SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

uang halal bercampur dengan uang haram


Ikhwan (Jakarta)
3 months ago on Fiqih

Assalaamualaikum saya ingin bertanya saya memiliki atm lalu jika ada sebagian uang haram bagaimana cara membersihkannya apakah cukup niat tidak memakai uang tersebut disebabkan saldo uangnya terlah bercampur
Redaksi salamdakwah.com
3 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Harta haram yang diperoleh oleh seseorang bisa jadi haram secara dzatnya atau tidak haram secara dzatnya, harta yang haram secara dzatnya seperti daging babi (tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang memperolehnya begitu pula tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang diberi dari orang yang memperolehnya).

Adapun harta yang tidak haram secara dzatnya maka itu perlu didetailkan, berikut petikan fatwa syaikh Utsaimin yang kami terjemahkan:

Harta yang diperoleh oleh seseorang apabila terambil dari pemiliknya dengan paksaan, seperi: Dicuri, Dirampas, Dirampok atau yang semacamnya dan ia (pelaku.pen) tahu siapa pemilik barang tersebut maka ia wajib mengembalikan ke pemiliknya dalam keadaan apapun atau apapun hasilnya karena ini adalah hak khusus muslim yang diketahui barang dan pemiliknya...

Apabila pemiliknya tidak diketahui, karena (misalnya.pen) ia mengambil harta khalayak dan ia tidak mengetahui dengan pasti siapa mereka maka ketika itu ia mensedekahkan harta tersebut atas nama pemilik sebenarnya (dalam rangka berlepas diri dari harta yang tidak halal tersebut). Pemilik sebenarnya diketahui oleh Allah ta'ala, harta tersebut halal bagi yang disedekahi...
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=109617

Adapun harta yang diambil dari pemiliknya dengan tanpa paksaan tapi transaksi yang terjadi tidak sesuai syariat, seperti harta hasil Riba atau perjudian maka ini tidak boleh dimanfaatkan oleh orang yang memperolehnya dengan cara yang menyelisihi syariat tersebut. Ia harus menyalurkannya untuk kemaslahatan kaum muslimin secara umum.

Berikut ini petikan fatwa syaikh Utsaimin yang kami terjemahkan:
….Jadi tidak boleh seseorang bermuamalah dengan “ya nasib” (salah satu bentuk perjudian.pent)meskipun tujuannya akan menyalurkan apa yang ia peroleh di sektor kemaslahatan umum seperti memperbaiki jalanan, membangun masjid dan menolong orang yang berperang di jalan Allah ta'ala atau yang semacamnya...Fatawa Islamiah 4/442 Dar al-Wathon li an-Nasyr

Berikut ini keterangan dari Komite Tetap Fatwa dan Riset Ilmiah Arab Saudi yang kami terjemahkan:
Hasil Riba termasuk harta haram. Allah ta'ala berfirman:


وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا


Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Al-Baqarah:275

Dan orang yang mendapatkan uang riba wajib untuk berlepas diri darinya dengan cara menginfaqkannya dalam hal-hal yang bermanfaat untuk kaum Muslimin, diantara hal itu adalah membangun jalan, sekolahan-sekolahan (Pesantren bisa dimasukkan.pen) dan memberikannya kepada orang-orang miskin, adapun Masjid (Musholla termasuk.pen) maka itu tidak boleh dibangun dari harta Riba. Seseorang diharamkan untuk berani maju mengambil kelebihan riba dan terus-menerus untuk mengambilnya. Ahmad bin Abdurrazzaq Ad-Duwaisy, Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah juz 13, Riasah Idarah Al-Buhuts Al-Ilmiah Wa Al-Ifta', Riyadh, Hal. 354

Dengan begitu bisa difahami bila misalnya penanya mendapatkan bunga dari bank dan dimasukkan langsung ke rekeniing penanya maka penanya perlu meneliti berapa rupiah bunga bank itu kemudian dia perlu menyalurkannya, wajib baginya untuk berlepas diri darinya dengan cara menginfaqkannya dalam hal-hal yang bermanfaat untuk kaum Muslimin, diantara hal itu adalah membangun jalan, sekolahan-sekolahan (Pesantren bisa dimasukkan.pen) dan memberikannya kepada orang-orang miskin.

Bila penanya selama ini memegang rekening bank konvensional maka kami sarankan kepadanya untuk memindahkan uang tersebut ke bank syariah yang akadnya tidak bermasalah


وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com