SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:
Akhwat (Jogja )
3 days ago on Aqidah

Apakah keisengan ini dosa besar? (2)

Assalamualaikum ustad melanjutkan pertanyaan saya sebelumnya, saya harus bagaimana yaa? Saya sangat bingung selanjutnya harus berbuat apa. Apakah bertaubat tetap tidak dapat menghapus dosa tsb? Apakah tetap tak dapat diampuni? Terima kasih byk ustad.. Wasalamualaikum
Akhwat (Jogja)
4 days ago on Aqidah

Apakah keisengan ini dosa besar?

Assalamualaikum ustad, sebelumnya ingin bercerita..dulu saya memang senang/mgkn hobi mengirimkan pesan ke radio hanya utk berkirim salam ataupun request lagu. Setelah cukup lama tdk mendengarkan radio, suatu malam saya mendengarkan acara yg bernama "buka kartu" dimana pada acara itu pendengar mengirim nama, tahun dan zodiak kemudian saat cerita dibacakan, kartu tarot terpilih dibacakan namun pembaca tdk meramalkan nasib/apapun hanya membaca kartu yg terpilih. Saya melakukan ini semata2 karna iseng, penasaran dan tidak mempercayai hal tsb apakah perbuatan saya tergolong perbuatan syirik? Saya mohon jawaban serta pencerahannya karena saya benar2 takut dan merasa bersalah :"( Terima kasih sebelumnya ustad. Wasalamualaikum
Akhwat (Jogjakarta)
4 days ago on Keluarga

Suami Condong Kepada Keluarganya Saja

Assalamualaikum wr.wb Saya seorang istri, memiliki satu anak dan saat ini sedang mengandung anak kedua. Suami saya seorang karyawan biasa dengab gaji cukup tidak berlebih. Saat ini kami masih tinggal di rumah orangtua saya dan kebetulan keluarga saya berkecukupan sehingga orangtua saya tidak meminta sejumlah uang kepada kami. Saat mengandung anak pertama, suami saya masih memberikan nafkah bulanan yang saya kumpulkan untuk membeli perlengkapan bayi dan kebutuhan saya seperti control kandungan & vitamin. Karena uang yang diberikan suami tidak terlalu besar maka uang tersebut habis. Ketika suami saya tahu bahwa uang yang dia berikan habis, ia mencap saya sebagai istri yang boros padahal sudah saya jelaskan untuk apa saja uang itu digunakan tapi ia tidak mau mengerti. Sejak menikah, saya tidak pernah menggunakan uang suami untuk kebutuhan saya sekecil apapun, bahkan sebagian besar kebutuhan bayi dipenuhi oleh orangtua saya karena uang dari suami tidak cukup. Sejak saat ini sampai sekarang suami tidak mau memberi nafkah kepada saya & anak saya. Tiap bulan ia hanya membelikan 10% kebutuhan anak saya dan sisanya dia bebankan kepada orangtua saya padahal dia tau orangtua saya sdg kesulitan ekonomi tapi dia tidak peduli. Setiap bulan ia memberi uang bulanan kepada orangtuanya (saya setuju bahkan saya yang selalu mengingatkan suami). Tapi saat ini keluarganya terlilit hutang dan suami saya yang mengambil alih sehingga ia memaksa saya bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga karena dia sudah tidak bisa memberi uang sepeserpun kepada kami. Saya sebenarnya ikhlas apabila suami membantu keluarganya, namun suami saya memaksa saya bekerja dalam keadaan mengandung dan ketika saya menolak, sikapnya berubah menjadi dingin dan pemarah. Dia menyuruh saya bekerja untuk membiayai keluarga, membeli rumah dan kendaraan karena dia yakin tidak akan bisa membeli semua itu sehingga dia membebankan kepada saya. Saya tidak bahagia lahir & batin, setiap hari suami saya mengeluarkan kata2 yg menyakiti hati saya bahkan menjelekan orangtua saya yg sudah membantu keluarga kami. Bahkan dia pernah berkata ingin sekali memukul saya. Saya merasa suami tidak bersikap adil, dia membantu keluarganya yang hidup bermewah2 dari berhutang, sehingga saya dan anak2 terkena imbasnya. Saya bertahan demi anak2, tapi apakah saya salah jika suatu saat saya tidak kuat dan meminta berpisah (karena hanya perpisahan yg selalu ada dibenak saya). Apakah yg dilakukan suami saya sudah benar (mendahulukan orangtua sehingga melepas tanggung jawab terhadap anak istri dan memaksa istri menafkahi keluarga)?
Akhwat (Jakarta)
5 days ago on Aqidah

