SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:
Ikhwan (Bekasi)
5 days ago on Keluarga

Mempertahankan Rumah Tangga Ataukah Menyudahinya

Assalamualaikum pa ustad.. Saya mohon petunjuk, apa yang harus saya lakukan. Pernikahan kami sudah 12 tahun dan dikaruniai 2 orang anak, tapi hati saya masih gundah dan gelisah tentang hubungan pernikahan, karena dulu saya menikah dijodohkan oleh orang tua dan sampai bertahan demi orang tua, anak-anak dan harta, apa yang harus saya lakukan? tetap mempertahankan pernikahan atau menceraikan isteri saya? Dan berkata jujur kepada isteri bahwa saya tidak mencintainya?
Ikhwan (Bandung)
1 week ago on Keluarga

Menyukai Wanita Yang Masih Bersuami

assalamualaikm...mau tanya ustdz, temen suka sama akhwat, trs dia ungkapin rasa suka sama akhwat tsb yg telah bersuami, stlh tmn ungkapin rasa sukanya k akhwat tsb, trs si akhwat jadi ingin minta cerai sama suaminya...apakah temen sy itu sdh melakukan dosa takhbib? mhon penjelasannya ustadz.
Ikhwan (Bandung)
1 week ago on Keluarga

Menggunakan Hadiah Kelahiran Untuk Biaya Aqiqah

Bismillahirrahmanirrahim assalamualaykum ustadz... Dimasyarakat jika ada seorang istri yg melahirkan selalu diberi amplop berisi uang dgn niat untuk anaknya...jika uang tersebut dipakai untuk aqiqah apakah boleh karena aqiqah itu kewajiban seoranh ayah
Ikhwan (Bandung)
1 week ago on Keluarga

Istri Sering Menolak Ajakan Suami

Asalamualaikum. Apa hukum nya jika istri sering sekali menolak Berhubungan dengan suami......
Akhwat (Jakarta)
1 week ago on Keluarga

Masalah Dalam Rumah Tangga

Assalamualaikum pak ustadz mohon maaf saya ingin bertanya apakah boleh dalam Islam bercerai dengan alasan suami jarang memberi nafkah, menyakiti lahir dan batin istri, serta tidak mau menjalankan ibadah? Mohon di jawab pak ustadz Terima kasih wassalamu'alaikum warahmatullahi wb.
Ikhwan (garut)
2 weeks ago on Keluarga

Bagaimana Keputusan Yang Tepat

assalamualaikum pa ustad , ingsaallah sebentar lgi sya akan menikah , saya mau bertanya , dan disitu saya berjanji 60jt mw bayar untuk biaya perniakahaan , dan ternyta dibtengah hari H sya kurang 4 jta , dari pihak wanita tidak mau tau uangny harus ada , apa yg harus saya lakukan sedangkan keaungan saya sudah habis2an ? mohon petunjuknya pa ustad
Ikhwan (Palembang)
2 weeks ago on Keluarga

Bila Istri dan Mertuanya Tidak Cocok

Assalamualaikum ustadz.. Saya mau bertanya.. Saya dan istri saya tinggal di rumah bersama kedua orang tua saya (suami). Namun, disamping itu istri saya merasa tidak nyaman dengan perlakuan mertua (org tua suami) terhadap dirinya (istri), di karenakan orng tua suami menyuruhnya semena-mena dan membuat istri saya menangis/ sakit hati/kecewa. Dalam islam mengajarkan bahwa, apabila Seorang Istri yang sudah bersuami maka istri wajib patuh kepada suami. Terus Seorang suami harus memprioritaskan ibu/ orang tuanya dari pada istri dan anaknya. Di samping itu juga, seorang suami wajib menjaga, melindungi dan mengayomi istrinya serta menjalankan janji2 yg telah di sampaikan pada saat Akad Nikah. Apa yang harus saya lakukan sebagai suami ?
Akhwat (Tangerang)
2 weeks ago on Keluarga

Bila Suami Tidak Mengajak Hubungan Intim

Assalammualaikum ustadz, bagaimana hukumnya jika seorang suami jrang atau tdak pernah mengajak istri berhubngan, 2bln skli kadang blum tentu ada, istri mengajak brhbngan kadang d lakukan kadang tdak, bagaimana menurut ustadz, dan apa yg hrus istri lakukan ?
Akhwat (Bandung)
2 weeks ago on Keluarga

