak dihiraukan. Bahkan sampai kakek saya salah arah dengan pernah beberapa ada janda yang dibawa pulang untuk tidur di kamarnya baik siang maupun malam. Akhirnya saya pun merelakan kakek saya untuk menikah lagi, namun dengan syarat apa yang sudah menjadi hak almh nenek agar diberikan ke kedua anaknya (ibu dan paman saya). Namun kakek saya menjawab bahwa semua harta kekakayaan adalah miliknya sendiri, padahal kakek dan almh dulunya ada orang yang tidak punya dan semua kekayaan yang didapat adalah hasil kerja keras mereka berdua termasuk rumah dan lahan. Bahkan saya dan ibu saya dicap bahwa hanya ingin mencari warisan, padahal saya hanya memperjuangkan yang menjadi hak dan bukan hak. Pertanyaannya, bagaimana menurut Islam terhadap kelakuan kakek saya yang tidak menepati janji almh nenek? Bagaimana tanggapan Islam tentang saya mengingatkan bahwa tidak boleh membawa wanita lain masuk rumah bahkan kamar ketika tidak ada orang dirumah? Bagaimana menurut Islam, anggapan kakek saya bahwa semua harta adalah miliknya dan menganggap saya dan ibu saya hanya mencari warisan? Terima kasih Wassalamuaikum Wr. Wb.
Akhwat (Jakarta)
1 month ago on Keluarga