Pemberian Nama Calon Buah Hati

Assalamualaikum Ustadz, Saya seorang calon Ibu yg sedang menanti kehadiran buah hati insyaaAllah, ada satu hal yg ingin saya tanyakan Ustadz. Sebagai orang tua yg wajib memberikan doa yg terkandung dalam sebuah nama, ada satu nama yg telah saya siapkan yaitu "Humahana Shabira" yg menurut sumber artinya adalah "Pembawa Sukacita, yg disukai dan penyabar" Yang ingin saya tanyakan, pada kata Humahana itu saya ambil dari dua suku kata yaitu Huma dan Hana yg memiliki maknanya sendiri, namun apakah kedua kata tsb boleh saya gabungkan spt yg saya maksud diatas? Apakah setelah digabung dapat mengubah maknanya, sementara saya belum menemukan maknanya. Mohon kiranya Ustadz memberikan penjelasan atas pertanyaan ini, saya fakir ilmu yg ingin memberi yg terbaik bagi calon buah hati dimulai dr syariat yg sesuai. Terima kasih Ustadz, wassalamualaikum
Ikhwan (Tangerang)
6 days ago on Ibadah

Masjid di Negara Minoritas Muslim

Assalamualaiku, afwan anna tinggal dinegara yang mana muslim adalah agama minoritas (sekitar 5%), tetapi alhamdulillah dari hotel yang disediakan oleh pihak perusahaan ada masjid (jarak hotel ke masjid -/+ 3,5 Km) setelah beberapa kali kesana untuk sholat jamaah anna melihat ada kuburan di teras samping masjid...pertanyaan anna, apa hukum sholat dimasjid yang ada kuburnya tetapi tidak ada pilihan masjid lain? syukron
Ikhwan (Jakarta)
1 week ago on Keluarga

Menelan Darah Sendiri

Assalamualaikum,saya mau tanya bagaimana bila salah 1 bagian dari tubuh terluka dan kemudian darah nya tertelan apakah itu dosa/haram hukum nya menelan darah sendiri yg baru keluar karena yg saya tahu yg dilarang itu darah yg sudah lama akibat nya terkena kotoran/penyakit/virus. misal seorang anak jari nya terluka dan orang tua mengemut jari anak nya agar anak nya tidak khawatir/mulut berdarah dan darah nya tertelan. bagaimanakah hukum tersebut apakah dilarang/diperbolehkan hanya darah yg baru keluar dari tubuh sendiri (darah baru bukan darah dari penyakit ditubuh seperti koreng yg dibuka dengan sengaja). kemudian bagaimana bila jari anak terluka dan dia dengan sengaja menelan darah nya sendiri yg baru terluka tersebut?
Akhwat (Bandung)
1 week ago on Fiqih

Menjauhi orang yang dekat dengan kita karena berniat butuk

Saya dekat dengan seorang guru, saya menganggapnya hanya sebatas guru, tapi guru tersebut menganggap saya lain dan berniat buruk pada saya, apa yang harus saya lakukan? Saya ingin menjauh dari beliau karena sudah sangat keterlaluan, dan umur beliau sama dengan umur ayah saya , beliau pun sudah memiliki istri, saya hrus bagai mana, boleh kah saya menjauh? Jika menjauh itu artinya memutus silaturahmi, apa dibolehkan?
Ikhwan (Bandung)
1 week ago on Ibadah

Taubat dari Tabrak Lari

Assalamu ‘alaikum saya pernah melakukan tabrak lari sewaktu masa kuliah dan pada saat itu saya melarikan diri karena ketakutan, sekarang saat saya sudah mengenal sunnah saya ingin sekali meminta maaf kepada orang yg saya tabrak. tapi kondisi nya saya tidak mengetahui orang itu berada dimana. apa yang harus saya lakukan sekarang ? mohon nasehatnya. Wassalamu ‘alaikum
Ikhwan (Bekasi)
1 week ago on Fiqih

Mencari ridho dan wajah allah

Assalamualaikum Ustadz apakah yang dimaksud mencari ridho allah dan menghalap wajah allah?
Akhwat (Jakarta)
1 week ago on Keluarga

