SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:
Akhwat (Jakarta)
1 year ago on Keluarga

Hubungan Tak Direstui Keluarga

Assalamu'alaikum ustadz, saya ingin bertanya.. Saya sebelumnya sudah dilamar dengan seorang laki2, dan kita sudah menentukan hari pernikahan. Namun pada saat setelah lamaran saya dan calon tersebut dihadapi masalah. Dikarenakan emosi masing2 akhirnya laki2 tersebut meminta acara nya dibatalkan saja. Namun beberapa hari setelahnya saya dan calon kembali berbaikan tetapi tiba2 hati saya menjadi ragu juga beberapa sifatnya yg belum berubah. Setiap membahas pernikahan kita kembali ribut. Sampai akhirnya saya memilih untuk dibatalkan saja. Ibunya dan ibu saya berusaha untuk mempertahankan namun saya masih dalam keadaan emosi dan masih menolak untuk melanjutkan. Akhirnya pernikahan tersebut dibatalkan ustadz. Setelah beberapa bulan, saya menyesali keputusan tersebut dikarenakan saya mengambil keputusan itu dlm keadaan emosi. Kemudian lelaki ini menghubungi saya kembali dan menyampaikan niatnya bahwa ia ingin untuk menikah saya tetapi terkendala dengan ibunya. Karena ibunya tersinggung dengan sikap saya pd saat itu. Saat ini lelaki tersebut ingin mengusahakannya terlebih dahulu. Saya bingung harus bagaimana? Karna saya juga ingin lelaki tersebut menjadi suami saya kelak.
Akhwat (Jakarta)
1 year ago on Keluarga

Seorang Laki-Laki Meminta Istrinya Mencarikan Istri Baru

Assalamu'alaikum ustadz saya ibu 2 anak dan sekarang anak saya yang ke 2 usianya baru 23 hari Bagaimana jika suami meminta saya untuk mencarikan istri baru untuknya, saya kira itu bercanda tapi beberapa kali dia memintanya dan dia ingin perempuan tersebut yg akur dengan saya... Saya mengerjakan pkerjaan rumah semuanya sendiri tanpa bantuan suami karna sy tau dia sudah bekerja cuma saya terkadang lelah mnjalani ini... Apa saya harus mencarikan istri baru untuk suami saya meski hati ini belum ikhlas ustadz mohon jawabanya.. . Syukron.. . 🙏🙏
Akhwat (Jakarta)
1 year ago on Keluarga

Menyikapi Anak Tiri Setelah Menikah

Assalamualaikum Ustadz jika Ada seorang janda yang memiliki seorang anak perempuan, dan saat ini sedang taaruf dengan seorang duda yang ternyata memiliki anak laki2.. selama masa taaruf, merasa memiliki kecocokan, tp mereka khawatir dengan status anak2 mereka, setelah menikah apa anak perempuan si akhwat dan anak laki2 si ikhwan tersebut menjadi mahrom? kalau bukan mahrom bagaimana mereka menyikapinya agar tidak memberatkan anak nantinya? apa perlu taaruf dilanjutkan atau di sudahi saja? Jazakallahu khairan
Akhwat (Makassar)
1 year ago on Keluarga

Tentang Pekerjaan Calon Suami

Assalamu'alaikum.. wr.wb Perkenalkan ustad , saya dari Makassar . Saya ingin bercerita sedikit, beberapa bulan lagi saya akan melangsungkan lamaran dengan seseorang. Dia bekerja di salah satu hotel, dan tidak asing di tempat nya ada minuman2 yang dilarang oleh Allah SWT. Saya sudah mencoba untuk berdiskusi, jgn bekerja seperti itu lagi . Dan dia menjawab dia menyukai pekerjaan ini, ini tidak haram saya hanya profesional dalam bekerja . Tetapi jika kamu ingin saya bekerja yang lain saya akan mencoba mencari tapi tidak secepat yang dibayangkan butuh proses . Saya harus bagaimana ustad , mohon beri saya pengarahan . Saya berfikir saya akan menikah sekali seumur hidup , saya tidak mau rumah tangga saya berantakan . Saya hanya ingin mendapatkan ridho surga bersama suami saya dan calon anak2 kami. Saya sangat dilema . Saya sudah shalat istikharah dan Allah meyakinkan kata hati saya . Tolong dijawab . Terima kasih Ustad . Wassalamu'alaikum.. wr,wb
Akhwat (Malang)
1 year ago on Keluarga

