SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

suami mengajak tinggal serumah dengan orangtuanya akan tetapi saya berat menerima keputusan itu


Akhwat (duri,riau,indonesia)
2 months ago on Keluarga

assalamu'alaikum ustad, saya wanita berumur 24 tahun baru menikah 7 bulan dan sekarang sedang mengandung anak pertama, awal setelah seminggu selesai resepsi pernikahan saya dan suami langsung pindah kerumah orangtuanya untuk tinggal disana.. itupun hanya sebulan ustad, karena saya rasa kurang nyaman karena mertua selalu nyindir saya dan mencari kesalahan terkadang saya menangis dikamar sendirian, dan akhirnya saya menceritakan kepada suami saya, suami saya bilang ibu saya orang nya memang cerewt tapi hatinya baik.. gak usah di ambil hati.. dan akhirnya saya coba buat sabar.. tapi rasanya kesabaran saya habis.. mertua masih juga mengulangi.. saya cerita lagi ke suami bagaimana kalau kita ngontrak aja, suami jawabannya lama kayak mikir berat.. karena katanya ingin jaga orang tua , orang tuanya sudah tua ustad dan dia anak satusatunya tinggal bersama orangtuanya dan dia tak ingin meninggalkan orangtuanya karena dia hanya 2 bersaudara abangnya sudah berkeluarga juga tinggalnya pun jauh, terus saya bilang kita ngontrak aja untuk mandiri sementara dan akhirnya suami saya mau, walaupun mertua masih tetap nyindir.. 7 bulan saya mengontrak , suami saya berubah lagi untuk ngajak saya pindah kerumah orangtuanya lagi setelah persalinan nanti, jadi bagaimana ustad saya harus memilih yang mana, saya gak mau terulang kedua kalinya, karena selama ini juga saya udah sabar tapi saya takut ustad.. selama kami ngontrak saja mertua masih juga nyindir saya, dan suami juga bilang kasihan ibu nggak ada teman nya dirumah, tapi kita jagain mereka sama sama.. sementara saya ingin mandiri ingin ngurusin anak..??? saya bingung ustad dalam posisi kayak gini apa yang harus saya lakukan ustad ??
Redaksi salamdakwah.com
2 months ago

Waalaikumussalam wa rahmatullahi wabarakatuhu

Berikut ini kami terjemahkan potongan tulisan di salah satu situs fatwa yang kami lihat cukup bagus:

Termasuk hak seorang istri adalah mendapatkan tempat tinggal yang aman untuknya. Tempat tinggal ini berbeda, tergantung kemampuan suami dan harta yang dimilikinya, suami yang kaya memberikan tempat tinggal yang sesuai dengan kelasnya, dan orang fakir tidak diwajibkan kecuali yang sesuai dengan rizki yang Allah berikan padanya.

Seorang suami tidak boleh menyertakan seseorang tinggal bersama istri jika istri tersakiti dengan kehadiran orang tersebut, seperti ibunya (suami) , bapaknya dan anaknya dari istri lain.

Seandainya salah satu orang tua suami membutuhkan (tempat tinggal) dan itu tidak menyakiti istri maka kami menasehati istri supaya bertakwa kepada Allah ta'ala dalam hak orang yang membutuhkan ini, dan istri wajib tahu bahwa perbuatan baiknya kepada kedua mertuanya merupakan perbuatan baik kepada si suami.

Jika (memungkinkan) Suami mengkhususkan satu rumah untuk kedua orang tuanya dan rumah lain untuk istrinya dan kedua rumah ini berdekatan maka ini baik, dan dengan begini dia telah menunaikan hak masing-masing pihak, dan tidak menjadi penyebab terputusnya hubungan dan perselisihan 

http://islamqa.info/ar/ref/81933

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com