SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Beberapa Pertanyaan Terkait Zakat Hasil Pertanian.


Ikhwan (Padangsidimpuan)
1 month ago on Fiqih

Assalamu 'alaikum warohmatullah ,, Ustadz. Di kampung saya hampir semua penduduknya adalah petani, dan telah terjadi kesimpang-siuran pada masalah zakat hasil pertanian. Mohon penjelasan seputar Zakat Hasil Pertanian: 1. Hasil pertanian apa saja yang wajib dizakati ? Apakah termasuk palawija, kacang-kacangan, jagung, buah-buahan, kelapa, getah karet, kelapa sawit, kemiri, dll ? 2. Berapa nishob Zakat Hasil Pertanian ? 3. Apakah ada haul-nya ? 4. Apakah keadaan mencapai nishob ditentukan setiap kali panen, atau ditentukan berdasarkan haul ? (dalam setahun bisa panen 2 sampai 3 kali, apakah hasil tiap kali panen dalam satu tahun dijumlahkan untuk menentukan mencapai nishob atau tidak?), 5. Untuk lahan/sawah sewa garap (sesorang menggarap lahan/sawah milik orang lain dengan perjanjian bagi hasil saat panen); antara penggarap dan pemilik lahan, siapa yang berkewajiban mengeluarkan zakatnya ? Jazakallahu khair.
Redaksi salamdakwah.com
1 month ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

1. Zakat yang wajib dikeluarkan dari seluruh biji-bijian dan buah-buahan adalah biji atau buah yang dapat ditimbang dan ditimbun

2. 5 wasaq atau sekitar 9 kwintal

3. Zakat pertanian dikeluarkan saat panen dan tidak menunggu haul

4. Saat penan

Berikut ini terjemahan fatwa Komisi Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi berkenaan dengan pertanyaan:

Biji-bijian dan buah-buahan:

Zakat wajib dikeluar dari seluruh biji-bijian dan buah-buahan yang dapat ditimbang dan ditimbun. Ada dua syarat akan kewajiban mengeluarkan zakat pada biji-bijian dan buah-buahan:

Pertama: Telah mencapai nisab setelah dibersihkan dan dikeringkan, besarnya lima ausaq; satu wasaq sebesar enam puluh sha' sesuai sha' Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam. .

Kedua : Hendaknya nisab tersebut ia miliki saat tiba waktu wajib mengeluarkan zakat. .

Seseorang berkewajiban mengeluakan 1/10 bagi yang diairi dengan tidak menggunakan biaya, seperti hujan, sungai, dan air yang diserap oleh akar-akarnya. Dan wajib mengeluarkan zakat 1/20 jika diairi dengan menggunakan biaya, seperti mesin. Jika setengah tahun diairi dengan tanpa biaya dan setengah tahunnya lagi diairi dengan biaya, maka wajib mengeluarkan zakat 3/4 dari 1/10. Jika cara pengairannya menggunakan lebih banyak dari dua cara tersebut, maka zakatnya dihitung dari cara yang paling banyak digunakan. Jika tidak diketahui ukurannya, maka wajib mengeluarkan zakat 1/10. Jika biji telah kuat dan buah telah matang, maka sudah wajib mengeluarkan zakatnya. Kewajiban mengeluarkan zakat tersebut tidak terjadi kecuali jika biji-bijian dan buah-buahan tersebut diletakkan di dalam tempat penimbunan. Jika mengalami kerusakan sebelum ditimbun tanpa disengaja maka tidak wajib mengeluarkan zakat, baik telah diperkirakan nilainya maupun belum. Zakat biji-bijian wajib dikeluar setelah bersih dan buah-buahan setelah kering. Seorang pemimpin hendaknya mengirim seorang petugas jika buah-buahan telah mulai matang, untuk memperkirakan jumlah zakat yang harus dikeluarkan agar mereka membayarnya. Jika biji-bijian dan buah-buahannya bermacam-macam, maka ia akan menaksirnya setiap macamnya. Jika hanya satu macam, maka ia akan menaksir setiap pohon saja. Ia berhak untuk menaksir seluruhnya secara sekaligus. Wajib disisakan 1/3 atau 1/4 untuk pemiliknya. Jika hal itu tidak dilakukan, maka pemiliknya boleh memakannya dan tidak apa-apa. Dan tidak wajib mengeluarkan zakat pada sayur-sayuran, dasarnya adalah firman Allah Ta'ala : 

 

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ} (1) وقال تعالى: {وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ} (2)

 

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. dan Allah Ta'ala berfirman: dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya)

 

Ibnu Abbas dan yang lainnya berkata: "Haknya adalah zakat yang wajib."