Berdosakah pisah tinggal dengan Ibu Mertua

Assalamualaikum ustadz, Saya menikah bulan februari 2019. Saat ini saya tinggal dengan ibu mertua saya. Karena kondisi ayah dari suami saya pergi meninggalkan rumah, istri dan anaknya (suami saya) setahun lalu dan tidak pernah kembali. Saat suami saya mengatakan ingin menikahi saya dia bercerita tentang keadaan keluarganya kepada saya. Jujur dalam hati saya mencoba untuk menerima dan mencoba untuk ikhlas dan akan menerima kalau saya nanti akan tinggal dengan ibu mertua. Karena saya mengerti dimana ibunya menjadi tanggungan suami saya, karena suami saya anak laki laki. Saya mencoba menerima walau ibu saya mengatakan "kamu yakin?" Dan saya mencoba meyakinkan diri saya serta ibu saya demi mendapatkan ridho ALLAH ustadz. Tapi seiring berjalan waktu hingga saat ini. Banyak kejadian yang saya rasakan. Awalnya saya merasakan ketulusan dari ibu mertua dimana dia selalu membantu kami (kebetulan kami berdua bekerja) seperti memasak untuk kami, mencuci baju (dengan mesin cuci), menyetrika. Saya sempat merasa tidak enak dan suami komplain ke saya karena membiarkan ibunya yang melakukan pekerjaan semuanya. Disisi lain saya juga bingung karena bukan saya yang menyuruhnya, namun beliaulah yang melakukannya sendiri. Saya hanya bisa melihat semua sudah rapi saat pulang kantor. Seiring berjalannya waktu banyak kejadian yang muncul seperti. Dengan izin allah hingga pernikahan yang ke 10 bulan ini saya belum diizinkan allah memiliki keturunan. Dari 3 bulan pernikahan hingga saat ini ibu mertua saya selalu menyinggung masalah anak. Kadang saya batuk sakit sedikit beliau menghubung - hubungkan dengan kehamilan, jujur ini sangat menganggu saya dan membuat saya down. Saya sadar anak itu rezeki dan kehendak ALLAH dan hanya ALLAH yang memiliki kuasa. Kejadian lainnya suatu hari ibu mertua memanggil saya dan suami dan memberikan uang belanja agar saya yang membeli sayuran dapur dan beliau berkata tidak akan berkomentar apapun dan terima saja apa yang saya beli. Kebetulan suami saya memang memberikan uang belanja dapur kepada ibu mertua saya. Saya senang karena saya di beri tanggung jawab untuk dapur dan merasa seperti istri sesungguhnya lalu Kebetulan suami masuk shift malam saya titip ke dia untuk belanja di pasar dengan menuliskan list apa saja yang mau dibeli. Setelah itu kejadian kembali terulang, bahan - bahan belanja yang saya beli dibiarkan begitu saja dan tidak diolah dan ibu mertua saya berkomentar "kenapa beli ini kenapa beli itu" termasuk suami saya juga berkomentar dan itu benar benar membuat saya sedih. Saya seperti di jebak untuk melakukan suatu hal dan kemudian di jatuhkan. Perasaan saya yang mencoba ikhlas walau dari awal menikah mulai turun terus terus membuat saya tidak betah di rumah ini. Ditambah ibu mertua saya suka membawa temannya entah itu wanita atau pria yang membuat saya tidak nyaman. Sampai pada saat ibu mertua saya membawa teman wanita yang mana temannya ini adalah "jablay" ustadz merokok, main hingga larut malam, suka menitipkan motor, pergi dengan suami orang dan di jemput di rumah suami saya. Itu sangat membuat saya dan suami tidak nyaman ustadz. Pada suatu malam suami menegur ibunya dan ibunya tidak terima di tegur dan mendiamkan suami saya. Jadilah saya sangat canggung di rumah itu diantara dua orang yang marah. Ibu mertua tidak masak, tidak nyetrika, tidak mencuci (ini dilakukan setiap ibu mertua marah dengan suami) sifat ibu mertua selalu seperti ini ketika marah dengan suami saya. Bagi saya tidak masalah karena dari awal pun saya tidak minta untuk di service seperti itu. Tapi perubahan sikaplah yang membuat saya tidak nyaman. Mulailah suami saya memberikan uang belanja ke saya lagi dan saya yang masak dan belanja. Hingga setelah satu minggu mereka baikan. Saya seperti tinggal di rumah asing ustadz dan merasa tidak di anggap lagi. Suami kembali memberikan uang belanja ke ibunya dan ibunya yang mengurusi segalanya kembali. Saya menjaga jarak dan komunikasi dengan ibu mertua saya pak ustadz. Bukan karena apa - apa, saya tahu saya hanya menumpang dirumah ini. Tapi berada di kondisi seperti ini sungguh sangat tidak nyaman bagi saya dan juga karena memang sudah malas, yang lebih utama untuk menghindari dia bercerita tentang orang lain, anak perempuannya dan kadang suaminya sendiri karena terkadang ibu mertua saya suka menceritakan ke suuzon-annya yang belum tentu terbukti. Yang ingin saya tanyakan, 1. Berdosakah saya jika meminta pisah rumah dengan ibu mertua saya pak ustadz? 2. Apakah tindakan sikap suami saya sudah benar pak ustadz terhadap saya dan ibunya? 3. Bagaimana sikap saya jika suami kekeh tidak mau pisah dari rumah ibunya pak ustadz?
Ikhwan (Bandung)
1 month ago on Keluarga

