SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:
Ikhwan (Jambi)
3 days ago on Ibadah

Mencuri Harta Orang Kafir di Luar Negeri

Bismillah Assalamualaikum ustad, ana dlu pernah mencuri dan korban ya orang kafir luar negeri, dan udh ninggalin perbuatan itu. Yg ana mau tanyakan uang yg ana curi terus ada yg ana belikan barang, dan ada beberapa barang yg masih ana pakai. Dan ana mau balikin uang ya jg ga tau sama siapa, mohon nasehat ya ustad agar ana terbebas dari barang yg ana beli pakai uang orang kafir itu. Barakaallah fiik
Ikhwan (Bandung)
4 days ago on Mu'ammalah

Belajar menjahit untuk bekal mencari nafkah halal

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Ustad, saya saat ini sedang belajar di tempat kursus menjahit. Saya membayar biaya untuk sampai bisa kita kira 1 - 2 bulan. Saya sudah kursus di sana sudah 2 minggu. Tapi di tempat tersebut ada karyawan kerja sambil nyetel musik pakai speaker. Itu sangat mengganggu saya karena musik hukumnya haram. Sehingga saya seperti ditunggangi syetan, karena musik itu panah setan beracun. Juga musik itu lawannya quran. Terus disana orangnya merokok, makan minum pakai tangan kiri. Apakah saya harus lanjutkan belajar di sana sampai 1 / 2 bulanan. Atau kah saya besok tak perlu datang lagi. Karena saya tidak mau terus terus an dengar musik. Selama dua Minggu ini hidup saya jadi tidak tenang , mohon solusinya. Jaza kallahu Khoiron katsiro ustad. Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh
Akhwat (Bogor)
6 days ago on Keluarga

Perselingkuhan Ibuku

Assalamualaikum wr.wb Ustadz, saya mau bercerita terlebih dahulu. saya seorang anak berusia 23 tahun, saya anak kedua dan perempuan satu-satunya dari keluarga yg sederhana namun berkecukupan. cerita ini diawali ketika ibu saya ikut-ikutan grup fb yang menurut saya ga ada faedahnya hanya hura-hura kesana kesini, nongkrong-nongkrong ga jelas gitu diwarung yg ada di taman kota. singkat cerita, muncullah kekecurigaan saya pada tahun 2018 ibu saya hampir setiap hari main, main, dan main terus sampai lupa waktu bahwa posisi dia adalah seorang ibu. saya coba sadap whatsapp dan google lokasinya, akhirnya saya menemukan apa yg saya curigai selama ini. ibu saya selingkuh lagi!!! pada saat itu saya cari tau semua teman-temannya hingga keakarnya dan saya menemukan bahwa hampir semua teman-temannya di grup itu adalah seorang peselingkuh. astagfirullah kaget:( saya kumpulkan semua bukti-bukti itu lalu saya beranikan diri untuk bilang dengan ibu saya bahwa yg dilakukannya itu sangat sangat salah, tetapi ibu saya merenspon bahwa dia begini karena anak-anak dan bapak saya tidak pernah memerhatikannya dan bilang bahwa dirinya adalah babu kami. Yaallah dari situ saya merasa bersalah saya memang suka membentak, memarahi dan menyakiti hati ibu saya tapi saya tidak mau ibu saya terjerumus ke hal negatif itu lagi. pada saat itu saya tetep menanyakan hal yg ingin saya tau lelaki yg dekat dgnnya dan lagi lagi ibu saya merespon dengan mengalihkan topik bahwa saya anak yg durhaka, bahkan pertanyaan saya ini tidak ada kaitannya dengan durhaka, saya hanya bertanya siapa lelaki itu dan kenapa ibu saya bisa-bisanya rela menginap dan setiap hari diantar jemput depan rumah dengan lelaki itu, kemana-mana dengan lelaki itu bahkan selalu membuat alasan setiap hari dan sabtu-minggu kondangan, ga logis banget menurut saya. ketika saya tanya lagi tentang perselingkuhannya dengan seorang gr*b ini, ibu saya tetep tidak mau mengakuinya bahkan saya tunjukkan bukti-buktinya tetap tidak mau mengaku. saya sudah menasehati, memperingatkan, dan memarahi ibu saya tapi respon dari beliau malah saya yang dimarahi balik dan berucap sumpah serapah bahkan bilang bahwa saya ini bukan anaknya lagi. apakah saya salah menegor ibu saya? saya harus bagaimana? mohon pencerahannya ustadz, terimakasih. wassalamualikum wr.wb
Akhwat
6 days ago on Keluarga