Sikap Suami Kasar

Assalamualikm ustad, suami saya mudah sekali marah dalam hal sekecil apapun, dan ketika marah selalu menghina saya "bodoh, goblok, gak bisa menyenangkan suami, gak bisa ngapa2in" Padahal saya selalu melaksakan kewajiban sebagai istri. Jika saya membela diri saya dia semakin marah, dan mengancam akan memukul saya. Apakah saya dosa jika saya membela diri saya saat saya dihina? Terimakasih..
Ikhwan (Cirebon)
1 year ago on Keluarga

Ibu Yang Menyebar Aib

Ibu saya sering mengumbar aib keluarga y sendiri mulai dari anak menantu sampe suami y, Sekarang sya dan ibu sya lagi tidak akur ,minggu depan sya akan nikah, pikir sya biar biar sya bisa baikan kn apalagi mau nikah tapi maaf sya gx diladenin , jadi sya hars bagaimna dihari H y
Akhwat (Bogor)
1 year ago on Keluarga

Istri Meminta Pindah Rumah Karena Mertua Ikut Campur

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh... Saya dan suami tinggal satu atap dengan mertua. Mertua saya selalu ikut campur rumah tangga saya, seperti: dalam menata peralatan rumah harus sesuai dengan maunya, masak harus sesuai selera beliau kalo tidak sesuai dikoreksi ulang sama beliau, setiap saya beberes dirumahnya beliau selalu melakukan ulang apa yg saya lakukan, ikut campur dalam hal mengurus anak saya, dan masih banyak ikut campur yg dilakukan mertua saya, intinya saya harus melakukan sesuai dengan selera mertua saya. Kadang saya suka merasa apa yang saya lakukan tidak pernah benar dimata mertua. Dan kaka ipar saya selalu kritik tentang rumah tangga saya, seperti cara mendidik anak, cara mengurus rumah tangga. Karena rumah saya satu atap dengan mertua, saya merasa tidak punya privasi apapun dalam rumah saya. Semua aktivitas yg saya lakukan selalu diperhatikan mertua dan kaka ipar. Saya sering membicarakan kepada suami untuk pindah rumah atau ngontrak rumah karena hal tersebut, dan suami sudah sampaikan ke mertua soal pindah rumah mau ngontrak, dan jawaban mertua tidak mengizinkan pindah rumah dengan alasan kesepian. Padahal rumah kaka ipar tidak jauh dari rumah mertua, dan kaka ipar sering menjenguk orang tuanya tersebut, dan kami berdua walaupun nanti pindah rumah tetap menjenguk mertua. Bagaimana saya menyikapi sikap mertua saya? Dan bolehkah saya pindah rumah dengan alasan seperti itu? Jazakumullahu khairan
Akhwat (Bandung)
1 year ago on Keluarga