Selingkuh Karena Suami Bermusuhan Dengan Orang Tua

Assalamu'alaikum ustadz, sblumnya saya mau cerita sedikit, seseorang d nikahkan oleh org tuanya dngn lelaki plihan orgtuanya yg sma sekali tidak dia cinta dan meningglkan pasangan yg dia cinta demi tidak durhaka pada org tua. Setlah mnikah mraka d karuniain sorang anak permpuan, tp seiring brjalannya waktu suaminya tidak pernah akur dengan keluarga istrinya dan sllu dlm pertngkaran, pdahal isrti sllu mengajak akur dngan org tuanya, stlh itu krna pertngkaran itu si istri khilaf melakukan perbuatan zinah dengan lelaki lain, dan mempunyai anak, tpi si suami tdak tau bahwa itu anak dri lelaki lain, stlah 2thun kemudian suami ttp tdak brubah dan masih dingin trhdap ortu s istri, s istri ngobrol blng sma ortunya klo dia ingin cerai, dan org tuanya smua kptsan sma s istri, dan istri pun ingin bercerai dngn alasan suami tdk pernah akur dan sbnarnya tdak sanggup dngan kslahan sndri krna mlakukan dosa bsar jg, menurut ustadz bagai mana yg sharusnya d lalukan si istri ? Tpi dia jga tdak boleh menutupi siapa ayah kandung anak k2 nya trsebut kan ustadz ?
Akhwat (Pasuruan)
3 weeks ago on Keluarga

Menyukai Laki-Laki Yang Telah Beristri

Assalamualaikum Singkatnya saya mengagumi seorang ustadz yang insyaAllah hafal al qur'an dan bagus imannya, jujur saya sangat kagum dengan ilmu dan ketaatannya dalam beribadah. Tapi sayangnya si ustadz ini sudah memiliki istri yang insyaAllah sepadan dengan dia dalam hal ilmu dan ketaatan dalam ibadahnya, mereka memang menikah muda dan sekarang umur pernikahannya kira2 3 tahun serta belum dikarunia i anak. Saya sadar yang saya rasakan ini tidak benar, tapi sudah banyak cara saya lakukan. Mulai dari menyibukkan diri dalam beribadah, datang ke kajian2, dan meminta saran dan solusi kepada beberapa ustadz dan ustadzah, sampai2 sehari penuh saya tidak mengingat dia sama sekali. Tapi saya secara sekelebatan teringat dia setiap saya mau tidur, saya selalu alihkan tapi perasaan itu malah tak kunjung pergi. Justru semakin membesar dan membesar, setiap kali saya mengingat dia saya selalu alihkan setiap saya bertemu dia saya selalu palingkan muka saya terus2 an berdzikir tanpa henti agar saya tidak teringat dia, bahkan saya hampir tiap hari berpuasa sebelum ramadhan, saya juga memblokir akun sosmednya agar saya tidak stalking lagi, semua hal sudah saya lakukan, Setiap selesai sholat sunnah maupun fardhu saya juga selipkan doa agar Allah memberi saya solusi untuk menghadapi perasaan ini, agar rasa cinta saya ini tidak dilaknat dan mendapat murka dari ALLAH SWT. tapi selalu saja sesaat sebelum tidur saya terus2 an teringat dia dan sekali saya ingat saya akan susah lupa lagi. Jadi istilahnya saya seolah2 terus2 an berlari dr perasaan saya sendiri, sudah banyak masukan2 dr ustadz ustadzah yg saya lakukan tp itu hanya bekerja di siang hari saat saya beraktivitas saja, saya mohon bantuannya barangkali ada saran dan solusi yang mungkin bisa membuat saya mudah untuk melupakan ustadz tersebut. Dan, saya juga sekalian tanya 'salahkan perasaan saya ini? Walaupun segala usaha telah saya lakukan apa saya tetap salah karna memiliki perasaan ini?' Dan jika salah, bagaimana cara mengatasinya? Terimakasih, wassalamualaikum
Akhwat (Kediri)
3 weeks ago on Keluarga

Apakah Kakek Tiri Termasuk Mahram?

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Bismillah Ustad saya ijin bertanya saya memiliki kakek tapi beliau bukan ayah asli dari ayah saya dalam arti kakek tiri. Apakah beliau (kakek tiri) itu termasuk mahram bagi saya?
Akhwat (Semarang)
3 weeks ago on Keluarga