Zhihar Dalam Pernikahan

Assalamualaikum wr wb Ustadz akhir2 ini saya gelisah dan takut sehingga tidak bisa tidur . Saya memikirkan tentang zihar dalam pernikahan sebelumnya saya tidak paham makna zihar ..setelah saya tau zihar itu menyerupakan istri dg ibu atau wanita yg menjadi mahrom suami jika seorang suami berkata pada istrinya " bagiku kamu seperti punggung ibuku " Yg sy ingin tanyakan adalah 1. Apa makna zhihar itu yg sebenarnya ? 2. Saya pernah berkata pada istri saya " istriku kamu mirip bibimu " apakah ini termasuk zhihar pak ustadz ? Maksud saya tidak berniat zhihar dan waktu itu juga saya tidak paham zhihar .maksud saya berkata seperti itu adakah sebagai ungkapan umum bahwa istri saya mirip bibinya karena memang keponakan dan bibi . 3. Saya pernah berbincang dg istri " istriku kenapa air susumu tidak keluar sehingga anak kita tidak bisa menyusu apa karena puting payudara mu masuk kedalam/ tidak menonjol ?( qodarullah istri saya tidak ada air susunya sedikit dan juga putingnya tidak menonjol ) lalu saya lihat putri saya yg pertama kelas 5 SD saat itu tidak sengaja terlihat payudara nya pada saat ganti baju dan saya heran melihat payudara putri saya juga putingnya masuk kedalam / tidak terlihat menonjol .saya melanjutkan pembicaraan dg istri saya " istriku coba lihat putri kita payudaranya juga sama denganmu putingnya tidak terlihat menonjol keluar , apakah ini faktor keturanan darimu ? Khawatir jika dewasa nanti sdh menikah tidak bisa menyusui anak seperti mu .." lalu istri saya menjawab " ga apa apa mungkin dia masih anak2 jadi ga terlihat putingnya entar juga kalau sdh dewasa akan normal tidak seperti aku " Yg sy tanyakan dari poin 3 ini apakah perbincangan saya dg istri saya termasuk zihar pak ustad ? Saya sangat gelisah sekali ..karena takut zihar menyebut payudara istri saya sama seperti payudara putri saya ada kelainan .tapi waktu itu maksud saya adalah membahas khawatir seperti istri saya tidak bisa menyusui nantinya . Mohon jawabannya pak ustadz terimakasih sebelumnya .. Wassalamualaikum wr wb
Akhwat (Palembang)
1 month ago on Keluarga

Apa Salah dan Dosa Saya Sehinga Terjadi Hal Ini

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu Pak ustadz saya ingin bertanya kepada bapak. Apa dosa saya sehingga saya harus menjali hidup seperti ini.. Saya nikah di 2017, tapi saya di benci sama mertua saya, bahkan mertua saya mau misahkan saya sama anak nya, bahkan saya di hina di maki.. 2017 sampai 2019 saya tidur terpisah kami d rumah masing masing, karna saya tidak mau suami saya durhaka sama org tua nya, dan saya mengizinkan suami tinggal sama org tua nya karna salah satu org tua nya ada yg sakit dan butuh bantuan suami saya, suami pun di sana mengerjakan semua tugas rumah dan bahkan juga d hina d bentak tidak seperti perilaku seorang anak. 2019 febuari saya hamil dan saya di izinkan tinggal sama mertua mereka ada perubahan yg baik, dan saya senag dan merespon bahagia, tapi saya di sana lagi hamil muda sampai tua di suru kerja tugas rumah sampai kelelahan, bahkan org hamil pun tidak pantas mengangkat barang berat.. Tapi saya huznuzon sama mereka asal saya dan suami bisa bersama karna baru pertama kali serumah.. Tapi saya hamil cuma batas 7 bulan lahiran prematur, karna sering kerja dan setres.. Bayi saya cuma bertahan beberapa hari, saya dan suami sedih dan terpukul sekali.. Dan ahkir nya saya kembali d hina d kata katai, saya pulang kerumah org tua saya, kadang suami certia saya masih d hina dan omongi ke semua krg kalau saya tidak becus merawat kandungan, mereka omongi saya dgn tetanga kalau saya ni yg buat anak saya melahirkan dini, padahal sebenarnya tidak seperti itu.. Saya dan suami harus gimana pak ustadz, saya dan suami saling mencintai.. Kenapa hidup saya harus seperti ini, saya dan suami ngk pernah tinggal kan sholat dan bahkan kami termasuk golongan umat yg rajin ibadah.. Tapi coba an kami seperti ini, rasa nya tidak sangup pak ustadz, saya ingin sekali bersatu sama suami tapi suami harus merawat org tua nya yg sakit.. Saya juga sayang sama mertua tidak ada dendam, saya ingin sekali berkumpul sama suami pak ustadz.. Kenapa tuhan memberi saya cobaan seberat ini, saya sedih sekali d tingal anak dan d pisahkan suami 😢
Akhwat (Lampung)
1 month ago on Keluarga

