SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:
Ikhwan (Padang Sidempuan)
1 week ago on Muammalah

Abang Becak Mengantar Penumpang Ke Gereja

Assalamu'alaikum Wr. Wb Ustadz. Saya dapat pertanyaan dari Abang Becak tetangga saya: 1. Seorang Abang Becak diminta oleh penumpang beragama Nasrani, untuk diantar beribadah (menurut agamanya) ke Gereja. Apa hukum Abang Becak mengantar Nasrani ke Gereja ? apakah Boleh ? 2. Seorang Abang Becak diminta oleh penumpang beragama Nasrani untuk mengantar/membawa (ma'af) tuak (miras), daging Khinzir dan sejenisnya. Apa Hukumnya Ustadz ? Apakah boleh ? 3. Seorang Abang Becak diminta oleh penumpang Muslim ke tempat2 yang diharamkan, seperti tempat penjualan miras, diskotik dan tempat2 kemungkaran lainnya. Apa hukumnya Ustadz ? Apakah si Abang Becak boleh mengantar penumpang itu ke tujuan dimaksud (si Abang Becak sdi awal sudah tahu tujuan penumpang itu) ? Mohon penjelasan Ustadz.
Ikhwan (Bandung)
4 weeks ago on Muammalah

secret santa dan tukar kado tidak silang

Assalamu’alaikum Terlepas dari namanya dan dengan tidak ada niat menirukan orang kafir, bagaimana hukumnya sebuah acara dengan masing2 anggota mendapat nama anggota lain secara random dan tersembunyi untuk diberikan hadiah sehingga penerima hadiah tidak tahu akan diberi siapa dan pemberi biasa menyesuakan hadiah dengan nama penerima? Acara di atas mirip dengan tukar kado tidak silang di mana semua membawa hadiah dengan nominal yang ditentukan lalu hadiah2 tersebut diberi nomor dan setiap anggota mendapat nomor secara acak sehingga penerima/pemberi tidak tahu kepada siapa atau dari siapa-nya. Hal ini menurut saya bukan jual beli direct karena kita memberikan bukan kepada yang menerimakan hadiah kepada kita (kecuali karena faktor pemilihan nomor yang membuat A mendapat kado B dan B mendapat kado A) . Apa hukumnya seperti ini dan bagaimana kalau masing-masing anggota memang tidak berniat mencari untung/niat jual beli sehingga memberi secara ikhlas dan mendapat secara ikhlas? Jazakallah khayran
Ikhwan (Bandung)
1 month ago on Muammalah

Teman Ingin Dipinjami Dan Tidak Mau Diberi

Assalamu’alaikum, Teman saya ingin meminjam uang untuk uang parkir, tetapi saya tidak mendengarkannya begitu jelas sehingga saya memberikan uangnya dengan niat memberinya. Suatu saat teman tersebut mengembalikan uangnya dan saya baru sadar bahwa teman tersebut ternyata hanya ingin meminjam sehingga saya menerima kembali uang tersebut. Tetapi saya bingung karena niat awal saya adalah memberi dan hanya akan memberi jika teman tersebut meminta dan jika saya mendengar teman saya hanya ingin meminjam saya tidak akan berniat memberi dan saya akan niat meminjamkannya. Saat saya hendak memberikan uangnya lagi kepadanya karena ragu, teman tersebut menolak karena dia hanya ingin meminjam dan saya menyimpan uangnya kembali. Apakah ini sah? Apakah ini termasuk mengambil pemberian? Jazakallah khairan
Ikhwan (Jawa Barat)
1 month ago on Muammalah

menyontek saat sekolah atau kuliah apakah ijazah haram?

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, bagaimana status ijazah yang mana saat sekolah atau kuliah sempat menyontek saat ujian atau dalam mengerjakan tugas, apakah ijazahnya haram digunakan dan saat bekerja gajinya menjadi haram?
Ikhwan (Malang)
2 months ago on Muammalah

Bolehkah Berjualan Pulsa Seperti Ini

Assalamu'alaikum ustadz.. Saat ini saya bekerja sebagai agen pulsa. Setiap pembeli beli pulsa 10 rb dengan harga 12rb, tapi jika berhutang pulsa 10rb saya jual 13 rb. Bolehkah jualan seperti itu?? Mohon jawabannya, Terima kasih. Wassalamu'alaikum wr wb.
Ikhwan (Bekasi)
2 months ago on Muammalah

