SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Suami Tidak Menafkahi Istri Karena Ada Tuntutan Lain


Akhwat (Jakarta Barat)
2 weeks ago on Keluarga

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Ustadz saya ingin bertanya Saya baru saja memulai berumah tangga baru memasuki usia sebulan pernikahan, suami saya tidak memberi uang kebutuhan / tidak menafakhi saya karena ada tuntunan untuk membayar hutang untuk menutupi kekurangan biaya resepsi kami kemarin .. sisa gajinya hanya tersisa untuk kebutuhan dia itupun pas2an karena suami saya harus tinggal di Cikarang saya di Jakarta.. kalo boleh saya tau jika seperti itu hukumnya seperti apa yaa ustadz apakah boleh jika dia tidak memberi saya nafkah? Mohon penjelasannya ustadz Terimakasih sebelumya 🙏 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Redaksi salamdakwah.com
2 weeks ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Perlu difahami bahwa membayar hutang hukumnya wajib (terlebih bila itu hutang ribawi harus segera diselesaikan)  dan menafkahi istri juga wajib hukumnya, tidak  boleh seseorang sengaja meninggalkan salah satu dikarenakan yang lain. Terkait menafkahi istri Allah ta’ala berfirman dalam surat Ath-Tholaq:7 

 

لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ 

 

Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya.. 

 

Apabila seseorang lalai dalam mencukupi kebutuhan orang yang berada di bawah tanggungannya maka ia telah berdosa. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

 

كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يَحْبِسَ، عَمَّنْ يَمْلِكُ قُوتَهُ

 

Cukuplah seseorang itu dikatakan berdosa bila dia menahan makan budaknya. HR. Muslim no.996  

 

Dalam riwayat lain disebutkan

Cukuplah seseorang itu dikatakan berdosa bila dia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya. HR. Abu Daud no.1692  dan yang lainnya

 Termasuk perbuatan dosa berdasarkan hadits di atas adalah seorang suami yang tidak memberikan nafkah kepada orang yang berada dibawah tanggungannya seperti istri dan anak-anaknya. 

Al-Imam ash-Shan'ani menerangkan," yang mereka beri nafkah adalah dan berhak atas nafkah itu adalah orang yang wajib diberi infak yakni istri-istri mereka, anak-anak mereka dan budak-budak mereka. Subulussalam 2/323 

Dengan demikian seharusnya suami penanya membagi penghasilan nya dengan tepat antara memberi nafkah kebutuhan pokok istri dan sisanya untuk mencicil hutangnya. Apabila memang cicilannya tinggi maka tetap nafkah untuk istri tidaklah gugur meski penghasilan nya terbatas, yang bisa ia lakukan adalah mencukupi kebutuhan istri dan sisanya untuk menutupi atau mencicil hutang, bila belum cukup maka ia perlu menjual barang yang ia miliki atau berhutang ke tempat lain untuk menutupi hutang nya. Jadi menafkahi keluarga lebih diutamakan dibandingkan membayar hutang. Salah seorang Ulama' besar yang bernama Az-Zarkasyi telah menyebutkan dalam kitabnya al-Mantsur fi al-Qawaid:

 أن المحجور عليه مقدم على غرمائه بنفقته ونفقة عياله وكسوتهم 

Seseorang yang dibatasi pengeluarannya karena pailit lebih diutamakan haknya untuk menafkahi diri dan keluarganya serta memberi mereka pakaian dibandingkan dengan hak orang yang memberi nya hutang 

Kewajiban memberi nafkah kepada  istri bisa gugur bila istri sendiri yang menggugurkan. Apabila istri tidak menggugurkan haknya (sebagian nafkah atau keseluruhan nya) maka suami wajib menafkahinya.

Perlu difahami juga dalam pembahasan ini bahwa tidaklah wajib mengadakan walimah dalam bentuk yang mewah. walimah tetap bisa diadakan sesuai kemampuan mempelai.  Selayaknya menghindari berlebih-lebihan dalam mengadakan pesta, bahkan Syaikh Utsaimin mendukung walimah yang menghabiskan satu sembelihan atau dua sembelihan (alminhaj fi ahkami zawaj hal 22)


مَا أَوْلَمَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَلىَ شَيْءٍ مِنْ نِسَائِهِ مَا أَوْلَمَ عَلىَ زَيْنَبَ، أَوْلَمَ بِشَاةٍ

“Tidaklah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyelenggarakan walimah ketika menikahi istri-istrinya dengan sesuatu yang seperti beliau lakukan ketika walimah dengan Zainab.(yaitu) Beliau menyembelih kambing untuk walimah Zainab .” (HR. Al-Bukhari no. 5168 )

Meski ini bukan pembatasan, tapi ini menunjukkan kesederhanaan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam berwalimah, dan beliau adalah panutan kita. 

Diantara efek berlebihan dalam mengadakan walimah atau walimah melampaui kemampuan adalah hutang yang besar dan mempersulit diri setelah walimah selesai dan ini menimbulkan efek lain yang buruk, diantaranya sebagaimana yang disebutkan oleh penanya. 

Wallahu ta'ala a'lam

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com