SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:
Akhwat (Surabaya)
1 month ago on Fiqih

Mengadopsi Anak Tetangga

Assalamualaikum.... Ustadz saya mempunyai rencana untuk mengadopsi anak dari tetangga saya, apakah di perbolehkan akta memakai nama suami saya dan itu hanya sebagai formalitas saja hitam di atas kertas untuk mempermudah urusan dokumen/surat saja tanpa mengubah nasab dia di lingkungan sekitar dan kami sebagai orang tua angkat tidak akan menutup nutupi asal usul dia dan kami akan memberi tahu siapa orang tua kandungnya dari semenjak kecil, apakah di perbolehkan seperti itu ustadz? Terima kasih.. Wassalamu'alaikum...
Akhwat
1 month ago on Keluarga

Suami Tidak Memberi Nafkah Batin

Assalamualaikum Wr Wb Ustad, saya ingin bertanya mengenai apa yg menjadi kerisauan dalam hati saya selama ini. Saya sudah menikah selama satu tahun lebih. Kami berdua masih mahasiswa dan dalam proses mencari pekerjaan. Suami saya tidak mau berhubungan suami istri selama pernikahan ini dengan alasan kami berdua belum mapan dan masih dibiayai orang tua sedangkan jika mempunyai anak kami tidak akan bisa membesarkannya dengan baik. Bagaimanakah sebaiknya saya menyampaikan hal ini kepada suami, sedangkan perkara nafkah batin ini terkadang membuat saya sering meledak dan berunung pertengkaran2. Saya tidak ingin muncul kebencian pada suami dan hal2 buruk lain dalam pernikahan kami.Mohon bimbingannya ustad Wassalamualaikum Wr Wb
Akhwat (Bandung)
2 months ago on Keluarga

Menikah atau Melunasi Hutang Orang Tua?

Bismillaah. Semoga Ustadz dan seluruh kaum muslimin diberikan perlindungan dan keberkahan. 2 tahun kebelakang orang tua saya terlilit hutang riba ke berbagai pihak. Sebelumnya kami tidak mengetahui bahwa hal tersebut merupakan dosa besar. Alhamdulillaah Allah beri hidayah. Saya sdh bekerja dan setiap bulannya membantu untuk membayarkan hutang tersebut disamping kebutuhan rumah tangga lainnya. Semua hutang tersebut sudah tidak berbunga dan pembayarannya pun tidak lagi dikejar-kejar. Karena kami pindah domisili untuk memangkas supaya hutang tersebut tidak bertambah dan bisa mencicil pembayarannya. Bapak sempat di PHK juga, namun Alhamdulillaah sekarang sudah bekerja lagi. Saat ini usia saya sudah 24 tahun, dan saya sudah ada keinginan untuk menikah. Yang menjadi pertanyaan : 1. Apakah saya boleh menikah sedangkan kondisi orang tua masih membutuhkan saya memberikan penghasilan tambahan? Ataukah saya harus menunda keinginan saya untuk menikah, hingga orang tua ringan beban hutangnya. 2. Apakah saya harus menceritakan perihal hutang tersebut kepada keluarga calon pasangan saya? Padahal saya tidak mau hal tersebut memberatkan pihak pasangan dan saya tidak berniat untuk meminta pasangan untuk menanggung beban itu. 3. Apakah diperbolehkan bagi saya untuk bekerja? Sedangkan sebaik2 wanita adalah yang berdiam di rumah mengurus rumah tangga dan anaknya. Mohon nasihatnya Ustadz. Jazaakumullaahu khayran.
Akhwat (Pontianak )
2 months ago on Keluarga

