SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:
Akhwat (Medan)
1 month ago on Aqidah

Pacar Ingin Mengumbar Aib Sebagai Ancaman

Assalammualaikum wr.wb Pak ustad saya ingin bertanya?? Saya berpacaran dengan pacar saya sudah hampir setahun lebih,Awal2 kami berpacaran aman2 saja.. Hingga suatu hari saya tanpa sadar menyerahkan segala kehormatan saya dengannya... Setelah kejadian itu dia pun langsung berubah kepada saya?? Dia menjadi lebih kasar dan ingin mengancam2 saya jika saya ingin berpisah dengannyaa... Dan yg lebih parahnya lagi?? Setiap dia ingin berhungan saya nolak dia tetap memaksa dan mengeluarkan kata2 yg menyakiti hati saya... Jika saya tidak mau dia tidak membiyarkan saya pulang.. Begitu lah hari2 yg saya rasakan.. Sebenarnya saya sudah tidak tahan dengan semua ini pak ustad,Saya sudah mencoba untuk berubah dan mengajak dia untuk berubah.. Tapi dia lakukan cuman sehari dua hari saja pak ustad selebihnya di ulngin kembali Dia selalu mengumbar kata syg jika sya ingin berpisah dengannya... Jadi apa yg harus saya lakukan pak ustad,Saya sudah tidak sanggup dengan semua ini pak..
Akhwat (cirebon)
1 month ago on Keluarga

Apakah Harus Lanjut Bekerja

Assalamualaikum warokhmatullahi wabarokhatu pak ustadz… Saya ingin mencari pendapat pak ustad tentang permasalahan saya. orang tua saya menyuruh kerja tetapi pekerjaan tersebut tidak membolehkan memakai hijab, saya menolak pekerjaan tersebut karna saya tidak terbiasa tidak memakai hijab dan tidak nyaman, tetapi orang tua saya selalu menyuruh saya untuk tetap bekerja disitu. apa yg harus saya lakukan, mengikuti perintah orang tua apa tetap dengan pendirian saya menolak pekerjaan tersebut? tolong jawabannya pak ustadz wassalamu'allaikum warokhmatullahi wabarokhatu
Ikhwan (Bandumg)
1 month ago on Keluarga

Apakah Harus Akad Lagi?

Assalamualaikum wr wb Pak ustadz, saya bru menikah bbrpa bulan yg lalu. Suatu hari kmrn, saya dan istrk bertengkar, tersebut kata2 dr istri saya bahwa tidak mau disentuh lg oleh saya (suaminya). Apakah hal tersebut sama seperti talak? Yg mengharuskan untuk melakukan akad nikah lagi agar tidak dianggap berzina? Mohon pencerahan nya pak ustadz. Wassalamualaikum wr wb
Akhwat (Tasikmalaya)
1 month ago on Riba

Apakah Saya Harus Keluar Dari Pekerjaan Yang Sekarang?

Assalamualaikum ustad, terimakasih sudah menjawab pertanyaan saya sebelumnya mengenai bekerja di koperasi sismpan pinjam. Saya mau tanya lagi, apakah saya harus keluar dari pekerjaan ini ustad? Untuk sistem dari pencairan uang disini memang ada akad yang di tandatangani oleh kedua belah pihak. Saya disini bekerja sebagai staff administrasinya, apakah pekerjaan ini juga termasuk pekerjaan riba ustad? mohon bantuannya, yang saya rasakan selama bekerja disini sangat berat, kadang ingin menangis, kenapa saya tidaj bisa bersyukur dengan apa yang saya dapat sekarang. Dulu saya sangat menginginkan pekerjaan, tapi sekarang yang saya dapat adalah ini. Saya bersyukur, tapi apakah tidak apa apa saya bekerja disini? Atau Allah sedang menguji iman saya dengan pendapatan yang besar dipekerjaan ini, apakah saya bisa melepasnya ? Terimakasih, Wasalamualaikum wr. wb..
Ikhwan (Palembang)
1 month ago on Riba

Meminjamkan Uang Dengan Bahasa "Tanam Modal"