Nafkah Buat Isteri Yg Bekerja

Salam, Saya perlukan penjelasan atas situasi saya dan suami. Saya dan suami sudah bernikah selama 20 tahun and kami mempunyai 4 orang anak. Dari awal perkahwinan hingga ke hari ini, suami bertanggung jawab atas segala pembayaran rumah x2, bil api/air/elektrik dan bil telepon. Saya pula berkerja dan mengunakan pendapatan saya untuk kos rawatan bersalin x2, kos rawatan saya dan anak2 jika sakit, dan keperluan anak2 dan saya seperti pakaian dan sebagainya. Saya juga ada membantu suami untuk membayar separuh insurans rumah, separuh pembelajaan barang dapur atau setengah dari kos perbaiki rumah. Saya tidak pernah menerima apa2 duit dari suami kerana saya berkerja dan pendapatan saya agak besar, sama seperti suami. Sepanjang perkahwinan, suami hanya pernah belikan pakaian tidak lebih dari 10 kali. Pertama, di situasi ini, haruskah suami tetap membayar nafkah terhadap saya atau beliau sudah melaksanakan tanggungjawab nya? Kedua, perlukah saya meminta izin suami jikalau saya ingin memberi wang bulanan kepada ibu bapa saya atau membeli hadiah untuk adik beradik saya ketika hari lahir mereka, mengunakan wang pendapatan saya?
Ikhwan (Tangerang)
6 days ago on Fiqih

Asuransi Kantor

Assalamualaikum Mohon bantuannya jawaban atas pertanyaan di link ini tidak bisa dibuka. http://www.salamdakwah.com/pertanyaan/5971-asuransi-kantor
Ikhwan (Bekasi)
1 week ago on Mu'ammalah

Apakah skema Pre Order seperti ini diperbolehkan ?

Bismillah izin bertanya Ustadz.. Seorang desainer menampilkan hasil karyanya di internet berupa desain gambar sablon baju. Ada cukup banyak orang yang tertarik memesan baju dengan desain yang dia buat. Kemudian si desainer mengumumkan membuka Pre Order utk baju dengan gambar yg dia desain. Jika orang yg tertarik, dia bisa menghubungi si desainer. lalu Si pemesan membayar uang ke desainer, Desainer menghubungi pihak percetakan, utk minta dibuatkan baju sablon dgn desain yg telah dia buat. Si desainer membayar biaya produksi & ongkir ke pihak percetakan. Kemudian si percetakan akan memproduksi baju itu lalu mengemasnya, dan mengirim ke alamat pihak pemesan yg menghubungi desainer. ------------ Apakah skema bisnis ini diperbolehkan ustadz? terima kasih sebelumnya, jazakallahukhairan.
Akhwat (Bekasi)
1 week ago on Aqidah

Tidak Membayar Toilet

Bagaimana jika kita tidak membayar toilet umum yg di tegor oleh penjaganya lalu kita bilang nnti akan balik lagi tetapi kita tidak balik lagi untuk memberikan uang ?
Akhwat (Jakarta)
1 week ago on Ibadah

Cara taubat ketika terlanjur memasuki gereja saat peribadatan

Waktu itu teman saya meminta saya untuk mengantar nya beribadah ke gereja, awalnya saya menolak tapi akhirnya saya mengantar dia ke gereja dan duduk di dalam gereja melihat orang-orang ibadah. Sekarang saya benar2 menyesal karena tidak berpikir panjang bagaimana hukum nya dalam islam akan hal itu. Apa yang harus saya lakukan? Bagaimana cara nya saya bertaubat karena dosa itu? Apakah dosa saya tidak akan diampuni walaupun saya benar2 menyesal?
Akhwat (Jakarta)
1 week ago on Keluarga

Haruskah bercerita kepada suami?

Assalamualaikum ustad Saya mau tanya.. saya punya kk ipar laki2. Dy bilang kepada saya kalau dy menyukai saya dan mengjak zina. Saya sangat kaget karna tidak pernah terfikirkan hal ini difikiran saya. Krna sayapun sudah bersuami. Istri nya (kk saya) tidak mengetahui, Lalu yg mau saya tanyakan boleh kah saya bercerita kepada suami saya? Karna kk ipar saya menyukai saya. Saya hanya mencintai suami saya. Apa yg harus saya lakukan didpn mreka?
Akhwat (Solo)
1 week ago on Keluarga

Bagaimana jika suami lebih mementingkan keluarganya sehingga melupakan hak istri?