Dan dari Abu Sa`id radhiyallahu `anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda: 

 

«ليس فيما دون خمسة أوسق صدقة »

 

Tidak ada sedekah (zakat) pada hasil tanaman yang kurang dari 5 wasaq (= 9 kwintal) Muttafaqun `Alaih. Dalam redaksi riwayat Muslim: 

 

«ليس فيما دون خمسة أوساق من ثمر ولا حب صدقة»

Tidak ada sedekah (zakat) pada buah dan biji-bijian yang kurang dari 5 wasaq dan dalam redaksi Abu Dawud secara tegas memakai kata "zakat" bukan sedekah .

Dan dari Ibnu Umar radhiyallahu `anhuma, bahwasanya Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda: 

 

فيما سقت السماء والعيون أو كان عثريا العشر، وفيما سقي بالنضح نصف العشر 

 

Tanaman yang diairi dengan air hujan dan sumber mata air, atau air kolam, maka zakatnya seper sepuluh. Dan tanaman yang diairi dengan nadh (pengairan yang dilakukan dengan air yang diambil dari sumur atau sungai dengan menggunakan alat) maka zakatnya seper duapuluh. (HR. Bukhari dan lainnya). Muslim meriwayatkan dari hadis Jabir:

«وفيما سقي بالسانية نصف العشر »

 

 Dan tanaman yang diairi dengan alat pengairan maka zakatnya seperdua puluh. .

 

 

Dan dari `Attab bin Usaid radhiyallahu `anhu, ia berkata: "

 

 «أمر النبي صلى الله عليه وسلم أن يخرص العنب كما يخرص النخل، وتؤخذ زكاته زبيبا»

Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam memerintahkan agar memperkirakan (hasil panen) anggur sebagaimana halnya pada kurma. Dan zakat anggur diambil dalam bentuk zabib (anggur kering)." Diriwayatkan oleh lima perawi (Ahmad, Abu Dawud, Nasa'i, Tirmidzi, dan Ibnu Majah) .

Dan dari Sahl bin Abi Hatsmah radhiyallahu 'anhu secara marfu' kepada Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam, bahwasanya beliau bersabda: 

 

«إذا خرصتم فخذوا ودعوا الثلث، فإن لم تدعوا الثلث فدعوا الربع»

 

Jika kalian memperkirakan (hasil panen) maka ambillah (zakatnya) dan tinggalkan sepertiganya. Jika kalian tidak meninggalkan sepertiganya, maka tinggalkan seperempatnya. (HR. Abu Dawud, Nasa'i, Tirmidzi, dan selain mereka). Dan dari Mu`adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda: Tidak ada zakat pada sayur-sayuran (HR. Tirmidzi dan lainnya) .

ad-Daruquthni meriwayatkan maknanya dari Ali dan `Aisyah radhiyallahu 'anha. Tirmidzi berkata: "Tidak ada satu pun hadis sahih mengenai hal ini. Yang diamalkan menurut para ulama adalah tidak ada zakat pada sayur-sayuran." Al-Baihaqi berkata :

"Hadis mengenai hal itu ada dari banyak jalur yang berbeda, yang saling menguatkan antara satu dengan lainnya, dan diperkuat juga dengan pendapat para sahabat." Al-Khaththabi berkata: "Hadis Tidak ada zakat pada hasil tanaman yang kurang dari 5 wasaq (= 9 kwintal) dibuat dalil bahwa tidak ada kewajiban zakat pada sayur-sayuran. Itu merupakan dalil bahwa zakat hanya diwajibkan atas sesuatu yang bisa diukur dan ditimbun dari biji-bijian dan buah-buahan, bukan sesuatu yang tidak bisa diukur dan tidak pula bisa ditimbun dari buah-buahan, sayur-sayuran, dan semisalnya. Inilah yang diamalkan oleh mayoritas para ulama.selesai.

Fatwa ini menjawab pertanyaan nomer satu hingga nomer empat

 

Terkait pertanyaan nomer lima maka apabila maksud penanya adalah akad muzaro'ah antara pemilik lahan dan penggarap maka apabila bagian masing masing setelah dihitung telah mencapai nishab maka masing-masing mengeluarkan zakatnya masing-masing. Namun apabila bagian penggarap bila dipisahkan dengan bagian pemilik lahan masing-masing tidak mencapai nishab namun bila dikumpulkan kedua bagian itu bisa mencapai nishab maka tidak kena zakat.

 

Ibnu Quddamah rahimahullahu ta'ala menerangkan:

 

يلزم كل واحد منهما زكاة نصيبه، إذا بلغت حصته نصابا. نص عليه أحمد في المزارعة. وإن لم تبلغ النصاب إلا بجمعهما، لم تجب; لأن الخلطة لا تؤثر في غير المواشي في الصحيح 

 

Masing-masing terkena kewajiban zakat pada bagian masing-masing, apabila masing masing bagian mereka mencapai nishab. Ini nash imam Ahmad dalam masalah muzaro'ah, apabila tidak mencapai nishab kecuali bila digabungkan maka tidak wajib zakat karena percampuran itu tidak berpengaruh dalam masalah selain hewan ternak, ini menurut pendapat yang benar.

Wallahu ta'ala a'lam

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com