SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

menghadiri acara bid'ah karena takut perselisihan.


Ikhwan (Padangsidimpuan)
1 month ago on Aqidah

Saya sering menghadiri acara pemberangkatan jenazah, tahlilan, dan acara2 sehubungan dengan wafatnya seseorang (kenduri, minta do'a,.dll). Tetapi saya tidak mengikuti bacaan2, dzkir2, dan do'a dalam acara2 itu. Hanya datang, duduk,.kemudian kadang makan. Saya tahu itu bid'ah, tapi saya tetap menghadirinya, karena takut hubungan kekeluargaan atau hubungan bertetangga akan rusak. Apakah tindakan saya bisa dima'afkan ? Bagaimana yang seharusnya ? Jazakallahu khair.
Redaksi salamdakwah.com
1 month ago

 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

 

Apabila penanya sudah meyakini bahwa acara itu adalah acara yang bid'ah maka kami sarankan untuk tidak menghadiri acara itu kecuali bila penanya datang untuk memberi masukan supaya acara itu tidak diadakan. Sebagai gantinya penanya banyak membantu keluarga dan tetangga yang mengundang ke acara bid'ah tersebut dan perbaguslah muamalah dengan mereka mengingat penanya tidak ada masalah pribadi dengan orang-orang tersebut. 

Terkait pertanyaan diatas kami ingin membawakan 2 fatwa:
Pertama:
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya:
Ada kerabat saya yang meninggal dunia. Lantas keluarganya mengadakan jamuan setelah tujuh hari dan empat puluh hari setelah kematiannya. Perbuatan ini merupakan bidah sebagaimana yang pernah Anda fatwakan kepada kami sebelumnya. Akan tetapi saya hadir dengan niat agar tidak dianggap memutus tali silaturahim. Apa hukum memakan makanan dari bidah ini?

Mereka menjawab:
Anda tidak boleh menghadiri undangan mereka, karena ini merupakan bidah. Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda:


مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ، فَهُوَ رَدٌّ


Barangsiapa mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini yang bukan berasal dari urusan agama kami, maka perkara itu tertolak.

Jika Anda tidak hadir maka itu merupakan ketaatan kepada Allah dan bukan merupakan tindakan memutus tali silaturahim. Karena memutus silaturahim adalah jika Anda meninggalkan kebaikan dan kebajikan yang disyariatkan kepada Anda. Akan tetapi jika Anda hadir dengan tujuan untuk mengubah kemungkaran dan Anda mampu untuk melakukannya maka tidak apa-apa Anda hadir untuk mengingkari kemungkaran itu, dengan syarat Anda tidak makan makanan yang dihidangkan untuk tujuan ini.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 9/156-157, soal kelima dari fatwa no.8868

Kedua:
Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad pernah ditanya:
Apakah boleh makan makanan ahli bid'ah? Perlu diketahui bahwa mereka membuat makanan ini untuk tujuan bid'ah tersebut, seperti makanan untuk maulid Nabi shallallahu alaihi wa sallam?

Beliau menjawab:
Yang wajib adalah memperingatkan mereka supaya menjauhi perbuatan bid'ah itu dan supaya meninggalkan perkara-perkara yang diharamkan, dan bagi orang-orang hendaknya tidak memakan makanan yang dibuat untuk tujuan perkara bid'ah dan perkara-perkara yang diharamkan...Silahkan mendengar audio fatwa tersebut di http://ar.islamway.net/fatwa/32981

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com