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh .... Ustadz Teman saya punya usaha yang sudah berjalan. Dia mendatangi saya untuk meminjam uang dengan alasan/tujuan untuk mengembangkan usahanya tersebut. Bahasanya adalah saya diajak "menanam modal" pada usahanya untuk jangka waktu 6 bulan (ada kemungkinan berlanjut). Dia menjanjikan bagi hasil 15% perbulan. Saya jadi bingung menyikapi hal ini. Jika teman saya itu meminjam uangnya hanya untuk 1-2 bulan, tentunya saya tidak merasa berat dan pasti akan saya tolak jika nanti dikembalikan lebih (karena saya anggap pinjaman biasa). Namun untuk jangka waktu 6 bulan (kemungkinan bisa berlanjut), tentunya saya merasa berat jika hanya sekedar meminjamkan uang, apalagi ini (menurut dia) untuk tujuan mengembangkan usahanya agar mendapatkan laba/hasil lebih besar dari sebelumnya.. Dalam hal ini : Jika saya setuju meminjamkan uang dengan bahasa "menanam modal" tapi dengan mensyaratkan (bersepakat) bahwa modal saya harus kembali utuh (setelah 6 bulan) dan setuju menerima bagi hasil 15% per bulan (sesuai janji/kesepakatan) tanpa melihat apakah usaha teman saya itu untung atau rugi, apakah ini diperbolehkan (bukan RIBA) ? Mohon penjelasannya. Tks.
Akhwat (Denpasar)
1 month ago on Keluarga

Apakah harus berhenti bekerja

Assalamualaikum ustad, saya mau bertanya ustad apakah saya harus berhenti bekerja sesuai anjuran suami sementara kondisi keuangan kami masih sangat parah ( banyak hutang dan hampir semuanya hutang riba ) dan penghasilan suami belum mencukupi. bagaimana saya harus bersikap ustadz ? sedangkan saya masih ingin membantu suami karena jujur saya takut saat saya benar - benar berhenti bekerja keuangan kami makin memburuk.terima kasih ustadz..wassalamualikum warohmatullohi wabarakatuh
Ikhwan (Jakarta)
1 month ago on Keluarga

Orang Tua Istri Tidak Membolehkan Anaknya Berhenti Bekerja

Assalamualaikum wr wb. Selamat siang, Ijin bertanya, saya adalah seorang PNS disebuah kementerian. Pekerjaan saya ini mewajibkan saya mengikuti aturan mutasi ke seluruh indonesia kapanpun organisasi membutuhkan saya. Dan saya sekarang berada di sebuah kota di kalimantan. Sedangkan anak dan istri saya berada di Jakarta. Saya usahakan paling tidak 1 bulan sekali saya pulang ke jakarta. Seiring berjalannya waktu, saya merasa ada yang aneh dengan kehidupan saya dan keluarga, saya dan istri merasa tidak bahagia, banyak masalah yang timbul dari komunikasi, masalah anak dan tentu masalah ranjang. Akhirnya saya dan istri berdiskusi panjang lebar, kebetulan istri bekerja di sebuah bank bumn konvensional. Arah diskusi kita adalah bagaimana kita hidup bahagia bersama dan istri saya keluar dari pekerjaannya. Ternyata kita sepakat bahwa pekerjaan istri yang skr adalah riba (sebenarnya diskusi riba ini sudah lama kami diskusikan akan tetapi baru skr kami serius diskusi terkait ini) Akhirnya kami berdua memutuskan bahwa istri saya akan keluar dari bank tersebut dan akan ikut saya ke Kalimantan. Disana kami akan menata hidup dan juga akan membangun usaha berjualan yang sebelumnya pernah kita tekuni (berhenti berjualan karena kesibukan kerja masing-masing) kita akan hidup bahagia bersama. Akan tetapi istri saya memberi syarat agar saya minta ijin kepada orang tua kami. Saya sendiri langsung menjumpai ke orang tua kami. Pertama saya ijin kepada orang tua saya, dan alhamdulillah mereka mengijinkan. Kedua saya ijin ke mertua (orang tua istri) ternyata bapak mertua bersikeras tidak mengijinkan. Banyak sekali sumpah serapah yang dia ucapkan dari kami tidak akan diaku anak, jika keluar dari bank tsb, akan mempercepat kematian beliau, saya yang akan jatuh miskin, saya yang akan menceraikan istri apabila tetap keluar dll. dalam benak saya, saya tau yang dia ucapkan adalah bentuk dari kekhawatirannya apabila istri saya keluar kerja dan kondisi ekonomi kita akan berantakan. dan mungkin juga karena beliau sudah susah payah berjuang membiayai istri saya sekolah sampai jenjang perguruan tinggi. kebetulan beliau bekerja sendiri dan ibu mertua saya hanya sebagai ibu rumah tangga. tapi mungkin beliau tidak paham bahwa kebahagiaan itu bukan cuma materi, dan saya sudah yakinkan kepada beliau bahwa Insyaallah materi yang saya hasilkan cukup dan bahkan lebih untuk kehidupan dan cita cita kami ke depan, akan tetapi tetap saja beliau melarang. Yang saya tanyakan adalah; 1. Apakah mertua masih bisa mengatur istri saya? masih punya hak kah beliau? Sedangkan kepala rumah tangga adalah saya. 2. Apakah jika istri saya keluar dari Bank tersebut dengan tujuan hidup bahagia bersama saya dan tujuan lain adalah menjauhi riba, kemudian sikap mertua kami masih seperti itu, dapatkah istri saya dikatakan/termasuk golongan anak durhaka kepada orang tua? 3. Apa yang seharusnya saya lakukan? dengan kondisi saya dan istri saya yang sudah tidak bahagia seperti ini. Terimakasih Mohon bantuannya. Wassalamualaikum wr wb.
Akhwat (Lampung)
2 months ago on Keluarga