Perjodohan

Assalamualaikum Ustadz saya ingin bertanya, saya telah di jodohkan dengan seorang duda yang sudah pernah 3x menikah seorang yang kaya orang tua saya memaksa untuk menunjang ekonomi yang lebih baik tetapi ustadz saya tidak mencintai nya saya sudah mencoba tetap saja saya tidak bisa mencintai nya bahkan tidak ridha jika dinikah kan dengan nya, lalu ustadz saya sebelumnya telah mempunyai pacar tetapi dia adalah orang baru ingin hijrah , anak muda seumuran saya dan ber tatto dia ingin berubah demi saya dia ingin laser tatto nya bahkan dia mulai sholat dan belajar ngaji serta memperdalam agama? Tetapi orang tua saya tidak setuju sampai kapan pun tidak setuju. Bagaimana ya ustadz saya sangat bingung dengan masalah ini? Bahkan saya berfikir untuk menghakhiri hidup saya karna terlalu banyak tekanan dari orang tua saya . Jalan apa yang harus saya pilih ? Apakah saya harus menikah terpaksa atau saya harus lari menikah dengan orang yang saya cinta?
Akhwat (Jateng)
2 months ago on Keluarga

Suami-Istri Selingkuh

Assalamu'alaikum pak uztad Saya mempunyai seorang teman yg saya sudah angggap seperti kakak saya sendiri, dia sudah menikah sudah memiliki anak, akan tetapi suaminya suka mabuk dan selingkuh. Karna teman saya tidak mendapatkan perhatian dari suaminya maka teman saya juga selingkuh dgn teman lamanya. Tetapi temanya ini juga sudah mempunyai istri dan anak bahkan mereka (teman saya) sudah pernah melakukan hubungan suami istri. Pertanyaan saya bagaimana saya harus menasehati teman saya agar tidak melakukan dosa besar (berzina)? Segala macam cara saya sudah menasehati, saya hanya ingin teman saya tidak melakukn dosa besar karna saya hanya ingi kita bersahabat sampai jannah :'(
Akhwat (Purwokerto)
2 months ago on Ibadah

Mantan Pacar Menyebar Aib

Assalamu'alaikum. Saya mau tanya. Bagaimana cara menghadapi mantan pacar yang telah menyebarkan aib saya sedangkan sekarang saya ingin bertaubat dan ingin jadi org yg lebih baik. Tetapi dia terus mengganggu saya dengan menyebarkan aib saya ke media sosial. Tidak saya gubris perbuatan dia tetapi dia semakin mengganggu saya. Mohon bantuan jawabannya terimakasih. Wassalamu'alaikum
Ikhwan (Bandung)
2 months ago on Fiqih

Menggunakan Trik Untuk Menggunakan Perangkat Lunak Berbayar

Apa hukumnya jika menggunakan perangkat lunak berbayar bukan membajak namun menggunakan "trik". Semisal ada perangkat lunak "A" sistemnya bayar dan ada namanya "untuk edukasi", melalui itulah saya menggunakan sebuah email kampus dan menggunakan perangkat lunak tsb secara gratis. Namun email kampus tsb saya peroleh dengan cara trik bukan email resmi kampus. Bagaimana Ustadz?
Akhwat (bandung)
2 months ago on Keluarga

Suami Memberi Tunjangan Keluarganya

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.. sy pny adik ipar perempuan...skrg dia udah mau kuliah.. ibu mertua sy mau anak perempuannya kuliah...tp untuk biaya kuliah saja tidak ada...malahan ibu mertua sy mengharapkan anak2 nya yg biayain adiknya..kalau bpk mertua sy sudah lama meninggal.. kmrn pas dijalan kita lagi ngobrol soal kuliah suami keceplosan bilang hbs trnsfer uang ke ibu nya sebesar 2jt...wkt sy tanya kapan trnsfernya,qo ga ada blg dr kmrn..ternyata dia trnsfer 3hari yg lalu...dan keesokan harinya suami sy prg ga bawa dompet...krn perasaan sy ngerasa suami sy bohong...sy cek dompetnya..ternyata ada struk atm dgn nilai 3jt...sdgkn kmrn dia blg trnsfer 2jt... untuk uang bulanan sy aja hanya dikasih 500rb...dan suami sy selalu mengeluh ga ada uang..toko dan service hp sepi...tp untuk adiknya 3jt itu ada... pas liat struk atm itu...hati sy sakit dibohongi... pdhl mereka itu 5bersaudara...tp soal uang mertua sy selalu mengeluh ke suami sy..pdhl anak2 nya yg lain punya gaji tetap perbulan nya...sdgkn suami sy hanya buka toko dirumah .. sy bukan hanya 1x liat suami sy bohong soal kirim uang.. sy merasa suami tidak adil sm sy...dia lbh mementingkan ibu dan adiknya dibandingkan sy... ingin mengadu tp sy tidak tau hrs mengadu kpd siapa...hanya menangis yg sy bisa lakukan.. hanya anak lah pengobat rasa sakit hati ini pak ustad...
Akhwat (Indonesia)
2 months ago on Riba

