SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Menjual Baju Wanita Secara Online


Akhwat (Jakarta)
1 month ago on Aqidah

Assalamualaikum, Saya ingin menjual baju yg memang non syar’i seperti kemeja oversize & celana loose, tetapi tidak juga menjual pakaian seperti legging ketat / membuka aurat / transparant. Bagaimana ya hukumnya? Walaupun tujuan nya memang tidak ingin menjual pakaian maksiat yg membuka aurat, tetapi tidak diketahui secara pasti siapa yg akan membeli dan memakainya krn akan di jual secara online, terimakasih banyak
Redaksi salamdakwah.com
1 month ago

 

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

 

Pakaian wanita yang dijual oleh para pedagang tidak terlepas dari tiga keadaan:

 

Pertama:

 

Penjual mengetahui atau mengira bahwa kemungkinan besar jenis pakaian tersebut akan digunakan untuk penggunaan yang diperbolehkan, dan tidak akan digunakan dengan cara yang dilarang, maka tidak ada salahnya menjual pakaian tersebut.

 

kedua :

 

Bahwa penjual mengetahui atau mengira bahwa kemungkinan besar pakaian ini akan digunakan dengan cara yang haram, yaitu wanita akan memakainya dan berhias dengan pakaian itu di depan laki-laki yang bukan mahramnya, maka menjual pakaian ini adalah haram, karena Allah ta'ala berfirman di surat al-Maidah ayat 2:

 

 

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ 

 

Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah kalian tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kalian kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.

 

Penjual dapat mengetahui hal ini sesuai dengan jenis pakaian dan kondisi wanita yang membelinya.

 

Di sana ada beberapa jenis pakaian yang biasanya seorang wanita hanya memakainya di depan suaminya meskipun wanita itu suka tabarruj, dan dia tidak mungkin keluar di depan pria non-mahramnya dengan busana tersebut.

 

Sebaliknya, ada beberapa busana yang menurut persangkaan kuat penjual (atau sampai derajat yakin)  bahwa pembeli busana tersebut akan mengenakannya dengan cara yang haram  

 

Penjual harus bertindak sesuai dengan apa yang dia ketahui (bila yakin) atau berdasarkan persangkaan kuat saat ia melihat  kondisi pembeli dan kebiasaan masyarakatnya

 

Kadang ada pakaian yang bisa digunakan dengan cara yang halal atau dengan cara yang haram, tetapi komitmen wanita terhadap pemakaian hijab atau aturan tertentu yang diwajibkan oleh negara kepada para wanita mencegah para wanita mengenakan busana tersebut dengan cara yang haram, Bila demikian maka tidak ada salahnya untuk menjual busana tersebut.

 

Ketiga:

 

Penjual ragu-ragu apakah pakaian ini akan digunakan untuk penggunaan yang diperbolehkan atau penggunaan yang dilarang, karena pakaian itu bisa digunakan untuk dua penggunaan (yang halal maupun yang haram), di sisi lain tidak ada bukti penyerta yang menguatkan salah satu dari dua kemungkinan. di atas.

 

Menjual busana jenis ini tidak apa-apa karena hukum asalnya adalah boleh melakukan penjualan sesuatu dan hukum asalanya tidak ada larangan untuk itu. Ini berdasarkan firman Allah ta'ala (al-Baqarah 275):

 

( وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ )

 

 

Padahal Allah telah mengahalalkan jual-beli dan mengharamkan riba..

 

Orang yang membeli busana jenis ketiga ini  wajib menggunakannya dalam hal yang halal dan tidak boleh digunakan dalam hal yang haram. Apabila penjual tahu bahwa pembeli yang datang ke dia akan menggunakan busana yang dia jual dalam hal yang haram maka penjual tidak boleh menjual ke calon pembeli tersebut.

 

Diantara fatwa dalam hal ini adalah:

- Berikut petikan keterangan Komite Tetap Fatwa dan Riset Ilmiah Arab Saudi: 

Segala sesuatu yang dikenakan dalam bentuk yang haram atau kemungkinan besar akan digunakan demikian maka dilarang memproduksi dan mengimpornya, serta menjual dan melariskannya diantara kaum Muslimin, diantara hal itu adalah apa yang menimpa banyak wanita pada zaman ini-Semoga Allah ta'ala memberi mereka hidayah kepada kebenaran-: Diantaranya adalah mengenakan baju transparan, sempit, pendek yang intinya menampakkan bagian-bagian tubuh yang menjadi sumber fitnah dan menampakkan perhiasan, serta menunjukkan lekak-lekuk tubuh wanita di depan laki-laki luar (non mahram.pen)........ 

 

Setiap saudagar Muslim wajib bertawa kepada Allah ta'ala, menasehati saudaranya, tidak memproduksi dan menjual kecuali apa yang baik dan bermanfaat untuk kaum muslimin dan meninggalkan apa yang buruk dan berbahaya bagi mereka. Apa yang halal sudah mencukupi dari mengambil yang haram. Allah ta'ala berfirman dalam surat Ath-Tholaq ayat 2 dan 3

 

..وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (٢)وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (٣)

 

2….. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar.

 

3. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu...

Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 13/109 no.19852

Wallahu ta'ala a'lam

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com