Meminta Cerai Ke Suami

Assalamualaikum wr wrb Ustadz, saya seorang istri bekerja, sudah menikah hampir 10 tahun dan dikaruniai anak satu. Selama pernikahan kami, suami saya tidak pernah memberikan nafkah kepada saya. Awalnya saya tidak merasa keberatan, karena saat awal pernikahan kondisi keuangan kami masih pas pasan. Namun setelah bertahun tahun hingga kondisi ekonomi kami mulai cukup, suami pun tetap tidak memberikan nafkah. Alasannya karena saya tidak pandai mengatur uang. Gaji dia dipakai untuk kebutuhan lain seperti membeli barang rumah tangga atau beli susu anak. Untuk keperluan saya pribadi saya memang tidak pernah meminta uang pada suami. Namun gaji saya juga habis untuk keperluan makan Kami dan belanja sehari hari. Suatu ketika suami saya jatuh sakit, dan berhenti kerja. Ada usaha sampingan tapi pemasukan tidak seberapa. Dari situ selain tidak mendapatkan nafkah lahir saya juga tidak mendapatkan nafkah batin karena kondisi kesehatannya. Selain itu dari awal suami tidak bisa mencerminkan suami dan ayah yang baik. Tidak pernah shalat, kalau saya ingatkan selalu marah. Dirumah pun kerjanya hanya tiduran atau main game. Sementara saya bekerja dari pagi sampai malam, dan mengurus rumah juga. Sebetulnya saya ikhlas ustadz tidak dinafkahi, tapi karena sikap suami saya yang tidak sadar dan menyepelekan kewajiban sebagai suami saya jadi merasa sakit hati. Saya pernah mengajukan cerai karena tidak sanggup. Tp dia tidak mau menceraikan saya. Dan saya juga kasihan ke anak jadi saya tahan. Kami juga sudah mencoba berunding dengan keluarga, tapi sepertinya tidak ngaruh. Karena memang watak suami saya keras. Saya jadi sering marah2 karena saya stress Ustadz. Saya jadi malas komunikasi dengan suami karena percuma. Dia tidak mendengar kata kata saya. kalau saya marah marah dia selalu marah balik ke saya, bilang istri tidak sopan, tidak menghargai suami, dll. Padahal dia sendiri tidak menghargai saya sebagai istri yang sebagaimana mestinya. Jujur kalau tidak ada anak saya sudah tidak ridho tinggal dengan suami. Apakah saya salah seperti ini ustadz? Apakah saya berdosa sebagai istri?
Ikhwan (Bogor)
1 year ago on Keluarga

Istri Sebut Basmalah dan Kata Cerai Di Atas Mushaf, Istri Menentang Hijrah Suami

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Ustadz.. Saya sudah menjalani bahtera rumah tangga bersama istri saya selama hampir 15 tahun. Saya telah membuat kesalahan fatal di rumah tangga saya dengan pernah menyatakan perasaan terhadap perempuan lain hingga saya dipukuli oleh suaminya di depan istri saya, kemudian setelah kejadian itu, saya berjanji dan bersumpah kepada diri sendiri, istri dan juga Allah SWT untuk bertobat dan tidak akan mengulanginya lagi. Kejadian tersebut telah merubah cara berpikir saya, sehingga saya sangat ingin berhijrah untuk lebih memperdalam ilmu agama, akan tetapi semakin saya memperdalam agama, ujian semakin bertubi-tubi antara lain istri yang masih selalu mengungkit-ungkit kesalahan saya hingga berbulan-bulan dan sepertinya istri saya belum puas kalau dendamnya belum tersampaikan dan dia tidak mengijinkan saya berhijrah dalam waktu dekat. Hingga puncaknya pada malam hari kami bertengkar dengan disaksikan oleh anak-anak dan dia mengucapkan basmalah dan kata cerai di atas mushaf lalu menyalami saya. Bagaimanakah hukumnya Ustadz, saya mohon penjelasannya, karena saya masih sayang istri saya akan tetapi saya selalu diinjak-injak, tidak ada lagi harga diri saya karena kesalahan saya itu.. Saat ini tekad saya untuk hijrah di jalan Allah lebih besar dari rasa sayang dan cinta saya kepada istri saya
Akhwat (Bandung)
1 year ago on Keluarga

Wajibkah suami membayar semua hutang adik kandungnya yg sudah berkeluarga dan berpenghasilan?

