SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bila Ayah Murtad Nasabnya ke Siapa


Ikhwan (Banten)
2 months ago on Ibadah

Assalamualaikum pak ustadz, saya pnya calon istri orangtuanya beda agama, ayahnya nonis dan ibunya islam, tapi dlu waktu ortunya menikah ayahnya mualaf dlu setelah beberapa bulan menikah ayahnya kembali ke agamanya atau keluar dri agama islam. Pertanyaannya ketika ijab qobul menyebutkan nama calon istri saya bintinya ke ayahnya atau ke ibunya. Terimakasih, wasalamu'alaikum.
Redaksi salamdakwah.com
2 months ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Apabila ayahnya katika menikah dengan ibunya dalam keadaan muslim dan terjadinya hubungan intim yang menjadi sebab ibunya mengandung dia ketika si ayah masih muslim maka perempuan itu dinasabkan ke ayahnya. Meski demikian, karena ayahnya telah murtad maka ia tidak bisa menjadi wali pernikahan anaknya. Ibnu Quddamah menerangkan:

 أما الكافر فلا ولاية له على مسلمة بحال ، بإجماع أهل العلم 

Adapun orang kafir maka ia tidak punya perwalian atas seorang wanita muslimah, apapun keadaannya, ini berdasarkan konsensus Ulama'. Al-Mughni 9/377

Apabila ayah tidak bisa menjadi wali maka perwalian bisa beralih ke keluarga lain yang Muslim. Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berikut:
Urutan perwalian nikah yang diwajibkan  adalah keluarga dekat secara berurutan, inilah yang pendapat yang paling kuat dari pendapat-pendapat ulama' yang ada. Keluarga dekat secara berurutan menjadi wali. Dan yang paling dekat adalah ayah kemudian kakek, anak laki-laki, saudara-saudara kandung, saudara-saudara se ayah, paman kandung sebagaimana urutannya dalam pembagian warisan, inilah pendapat yang kuat ....http://www.binbaz.org.sa/mat/19388

Apabila orang-orang tersebut tidak ditemukan setelah maksimal mencari maka perwalian berpindah ke tangan hakim yang merupakan wakil dari penguasa. Telah disebutkan dalam Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 18/14: “Tidak boleh menikahkan seorang wanita kecuali mukallaf (sudah terkena beban kewajiban agama) dan matang kejiwaan. Kalau tidak ada, maka hakim (yang menikahkan). Karena penguasa adalah wali bagi yang tidak mempunyai wali. Hakim adalah penggantinya dalam kondisi seperti ini.

Mukallaf (orang yang terkena beban kewajiban) cirinya adalah dengan keluar mani karena syahwat, baik dengan bermimpi atau lainnya. Atau tumbuh rambut di sekitar kemaluan, atau usianya telah mencapai lima belas tahun.

Rasyid (matang kejiwaan) maksudnya bijak dalam berprilaku. Hal tersebut terwujud dengan sikap hati-hati dalam mencari yang setara dengan tepat untuk kebaikan orang yang ada di bawah wilayahnya. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 18/147 pertanyaan kedua dari fatwa no.17529


Perpindahan perwalian ke tangan penguasa setelah wali nasab tidak ada ini didasari sabda Nabi sallallahu’alai wa sallam:

فَإِنْ اشْتَجَرُوا فَالسُّلْطَانُ وَلِيُّ مَنْ لاَ وَلِيَّ لَهُ 

“Kalau mereka (para wali) berselisih, maka penguasa adalah wali bagi yang tidak mempunyai wali.” (HR. Abu Daud, 2083, Tirmizi, no. 1102)

Apabila calon istri penanya lahir dari hubungan suami istri setelah ayahnya murtad maka walinya adalah hakim, sedangkan nasab perempuan itu ke ibunya.

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

  

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com