SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:
Ikhwan (Jogja)
2 years ago on Fiqih

Menggambar Hewan Untuk Edukasi Anak

Assalamu'alaikum Ustad. bagaimana hukumnya menggambar hewan dengan tujuan mengedukasi anak. ?
Ikhwan (Purwokerto)
2 years ago on Fiqih

Belum Selesai Baca al Fatihah Atau Tasyahhud Ternyata Imam Sudah Pindah Ke Rukun Lain

Permisi ustadz,saya hendak bertanya,kalau misal saya sedang membaca al fatihah atau misal doa tahiyat namun imam sudah pindah gerakan apa yang harus saya lakukakn,apakah kita menyelesaikan bacaan kita atau langsung mengikuti imam ke gerakan lain ,lalu apakah shalat kita menjadi kurang sempurna kalau bacaan kita kurang lengkap ustadz,terimakasih ustadz
Akhwat (Jakarta)
2 years ago on Riba

Invest

Pak ustad saya mau nanya, saya terlanjur investasi uang lalu katanya uang itu untuk perputaran usaha. Dan uang saya akan di kembalikan beserta keuntungannya sesuai lama waktu saya menginvestnya. Apakah itu riba???
Ikhwan (Kalimantan Timur)
2 years ago on Keluarga

Apa hal yg harus dilakukan istri jika sang suami menghalangi jalan beribadah?

apakah boleh meninggalkan sang suami karena suami menghalangi istri dalam beribadah?
Akhwat (Temanggung)
2 years ago on Aqidah

Berbakti Kepada Orang Tua Setelah Menikah

Assalamu'alaikum Ustad.. bgmn kah cara sya untuk tetap bisa mengasihi orang tua, ketika sya sdh menikah dan ikut dengan suami?
Akhwat (Depok)
2 years ago on Ibadah

Was was ketika sudah wudlu atau sholat karena kentut.

Assalammualaikum ustadz, saya ingin bertanya mengenai perasaan was was setelah wudlu dan ketika sholat. Sebelumnya saya pernah mencari info mengenai kentut. Disebutkan dalam info tersebut, jika ia merasa keluar angin atau tidak, itu belum batal wudlunya sampai ia mendengar bunyi atau mencium bau. "Janganlah ia berpaling (membatalkan shalatnya) sampai ia mendengar suara atau mendapati baunya.‘ Hadits ini disepakati keshahihannya.” (Fatawa Lajnah Daimah: 5/255)" Jadi apakah masih sah sholatnya dan masih punya wudlu kah? Jika merasa buang angin, tapi tidak ada bau dan bunyi? Atau akan dianggap batal, karena buang angin dihitung sebagai najis? Terimakasih, mohon penjelasannya Ustadz. Wassalammualaikum.
Akhwat (Bandung)
2 years ago on Keluarga

Orang Tua Meminta Kembali Apa Yang Telah Diberikan

Assalamualaikum. Saya sekarang bareng suami tinggal d rumah mertua. Ada rumah yang sudah d hibahkan oleh mertua pada suami sebelum menikah dan rumah itu d kontrakan. Awal mula uang kontrakan suami yang Nerima tapi lama kelamaan uang kontrakan rumah itu d ambil mertua tanpa ada kesepakatan atau bicara dulu. Saya dan suami gak berani buat bicara takutnya memang salah takutnya itu memang masih hak mertua. Gimana y ustad?
Ikhwan (kab. bogor)
2 years ago on Aqidah

Ikut Organisasi

Assalamu'alaikum ustadz Saya mengikuti sebuah organisasi Islam di kampus saya, belakangan ini saya baru mengetahui bahwa organisasi tersebut condong ke arah ikhwanul muslimin. Sikap apa yang seharusnya saya lakukan? Apakah saya harus keluar dari organisasi tersebut atau bagaimana? Jika saya keluar, apakah saya keluar ditengah2 kepengurusan atau diakhir kepengurusan? Dan, apa yang harus saya jawab ketika teman-teman menanyakan alasan saya keluar? Mengingat kebanyakan teman-teman disana juga banyak yg tidak mengetahui ttg ikhwanul muslimin dan penyimpangannya. Jazakumullah khair ustadz...
Ikhwan (Cikarang)
2 years ago on Riba

Menjual barang dari akad riba

Assalamu'alaikum, ustadz Bagaimana tata caranya apabila saya ingin menjual rumah hasil dari kredit riba? Syukron
Akhwat (Subang)
2 years ago on Keluarga

