SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:
Akhwat
3 months ago on Ibadah

Siapa Yang Menanggung Zakat Fitrahnya

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Ibu saya bekerja, sementara ayah saya tidak. Saya merupakan anak yang masih di bawah tanggungan orang tua. Dan saya mempunyai seorang kakak perempuan yang sedang menunggu tawaran kerja. Pada saat membayar zakat fitri, siapakah diantara orang tua saya yang wajib menanggung zakat untuk diri mereka. Dan Apakah kakak saya yang masih menunggu tawaran kerja itu zakat fitrinya ditanggung oleh orang tua kami atau dia keluarkan nya sendiri? Dengan catatan bahwa sebelum ini kakak perempuan saya sudah pernah bekerja tetapi dia berhenti dari pekerjaannya tersebut
Akhwat
3 months ago on Ibadah

Buang Angin Yang Mengganggu Diri Dalam Ibadah

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Disini ada 2 pertanyaan: 1. Seseorang jika keluar angin dari duburnya, namun tidak ada bau dan bunyi Apakah batal? 2. Saya sering merasa buang angin ketika hendak shalat. Padahal tadinya sebelum shalat, tidak merasakan apa-apa tapi pas ketika berwudhu' apalagi kalau sudah berdiri di tempat shalat pasti merasa buang angin. Terkadang kalau tidak dipedulikan, anginnya akan keluar sedikit. Tapi kalau saya berhenti shalat dan mengulangi wudhu', tetap saya akan merasakan hal yang sama. Lalu angin yang keluar tadi Apakah itu termasuk udzur buat saya?
Ikhwan (bandung)
3 months ago on Aqidah

Apakah Memberitahu Orang Tua Terkait Kesalahan Masa Lalu DIperbolehkan

Assalamualaikum. saya pria, saya punya pacar dan kita sudah berkomitmen mau menikah.. tapi dalam waktu pacaran tersebut saya sudah pernah zinah sama dia beberapa kali.. yang mau saya tanyakan: 1. apakah boleh jujur kepada orang tua sendiri kalo pernah berzinah? tujuan saya jujur kepada ibu atau orang tua, supaya orang tua saya tau dan bisa memaafkan dan membimbing saya juga tad.. saya pernah baca kalo dosa seorang anak yamg belum menikah itu masi ditanggung kedua orangtua nya.. dan saya sekalian minta restu buat niat kelancaran pernikahan nya juga tad 2. saya sudah beberapa kali berencana mau mempertemukan ke 2 orang tua saya ke orang tua calon saya sekalian silaturahmi dan menyatakan kalo saya memang serius sama calon saya.. tapi selalu ada hambatan yang sampe sekarang belum sempat ketemu .. apakah itu ssebuah peringatan dari dari dosa zinah kita juga? 3. kita sama sama sudah kerja dan berpendapatan cukup. tetapi selalu aja godaan yang bikin kita jadi berhutang tad.. kita malah jadi sering gali lobang tutup lobang juga dan selalu merasa kurang.. selalu aja ada yang harus dibayar tanpa kita sadari terus menerus .. yang sudah direncanain buat nabung modal nikah malah sampe sekarang masih belum ada tad. apakah itu juga merupakan akibat dari dosa besar itu tad? 4. apakah boleh berhutang untuk biaya pernikahan? soalnya kita sudah sama sama sadar, kalo terlalu lama malah terus terusan bakal terulang.. kita ptuskan untuk cepat menikah saja dengan cara berhutang ke bank . mohon maaf minta solusi dan jalan keluarnya tad. wassalamualaikum
Akhwat (Pasuruan)
3 months ago on Keluarga