Saudara Kandung Kakek Atau Nenek Apakah Mahram?

Asalamualaikum ustad mohon bertanya Apakah saudara kandung nenek dan kakek termasuk mahram?
Akhwat (Tasikmalaya)
2 months ago on Riba

Bekerja di Koperasi Simpan Pinjam

Assalamualaikum ustad, saya mau tanya. Saat ini saya sedang bekerja di Koperasi yang katanya berbasis syariah. Awalnya saya hanya iseng2 diajak teman untuk ikut interview di koperasi ini. Alhamdulilah saya lolos, tapi teman saya tidak. Saya agak ragu ustad, dari awal emang setengah hati kerja disini tuh. Bukan saya tidak bersyukur dengan apa yang saya dapat sekarang. Setelah pekerjaan terakhir saya di tahun 2017 akhir saya menganggur, kesulitan sekali mendapat pekerjaan lagi selama 1 tahun 7 bulan dan alhamdulilah saya sekarang bisa mendapat penghasilan lagi dari pekerjaan ini. Saya ragu ustad, ini sebenarnya ujian dari Allah atau saya harus mencoba survive demi bisa mencapai jabatan yang saya inginkan di pekerjaan sekarang ini. Tiap harinya saya suka berbeda beda perasaan, kadang semangat bekerja kadang males. Ditambah rekan kerja yang kadang kadang suka bikin mood saya jelek. Maaf yah ustad jadi curhat banyak, mungkin bisa ada hubungannya dengan pertanyaan yang akan saya tanyakan sekarang. Apakah pekerjaan ini riba ustad? Koperasi simpan pinjam dengan bunga menurun disetiap pinjamannya. Tapi di setiap pencairan selalu ada akad yang diucapkan antara petugas dan anggota yang meminjam. Mohon bantuannya ustad. Terimakasih.. Wassalamualaikum Wr. Wb..
Ikhwan (Sidoarjo)
2 months ago on Keluarga

LDR Dengan Istri Setelah Melahirkan

Assalamualaikum Istri saya baru melahirkan dan memutuskan untuk tinggal bersama orang tua nya selama 7 bulan. Selama itu saya dan istri saya LDR an masih 2bulan berjalan. Saat Istri saya memutuskan tinggal selama 7bulan itu tanpa meminta pendapat pada saya(suami). Saya(suami) masih berat hati kalao sampai 7 bulan kita LDR an. Mohon pencerahannya,..
Akhwat
2 months ago on Ibadah

Bergerak Dalam Shalat Karena Mukena

Bismillah.. disaat shalat, pd saat hendak turun sujud, seringkali mukena menghalangi wajah ana drpd terkena pd sajadah. Jadi ana terpaksa setiap kali ketika hendak turun sujud, harus membenarkan mukena pada setiap rakaat. Kalau tidak, wajah ana akan tertutup oleh mukena tadi. Begitu juga setiap kali hendak ruku', ana harus membenarkan mukena supaya ana bisa meluruskan tulang-tulang badan, kalau tidak dibenarkan kainnya, maka tulang-tulang ana tidak bisa lurus. Mohon pencerahannya. Jazakallahu khairan
Ikhwan (duri - riau)
2 months ago on Fiqih

Mendengar Audio Kajian Sambil Bekerja di Kantor

bismillah, ustadz ana saat ini bekerja sebagai admin dari jam 7 sampai jam 4 sore dan ana vekerja 8 jam di depan komputer. apakah boleh ana bekerja sambil menggunakan headset dr handphone mendengarkan audio kajian ?
Ikhwan (Serang)
2 months ago on Ibadah

