SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Jeda Ta'aruf Dengan Proses Selanjutnya


Akhwat (Banjarnegara, Jawa Tengah)
2 weeks ago on Keluarga

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh, Saya mau bertanya Ustadz, tentang ta'aruf. Idealnya ta'aruf s.d khitbah lalu lamaran sebenernya berapa lama? Jadi, saya dikenalin seseorang oleh ibu saya. Dari sejak awal ibunya si Ikhwan ini maunya ta'aruf aja, saya pun setuju. Dan karna terbatas jarak, karna sy kerja diluar jawa, si ikhwan dan ibunya baru bisa silaturahmi ke rumah saya selepas idul adha kemarin. Si ikhwan ini memang sdh bilang alangkah baiknya liat langsung, bukan dari foto. Saya pun setuju. Setelah pertemuan tsb belum ada tanda2 dari si cowok ini apakah akan ada kelanjutannya atau tidak. Sehari stlhnya ibu sy bertanya respon si ikhwan itu stlh ketemu sy lewat ibunya, namun belum ada jawaban dr anaknya. Jadi gimana ya ustadz, apakah hrs tanyakan lagi, ataukah lebih baik saya tinggalkan? Jazakallah khairan 🙏
Redaksi salamdakwah.com
2 weeks ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Kami tidak mengetahui adanya jeda tertentu yang wajib dijalani oleh calon pasangan hidup antara ta'aruf sampai dengan lamaran (khitbah adalah kata dalam bahasa arab yang artinya lamaran). Antara lamaran dengan pernikahan juga tidak ada jeda tertentu yang wajib dijalani. 

Syaikh Ibnu Baz rahimahullah ta'ala tidak mempermasalahkan adanya tenggat waktu antara lamaran dan akad nikah. Berikut ini tanya jawab dengan beliau:

هل يمكن أن تمتد الخطوبة بين المخطوبين فترة طويلة إذا اتفقا؛ بسبب ظروف الدراسة مثلاً سنتين أو ثلاث سنوات؟

 
Penanya: Apakah boleh bila ada tenggat waktu yang panjang antara masa lamaran (dengan akad.pent) bila memang itu disepakati, disebabkan masa sekolah selama dua tahun atau tiga tahun?
 

الشيخ: لا، ليس لها حد، لا نعلم حداً في هذا، لكن بس ليس له أن يخلو بها ولا أن تركب معه ولا يسافر بها، بل يجب أن يكون كل واحد بعيد عن الآخر؛ حتى لا تقع الفتنة، إنما كلام من طريق الهاتف، أو الزيارة من طريق الجهر يعني: بين أهلها، يزورهم ويتصل بها ويتخبر أخبارها، لا بأس. 

 
Syaikh menjawab: Tidak, tidak ada batasan , kami tidak mengetahui adanya batasan dalam masalah ini. Namun dia (pelamar laki-laki) hanya tidak boleh untuk berkhalwat dengannya, tidak boleh berkendara bersama, tidak bersafar bersama. Kedua calon mempelai harus bejauhan supaya tidak terjadi fitnah (di masa penungguan antara masa lamaran  masa akad nikah.pent). Dibolehkan berkomunikasi hanya melalui telefon atau berkunjung dengan terang-terangan yakni diantara keluarga si wanita, dia mengunjungi mereka dan berkomunikasi dengannya (di tengah-tengah keluarganya.pent) kemudian boleh bertanya tentang kabar si wanita. ini tidak apa-apa.
 
Dengan demikian boleh bagi penanya untuk bertanya (bisa langsung atau melalui perantara) kepada pihak laki-laki apakah akan menjalani proses selanjutnya ataukah mereka ingin menghentikan proses atau mereka minta waktu untuk mempertimbangkan. Apabila mereka ingin menuju ke proses selanjutnya atau mereka ingin meminta waktu mempetimbangkan maka tinggal melakukan pembicaraan untuk mencapai kesepakatan bersama tentang proses selanjutnya atau batas akhir waktu mempertimbangkan. Apabila mereka ingin mundur dari proses maka tidak masalah bagi penanya untuk membuka diri bagi yang lain. Semoga Allah ta'ala mudahkan proses yang terbaik bagi penanya.
 
Wallahu ta'ala a'lam

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com