SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Suami Memberi Tunjangan Keluarganya


Akhwat (bandung)
3 months ago on Keluarga

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.. sy pny adik ipar perempuan...skrg dia udah mau kuliah.. ibu mertua sy mau anak perempuannya kuliah...tp untuk biaya kuliah saja tidak ada...malahan ibu mertua sy mengharapkan anak2 nya yg biayain adiknya..kalau bpk mertua sy sudah lama meninggal.. kmrn pas dijalan kita lagi ngobrol soal kuliah suami keceplosan bilang hbs trnsfer uang ke ibu nya sebesar 2jt...wkt sy tanya kapan trnsfernya,qo ga ada blg dr kmrn..ternyata dia trnsfer 3hari yg lalu...dan keesokan harinya suami sy prg ga bawa dompet...krn perasaan sy ngerasa suami sy bohong...sy cek dompetnya..ternyata ada struk atm dgn nilai 3jt...sdgkn kmrn dia blg trnsfer 2jt... untuk uang bulanan sy aja hanya dikasih 500rb...dan suami sy selalu mengeluh ga ada uang..toko dan service hp sepi...tp untuk adiknya 3jt itu ada... pas liat struk atm itu...hati sy sakit dibohongi... pdhl mereka itu 5bersaudara...tp soal uang mertua sy selalu mengeluh ke suami sy..pdhl anak2 nya yg lain punya gaji tetap perbulan nya...sdgkn suami sy hanya buka toko dirumah .. sy bukan hanya 1x liat suami sy bohong soal kirim uang.. sy merasa suami tidak adil sm sy...dia lbh mementingkan ibu dan adiknya dibandingkan sy... ingin mengadu tp sy tidak tau hrs mengadu kpd siapa...hanya menangis yg sy bisa lakukan.. hanya anak lah pengobat rasa sakit hati ini pak ustad...
Redaksi salamdakwah.com
3 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Suami penanya mungkin perlu diberikan masukan dan edukasi yang tepat. Dia harus diberitahu bahwa istri dan anak perlu didahulukan dibanding biaya kuliah adik perempuannya. dalam salah satu hadits disebutkan:


ابْدَأْ بِنَفْسِكَ فَتَصَدَّقْ عَلَيْهَا، فَإِنْ فَضَلَ شَيْءٌ فَلِأَهْلِكَ، فَإِنْ فَضَلَ عَنْ أَهْلِكَ شَيْءٌ فَلِذِي قَرَابَتِكَ، فَإِنْ فَضَلَ عَنْ ذِي قَرَابَتِكَ شَيْءٌ فَهَكَذَا وَهَكَذَا» يَقُولُ: فَبَيْنَ يَدَيْكَ وَعَنْ يَمِينِكَ وَعَنْ شِمَالِكَ


"Manfaatkanlah uang ini untuk dirimu sendiri, bila ada sisanya maka untuk keluargamu, jika masih tersisa, maka untuk kerabatmu, dan jika masih tersisa, maka untuk orang-orang disekitarmu. HR. Muslim no.997

Setelah membawakan hadits di atas, imam Asy-Syaukani berkomentar: Apabila seseorang setelah berinfaq atas dirinya sendiri masih memiliki kelebihan maka ia wajib menginfaqkannya ke istrinya. Termasuk Ijma' ulama': Kewajiban seseorang untuk berinfaq atas istri, kemudian apabila masih berlebih maka ia menginfaqkannya ke kerabatnya. Asy-Syaukani, Nail Al-Awthor, Dar Al-Hadist, Mesir, 1413 H, Juz 6, hal.381

Imam an-Nawawi menerangkan," Apabila seseorang memiliki kewajiban  menafkahi beberapa orang yang membutuhkan maka perlu dilihat, apabila harta dan penghasilannya bisa digunakan untuk menafkahi mereka semua maka dia wajib menafkahi mereka semua, baik itu keluarga dekat maupun keluarga jauh. Apabila setelah ia menafkahi dirinya sendiri hartanya hanya cukup untuk nafkah satu orang maka menafkahi istri lebih didahulukan dibanding menafkahi kerabat. Ini disepakati oleh Ulama' Syafi'i sebab menafkahi istri lebih ditekankan. Menafkahi istri tidak gugur dengan berlalunya masa dan tidak gugur meski dalam keadaan sulit." Raudhatu ath-Thalibin 9/93

Salah seorang  ulama' Hanbali yang bernama Mardawi menerangkan:Ketahuilah bahwa yang benar dalam madzhab Hanbali adalah wajib menafkahi kedua orang tua (kakek nenek dan seterusnya), wajib menafkahi anak (cucu dan seterusnya) sesuai dengan yang makruf...ini bila ada kelebihan setelah menafkahi diri sendiri kemudian istrinya. Al-Inshaf fi Makrifati ar-Rajih min al-Khilaf 9/392

Diantara saran kami adalah istri terus bersabar untuk menasehati suaminya. Apabila tidak digubris maka bisa meminta bantuan orang yang punya wibawa di hadapannya. Semoga Allah ta'ala mudahkan urusan penanya dan urusan kaum muslimin

 Wallahu ta'ala a'lam

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com