Jika Suami Ejakulasi Dini

Assalamu'alaikum warrohmatullahi wabarokatuh ustadz.. Mohon maaf sebelumnya jika pertanyaaan saya ini agak vulgar ustadz. Jika seorang suami sakit ejakulasi dini itu artinya suami hanya meminta kepuasan batin diri sendiri tanpa memikirkan bagaimana perassan istrinya..dalam hukum islam bagaimana ustadz? bukankah itu suatu ketidakadilan dalam hubungan rumah tangga, sebuah sikap egois seorang suami terhadap istri? Istri merasa tersiksa dalam kehidupan keluarga, tetapi tidak bisa mencari kepuasan diluar karena dosa..bagaimana hukum islam menyikapi masalah ini ustadz, sedangkan istri sudah berusaha menasehati suami baik2 masalah ini, mmberikan jalan solusi2 dengan cara apa supaya sembuh dari ejakulasi dini tadi, dan suami tidak mau mendengarkan dan tidak mau tahu ustadz.. kenapa seolah posisi suami itu menjadi raja yang harus sembah biarpun dalam kehidupan sex, ekonomi dan sebagainya tidak bisa memenuhi terhadap istri ya ustadz,,bagaimana islam enyikapi ketidak adilan ini?..moohon jawabannya
Akhwat (Jakarta)
3 weeks ago on Keluarga

Bila Orang Tua Bermuamalah Dengan Tidak Baik Kepada Anak

Assalamualaikum wr. wb. Bismillahirrohmanirrohim Ustad, belakangan ini ada yang sangat mengganjal dihati saya dan beban pikiran dikepala saya menghadapi sikap kedua orang tua saya terutama ibu saya. Semua yg saya lakukan selalu salah, padahal selama ini saya yang selalu siap siaga membantu mereka dan adik2 saya. Sejak keadaan saya yang jatuh/tidak punya uang sikap mereka terhadap saya sangat berbeda dibandingkan ketika keadaan saya sedang makmur. Mereka tidak percaya dgn saya terutama soal keuangan. Seperti halnya baru saja terjadi Ibu saya, menuduh saya mengelabui adik saya dgn meminta uang utk beli obat padahal obat gratis. Padahal hal itu sama sekali tidak benar dan itu rasanya sakit sekali buat saya. Saya sudah terangkan bahwa beliau salah paham bahwa saya dan adik saya hanya bertukar uang cash dengan Transfer rekening karena darurat saya mau TF urusan kerjaan tapi saya sedang antri di TS urus check up bapak saya. Tapi beliau tetap merasa benar dan tidak bersalah, sampai sekarang pun beliau tidak meminta maaf atas kekeliruannya terhadap saya. Padahal beliau pernah minta maaf ke adik saya hanya karena adik saya marah tidak suka sikap ibu saya. Sampai sini saya hanya maklum dan sabar memang tidak pantas org tua meminta maaf walapun mereka salah. Saya memang tidak pernah banyak bicara dan lebih memilih diam dari segala kekecewaan bahkan masalah berat yg saya hadapi. Saya tidka pernah terbuka kalau tidak terpaksa walau seperih apapum saya terima perlakuan mereka dengan diam. Tapi buat saya ibu saya sangat diluar batas. Ketika mereka meminta bantuan keuangan aaya bilang tunggu kalau ada rejeki saya kasih tapi mereka berasumsi kalau saya tidak mau kasih. Sampai makanan dirumah di umpet2in dari saya dan anak saya. Kunci motor bapak saya yg biasa saya pakai diumpetin dari saya utk berangkat kerja. Padahal saya saat ini sangat butuh dukungan dari mereka krn saya sedang bangkit dari kebangkrutan. Apalagi saya hanya seorang diri mencari uang utk anak saya yg akan kuliah, karena mantan suami sudah meninggal 3 tahun lalu. Bapak saya terprovokasi dgn omongan ibu saya, bahkan ibu saya bercerita hal ini kpd semua adik kandung dan ipar saya. Sampai akhirnya saya tidak tahan dgn keadaan ketika saya meminta sedikit deterjen utk cuci baju tapi disuruh beli oleh ibu saya dan saya anak saya ditegur karena kami memutuskan beli makan diluar drpd kami makan dirumah tp tdk diijinkan. Tp semua itu kami disalahkan lahi. Walhasil Saya whatsapp bapak saya, apa yg mereka inginkan dari kami sampai kami merasa tidak diberlakukan adil. Padahal 3x masuk RS karena jantung, saya yang urus dan menjaga Bapak saya seorang diri, karena adik2 saya beralasan abcd ketika saya minta digantikan jaga di RS. Dengan keterbatasan dana juga saya bolak balik urus bapak di RS sampai saya harus berhutang utk kebutuhan ke RS, kebutuhan anak saya dirumah. Ibu saya mengetahui semua itu dan menyadarinya. Tapi setelah plg dari RS ketika saya tidak punya uang utk kebutuhan mereka itulah mereka berubah. Hubungan saya dengan Ibu memang tidak baik dari dulu, dari saya menikah dan memutuskan ikut suami ngontrak dan mandiri. Saat ini saya tinggal bersama mereka karena saya sedang merintia usaha dan sering meninggalkan anak saya. Tapi sikap mereka antara saya dan adik2 saya yang tidak serumah sangat jauh berbeda. Mereka sangat bangga dan mengharhai ketiga adik saya walaupun maaf apa ug dilakukan adik saya tidak sebesar bentuk perhatian saya kepada kedua ortu saya. Sekecil apapun yg adik2 saya lakukan selalu dibanggakan didepan saya dan anak saya. Anak saya pun kadang bercerita kekecewaan terhadap kakek dan neneknya yg pilih kasih dgn cucu2 yg lainnya yg selalu mereka banggakan dan bandingkan dgn anak saya. Karena keadaan yg tidak lagi sehat menurut saya dan bahkan hubungan saya dgn ortu tidak semakin membaik, apakah saya salah ustad bila saya lebih bersikap diam saja utk menghindari ribut dgn ibu saya demi menghindari bentrok dan amarahnya? Dan apakah saya salah jika dalam waktu dekat ini saya dan anak saya memilih pindah utk ngontrak utk mandiri dan menghindari diri kami dari rasa iri bahkan benci dgn sikap mereka yg tdk adil? Sebenarnya hati kecil saya tdk tega ustad utk meninggalkan mereka apalagi keadaan bapak sy sdh sakit2an. Saya berpikir dengan adanya saya sedikitnya saya bisa sedikit membantu tenaga dan siaga ketika bapak saya anfal. Pertimbangan lainnya krn adik2 saya yg susah sekali dimintai tolong ketika orang tua sakit. Tolong kasih saya saran ustad apa yg harus saya lakukan sekarang? Jujur saya tdk tahan apalagi kemarin bapak sy anfal, ibu saya memilih meminta tolong tetangga drpd saya. Intinya saya pindah krn ingin menghindari kemungkinan saya bentrok dgn Ibu. Terimakasih ustad semoga Allah memberikan kesehatan utk ustad dan membalas kebaikam ustad dgn membantu saya. Wassalamualaikum wr.wb.
Ikhwan (bekasi)
3 weeks ago on Keluarga

