SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

tidak tahu apakah waktu shalat masih ada atau waktu shalatnya sudah habis


Ikhwan (Jakarta)
7 months ago on Fiqih

Assalaamualaikum saya ingin bertanya jika saya sholat tidak tau sudah lewat waktu atau belum apakah saya perlu mengulangi sholat saya
Redaksi salamdakwah.com
7 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Sebenarnya perlu diinfokan lebih jelas apa yang menyebabkan keterlambatan itu mengingat bisa jadi itu lebih penting untuk dibahas dari pada apa yang ditanyakan dan bisa jadi kronologi sebab terlambat itu mempengaruhi jawaban penanya sekarang. Apabila penanya terlambat melaksanakan shalat karena lupa atau ketiduran maka ketika penanya ingat atau penanya terbangun kemudian melaksanakan shalat yang belum ia laksanakan tersebut maka ini tidak apa-apa.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya,"Apakah orang yang ketinggalan salat berjamaah boleh mengqada salat setelah waktunya habis atau tidak? Karena waktu termasuk syarat sahnya salat. Apakah selalu tidur pada waktu salat subuh termasuk uzur? Bolehkah mengqada salat (Subuh) setiap hari setelah terbitnya matahari? Karena sebagian orang mengatakan bahwa salat Subuh yang terlewat tidak boleh diqada, tapi ditinggalkan (tidak perlu diqada); karena waktunya telah selesai, sementara waktu termasuk syarat sahnya salat.

Mereka menjawab:
Pertama, barangsiapa ketinggalan salat, maka dia harus segera mengqadanya. Hal itu sesuai dengan hadis sahih yang meceritakan bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

من نام عن صلاة أو نسيها فليصلها إذا ذكرها؛ لا كفارة لها إلا ذلك


Barangsiapa tertidur (sehingga terlewat waktu salat) atau lupa, maka dia hendaknya salat ketika mengingatnya. Tidak ada kafarat bagi salat yang terlewat, kecuali dengan mengerjakan salat tersebut.

Kedua: Seorang Muslim hendaknya berusaha agar dia bisa bangun tidur pagi-pagi. Bisa dengan cara memasang alarm, atau minta dibangunkan oleh orang yang bangun cepat, agar bisa mengerjakan salat Subuh. Seorang Muslim tidak bisa ditolerir jika dia selalu ketinggalan salat karena ketiduran, dan baru mengerjakan salat saat bangun tidur, karena hal itu bisa menjerumuskannya dalam ancaman yang disebutkan dalam firman Allah Ta'ala: Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. dan firman Allah Ta`ala Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat(4) (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdul Aziz Alu asy-Syaikh selaku Anggota    
Shalih al-Fawzan selaku Anggota    
Abdullah bin Ghadyan selaku Anggota    
Abdurrazzaq `Afifi selaku Wakil Ketua    
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku Ketua
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 5/105-106 Fatwa Nomor 15136

Kalau misalnya penanya terlambat melaksanakan shalat karena sengaja atau lalai hingga waktunya mepet atau bahkan hingga waktunya habis maka ini merupakan perbuatan dosa besar dan harus segera fokus untuk memperbaiki diri. 

Dalam Mausu’ah Fiqhiyah, (10/8) dikatakan, “Para ulama fikih bersepakat akan pengharaman mengakhirkan shalat sampai keluar waktunya tanpa ada uzur syar’i.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah mengatakan, “Kalau seseorang yang sengaja mengakhirkan shalatnya sampai setelah waktunya atau mengatur waktu sampai setelah waktu (shalat) agar tidak menunaikan pada waktunya. Ini termasuk sengaja menginggalkan. Dan dia mendatangkan kemungkaran yang besar menurut semua para ulama’. Akan tetapi apakah dikafirkan atau tidak?

Maka di dalamnya ada perbedaan diantara para ulama. Kalau tidak mengingkari kewajibannya, maka menurut jumhur hal itu tidak menjadikan kafir akbar. Sementara sekelompok ahli ilmu berpendapat hal itu menjadikan kafir akbar yang dapat mengeluarkan dari agama. Berdasarkan sabda Nabi sallallahu alaihi wa sallam:

" بين الرجل وبين الشرك و الكفر ترك الصلاة "

“Antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.” HR. Imam Muslim di shohehnya, 82.

Dan sabda beliau sallallahu alaihi wa sallam:

" العهد الذي بيننا وبينهم الصلاة فمن تركها فقد كفر " 

“Perjanjian diantara kami dan mereka adalah shalat, siapa yang meninggalkannya maka dia telah kafir. HR. Imam Shalat Ahmad dan Ahlus sunan empat dengan sanad shoheh.

Begitu juga dalil-dalil lainnya yang dinukil dari para shahabat radhillahunahum ajmain. Dan perkataan tabiin yang mulia Abdullah bin Syaqiq Al-Uqaili:

( لم يكن أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم يرون شيئا تركه كفر غير الصلاة )

“Tidak ada dikalangan para shahabat Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam yang berpendapat meninggalkan sesuatu menjadi kafir melainkan shalat.”

Terkait kewajiban Qadha Shalat bagi orang yang  meninggalkannya dengan sengaja maka ada paerbedaan pendapat di kalangan Ulama' terkait cara taubat orang yang sebelumnya meninggalkan shalat (namun ia tidak mengingkari bahwa hukum shalat adalah wajib). Mayoritas Ulama' mengatakan ia harus mengqadha', sebagian Ulama' mengatakan dia tidak perlu mengqadha' karena orang yang meninggalkan shalat hukumnya kafir oleh karena itu dia wajib bertaubat dan masuk Islam lagi serta memperbanyak amal shaleh. Syaikh Ibnu Baz pernah ditanya:

Apa yang Syaikh katakan mengenai orang yang sengaja meninggalkan shalat dan puasa, namun setelah Allah beri dia hidayah dan kembali kepada Allah dia menangisi kelalaian dirinya. Dia kembali melaksanakan shalat, puasa dan mengerjakan semua ibadah-ibadah. Apakah dia diperintahkan untuk meng-qadha (mengganti) shalat dan puasa yang pernah ditinggalkannya ataukah cukup dengan kembali dan taubat?

Beliau menjawab :

Barang siapa yang meninggalkan shalat dan puasa kemudian bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya, tidak diharuskan mengganti apa yang telah ditinggalkan. Karena meninggalkan shalat adalah kufur akbar yang mengeluarkan pelakunya dari millah (agama Islam) sekalipun dia tidak mengingkari wajibnya. Majmu' Fatawa.

Berdasarkan dua pendapat ini maka penanya tidak wajib mengulangi lagi shalatnya di masa sekarang. Penanya harus memperhatikan pelaksanaan shalat sehingga tidak terlambat pelaksanaannya 

    

© 2022 - Www.SalamDakwah.Com