SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Sendawa Yang Disertai Makanan Saat Shalat


Akhwat
2 weeks ago on Ibadah

Bismillah.. Bagaimanakah jika seseorang ketika shalat biasanya ketika dia bersendawa maka akan keluar sedikit makanan dari kerongkongannya lalu bolehkah dia menelan sisa makanan yang terkeluar dari kerongkongannya tersebut? Terkadang juga ketika dia sujud, sisa makanan keluar dari kerongkongannya jika dia menelan apakah shalatnya batal? Mohon jawabannya
Redaksi salamdakwah.com
1 week ago

 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

Hukum asalnya makan dan minum dengan sengaja saat shalat bisa menjadikan shalat seseorang batal. Ibnu Munzir mengatakan,

أَجْمَعَ أَهْلُ الْعِلْمِ عَلَى أَنَّ الْمُصَلِّيَ مَمْنُوعٌ مِنْ الْأَكْلِ وَالشُّرْبِ ، وَأَجْمَعَ كُلُّ مَنْ نَحْفَظُ عَنْهُ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ عَلَى أَنَّ على مَنْ أَكَلَ أَوْ شَرِبَ فِي صَلَاةِ الْفَرْضِ عَامِدًا الْإِعَادَةَ

“Ahli ilmu berijmak (sepakat) bahwa jamaah shalat dilarang makan dan minum. Dan semua orang yang kami ketahui dari kalangan ahli ilmu berijmak bahwa siapa yang makan dan minum dalam shalat fardu dengan sengaja, maka harus mengulangi.” (Al-Ausath, 5/109).

Sendawa yang keluar dari mulut, tidak membatalkan shalat. Akan tetapi kalau keluar makanan bersamanya, maka diharuskan mengeluarkannya dengan tissue atau lainnya. Kalau memilih menelannya dengan sengaja, maka shalatnya rusak. Kalau tertelan tanpa sengaja atau tidak memungkinkan mengeluarkannya, maka shalatnya sah.

An-Nawawi rahimahullah mengatakan,“

وان كان بين أسنانه شيء فابتلعه عمداً .... بطلت صلاته بلا خلاف .فإن ابتلع شيئاً مغلوباً ، بأن جرى الريق بباقي الطعام بغير تعمد منه ، لم تبطل صلاته بالاتفاق

Kalau di antara giginya ada sesuatu dan ditelan secara sengaja, maka shalatnya batal tanpa ada perbedaan. Kalau sesuatu itu tertelan bersamaan dengan ludah dengan sisa makanan tanpa dia sengaja, maka disepakati shalatnya tidak batal.” (Al-Majmu, 4/89).

Ibnu Qudamah mengatakan, “

وَإِنْ بَقِيَ بَيْنَ أَسْنَانِهِ ، أَوْ فِي فِيهِ مِنْ بَقَايَا الطَّعَامِ يَسِيرٌ يَجْرِي بِهِ الرِّيقُ ، فَابْتَلَعَهُ ، لَمْ تَفْسُدْ صَلَاتُهُ ؛ لِأَنَّهُ لَا يُمْكِنُ الِاحْتِرَازُ مِنْهُ

Kalau tersisa di antara giginya atau di mulutnya sedikit makanan yang ada bersama air liur, kemudian tertelan. Maka shalatnya tidak batal. Karena dia tidak dapat mencegahnya.” (Al-Mughni, 3/211).

Wallahu ta'ala a'lam

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com