Harta Sumbangan Untuk Bencana

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Dahulu saya pernah mengambil uang yg disalurkan untuk korban bencana alam dalam bentuk sumbangan, saat itu saya masih muda, memiliki ego yang tinggi, dan tidak berpikir panjang. Korban bencana alam pasti ada beberapa di antaranya yang anak yatim, berarti bisa ditarik kesimpulan kalau saya memakan harta anak yatim. Saya sekarang baru sadar akan hal itu. Saya ingin taubat, tapi saya masih memiliki dosa tersebut. Pertanyaannya, bagaimana saya mengembalikan harta yang saya ambil kepada orang yang hak menerimanya tapi saya lupa bencana alam dimana dan saya tidak mengetahui orang yang hartanya saya ambil. Bagaimana saya harus bertaubat, apabila saya saja tidak bisa mengetahui siapa orangnya? Apakah ada cara lain agar taubat saya diterima, karena saya sangat menyesal dan malu akan perbuatan saya. Terima kasih.
Akhwat (duri,riau,indonesia)
2 months ago on Keluarga

suami mengajak tinggal serumah dengan orangtuanya akan tetapi saya berat menerima keputusan itu

assalamu'alaikum ustad, saya wanita berumur 24 tahun baru menikah 7 bulan dan sekarang sedang mengandung anak pertama, awal setelah seminggu selesai resepsi pernikahan saya dan suami langsung pindah kerumah orangtuanya untuk tinggal disana.. itupun hanya sebulan ustad, karena saya rasa kurang nyaman karena mertua selalu nyindir saya dan mencari kesalahan terkadang saya menangis dikamar sendirian, dan akhirnya saya menceritakan kepada suami saya, suami saya bilang ibu saya orang nya memang cerewt tapi hatinya baik.. gak usah di ambil hati.. dan akhirnya saya coba buat sabar.. tapi rasanya kesabaran saya habis.. mertua masih juga mengulangi.. saya cerita lagi ke suami bagaimana kalau kita ngontrak aja, suami jawabannya lama kayak mikir berat.. karena katanya ingin jaga orang tua , orang tuanya sudah tua ustad dan dia anak satusatunya tinggal bersama orangtuanya dan dia tak ingin meninggalkan orangtuanya karena dia hanya 2 bersaudara abangnya sudah berkeluarga juga tinggalnya pun jauh, terus saya bilang kita ngontrak aja untuk mandiri sementara dan akhirnya suami saya mau, walaupun mertua masih tetap nyindir.. 7 bulan saya mengontrak , suami saya berubah lagi untuk ngajak saya pindah kerumah orangtuanya lagi setelah persalinan nanti, jadi bagaimana ustad saya harus memilih yang mana, saya gak mau terulang kedua kalinya, karena selama ini juga saya udah sabar tapi saya takut ustad.. selama kami ngontrak saja mertua masih juga nyindir saya, dan suami juga bilang kasihan ibu nggak ada teman nya dirumah, tapi kita jagain mereka sama sama.. sementara saya ingin mandiri ingin ngurusin anak..??? saya bingung ustad dalam posisi kayak gini apa yang harus saya lakukan ustad ??
Ikhwan (Jakarta)
2 months ago on Fiqih