Saya seorang ibu rumah tangga. Untuk keuangan dipegang semua oleh suami saya. Saya hanya diberi jika memang uang yg diberikan untuk kebutuhan rumah habis. Mungkin bisa dibilang sistem jatah. Setahun belakangan ini suami saya kerja lebih dari biasanya untuk membayar hutang adiknya. Adiknyah sudah punya penghasilan tetap dan berkeluarga. Tapi selalu punya utang yg ga habis2 karena berjudi. Sayah mengerti jika suami saya ingin membantu adiknya. Sayah sendiri tidak tau berapa penghasilan suami sayah dan brapa besarnyah hutang adiknya di luar sana. Sekarang setiap saya minta uang untuk kebutuhan rumah bilangnya slalu tidak ada uang karena uang di fokuskan untuk bayar hutang adiknya yg ga habis2. Dan hal ini yg menjadi sumber pertengkaran kami. Malah saya disuruh kerja untuk membiayai adiknya. Pertanyaan saya apakah wajib suami saya membayar semua hutang adiknya dimana adiknya sendiri sudah menikah dan berpenghasilan tetap? Terimakasih
Akhwat (Lampung)
1 year ago on Keluarga

Suami Tidur Dg Mertua

Sejak bpk mertua meninggal.ibu mertua minta tidur dg suami saya.baik saat kami berkunjung kermh mertua ataupun saat mertua kerumah kami. Bagaimana sy sebaiknya ustad? Sy tdk prnh melarang utk berbakti tp ini mengganggu pikiran saya.. Ibu dlm kondisi sehat/tdk sakit.sdh saya bicarakan dg suami tp ttp Tdk ada penyelesaian. Bagaimana menurut Islam pak ustad.. Jazakallah..
Akhwat (Malang)
1 year ago on Keluarga

Bila Suami Enggan Sholat

Assalamuaikm, saya seorang istri yang memiliki suami yang mudah sekali marah2. Suami saya malas sekali sholat dan sulit untuk bergaul dengan orang lain.. Jika pulang kerja/ pas libur kerjaannya hanya tidur , makan, main game. Ketika saya ingatkan sholat pas dia sedang tidur/main game pasti marah2. Selalu mengancam saya mau ngeplak dan nandangi saya (menganiaya). Bagaimana ini pak? Terimakasih
Akhwat (jawa timur)
1 year ago on Keluarga

Awalnya Mertua Merestui Namun Kemudian Berubah

Assalamualaikum, saya mau menanyakan ustadz. saya baru menikah dengan seorang pria yang sudah 8 th berpacaran dengan saya. awal pacaran saya kelas 2 sma. disini awal masalah saya. dimana mama pacar saya yang sekarang menjadi suami saya tidak merestui hubungan kami. tapi kami bisa bertahan sampai awal masuk kuliah saya dikenalkan kepada papa, disini papa welcome sama saya. beliau dr jakarta sedangkan saya anak daerah yang bingung dan malu bersikap seperti apa. singkat cerita intinya papa mertua saya menyenangi saya dan merestui saya. pada akhirnya kamipun lulus dan papa mertua saya mengantar suami ku untuk melamarku. dan dr satu tahun saya bertunangan suamiku dan aku berkomitmen untuk menjalankan ibadah yaitu dengan "menikah" nah disini masalah bertubi tubi datang. namanya orang mau ibadah memang banyak sekali cobaan yang harus dilalui. awalnya papa mertua saya merestui hingga h-1 bulan kurang lebih, papa mertua saya merah dan bilang ke suamiku kalau pernikahan kami tidak akan direstui oleh beliau. tapi pada akhirnya kami bertekat juga untuk menikah. kerena bagaimanapun pernikahan ini sdh jauh hari direncanakan dan pernikahan ini hari yang dimana aku dan suamiku menunggunya karena cita2 kami hanya satu ingin beribadah sampai ke surga allah. setelah menikah suami dan saya mendengar omongan yg tidak mengenakkan bahkan bisa dibilang menyakitkan bahwa papa mertua saya berkata suamiku anak yang durhaka :( ustadz sikap apa yang harus kami ambil. menelpon sms mencoba menghubungi papa mertua saya tidak pernah ada balasan. terimakasih ustadz
Akhwat (Surabaya)
1 year ago on Keluarga