Memberi Izin Istri Berangkat Umroh Tanpa Mahrom

assalamu alaikum uztad, pertanyaan saya , apakah boleh saya mengijinkan istri utk pergi umroh tanpa saya? walaupun saya memberi ijin?
Akhwat (bandung)
1 month ago on Keluarga

Bila Suami Kasar

assalamualaikum ustadz,saya mau bertanya..jika saya dan suami ada perdebatan masalah,selalu suami saya itu melempar barang yang ada di rumah..saya takut ustadz,saya sering tertekan..saya sudah bercerita keadaan temperamen suami saya kepada ibunya,tp beliau hanya tersenyum..menurut ibu mertua saya,memang sedari kecil tabiat suami saya seperti itu jika keinginanya tidak di penuhi..namun saya masih bertahan untuk bisa membuat suami lebih baik lagi..tp bagaimana jika seorang suami berkata bodoh&tolol kepada istrinya ketika istrinya melakukan kesalahan..apa istri boleh menggugat cerai karena hinaan itu?

PANDUAN MEMBUAT PERTANYAAN

  1. Ini adalah halaman untuk input pertanyaan seputar Islam.
  2. Jangan mem-posting pertanyaan di halaman forum.
  3. Sebelum posting pertanyaan gunakan fasilitas pencarian (search) di halaman berikut terlebih dahulu untuk memastikan pertanyaan Anda belum pernah diposting sebelumnya oleh user lain:
  4. Pilih kategori pertanyaan sesuai dengan tema pertanyaan.
  5. Gunakan kalimat yang jelas agar team redaksi SalamDakwah mudah memahami pertanyaan dan dapat memberikan jawaban sesuai yang diinginkan.
  6. Pertanyaan yang telah dijawab akan ditampilkan di halaman Tanya Ustadz.
  7. Semua pertanyaan Anda baik yang telah atau belum dijawab bisa dilihat di halaman Pertanyaan Saya (Klik nama Anda setelah login di menu paling kanan di menu bar)
  8. Pertanyaan akan dijawab oleh team redaksi SalamDakwah sekitar 1 - 7 hari.
  9. Demi alasan kehati-hatian tidak semua pertanyaan akan dijawab. Hanya pertanyaan yang telah ada fatwa dari ulama' yang akan dijawab.
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com