Hukum pembagian warisan perempuan dan laki-laki

Assalamualaikum pak ustad ,sy ingin tanya bapak sy mempunyai 4 saudara yg ke empat kakaknya perempuan,hanya Bpk sy saja laki'.7th lalu bapak saya butuh uang dan diberikan oleh kakak no 3nya sebesar 7juta dan dibilang kalau itu warisan.sedangkan pd saat itu belum ada pembagian warisan secara sah.dan pada tahun ini ada pembagian warisan,tetapi bapak saya tidak diikutsertakan pada saat pembagian, dan bapak saya pun tidak tau berapa banyak pembagiannya,seperti apa pembagian hukum islamnya.Kaka bapak saya yg memberikan uang 7jt itu bilang katanya bapak saya sudah dikasih 7jt dan itu di claim sbg warisan.sdngkan pd saat itu blm ada pembagian secara sah,dan besaran tanahnya pun besar sekitar kurang lebih 500m.dan jg kakak Bpk saya yg satu nya sudah membangun rumah saja tanpa pemberitahuan k bpk saya.dan bpk sy tdk di kasihtau apapun.kalau begitu kasusnya yang benar secara hukum islam pembagian nya bagaimana ya pak ustad?dan yg uang 7jt yg Bpk sy terima dr kakaknya apa bisa itu diclaim sbg warisan?padahal pd saat itu blm ada pembagian secara sah.dan yang sebenarnya pembagian warisan haknya perempuan dan haknyalaki-laki seperti apa? Sy mohon jawabannya,terimakasih pak ustad Was sam aku alaikum Wrb.
Ikhwan (padangsidimpuan)
1 week ago on Aqidah

memasukkan anak ke rumah alquran

Assalamualaikum bolehkan memasuk anak kita kerumah tahsin&tahfidz yg pengasuhnya bukan bermanhaj salaf?
Akhwat (Sulawesi)
1 week ago on Keluarga

Hubungan suami dan istri

Assalamualaikum Saya seorang wanita, setahun lalu saya kenal dengan seorang pria tapi dia sudah menikah. Dia mencintai saya, dan sayapun begitu. Dia ingin serius dengan saya dan sayapun menyuruh dia untuk datag ke kedua orangtuaku tapi orangtuaku tidak setuju karena mereka tidak ingin saya dijadikan istri kedua. Lalu si pria ini menyuruhku menunggu untuk proses perceraiannya dengan istrinya. Saya bertanya, apakah penyebab dia bercerai karena saya? Dan dia menjawab saya mencintaimu tapi bukan kamu penyebab saya ingin bercerai. Sayapun bertanya kenapa dia ingin bercerai, diapun menjawab kalau alasan dia bercerai karena istrinya tidak pernah mendengar jika dinasehati, selalu menolak jika diajak berhubungan biologis, dan sering membangkang. Pertanyaan saya, apakah salah jika saya menunggu dia sampai dia bercerai? Apakah setelah bercerai dan lelaki ini menikah dengan saya, pernikahan saya akan diberkahi oleh Allah Swt? Mohon jawabannya.
Akhwat (Kebumen)
1 week ago on Fiqih

Makna Hadits Tentang Alamat Hari Kiamat

Salah satu hadis dari Bukhari dan Muslim yang menyatakan mengenai tanda hari kiamat yang diantaranya adalah “apabila Anda mengetahui orang-orang yang tak beralas kaki, telanjang, tuli dan bisu, menjadi raja-raja (penguasa) di dunia; apabila para penggembala binatang unjuk dalam persaingan mempertinggi (memperbesar dan bermegah-megahan) bangunan (rumah-rumah) mereka. Apakah maksud dari kedua tanda tersebut?
Akhwat (Jakarta )
1 week ago on Keluarga

Pernikahan Adat Jawa

Assalamualaikum ustad, Sy seorang wanita usia 22th, sy adalah anak pertama, orang tua sy masih lengkap, dan sy keturunan dr jawa. sy memiliki niat untuk menikah dengan seorang pria pilihan sy. Dia adalah anak ketiga dan anak dr seorang duda, karna ibu nya sudah lama meninggal. Dan dia dr keturunan Aceh. Tp semua rencana kami terhalang dg ada nya adat istiadat dr jawa yg melarang pernikahan anak pertama dengan anak ketiga dan pernikahan dg anak dr seorang duda. Karna jika dilanggar akan terjadi sesuatu yg tidak diinginkan pd keluarga kami atau pd kami sendiri. Jujur saat ini sy bingung. Entah ingin bertanya pd siapa. Apa yg harus sy lakukan. Dan apakah semua adat jawa itu benar? Mohon bantuan untuk nasihat nya. Terimakasih ustad Wassalamualaikum. Wr. Wb
Akhwat (Siantar)
1 week ago on Keluarga

