SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Mempertahankan Rumah Tangga Ataukah Menyudahinya


Ikhwan (Bekasi)
4 months ago on Keluarga

Assalamualaikum pa ustad.. Saya mohon petunjuk, apa yang harus saya lakukan. Pernikahan kami sudah 12 tahun dan dikaruniai 2 orang anak, tapi hati saya masih gundah dan gelisah tentang hubungan pernikahan, karena dulu saya menikah dijodohkan oleh orang tua dan sampai bertahan demi orang tua, anak-anak dan harta, apa yang harus saya lakukan? tetap mempertahankan pernikahan atau menceraikan isteri saya? Dan berkata jujur kepada isteri bahwa saya tidak mencintainya?
Redaksi salamdakwah.com
4 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Apabila ketiadaan cinta ini menjadikan anda tidak bisa menunaikan hak dia dengan baik maka anda boleh menceraikan. Namun kami pribadi menyarankan kepada anda untuk memperbaiki hubungan dan merajut cinta. Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya:
Saya menikah dengan seorang putri paman saya. Saya menikah dengannya namun sebenarnya saya membenci pernikahan tersebut, saya sama sekali tidak mempunyai keinginan untuk menikah dengannya. Akan tetapi ayah saya bersikeras agar saya menikah dengannya, dia berkata kepada saya, "Jika nanti dia tidak cocok untukmu, ceraikan saja dia". Saat ini saya telah menetap di Kerajaan Arab Saudi selama tiga tahun dan saya belum pernah pulang ke Mesir. Sekarang saya ingin pulang ke Mesir dan saya ingin menceraikan istri saya, karena saya tidak menunaikan hak-haknya mengingat saya tidak menyukainya sama sekali dan mengabaikan haknya sebagai seorang istri. Jika saya menceraikannya apakah saya telah menzaliminya? Dan apakah dia mempunyai hak atas saya? Mohon kami diberi penjelasan, semoga Allah memberi Anda pahala.

Mereka menjawab:
Jika kondisinya seperti yang Anda sebutkan di dalam pertanyaan, maka disyariatkan bagi Anda untuk berusaha memperbaiki kondisi kehidupan keluarga Anda, dengan harapan Anda dapat menemukan kecocokan dengan baik. Namun jika Anda tidak mampu merealisasikannya dan tetap ingin menceraikannya, maka seyogyanya hal itu dilakukan dengan cara baik-baik, yaitu menjatuhkan satu talak padanya dan Anda harus memberinya nafkah, pakaian dan tempat tinggal selama masa idah. Anda juga harus mengganti nafkah yang telah dikeluarkan sebelum masa idah tersebut jika Anda tidak pernah memberinya nafkah, kecuali jika dia merelakannya. Apabila Anda ingin merujuknya kembali, maka Anda boleh melakukannya selama dia masih dalam masa iddah, dan selama Anda belum pernah menjatuhkan dua talak setelah talak pertama sebelumnya. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 20\6-7; Fatwa no. 17380

Perlu difahami dengan jelas bahwa cinta (meskipun itu perlu dalam sebuah pernikahan) bukanlah syarat sahnya pernikahan dalam Islam sehingga tidak adanya cinta dalam pernikahan tidak serta merta membatalkan pernikahan atau menjadikan seorang istri atau suami boleh berusaha untuk memisahkan diri dari pasangannya.

Berlangsungnya kehidupan rumah tangga bukan hanya ditopang oleh rasa cinta yang ada di benak suami-istri namun ada faktor-faktor lain. Ibnu Katsir menerangkan:
Seorang laki-laki mempertahankan hubungannya dengan seorang wanita bisa karena rasa cintanya kepadanya, bisa karena kasihan terhadapnya (misalnya karena dia adalah ibu dari anaknya).

(Seorang wanita mempertahankan hubungannya dengan seorang laki-laki.pent) bisa karena ia membutuhkan infaq darinya atau karena keakraban antara keduanya atau hal-hal lainnya. Tafsir al-Qur'an al-Adhim 6/309

Apabila seorang pasangan tidak menyukai satu hal pada diri pasangannya hendaknya dia mencari dan mengingat hal lain yang ia sukai sehingga rasa benci akan berubah menjadi suka. Dalam salah satu riwayat yang shahih disebutkan:


لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً، إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَر


“Seorang mukmin tidak boleh membenci wanita mukminah (istrinya), jika ia tidak menyukai darinya salah satu perilakunya, maka dia menyukai darinya perilakunya yang lain” (HR. Muslim no.1469)

Syaikh Utsaimin menerangkan:
Apabila anda dapati dalam hati anda kebencian terhadap seseorang maka berusahalah untuk menghilangkan kebencian itu dan ingatkanlah diri anda kepada kebaikan-kebaikannya. Syarh Riyadusshalihin 6/244

Semoga Allah ta'ala memberikan anda jalan yang terbaik.


والله تعالى أعلم بالحق والصواب

 

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com