Menyukai Laki-Laki Yang Telah Beristri

Assalamualaikum Singkatnya saya mengagumi seorang ustadz yang insyaAllah hafal al qur'an dan bagus imannya, jujur saya sangat kagum dengan ilmu dan ketaatannya dalam beribadah. Tapi sayangnya si ustadz ini sudah memiliki istri yang insyaAllah sepadan dengan dia dalam hal ilmu dan ketaatan dalam ibadahnya, mereka memang menikah muda dan sekarang umur pernikahannya kira2 3 tahun serta belum dikarunia i anak. Saya sadar yang saya rasakan ini tidak benar, tapi sudah banyak cara saya lakukan. Mulai dari menyibukkan diri dalam beribadah, datang ke kajian2, dan meminta saran dan solusi kepada beberapa ustadz dan ustadzah, sampai2 sehari penuh saya tidak mengingat dia sama sekali. Tapi saya secara sekelebatan teringat dia setiap saya mau tidur, saya selalu alihkan tapi perasaan itu malah tak kunjung pergi. Justru semakin membesar dan membesar, setiap kali saya mengingat dia saya selalu alihkan setiap saya bertemu dia saya selalu palingkan muka saya terus2 an berdzikir tanpa henti agar saya tidak teringat dia, bahkan saya hampir tiap hari berpuasa sebelum ramadhan, saya juga memblokir akun sosmednya agar saya tidak stalking lagi, semua hal sudah saya lakukan, Setiap selesai sholat sunnah maupun fardhu saya juga selipkan doa agar Allah memberi saya solusi untuk menghadapi perasaan ini, agar rasa cinta saya ini tidak dilaknat dan mendapat murka dari ALLAH SWT. tapi selalu saja sesaat sebelum tidur saya terus2 an teringat dia dan sekali saya ingat saya akan susah lupa lagi. Jadi istilahnya saya seolah2 terus2 an berlari dr perasaan saya sendiri, sudah banyak masukan2 dr ustadz ustadzah yg saya lakukan tp itu hanya bekerja di siang hari saat saya beraktivitas saja, saya mohon bantuannya barangkali ada saran dan solusi yang mungkin bisa membuat saya mudah untuk melupakan ustadz tersebut. Dan, saya juga sekalian tanya 'salahkan perasaan saya ini? Walaupun segala usaha telah saya lakukan apa saya tetap salah karna memiliki perasaan ini?' Dan jika salah, bagaimana cara mengatasinya? Terimakasih, wassalamualaikum
Akhwat
3 months ago on Ibadah

Shalat Dalam Keadaan Basah Kuyup

Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh Bismillah Saya ijin bertanya, diperbolehkankah shalat dalam keadaan basah kuyup? Waktu itu sedang ada kuliah, sengaja datang agak awal soalnya jarak antara rumah dan kampus lumayan jauh dan sekalian mau shalat di kampus. Dan ternyata di tengah" perjalanan hujan turun deras dan tidak membawa jas hujan shg mau tidak mau saya terus terjang soalnya waktu sudah mepet. Mau ganti bajupun juga tidak memungkinkan karena jarak rumah yang terlampau jauh.. Bagaimana menyikapi hal yang demikian?? Jazakumullahu khair
Akhwat (Kediri)
3 months ago on Keluarga

Apakah Kakek Tiri Termasuk Mahram?

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Bismillah Ustad saya ijin bertanya saya memiliki kakek tapi beliau bukan ayah asli dari ayah saya dalam arti kakek tiri. Apakah beliau (kakek tiri) itu termasuk mahram bagi saya?
Akhwat
3 months ago on Ibadah

Gigit Kuku Saat Puasa

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Apakah seseorang yang menggigit kuku saat puasa bisa membatalkan puasanya. Dengan catatan bahwa kukunya tidak sampai ditelan. Terkadang juga ada sebagian orang yang suka menggigit kulit di sekitar bibirnya, namun setelah itu dia keluarkan apakah puasanya batal
Akhwat (Semarang)
3 months ago on Keluarga

Jika Suami Ejakulasi Dini

Assalamu'alaikum warrohmatullahi wabarokatuh ustadz.. Mohon maaf sebelumnya jika pertanyaaan saya ini agak vulgar ustadz. Jika seorang suami sakit ejakulasi dini itu artinya suami hanya meminta kepuasan batin diri sendiri tanpa memikirkan bagaimana perassan istrinya..dalam hukum islam bagaimana ustadz? bukankah itu suatu ketidakadilan dalam hubungan rumah tangga, sebuah sikap egois seorang suami terhadap istri? Istri merasa tersiksa dalam kehidupan keluarga, tetapi tidak bisa mencari kepuasan diluar karena dosa..bagaimana hukum islam menyikapi masalah ini ustadz, sedangkan istri sudah berusaha menasehati suami baik2 masalah ini, mmberikan jalan solusi2 dengan cara apa supaya sembuh dari ejakulasi dini tadi, dan suami tidak mau mendengarkan dan tidak mau tahu ustadz.. kenapa seolah posisi suami itu menjadi raja yang harus sembah biarpun dalam kehidupan sex, ekonomi dan sebagainya tidak bisa memenuhi terhadap istri ya ustadz,,bagaimana islam enyikapi ketidak adilan ini?..moohon jawabannya
Akhwat (Jakarta)
3 months ago on Keluarga