Assalamu'alaykum ustadz/ustadzah, Saya tengah berada dalam kebimbangan, saya ingin mempertahankan rumah tangga saya tetapi suami sangat sulit diajak membangun rumah tangga(ibadah, membangun rumah, mempunyai anak) 1. Saya pernah dizalimi adik-adik perempuan ipar saya karena mereka cemburu kepada saya, saya sering menjaga hasrat melayani suami demi keharmonisan kita semua tapi suami merasa kurang diperhatikan tapi jika adiknya cemburu dia menyalahkan saya, begitu pula ibunya yang pernah mengusir saya karena keberadaan saya membuat tidak harmonis keluarganya, saya serba bingung bahkan saya sudah merawat adiknya(salah satunya cacat mental) memandikannya dan lain-lain namun tetap saja. 2. Suami menjanjikan akan sholat setelah menikah dan mendirikan rumah karena biaya sudah ada, tapi setelah menikah dia tidak menepati janjinya, tidak mau sholat dan justru meremehkan saya meski sholat tidak menghasilkan uang dan tidak jadi membuat rumah karena dilarang ortunya(ibunya pindah ke rumah adiknya yang melahirkan bersama adik satunya, rumah hanya ada saya, suami dan bapak mertua yang sama2 pulang setiap weekend saja) semua urusan rumah, suami dan bapak mertua saya yang mengurusi karena pembantu rumah dibawa ibu mertua saya ke rumah adiknya. 3. Ibu mertua dan adik-adik ipar saya kadang ke rumah namun hanya meninggalkan barang-barang kotor untuk dibersihkan dan mencari-cari kesalahan saya, saya yang merasa kewalahan justru disalahkan suami saya. Dan dia tidak mau membuahi/punya anak dari saya jika hubungan saya dan keluarganya belum membaik. Apa yang seharusnya saya lakukan Ustadz/Ustadzah, saya ingin mempertahankan rumah tangga tapi sikap suami saya tidak mendukung justru semakin memberatkan langkah saya? Bolehkah saya meminta cerai? Terimakasih.
Akhwat (Depok)
2 weeks ago on Keluarga

Memilih Lanjut Studi Atau Tidak

Assalaamu’alaikum ustadz, saya ibu 3 ank yang bekerja di pemerintahan. Saat ini saya sedang menjalani studi s3. Baru 1 semester kuliah, sy sakit keras ( liver Dan paru2). Karena sakit tersebut, suami saya menyuruh untuk berhenti kuliah, istirahat beberapa bulan, Batu setalah pulih boleh bekerja lagi. Saya bingung ustadz. Pdhal saya masih ingin kuliah. Suami sy tetap pada pendiriannya yaitu menyuruh sy brenti kuliah. Mohon solusinya ustadz. Terima kasih
Akhwat (Tegal)
2 weeks ago on Keluarga

Orang Tua Mengambil Uang Anaknya

Assalamualaikum ustad, saya mau tanya. Orangtua saya suka mengambil uang saya secara diam2 padahal sudah saya kasih uang setiap bulannya, apakah saya durhaka apabila saya memarahinya?
Akhwat (Jakarta)
2 weeks ago on Mu'ammalah

Hutang Bisnis

Assamualaikum ustad, Dulu waktu semasa hidup kakek saya berdagang Emas. Dengan sistem, dimana kakek saya menggambil barang kepada si A (Pihak pertama) kemudian dijual lagi oleh kakek saya kepada si C (pihak ketiga). Suatu ketika terjadi musibah dimana kakek saya ditipu oleh si C (Pihak ketiga) dimana emas itu dibawa kabur tanpa membayar sepeserpun. Waktu terus berlalu pada tahun 2004 kakek saya meninggal dunia, pada saat itu om saya (anak pertama) dari kakek saya menanyakan masalah hutang - piutang dagang dimasa dulu itu dan bagaimana pembayarannya kepada si A (Pihak pertama) yang memberikan emas dagang tersebut. Namun Jawaban dari si A yang masih bersaudara dengan keluarga kami mengentengkan "Nati saja, santai saja" seperti itu. Tiba - Tiba 2 tahun belakangan ini pihak A mendesak untuk dibayarkannya hutang jual beli emas tersebut. Pihak A ingin hutang tersebut dibayar dengan harga emas saat ini, apakah itu benar? Mohon penjelasan ustad bagaimana solusi baiknya bagi pihak A dan keluar kami? karena pihak A tidak ingin duduk bersama dibicarakan secara kekeluargaan dan terbuka bagaimana rincian hutang sebenarnya dia hanya minta agar hutang dibayarkan sebanyak barang yang diambil dan dengan harga emas sekarang.
Ikhwan (LAMPUNG MENGGALA TULANG BAWANG)
2 weeks ago on Riba