Membantu seseorang bertaubat

Assalamu'alaikum.. Pak ustad, saya punya kakak, dia sudah melakukan dosa besar, bahkan dia pernah nekat bunuh diri. Saya belum menceritakan tentang ini kepada ibu/ayah saya karena saya takut mereka sakit. Apalagi ibu saya yang punya tekanan darah tinggi. Saya ingin membantu kakak saya untuk bertaubat, tapi saya gak bisa melakukannya sendiri. Bagaimana jika kakak saya tidak mau dibantu? Saya juga takut untuk bilang ke ortu saya. Saya harus bagaimana pak ustad? Tolong bantu saya, saya gak tau harus bersikap apa..
Akhwat (jakarta)
2 years ago on Keluarga

Suami Suka Memukul dan Diam Bila Istri Dihina serta Dicaci

Assalamualaikum wr.wb Agwan ustadz.. Bolehkan seorang isteri meminta cerai kepada suaminya yg sering memukul dan diam saja saat keluarganya memfitnah, menghina dan mencaci maki isterinya.. Jazakallahu khoir barokallah fikum Wassalamualaikum wr.wb
Ikhwan (Banjarmasin)
2 years ago on Mu'ammalah

Doa Penutup Setelah Kajian

apakah boleh meng Amalkan/mengikuti Do'a pada saat Ustadz membaca Do'a penutup ?
Ikhwan (Banyuwangi)
2 years ago on Keluarga

Istri Melarang Ibu Mengunjungi

Assalamualaikum ustad. Saya pnya istri dan anak, dan tinggal bersama orang tua istri saya , Ibu saya sering menyuruh saya untuk bermain krumah ibu saya , dan istri saya tdk mau ustad kalo ibu saya maen dulu krumah , saya bingung mau bagaimana ustad , mohon solusinya ustad. Trimakasih
Akhwat (Depok)
2 years ago on Keluarga

Apa yang harus dilakukan ketika orang tua memaksa bekerja sedangkan suami tidak mengizinkan?

Assallamuallaikum wr wb Ustadz, saya seorang istri memiliki seorang balita dan kondisi sedang hamil muda. Dan saya sudah tidak bekerja lagi setelah melahirkan anak pertama saya dengan alsan tidak ada yang bisa mengurus anak saya. Disini saya mau tanya apa yang harus saya lakukan ketika orang tua saya (terutama ibu saya) memaksa dan marah saya untuk kembali bekerja hanya dengan alasan "percuma sekolah tinggi-tinggi tapi hanya sebagai ibu rumah tangga" sedangkan suami saya tidak mengizinkan saya bekerja karena alhamdulillah semua kebutuhann kami lebih dari dan masih mampu membiayai keluarganya dan keluarga saya? Terima kasih ustadz
Akhwat (Jakarta)
2 years ago on Keluarga