Bila Orang Tua Bermuamalah Dengan Tidak Baik Kepada Anak

Assalamualaikum wr. wb. Bismillahirrohmanirrohim Ustad, belakangan ini ada yang sangat mengganjal dihati saya dan beban pikiran dikepala saya menghadapi sikap kedua orang tua saya terutama ibu saya. Semua yg saya lakukan selalu salah, padahal selama ini saya yang selalu siap siaga membantu mereka dan adik2 saya. Sejak keadaan saya yang jatuh/tidak punya uang sikap mereka terhadap saya sangat berbeda dibandingkan ketika keadaan saya sedang makmur. Mereka tidak percaya dgn saya terutama soal keuangan. Seperti halnya baru saja terjadi Ibu saya, menuduh saya mengelabui adik saya dgn meminta uang utk beli obat padahal obat gratis. Padahal hal itu sama sekali tidak benar dan itu rasanya sakit sekali buat saya. Saya sudah terangkan bahwa beliau salah paham bahwa saya dan adik saya hanya bertukar uang cash dengan Transfer rekening karena darurat saya mau TF urusan kerjaan tapi saya sedang antri di TS urus check up bapak saya. Tapi beliau tetap merasa benar dan tidak bersalah, sampai sekarang pun beliau tidak meminta maaf atas kekeliruannya terhadap saya. Padahal beliau pernah minta maaf ke adik saya hanya karena adik saya marah tidak suka sikap ibu saya. Sampai sini saya hanya maklum dan sabar memang tidak pantas org tua meminta maaf walapun mereka salah. Saya memang tidak pernah banyak bicara dan lebih memilih diam dari segala kekecewaan bahkan masalah berat yg saya hadapi. Saya tidka pernah terbuka kalau tidak terpaksa walau seperih apapum saya terima perlakuan mereka dengan diam. Tapi buat saya ibu saya sangat diluar batas. Ketika mereka meminta bantuan keuangan aaya bilang tunggu kalau ada rejeki saya kasih tapi mereka berasumsi kalau saya tidak mau kasih. Sampai makanan dirumah di umpet2in dari saya dan anak saya. Kunci motor bapak saya yg biasa saya pakai diumpetin dari saya utk berangkat kerja. Padahal saya saat ini sangat butuh dukungan dari mereka krn saya sedang bangkit dari kebangkrutan. Apalagi saya hanya seorang diri mencari uang utk anak saya yg akan kuliah, karena mantan suami sudah meninggal 3 tahun lalu. Bapak saya terprovokasi dgn omongan ibu saya, bahkan ibu saya bercerita hal ini kpd semua adik kandung dan ipar saya. Sampai akhirnya saya tidak tahan dgn keadaan ketika saya meminta sedikit deterjen utk cuci baju tapi disuruh beli oleh ibu saya dan saya anak saya ditegur karena kami memutuskan beli makan diluar drpd kami makan dirumah tp tdk diijinkan. Tp semua itu kami disalahkan lahi. Walhasil Saya whatsapp bapak saya, apa yg mereka inginkan dari kami sampai kami merasa tidak diberlakukan adil. Padahal 3x masuk RS karena jantung, saya yang urus dan menjaga Bapak saya seorang diri, karena adik2 saya beralasan abcd ketika saya minta digantikan jaga di RS. Dengan keterbatasan dana juga saya bolak balik urus bapak di RS sampai saya harus berhutang utk kebutuhan ke RS, kebutuhan anak saya dirumah. Ibu saya mengetahui semua itu dan menyadarinya. Tapi setelah plg dari RS ketika saya tidak punya uang utk kebutuhan mereka itulah mereka berubah. Hubungan saya dengan Ibu memang tidak baik dari dulu, dari saya menikah dan memutuskan ikut suami ngontrak dan mandiri. Saat ini saya tinggal bersama mereka karena saya sedang merintia usaha dan sering meninggalkan anak saya. Tapi sikap mereka antara saya dan adik2 saya yang tidak serumah sangat jauh berbeda. Mereka sangat bangga dan mengharhai ketiga adik saya walaupun maaf apa ug dilakukan adik saya tidak sebesar bentuk perhatian saya kepada kedua ortu saya. Sekecil apapun yg adik2 saya lakukan selalu dibanggakan didepan saya dan anak saya. Anak saya pun kadang bercerita kekecewaan terhadap kakek dan neneknya yg pilih kasih dgn cucu2 yg lainnya yg selalu mereka banggakan dan bandingkan dgn anak saya. Karena keadaan yg tidak lagi sehat menurut saya dan bahkan hubungan saya dgn ortu tidak semakin membaik, apakah saya salah ustad bila saya lebih bersikap diam saja utk menghindari ribut dgn ibu saya demi menghindari bentrok dan amarahnya? Dan apakah saya salah jika dalam waktu dekat ini saya dan anak saya memilih pindah utk ngontrak utk mandiri dan menghindari diri kami dari rasa iri bahkan benci dgn sikap mereka yg tdk adil? Sebenarnya hati kecil saya tdk tega ustad utk meninggalkan mereka apalagi keadaan bapak sy sdh sakit2an. Saya berpikir dengan adanya saya sedikitnya saya bisa sedikit membantu tenaga dan siaga ketika bapak saya anfal. Pertimbangan lainnya krn adik2 saya yg susah sekali dimintai tolong ketika orang tua sakit. Tolong kasih saya saran ustad apa yg harus saya lakukan sekarang? Jujur saya tdk tahan apalagi kemarin bapak sy anfal, ibu saya memilih meminta tolong tetangga drpd saya. Intinya saya pindah krn ingin menghindari kemungkinan saya bentrok dgn Ibu. Terimakasih ustad semoga Allah memberikan kesehatan utk ustad dan membalas kebaikam ustad dgn membantu saya. Wassalamualaikum wr.wb.
Ikhwan (bekasi)
3 months ago on Keluarga