Wali Nikah Mualaf

Assalamua'laykum, Afwan ustadz, Saya mau menikah dengan wanita islam, pada saat lahir bapaknya belum islam(non muslim), tetapi wanita ini sudah islam ikut ibunya yg islam, pas sdh besar anaknya bapaknya baru masuk islam(sudah lama bertahun2). Yang saya tanyakan bagaimana untuk hukum wali nikahnya ?
Akhwat (Jakarta)
2 months ago on Keluarga

Calon Saya Tidak Disetujui Oleh Keluarga

assalamualaikum..... bagaimana cara menyatukan dua keluarga.... keluarga saya sangat membenci cowok yang dekat dengan saya saat ini karena cowok saya tatoan, penguna aktif salah satu obat2an dan peminum, saya ingin merubahnya agar dia dapat diterima dikuarga saya dan saya ingin merubahnya menjadi lebih baik lagi tetapi.. keluarganya pun tidak setuju dengan saya karena ayah saya sudah berbicara marah2 dengan keluarga... tapi kami ada niatan serius melanjutkan kejenjang pernikahaan.... pertanyaan saya apakah kita boleh menjalankan ibadah menikah dengan restu orang tua?
Ikhwan (Bandung)
2 months ago on Fiqih

ayat alquran dalam konten komedi

Assalamu'alaikum... Permisi Ustadz, saya mau bertanya. Jadi ceritanya saya mau membuat konten dimana disalah satu scenenya ada adegan seseorang seolah olah diruqyah menggunakan ayat kursi. Jadi ceritanya gini, suatu ketika sebuah kelompok kedatangan anggota baru seperti seorang santri, lalu ada anggota bar bar yg ingin menguji ia untuk berkelahi. santri tsb. membaca ayat kursi dan anggota yg tadi seolah olah kepanasan dan kesakitan. setelah adegan itu, si ketua bilang "wah diruqyah" agar penonton tertawa. Apakah konten yang saya buat itu termasuk kedalam mengolok-ngolok ayat al-qur'an (at-taubah 65-66) atau tidak. Saya tidak ingin salah dalam membuat konten. Terima Kasih.
Akhwat (Jatim)
2 months ago on Aqidah

Was Was

Assalamualaikum ustad saya sering sekali merasa was was ,sesuatu terbesit dalam hati lalu saya takut telah murtad kemudian saya bersyahadat,apa setelah itu saya harus mandi wajib? Terimakasih atas jawabannya7
Akhwat (Jakarta)
2 months ago on Riba

Cash back dari Salah Satu Ojek Online

Bismillah Afwan Ustadz ana mau bertanya. Beberapa waktu kemaren, ana melakukan jasa layanan antar ojek dengan salah satu ojek online. ana membayar layanan tersebut dengan uang tunai, tetapi ana dapat promo cash back dan cash back tsb masuk ke dalam dompet virtual di aplikasi ojek online tsb. apakah ana boleh memakai cash back tersebut? Jazaakumullahu Khayran. Barakallahu Fiikum

PANDUAN MEMBUAT PERTANYAAN

  1. Ini adalah halaman untuk input pertanyaan seputar Islam.
  2. Jangan mem-posting pertanyaan di halaman forum.
  3. Sebelum posting pertanyaan gunakan fasilitas pencarian (search) di halaman berikut terlebih dahulu untuk memastikan pertanyaan Anda belum pernah diposting sebelumnya oleh user lain:
  4. Pilih kategori pertanyaan sesuai dengan tema pertanyaan.
  5. Gunakan kalimat yang jelas agar team redaksi SalamDakwah mudah memahami pertanyaan dan dapat memberikan jawaban sesuai yang diinginkan.
  6. Pertanyaan yang telah dijawab akan ditampilkan di halaman Tanya Ustadz.
  7. Semua pertanyaan Anda baik yang telah atau belum dijawab bisa dilihat di halaman Pertanyaan Saya (Klik nama Anda setelah login di menu paling kanan di menu bar)
  8. Pertanyaan akan dijawab oleh team redaksi SalamDakwah sekitar 1 - 7 hari.
  9. Demi alasan kehati-hatian tidak semua pertanyaan akan dijawab. Hanya pertanyaan yang telah ada fatwa dari ulama' yang akan dijawab.
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com