Sekolah anak menganjurkan berbaiat

Assalamualaikum ustad semoga Allah senantiasa menjaga ustad dan keluarga. . Mau bertanya. . Anakku sekolah di pesantren yang disana dianjurkan untuk berbaiat. . Tapi tidak diwajibkan. . Apakah lebih baik saya memindahkannya atau bagaimana ustad? Karena walaupun tidak diwajibkan tapi saya liat di koperasi pesantrennya dipajang banyak buku2 wajibnya berbaiat, jamaah dan immamah. . Makasi ustad sebelum nya
Akhwat (Bandung)
1 month ago on Keluarga

wali anak diluar nikah

apakah benar anak perempuan diluar nikah tidak boleh di walikan ayahnya. karena ada 2 pendapat ada yg bilang boleh ada yg bilang tidak boleh.. mana yg betul ustad?
Akhwat (Malang)
1 month ago on Keluarga

Suami Memerintahkan Istrinya Membantu Keluarga Suami

Sy baru menikah dan saat ini sy dalam kondisi hamil anak pertama. Selain menikah sy jg sedang kuliah. Skrng sy tinggal di rumah mertua sesuai keinginan suami. Suami jg jarang di rumah krn bekerja di luar kota. Di rumah, ada orang tua dan nenek suami yang ketiganya kurang mampu mengurus diri sendiri sehingga suami meminta saya meladeni mereka. Awalny saya mencoba sekadarny, tp suami meminta supaya sy bisa menghandel banyak hal seperti selalu menyiapkan makan dan membantu apa yang bisa dibantu. Sy prnah cekcok dgn suami krn saya merasa sprt pembantu, tp suami bilang dia ingin sy berbakti ke orang tuanya. Sy bahkan bbrp kali tidak boleh meninggalkan rumah selain keperluan kuliah untuk alasan kepentingan di rumahnya. Sy juga tidak diizinkan pulang k rumah orang tua terlalu lama. Smpai saat ini sy selalu merasa bahwa apa yang sy lakukan adalah beban, terlebih suami selalu menganggap apa yg sy lakukan kurang. Trkadang sy merasa muak, dan dia meminta sy ikhlas, tp sy masih bertanya bagaimana caranya untuk ikhlas. Saat ini sy jg hamil dan ingin dimanja, tp sy terlalu capek untuk melakukan semua hal seharian dan sendirian. Bagaimana sy harus menghadapiny?

PANDUAN MEMBUAT PERTANYAAN

  1. Ini adalah halaman untuk input pertanyaan seputar Islam.
  2. Jangan mem-posting pertanyaan di halaman forum.
  3. Sebelum posting pertanyaan gunakan fasilitas pencarian (search) di halaman berikut terlebih dahulu untuk memastikan pertanyaan Anda belum pernah diposting sebelumnya oleh user lain:
  4. Pilih kategori pertanyaan sesuai dengan tema pertanyaan.
  5. Gunakan kalimat yang jelas agar team redaksi SalamDakwah mudah memahami pertanyaan dan dapat memberikan jawaban sesuai yang diinginkan.
  6. Pertanyaan yang telah dijawab akan ditampilkan di halaman Tanya Ustadz.
  7. Semua pertanyaan Anda baik yang telah atau belum dijawab bisa dilihat di halaman Pertanyaan Saya (Klik nama Anda setelah login di menu paling kanan di menu bar)
  8. Pertanyaan akan dijawab oleh team redaksi SalamDakwah sekitar 1 - 7 hari.
  9. Demi alasan kehati-hatian tidak semua pertanyaan akan dijawab. Hanya pertanyaan yang telah ada fatwa dari ulama' yang akan dijawab.
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com