Apakah Seseorang Wajib Menafkahi Saudarinya Yang Miskin Meski Sudah Dewasa

Assalammu'alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh. Saya seorang wanita yang telah mencapai usia baligh dan masih berstatus single ( qadarullah belum berjodoh meski telah berikhtiar ). Ibu dan Ayah saya telah meninggal dunia. Saya memiliki satu orang kakak laki-laki dan empat orang kakak perempuan. Qadarullah, saya sedang resign dari pekerjaan dan belum memiliki penghasilan lagi. Kakak-kakak saya telah berkeluarga dengan jumlah anak paling banyak dua. Satu orang berstatus single. Pada bulan-bulan pertama saya resign dari pekerjaan, saya meminta bantuan finansial dari mereka untuk kehidupan saya setiap bulan. Saya meminta sangat sedikit bahkan kurang dari jumlah yang sebenarnya saya butuhkan . Hal ini saya lakukan karena saya merasa tidak ingin merepotkan mereka, sebab saya mengerti bahwa mereka telah berkeluarga. Lagipula, saya juga masih bisa berikhtiar dengan berdagang kecil-kecilan. Selain itu, yang saya ketahui sejak dulu mereka selalu mengatakan mereka tidak memiliki uang yang cukup ketika saya memerlukan bantuan pada saat saya masih kuliah. Pada tiga bulan pertama mereka lupa mengirimkan uang kepada saya dengan alasan sedang kekurangan biaya, hingga pemenuhan kebutuhan saya terlambat. Bulan-bulan berikutnya mereka tidak pernah mengirimkan uang kepada saya, kecuali saya memintanya, dan itupun mereka hanya bisa memberi tidak lebih dari dua puluh persen dari jumlah nominal yg saya mintakan kepada mereka, dengan alasan sedang tidak ada uang. Artinya selama ini nafkah saya tidak pernah cukupi oleh mereka, bahkan ketika saya meminta jumlah yg lebih kecil dari kebutuhan saya. Saya sendiri tidak bisa mencukupinya baik dari berdagang kecil-kecilan ataupun dari sisa tabungan saya. Saat ini sudah enam bulan mereka tidak pernah menngirim uang kepada saya. Meskipun Alhamdulillah, mereka sempat memberikan hadiah uang THR kepada saya. Setelahnya tidak ada lagi pemberian sampai saat ini. Mereka mengetahui sampai saat ini saya belum mendapatkan pekerjaan dan saya tinggal di sebuah rumah kost. Mereka tidak pernah menanyakan kabar saya dan bagaimana saya memenuhi kebutuhan sehari-hari. Perlu di ketahui bahwa Kakak-Kakak saya boleh dikatakan orang-orang dalam kelompok kelas ekonomi menengah. Mereka dapat memiliki mobil bagus, berbelanja pakaian dan sepatu dengan merk-merk bagus, memenuhi kebutuhan anak-anak mereka dengan sangat baik ( primer maupun tersier dan sekunder). Beberapa diantara mereka mengadakan perjalanan liburan ke luar negri paling tidak setahun sekali atau lebih dari itu untuk wilayah Asia. Mereka bisa mengadakan makan-makan di luar rumah setiap minggu dan sesekali pada restauran-restauran yang mahal. Tetapi pada saat bertemu saya mereka selalu meminta maaf karena belum bisa mengirim uang, lagi-lagi dengan alasan sedang banyak pengeluaran. Saya pernah membicarakan kepada mereka mengapa mereka dapat memenuhi segala kebutuhan mereka, bahkan pada hal-hal non primer, namun sulit untuk membantu kebutuhan saya yang jumlahnya sangatlah kecil jika dibandingkan. Mereka katakan, karena saya belum menikah, jadi saya tidak akan mengetahui prediksi keuangan rumah tangga dan pengeluarannya. Saya mencoba memahami hal itu. Perlu diketahui cara mereka memberikan nafkah kepada saya adalah dengan cara kolektif. Jika nominal yg mintakan terkumpul ( yang nota bene jauh dari kebutuhan saya sebenarnya ) ,barulah mereka mengirimkannya kepada saya. Selama masa saya tidak lagi dikirimkan uang oleh mereka, saya juga sempat mengetahui bahwa salah seorang Kakak baru saja membeli mobil baru. Saya telah berusaha keras untuk mencari pekerjaan dan berdagang semampu saya, namun takdir Allah belum menurunkan rizkiNya dan saya mengalami berbagai hambatan, sehingga saya betul-betul tidak bisa menghasilkan nafkah saat ini. Kini, alhamdulillah saya masih diberi izin tinggal di rumah kost meski telah banyak melakukan tunggakan. Untuk pemenuhan kebutuhan primer, seorang sahabat kadang mengirimkan bantuan bahan pangan kepada saya atau Ibu Kost memberikan makanan kepada saya tanpa saya memintanya. Tidak jarang ,saya juga harus menahan lapar. Saya hanya berdoa kepada Allah agar diberikan kekuatan pada hati dan badan saya untuk menghadapi kemiskinan dan saya tidak ingin termasuk dalam golongan orang - orang yang putus asa. Yang saya ingin tanyakan adalah ; 1. Apakah perbuatan kakak-kakak terhadap saya adalah zalim? 2. Apakah saya memiliki hak untuk meminta bantuan finansial kepada kakak-kakak saya dan apakah mereka wajib memenuhinya? Meskipun saya tau bahwa secara islam status saya tidak bisa lagi disebut sebagai Yatim Piatu. 3. Dalam keadaan seperti ini apa yg harus saya lakukan dan bagaimana sebenarnya tanggungan nafkah bagi orang seperti saya? Terima kasih. Jazaakumullah Khayran Katsiran, Salwa.

PANDUAN MEMBUAT PERTANYAAN

  1. Ini adalah halaman untuk input pertanyaan seputar Islam.
  2. Jangan mem-posting pertanyaan di halaman forum.
  3. Sebelum posting pertanyaan gunakan fasilitas pencarian (search) di halaman berikut terlebih dahulu untuk memastikan pertanyaan Anda belum pernah diposting sebelumnya oleh user lain:
  4. Pilih kategori pertanyaan sesuai dengan tema pertanyaan.
  5. Gunakan kalimat yang jelas agar team redaksi SalamDakwah mudah memahami pertanyaan dan dapat memberikan jawaban sesuai yang diinginkan.
  6. Pertanyaan yang telah dijawab akan ditampilkan di halaman Tanya Ustadz.
  7. Semua pertanyaan Anda baik yang telah atau belum dijawab bisa dilihat di halaman Pertanyaan Saya (Klik nama Anda setelah login di menu paling kanan di menu bar)
  8. Pertanyaan akan dijawab oleh team redaksi SalamDakwah sekitar 1 - 7 hari.
  9. Demi alasan kehati-hatian tidak semua pertanyaan akan dijawab. Hanya pertanyaan yang telah ada fatwa dari ulama' yang akan dijawab.
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com