Suami Yang Lebih Peduli Keluarga Sendiri

Assalamualaikum ustad saya mau bertanya bagaimana jika suami lebih peduli dan memikirkan keluarganya sndiri dari pada ke keluarganya istri padahal rumah tangganya yang banyak membantu adalah keluarga dari istri? Dan bagaimana yang harus saya lakukan jika saat gajian suami selalu memberi orang tuanya walaupun sebenarnya gajiannya kadang kurang untuk kbutuhan rumah tangganya dalam satu bulan bahkan saat kurang pun yg membantu keluarga dari istri padhal suami tidak pernah memberi ke keluarga istri? Bagaimana jika suami selalu tidak peduli dan tidak menghargai keluarga istri?
Akhwat (Tangerang)
1 year ago on Keluarga

Dahulukan suami atau ibu?

Assalamualaikum .. Saya adalah seorang istri sekaligus anak yg sejak menikah masih tinggal ditempat ibu saya (bpk sudah alm.) Sebetulnya bukan sepenuhnya keinginan kami(saya&suami) u/ tinggal sama ibu saya karna saat saya menikah saya masih harus membantu membiayai 3 orang adik yg masih kecil saat itu,singkat cerita pernikahan saya & suami sudah berjalan 4th ditahun ini dan di akhir 2019 kemarin kebetulan dapat musibah suami sudah tidak bekerja karna satu hal dan mulai awal tahun 2020 ini sampai sekarang pun belum ada kerjaan(bbrp bulan diawal th sempat kerja tapi di PHK akibat wabah) dan saya merasa semenjak suami sudah tidak berpenghasilan tetap itu keharmonisan diantara saya,ibu,suami serta adik2 itu TDK seperti dulu lagi(adik sudah besar2 dan jatah saya kasih ke ibu pun berkurang bahkan sering TDK bisa kasih u/ ibu tapi saya bicarakan karna kondisi hanya saya yg kerja dan saya lebih memilih melengkapi kebutuhan anak saya yg baru 2th stengah) Adik2 jadi seperti menyepelekan suami,meski TDK langsung ngomong ke suami tp saya dengar yg justru membuat saya dilema .. belum lagi berada didalam rumah itu saya merasa seperti benalu buat mereka (adik2 & ibu) karna sprtinya mereka lain sikapnya terhadap saya,suami & anak kami .. Bagaimana seharusnya saya bersikap? Apa mungkin saya harus nekat ngontrak dgn keadaan ibu yg mungkin nantinya berfikir yg tdk2 .. karna selama ini ibu ga pernah ngijinin saya buat ngontrak ,. Tapi bagaimana dengan kondisi keluarga kecil saya,sampai sering kali hal2 kecil saya masalahan dgn suami .. Mohon pencerahannya apa yg harus saya lakukan .. Terimakasih .. Wassalamu'alaikum ..

PANDUAN MEMBUAT PERTANYAAN

  1. Ini adalah halaman untuk input pertanyaan seputar Islam.
  2. Jangan mem-posting pertanyaan di halaman forum.
  3. Sebelum posting pertanyaan gunakan fasilitas pencarian (search) di halaman berikut terlebih dahulu untuk memastikan pertanyaan Anda belum pernah diposting sebelumnya oleh user lain:
  4. Pilih kategori pertanyaan sesuai dengan tema pertanyaan.
  5. Gunakan kalimat yang jelas agar team redaksi SalamDakwah mudah memahami pertanyaan dan dapat memberikan jawaban sesuai yang diinginkan.
  6. Pertanyaan yang telah dijawab akan ditampilkan di halaman Tanya Ustadz.
  7. Semua pertanyaan Anda baik yang telah atau belum dijawab bisa dilihat di halaman Pertanyaan Saya (Klik nama Anda setelah login di menu paling kanan di menu bar)
  8. Pertanyaan akan dijawab oleh team redaksi SalamDakwah sekitar 1 - 7 hari.
  9. Demi alasan kehati-hatian tidak semua pertanyaan akan dijawab. Hanya pertanyaan yang telah ada fatwa dari ulama' yang akan dijawab.
© 2022 - Www.SalamDakwah.Com