SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Suami Tidak Mau Berusaha Maksimal


Akhwat (Cirebon)
2 weeks ago on Keluarga

Assalamu'alaikum wr.wb Ustadz/Ustadzah ijinkan sya utk bertanya,. saya sudah menikah dengan suami selama 3tahun. pada saat bertemu , posisi saya adalah wanita pekerja di sebuah lembaga keuangan dan suami saya adlah seorang guru honorer. saya pikir setelah menikah suami saya berpikir utk mencari pendapatan lebih, krn honor nya tidak cukup utk mencukupi kebutuhan , dn itupun dibayar setiap 3bulan sekali. saya sering meminta suami saya utk mencari tambahan penapatan, krn saya merasa saya sendiri yg berusaha bekerja , sedangakan suami saya dengan pekerjaan seorang guru dia tidak memikirkan utk kebutuhan kami. saya akui suami saya laki2 yg sholeh , dia rajin beribadah, namun soal nafkah dia sulit sekali utk dinasehati. mungkin krn sudah ketergantungan dg pendapatan saya , jadi dia tidak terlalu berpikir utk mencari nafkah yg lebih. tapi saaat ini saya merasa capek ustadz. apa yg harus saya lakukan ? menasehati nya sudah , tapi dia tidak ada kemauan utk berusaha lagi. dan apakah saya dosa jika berpikir seperti ini ?mohon penjelelasannya, terima kasih wassalamu'alaikum wr.wb
Redaksi salamdakwah.com
1 week ago

 

Waalaikumussalam wa rahmatullahi wabarakatuhu

Berdoalah selalu semoga Allah ta'ala membukakan hati suami anda supaya beliau mau berusaha lebih baik untuk mencari nafkah.

Ajaklah beliau ke orang Alim atau kajian supaya beliau tahu kewajibn suami. Sampaikan kepada beliau nash-nash yang menekankan kewajiban suami. Diantaranya adalah, Allah ta’ala berfirman:


لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ ... (٧


Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya.. Ath-Tholaq:7
 
Apabila seseorang lalai dalam mencukupi kebutuhan orang yang berada di bawah tanggungannya maka ia telah berdosa. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يَحْبِسَ، عَمَّنْ يَمْلِكُ قُوتَهُ


Cukuplah seseorang itu dikatakan berdosa orang-orang yang menahan makan (upah dan sebagainya) orang yang menjadi tanggungannya. HR. Muslim no.996

Silahkan membaca keterangan tentang mendakwahi suami di link berikut: ghhttp://www.salamdakwah.com/pertanyaan/5039-menasehati-suam

Sebagai bentuk support anda ke suami adalah anda bisa memberikan modal suami untuk berwirausaha. Semoga saja dengan begitu suami bersemangat dan sadar akan kesalahannya.

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com