SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

menanyakan yang telah lalu


Ikhwan (Jakarta)
5 months ago on Fiqih

Assalaamualaikum saya ingin bertanya apa hukum menanyakan sesuatu yang telah lalu karena say tadi nonton di youtube kurang lebih katanya tidak boleh.tolong penjelasannya saya takut salah paham
Redaksi salamdakwah.com
5 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Bertanya kepada seseorang tentang masa lalu dia tidaklah masalah kecuali bila pertanyaan itu berisi pertanyaan tentang dosa-dosa masa lalu orang yang ditanya atau pertanyaan itu membuat orang yang ditanya membuka lagi aibnya di masa lalu. Diantara sebabnya:

1. Perbuatan itu termasuk perbuatan mencari-cari aib dan kesalahan orang Muslim lainnya. Sedangkan perbuatan itu terlarang

 

 عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: صَعِدَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المِنْبَرَ فَنَادَى بِصَوْتٍ رَفِيعٍ، فَقَالَ: «يَا مَعْشَرَ مَنْ أَسْلَمَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يُفْضِ الإِيمَانُ إِلَى قَلْبِهِ، لَا تُؤْذُوا المُسْلِمِينَ وَلَا تُعَيِّرُوهُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ، فَإِنَّهُ مَنْ تَتَبَّعَ عَوْرَةَ أَخِيهِ المُسْلِمِ تَتَبَّعَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنْ تَتَبَّعَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ وَلَوْ فِي جَوْفِ رَحْلِهِ
 

Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah menaiki mimbar, kemudian berkata dengan suara lantang: wahai orang yang masuk Islam dengan lisannya sedangkan iman belum merasuk ke dalam hatinya, janganlah kalian menyakiti kaum muslimin janganlah menjelek-jelekannya dan jangan pula mencari-cari cacat/kekurangan mereka. Karena barang siapa mencari-cari kesalahan saudaranya (orang Islam) maka Allah akan mencari-cari kesalahannya. Barang siapa yang Allah cari kesalahannya,maka Allah akan permalukan dia walau dia sedang berada di tengah-tengah tempat tinggalnya. HR. At-Tirmizi no.2032 dan yang lainnya. Al-Albani menerangkan bahwa hadits ini hasan-shahih.

 

 

2. Perbuatan itu mendorong orang untuk membuka aib dan dosanya sendiri padahal menerangkan dosa sendiri terlarang hukumnya dalam Islam. Dalam Salah satu hadits disebutkan:

 

قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: " كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا المُجَاهِرِينَ، وَإِنَّ مِنَ المُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا، ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ، فَيَقُولَ: يَا فُلاَنُ، عَمِلْتُ البَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا، وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ، وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ "
 

Abu Hurairah berkata: Aku mendengar Raslullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Setiap ummatku akan diampuni, kecuali orang-orang yang berterus-terang dengan kemaksiatannya. Diantara sikap berterus-terang dengan kemaksiatan ialah bila seseorang melakukan kemaksiatan pada malam hari, lalu Allah telah menutupi perbuatannya, akan tetapi ia malah berkata pada pagi hari: Wahai fulan, sungguh tadi malam aku telah berbuat demikian dan demikian. Padahal Rabb-Nya telah menutupi perbuatannya, namun ia malah menyingkap tabir Allah (untuk menutupi dosa) dari dirinya." HR. Bukhari no.6069 Dan. Muslim no.2990 Dan yang lainnya.

 

3. Ada hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi  

 

اجتنبوا هذه القاذورات التي نهى الله عنها، فمن ألم بشيء من ذلك فليستتر بستر الله تعالى، وليتب إلى الله، فإنه من يبد لنا صفحته نقم عليه كتاب الله

 

"Jauhilah perbuatan-perbuatan keji yang dilarang Allah. Barangsiapa melakukannya, maka hendaklah ia bersembunyi dengan tirai Allah dan bertobat kepada-Nya, karena sesungguhnya orang yang tampak catatan kesalahannya kepada kami, maka kami akan terapkan hukum Allah atasnya."

Menurut adz-Dzahabi, sumber hadis tersebut adalah Shahih Bukhari dan Shahih Muslim...

Fatwa ini ditandatangani oleh

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku ketua

Abdurrazzaq Afifi selaku wakil ketua

Abdullah bin Ghadyan selaku anggota

Abdullah bin Qu'ud selaku anggota

Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 24/349-350. Fatwa no.7803 

Ada seorang laki-laki yang bercerita kepada Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi, dia meminta istrinya untuk menceritakan masa lalu kelamnya seraya berjanji bahwa dia tidak akan mentalak istrinya meskipun itu pahit. Singkat cerita istrinya mengaku bahwa dia pernah diperkosa sebelum pernikahan itu terjadi. Laki-laki itu sangat bersedih dan tidak mampu untuk memegang janjinya hingga dia mentalak istrinya. Diantara nasehat yang diberikan oleh Ulama' Lajnah Daimah adalah,"

Kedua," Selayaknya anda menerimanya dalam keadaan tertutupi dengan tirai Allah ta'ala, dan tidak menyelidiki masa lalu dia setelah anda menikahinya dan selayaknya bila anda ingin mentalaknya maka talaklah tanpa harus memaksanya menceritakan masa lalu dia..."

Fatwa ini ditandatangani oleh

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku ketua

Abdurrazzaq Afifi selaku wakil ketua

Abdullah bin Ghadyan selaku anggota

Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 23/115. Pertanyaan kedua dari fatwa no.14358  

© 2022 - Www.SalamDakwah.Com