Memberi Izin Istri Berangkat Umroh Tanpa Mahrom

assalamu alaikum uztad, pertanyaan saya , apakah boleh saya mengijinkan istri utk pergi umroh tanpa saya? walaupun saya memberi ijin?
Akhwat
3 months ago on Ibadah

Air Wudhu' Yang Tertelan Setelah Berwudhu Pada Bulan Puasa

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Bagaimanakah jika seseorang ketika berwudhu' pada saat berkumur kumur tidak sengaja menelan air kumurnya tadi ke dalam tenggorokannya, Apakah dia wajib mengqadha' puasanya tadi?
Akhwat (Bandung)
3 months ago on Ibadah

Masturbasi Saat Berpuasa Apakah Ada Kafarahnya

Assalamuaikum, izin bertanya ustad saya memasukan jari kedalam kemaluan tapi saya benar-benar lupa dan tidak tahu kalau itu akan membatalkan puasa. yang kedua saya memasukan jari kedalam kemaluan dalam posisi tahu karena saya diperintah pacar. 2 hari berikutnya berturut-turut saya dengan sengaja masturbrasi sampai keluar cairan dari vagina saya. lalu berapa banyak karafat yang harus saya lakukan untuk menggantinya? dan apabila dalam keadaan tidak berpuasa (membatalkannya terlebih dahulu dengan minum) apakah harus melakukan kafart juga? terimakasih
Akhwat
4 months ago on Ibadah

Taubat Dari Meninggalkan Sholat

assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh seseorang yang meninggalkan shalat karena malas atau sengaja sehingga dia telah kafir maka apa yang harus dia lakukan ketika dia sudah bertaubat Apakah dia harus memperbaharui syahadahnya lagi?
Akhwat (Meruya)
4 months ago on Fiqih

Membayar Zakat Fitrah Orang Lain

Assalamualaikum ustad, Apakah boleh seorang anak laki laki yang sudah menikah membayarkan zakat fitrah untuk kedua orang tua nya dan semua saudara kandung nya? Jazakumullah khairan atas jawabannya
Akhwat
4 months ago on Ibadah

Mengamalkan Surah al-Insyirah Setelah Shalat?

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Baru-baru ini ana mendapatkan informasi dari orang tua ana bahwa beliau menyuruh ana untuk mengamalkan surah al-insyirah setiap kali setelah shalat dan tangannya ditempatkan pada dada. alasannya agar Allah Subhanahu wa Ta'ala melapangkan dada kita. Apakah pengamalan ini ada dalilnya atau ini sebuah perbuatan bid‘ah?

PANDUAN MEMBUAT PERTANYAAN

  1. Ini adalah halaman untuk input pertanyaan seputar Islam.
  2. Jangan mem-posting pertanyaan di halaman forum.
  3. Sebelum posting pertanyaan gunakan fasilitas pencarian (search) di halaman berikut terlebih dahulu untuk memastikan pertanyaan Anda belum pernah diposting sebelumnya oleh user lain:
  4. Pilih kategori pertanyaan sesuai dengan tema pertanyaan.
  5. Gunakan kalimat yang jelas agar team redaksi SalamDakwah mudah memahami pertanyaan dan dapat memberikan jawaban sesuai yang diinginkan.
  6. Pertanyaan yang telah dijawab akan ditampilkan di halaman Tanya Ustadz.
  7. Semua pertanyaan Anda baik yang telah atau belum dijawab bisa dilihat di halaman Pertanyaan Saya (Klik nama Anda setelah login di menu paling kanan di menu bar)
  8. Pertanyaan akan dijawab oleh team redaksi SalamDakwah sekitar 1 - 7 hari.
  9. Demi alasan kehati-hatian tidak semua pertanyaan akan dijawab. Hanya pertanyaan yang telah ada fatwa dari ulama' yang akan dijawab.
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com