Puasa Ketika Disertai Dengan Maksiat

Bismillah, Ustadz, bagaimana hukumnya puasa yang dibarengi kemungkaran? Kasusnya adalah saya disuruh menjaga toko yang berjualan rokok oleh orang tua, dan saya belum bisa berani menolak pembeli yang datang, namun baru bisa sebatas mengingkari dalam hati. karena di waktu itu saya sedang berpuasa, jadi saya takut ´amalan saya sia-sia
Akhwat (indonesia)
2 months ago on Keluarga

Bolehkah Minta Cerai

Bismillaah Ustadz, ana ingin bertanya, saat ini ana menghadapi permasalahan keluarga, yaitu disebabkan oleh suami yang akhlaknya tidak baik. Kami menikah hampir 5 tahun, dan alhamdulillah telah diberikan 1 anak. Selama pernikahan, sbnrnya ana tersiksa karena akhlak suami sangat tidak baik (sering mencela, riya, ujub, merasa diri paling istimewa, suka merendahkan orang lain, tidak segan memarahi ana di tempat umum atau di depan siapapun, melarang ana bertemu dengan keluarga ana sendiri). Rumah tangga kami bisa dibilang kurang harmonis, dan komunikasi kami kurang baik. Ana telah dijatuhi talak 1/2, tapi suami kadang mengakui kadang tidak. Puncak masalah adalah ketika suami terlibat perselisihan dengan ayah ana, ayah ana memarahi suami, suami tidak terima, sampai berbulan2 kami tidak mengunjungi orang tua saya. Ayah saya sempat datang ke rumah kami untuk meminta maaf, tapi suami tidak mau menemui, malah pergi sebelum ayah datang. Sampai akhirnya ayah ana meninggal, suami tidak datang ke pemakaman ayah ana. Malah suami pergi membawa anak kami ke tempat lain. Beberapa hari setelah itu saat ana masih sangat berduka kehilangan ayah, suami malah memaki2 ana, ana dibilang istri durhaka karena ana tidak izin datang ke pemakaman ayah ana kepada suami (padahal saat itu, suami dan ibunya mengantar ana ke depan rumah duka, tapi suami tidak turun dari mobil malah pergi). Keluarga ana sudah tidak ridho ana masih bersama dengan suami, ana pun sebenarnya sudah tidak bisa melayani suami dengan baik, apakah ana boleh meminta cerai dari suami yang seperti ini ustadz? Ana ada kekhawatiran, jika cerai nanti, anak ana direbut oleh suami karena dia terkadang tidak segan melakukan segala cara untuk mendapatkan tujuannya.
Akhwat (KalTim)
2 months ago on Keluarga

Bahagiakan Ortu Dengan Gitar

Assalamualaikum ustadz/ustadzah. Semoga selalu sehat wal'afiat. Permisi saya mau tanya ya ustadz/ustadzah. Jadi saya ingin bahagiakan ortu saya, bapak saya kali ini. Bapak suka main gitar. Jd saya mau belikan gitar krena bapak sdh ga punya gitar (rusak). Tpi gitar kan haram dalam islam? Jdi gimana? Niat saya kan mau bahagiain ortu. Bukan niat saya supaya ortu main gitar terus sampe lupa sama Allah. Naudzubillah gak sama sekali ga. Kl kasih baju koko dsb untuk keperluan sembahyang, saya sdh prnah kasih. Cuma kali ini saya mau bapak benar2 senang gitu..

PANDUAN MEMBUAT PERTANYAAN

  1. Ini adalah halaman untuk input pertanyaan seputar Islam.
  2. Jangan mem-posting pertanyaan di halaman forum.
  3. Sebelum posting pertanyaan gunakan fasilitas pencarian (search) di halaman berikut terlebih dahulu untuk memastikan pertanyaan Anda belum pernah diposting sebelumnya oleh user lain:
  4. Pilih kategori pertanyaan sesuai dengan tema pertanyaan.
  5. Gunakan kalimat yang jelas agar team redaksi SalamDakwah mudah memahami pertanyaan dan dapat memberikan jawaban sesuai yang diinginkan.
  6. Pertanyaan yang telah dijawab akan ditampilkan di halaman Tanya Ustadz.
  7. Semua pertanyaan Anda baik yang telah atau belum dijawab bisa dilihat di halaman Pertanyaan Saya (Klik nama Anda setelah login di menu paling kanan di menu bar)
  8. Pertanyaan akan dijawab oleh team redaksi SalamDakwah sekitar 1 - 7 hari.
  9. Demi alasan kehati-hatian tidak semua pertanyaan akan dijawab. Hanya pertanyaan yang telah ada fatwa dari ulama' yang akan dijawab.
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com