Berhenti Vs Ditinggal Istri

assalamu'alaikum .. usia saya 28 tahun singkat cerita. saya belajar berwirausaha dari masih di bangku kuliah sekitar tahun 2013, tetapi Modal yang saya pakai adalah pinjaman dari bank, sebebarnya dalam keluarga saya sebelumnya tidak pernah atau takut dengan namanya pinjaman uang ( cari utangan ) takut tidak bisa mengembalikan. akan tetapi say notaben nya sb mahasiswa pada saat ini, berfikiran bahwa dengan mempunyai usaha akan mengangkat harkat dan martabat orang tua saya. dan akhirnya saya mendesak orang tua untuk mengajukan pinjaman ke Bank.. pada tahun 2017 saya Menikah dengan wanita idaman sy,dan saat ini saya di karunia seorang putra, tahun 2019 tepatnya bulan ramadhan, usaha kami mengalami banyak cobaan, salah satunua turunnya omset pendapatan hingga 80%, kami cari tau... ada apa ini... dan ternyata selama ini, modal usaha yang saya jalan kan adalah Modal RIBA, dan akhirnya Kita berdua sadar bahwa ini adalah haram, setakah mengikuti seminar Tentang Riba, pada saat itu kami berdua berazam akan meningglkan riba dan memerangi riba.. segala upaya sudah kita lakukan termasuk menjual aset yang kita punya untuk menutuip Pkok utang di Abank tetapi tidak laku laku dan akhirnya istri saya memaksa untuk pinjam lagi ke bank, untuk menambah Modal Usaha lagi. dan mengancam kalau tidak mau menuruti akan meninggalkan keluarga ini. tapi saya tetap istiqomah dengan azzam sya. pertanyaannya.. 1. menuruti kemauan istri untuk pinjam ke abank lagi 2. atau tetap istoqomah berazam akan meninggalkan riba tetapi pisah dengan istri.. wassalamu'alaikum
Akhwat (Jakarta)
2 weeks ago on Keluarga

Sikap Terhadap Tetangga Yang Kurang Baik

Assalamualaikum Ustadz, saya memiliki kucing peliharaan dan tetangga saya lainnya tidak keberatan dengan hal itu. Saya dan keluarga saya sudah berusaha untuk menjaga kebersihan lingkungan mengenai kucing tersebut. Dan jikapun kucing tersebut buang air sembarangan kami selalu membersihkannya dengan baik. Namun ada satu tetangga saya yang entah mengapa membenci sekali saya memelihara kucing tersebut. Menyindir keluarga kami yang memberi makan kucing tersebut dan mengolok olok kami "orang susah saja belagu sampai sok ngasih makan binatang." Saat itu saya katakan pada orang tua saya untuk bersabar. Lalu kemudian olok" tersebut makin menjadi perkataan yang sangat tidak mengenakkan dan bahkan sudah keterlaluan, bahkan keluarga kami dimaki maki dengan kasar dengan sebutan binatang dan tidak pantas lainnya. Adik saya yang pada dasarnya sifatnya mudah emosi pun merasa tersinggung dan menegur orang tersebut. Tapi justru keluarganya malah merasa tidak terima dan mengeroyok adik saya. Lalu pada suatu hari tetangga kami tersebut melapor ke RT dan meminta kami untuk diusir, namun karena RT kami tidak menanggapinya dan hanya meminta keluarga saya untuk bersabar menghadapi orang tersebut. Sejak saat itu kelakuannya makin menjadi, kucing saya dipukuli dan bahkan dibuang entah kemana. Saya menangis dan merasa sudah tidak sanggup lagi menghadapi tetangga saya tersebut dan berkata "Bahkan kalau orang itu mati saya tidak akan datang untuk melayat". Berdosakah saya?

PANDUAN MEMBUAT PERTANYAAN

  1. Ini adalah halaman untuk input pertanyaan seputar Islam.
  2. Jangan mem-posting pertanyaan di halaman forum.
  3. Sebelum posting pertanyaan gunakan fasilitas pencarian (search) di halaman berikut terlebih dahulu untuk memastikan pertanyaan Anda belum pernah diposting sebelumnya oleh user lain:
  4. Pilih kategori pertanyaan sesuai dengan tema pertanyaan.
  5. Gunakan kalimat yang jelas agar team redaksi SalamDakwah mudah memahami pertanyaan dan dapat memberikan jawaban sesuai yang diinginkan.
  6. Pertanyaan yang telah dijawab akan ditampilkan di halaman Tanya Ustadz.
  7. Semua pertanyaan Anda baik yang telah atau belum dijawab bisa dilihat di halaman Pertanyaan Saya (Klik nama Anda setelah login di menu paling kanan di menu bar)
  8. Pertanyaan akan dijawab oleh team redaksi SalamDakwah sekitar 1 - 7 hari.
  9. Demi alasan kehati-hatian tidak semua pertanyaan akan dijawab. Hanya pertanyaan yang telah ada fatwa dari ulama' yang akan dijawab.
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com