Keuntungan Sebagai Penyambung Jual Beli

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz. Semoga Allah selalu memberkahi Ustadz sekeluarga dan seluruh jajaran tim Salam Dakwah. Untuk memudahkan ana akan buat orang-orang yang terkait pada jual beli ini. A: Penjual B: Penyambung Jual Beli 1 C: Penyambung Jual Beli 2 D: Pembeli D ingin membeli sarang dan menanyakan ke C. C tidak memiliki channel mengenai sarang yang diinginkan D. C menanyakan kepada B. B mencarikan dan bertemua A. A menyetujui menjual sarang yang dimiliki nya. Hasil akhir, sarang terjual dengan harga 280,000 (dengan modal dari penjual 200,000) Dan pembagiannya menjadi (dengan insiatif B dan sudah selesai artinya sudah ridho semua): A: 20,000 B: 40,000 C: 20,000 Bagaimana hukumnya Keuntungan Sebagai Penyambung Jual Beli (Pihak B) yang paling banyak Ustadz bahkan dari si penjual? Jazaakumullahu Khairan Ustadz
Akhwat (Purwakarta)
2 months ago on Muammalah

Membaca Novel Romantis

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh. Saya ingin bertanya, apa hukumnya membaca novel atau cerita romantis ? Apakah ada perbedaan hukum antara orang yang belum menikah dan sudah menikah untuk membacanya ? Misalnya orang yang belum menikah dilarang dan orang yang sudah menikah boleh ? Apa benar seperti itu ? Jazakumullah Khairan katsiran
Akhwat
2 months ago on Muammalah

Tanah Hasil Hutang Bank Bagaimana Hukumnya

Assalaamu'alaikum. Ustadz saya mau bertanya. Kl ada orang yang meminjam uang kepada bank konvensional untuk pembebasan tanah dan pembebasan tanahnya berhasil,apakah bila tanah tersebut dijual uangnya halal?
Akhwat (jakarta)
2 months ago on Muammalah

beli produk non muslim

assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, bagaimana hukumnya membeli jualan orang kafir, dimana kemungkinan ada keharaman pada transaksinya atau produk jualannya? kemudian, apakah boleh membeli barang yg ada kemungkaran padanya (walau pemiliknya muslim), seperti iklannya mengumbar aurat misalnya? terimakasih. jazakallah khairan.
Akhwat (Mukomuko)
3 months ago on Muammalah

Menjual Barang Secara Online

Assalamu'alaikum ustadz. Semoga Allah menjaga ustadz serta keluarga, serta seluruh kaum muslimin... Aamiin. Begini ustadz, ana ingin bertanya. Ana mau menjual baju custom ustadz. Dan barang belum ada di ana. Ana baru menyajikan gambar dari baju yang ana desain, kemudian buka Pre Order baju tsb, misalkan untuk waktu satu bulan ustadz.. Nanti, ketika ada yang beli, atau ada yang order ke ana, baru ana beli baju tersebut ke toko lain dengan desain yang ana jual. Lalu setelah baju selesai, dan ada di ana, baru ana jual lagi ke pembeli yang order ke ana tadi. Pembayaran dilakukan setelah baju ada di ana ustadz. Kalau pembeli tidak jadi, tidak mengapa ustadz.. Lalu, bagaimana hukumnya ustadz? Syukron Jazaakallahu khayran ustadz..
Ikhwan (Jakarta)
3 months ago on Muammalah

Apakah transaksi tersebut boleh

Assalaamualaikum saya ingin bertanya saya ingin menjual sepatu lewat titip jual lalu peraturannya ialah saya menentukan harga sepatu untuk dijual nanti si yang orang menjadi perantara saya akan menaikan harga dari yang saya tentukan untuk mendapatkan fee nya apakah hal tersebut boleh
Akhwat (jakarta)
4 months ago on Muammalah

membeli produk perusahaan yang mendukung lgbt

assalamu’alaikum, izin betanya. saya baru2 ini tahu bahwa ternyata banyak produk/perusahaan yang mendukung LGBT (homoseksual dll) dengan menyumbang uang kepada organisasi2 LGBT tersebut. saya khawatir bahwa jika saya membeli produk itu berarti saya ikut mendukung LGBT. apakah solusinya adalah memboikot produk2 itu? diantara produk2 itu adalah yang terkenal dan banyak dipakai masyarakat saat ini, seperti a*ple, st**bucks dan lainnya. terimakasih, jazakallah khairan.
Akhwat (Kelaten)
4 months ago on Muammalah