Menolak Calon Suami dari Orang Tua karena tujuannya agar terlepas dari manhaj Salaf

Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh Ustadz.. Ustadz saya sangat mohon nasehatnya, saya khawatir apabila saya salah mengambil keputusan malah menjadi durhaka kepada orangtua saya.. Saya punya teman kuliah (ikhwan) dan kami kenal baik sehingga orangtua kamipun saling mengenal. Kemarin orangtuanya bertanya kepada ayah saya untuk menanyakan kepada saya apakah saya mau apa tidak dengan anaknya (teman saya) untuk di lamar. Lalu orang tua saya menanyakan kepada saya dan saya meminta waktu untuk memikirkannya terlebih dahulu. Jujur saja ustadz, saya tidak tertarik dengan teman saya tsb, saya hanya menganggapnya teman tanpa pernah ada rasa sedikitpun padanya dari dulu. Saya sudah istikharah dan hati saya semakin kuat untuk menolak ikhwan tsb. Sebenarnya selain saya tidak tertarik pada orangnya, ada hal lain yg membuat saya menolaknya: 1. Dia belum mengenal manhaj salaf , dan selama kenal dan berinteraksi dgn nya ketika kuliah dahulu dilihat dari agamanya masih kurang, masih sering berbaur dengan non-mahrom. kalau saya lihat dari postingan sosial medianya juga masih yang suka have fun dan tidak ada menunjukkan kalau dia sering ke kajian. saya berharap menikah dengan seorang yang sudah mengenal manhaj salaf sehingga bisa sama-sama belajar nantinya. saya menyadari keterbatasan saya dalam istiqomah, jadi apabila bukan yang berasal dari manhaj salaf, dan harus saya yang mengajaknya , saya rasa saya belum mampu, khawatir saya malah jadi terikut. saya tidak mau membuat PR ustadz. 2. Dia bekerja di bpjs ketenagakerjaan, apakah ini diperbolehkan ustadz? 3. Sptnya orangtua saya ada misi untuk menjauhkan saya dari "manhaj salaf", karena ada saudara saya yang berpemahaman aneh mengatakan kpd ayah saya bahwa "salafi itu sesat", shingga orangtua saya sengaja menikahkan dgn teman saya tsb dgn tujuan agak saya tidak begitu ekstrim lagi (terlalu mengikuti sunnah). ayah saya mengatakan begini " baguslah sama si A (teman saya) yang gak gitu kuat agamanya, biar dia (saya) gak terlalu ekstrem". Orangtua saya memang kurang dalam pemahaman agama malah cenderung liberal, krn seringnya menonton acara di televisi kita skrg ini. Dengan pertimbangan tersebut, akhirnya saya mengikuti kata hati saya untuk menolak. Orangtua saya kecewa bahkan ayah saya mengatakan beliau tidak mau tau lagi dgn urusan saya. Saya ingin menikah untk ibadah bukan krn paksaan orangtua. Apabila dengan alasan" yang saya paparkan di atas, salahkah saya dalam mengambil keputusan ini? Mohon nasehatnya ustadz.. Jazakillahu Khairan..

PANDUAN MEMBUAT PERTANYAAN

  1. Ini adalah halaman untuk input pertanyaan seputar Islam.
  2. Jangan mem-posting pertanyaan di halaman forum.
  3. Sebelum posting pertanyaan gunakan fasilitas pencarian (search) di halaman berikut terlebih dahulu untuk memastikan pertanyaan Anda belum pernah diposting sebelumnya oleh user lain:
  4. Pilih kategori pertanyaan sesuai dengan tema pertanyaan.
  5. Gunakan kalimat yang jelas agar team redaksi SalamDakwah mudah memahami pertanyaan dan dapat memberikan jawaban sesuai yang diinginkan.
  6. Pertanyaan yang telah dijawab akan ditampilkan di halaman Tanya Ustadz.
  7. Semua pertanyaan Anda baik yang telah atau belum dijawab bisa dilihat di halaman Pertanyaan Saya (Klik nama Anda setelah login di menu paling kanan di menu bar)
  8. Pertanyaan akan dijawab oleh team redaksi SalamDakwah sekitar 1 - 7 hari.
  9. Demi alasan kehati-hatian tidak semua pertanyaan akan dijawab. Hanya pertanyaan yang telah ada fatwa dari ulama' yang akan dijawab.
© 2017 - Www.SalamDakwah.Com