menggunakan harta dari hasil yang batil

Jadi begini ustaz, saya seorang pelajar dan berusia 20 tahun. saya memiliki uang yang banyak. Uang itu awalnya saya dapat dari bekerja yang halal. Lalu saya tergoda dengan kegiatan mencari uang dengan cara batil.. Dan akhirnya uang halal tersebut saya pakai sebagai modal mencari uang yg haram. Saya tidak mencuri, korupsi, menggelapkan uang, judi, mengundi, namun saya memanfaatkan fasilitas aplikasi android untuk mendapat keuntungan. Namun saya melakukan kecurangan yang tidak sesuai standar apk tersebut untuk mendapat keuntungan dan membuat banyak akun untuk untuk semakin mendapat keuntungan, jelas tentu hal itu melanggar ketentuan dari promo aplikasi tsb. Lalu ustad, saya taubat dan tidak ingin mengulangi perbuatan saya lagi. Lalu saya ingin berniat mencari uang yang halal dengan berdagang. Namun sebagian uang haram tsb, sudah saya pakai untuk membeli peralatan berdagang, karena saya sebelum nya bertanya pada dosen agama saya, beliau berkata asalkan sudah taubat tidak apa apa, anggap saja "bonus" Yang saya dapat. Namun setelah saya searching lagi ternyata hal itu tidak boleh, ibarat mencuci baju dengan air kencing. Karena kasusnya sebagian sudah saya belikan alat berdagang, apakah tetap saya boleh pergunakan Alat berdagang saya? Dan saya mencari modal lagi dengan meminjam uang orang tua saya untuk lanjut berdagang. Atau kalau tidak boleh, apakah boleh saya melakukan hal ini, Saya menghitung keseluruhan modal yang sudah saya gunakan dr uang haram tsb untuk membeli alat dagang. Misal seluruh nya 2jt. Lalu saya tetap pakai alat nya, dan meminjang uang orang tua saya lagi untuk tambahan modal (uang halal) Dan setelah saya untung 2jt. Saya kembalikan uang haram trs ke rekeni ng tempat saya menyimpan uang haram trs dan yang itu tidak akan saya pakai lagi. Boleh kan seperti itu ustaz??? Saya benar2 bingung karena saya takut sekali dengan uang itu ibadah, sedekah, dan amal baik saya tidak diterima oleh Allah SWT.
Akhwat (Baubau, sulawesi tenggara)
5 months ago on Muammalah

menjual barang pemberian orang lain

Assalamu'alaykum wa rohmatullahi wa barakatuh. afwan izin bertanya Ustadz. apakah boleh saya menjual barang pemberian orang lain kepada saya, seperti tas, karena saya tidak dapat menggunakannya disebabkan tas itu bukan tas wanita melainkan tas pria dan ukurannya cukup kebesaran. demikian pertanyaannya Ustadz. syukron jazaakallahu khoyran. wassalamu'alaykum wa rohmatullahi wa barakatuh.
Ikhwan (Kubu Raya, Kalimantan Barat)
5 months ago on Muammalah

apa sikap kita saat di doakan barakAllah fii umrik saat hari kelahiran

Apa sikap kita saat di doakan barakAllah fii umrik (didoakan saat ulang tahun), padahal merayakannya tidak boleh ?

PANDUAN MEMBUAT PERTANYAAN

  1. Ini adalah halaman untuk input pertanyaan seputar Islam.
  2. Jangan mem-posting pertanyaan di halaman forum.
  3. Sebelum posting pertanyaan gunakan fasilitas pencarian (search) di halaman berikut terlebih dahulu untuk memastikan pertanyaan Anda belum pernah diposting sebelumnya oleh user lain:
  4. Pilih kategori pertanyaan sesuai dengan tema pertanyaan.
  5. Gunakan kalimat yang jelas agar team redaksi SalamDakwah mudah memahami pertanyaan dan dapat memberikan jawaban sesuai yang diinginkan.
  6. Pertanyaan yang telah dijawab akan ditampilkan di halaman Tanya Ustadz.
  7. Semua pertanyaan Anda baik yang telah atau belum dijawab bisa dilihat di halaman Pertanyaan Saya (Klik nama Anda setelah login di menu paling kanan di menu bar)
  8. Pertanyaan akan dijawab oleh team redaksi SalamDakwah sekitar 1 - 7 hari.
  9. Demi alasan kehati-hatian tidak semua pertanyaan akan dijawab. Hanya pertanyaan yang telah ada fatwa dari ulama' yang akan dijawab.
© 2022 - Www.SalamDakwah.Com