SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Buang Angin Yang Mengganggu Diri Dalam Ibadah


Akhwat
2 months ago on Ibadah

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Disini ada 2 pertanyaan: 1. Seseorang jika keluar angin dari duburnya, namun tidak ada bau dan bunyi Apakah batal? 2. Saya sering merasa buang angin ketika hendak shalat. Padahal tadinya sebelum shalat, tidak merasakan apa-apa tapi pas ketika berwudhu' apalagi kalau sudah berdiri di tempat shalat pasti merasa buang angin. Terkadang kalau tidak dipedulikan, anginnya akan keluar sedikit. Tapi kalau saya berhenti shalat dan mengulangi wudhu', tetap saya akan merasakan hal yang sama. Lalu angin yang keluar tadi Apakah itu termasuk udzur buat saya?
Redaksi salamdakwah.com
2 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Jawaban Pertama:

Hukum asalnya apabila sudah yakin keluar angin maka batallah wudhu meski belum mendengar suara atau belum mencium bau. Apabila seseorang sudah yakin buang angin maka mendengar suara dan mencium bau bukanlah syarat. Imam an-Nawawi rahimahullahu ta'ala menerangkan:

Sabda nabi shallallahu alaihi wa sallam


حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا

Hingga dia mendengar suara atau mencium baunya

maknanya adalah dia  mengetahui salah satu dari keduanya namun tidak disyaratkan mendengar atau mencium menurut kesepakatan Ulama' kaum muslimin. Syarh an-Nawawi ala Shahih Muslim 4/49

Jawaban Kedua

Keluar nya angin seperti yang disebutkan oleh penanya memiliki dua keadaan

Pertama:

Dia memiliki waktu yang terputus-putus. Misalnya sempat keluar, lalu terhenti dalam rentang waktu yang memungkinkannya untuk berwudhu dan shalat pada waktunya, kemudian setelah itu dia keluar lagi seperti biasanya. Maka dalam kondisi demikian, penanya harus berwudhu dan shalat dalam waktu terhentinya hadats tersebut.

Apabila melaksanakan shalat dengan  posisi atau keadaan tertentu menghentikan keluarnya angin maka posisi itu perlu dipilih, misalnya melaksanakan shalat dengan posisi duduk angin tidak keluar lagi maka silahkan melaksanakan shalat dengan posisi duduk.  

Berikut ini kami terjemahkan tulisan Khalil bin Ishaq Al-Maliki:
Wajib berdiri saat shalat fardhu kecuali jika ada kesulitan, takut terkena mudharat atau buang angin (jika berdiri dan angin tersebut tertahan jika duduk, maka ketika itu dia shalat sambil duduk) ini dikatakan oleh Ibnu Abdul Hakam, alasannya adalah menjaga syarat wajib lebih dikedepankan dalam semua ibadah dibanding menjaga rukun wajib (ini secara umum). Mukhtashar Al-Khalil hal.34

Berikut ini kami terjemahkan juga tulisan Muhammad bin Ahmad Asy-Syarbini Asy-Syafi'i dalam kasus keluarnya hadats:
Seandainya dia terkena penyakit keluar air kencing terus menerus, dan air kencing akan keluar jika dia berdiri, akan tetapi jika duduk tidak maka dia hendaknya shalat sambil duduk (pendapat yang lebih tepat) tanpa harus mengulanginya. Al-Iqna' 1/130 

Kedua:

Angin itu keluar secara terus menerus, tidak terhenti pada waktu tertentu, tapi keluar setiap waktu. Maka hendaknya penanya berwudhu setiap waktu shalat setelah masuk waktu dan kemudian shalat dengan wudhu tersebut. Maka apabila ada sesuatu yang keluar setelah berwudhu atau saat shalat, hal tersebut tidak mengapa.  

Syaikhul Islam Ibnu Taimiah rahimahullah berkata, "Siapa yang tidak dapat menjaga kesuciannya selama waktu shalat, maka hendaknya dia berwudhu dan shalat, maka setelah itu tidak mengapa jika ada sesuatu yang keluar darinya dan wudhunya tidak batal karenanya. Pendapat ini telah disepakati para ulama dan mayoritas berpendapat agar dia berwudhu untuk setiap shalat (fardhu).(Majmu Fatawa, 21/221)

Juga disebutkan dalam fatwa Lajnah Daimah,

Prinsip dasarnya adalah bahwa keluar angin membatalkan wudhu. Akan tetapi jika angin tersebut keluar terus menerus pada seseorang, maka dia wajib berwudhu untuk setiap shalat apabila hendak shalat, kemudian jika setelah itu ada sesuatu yang keluar darinya saat dia shalat, maka tidak membatalkan wudhunya dan dia harus meneruskan shalatnya hingga selesai. Hal ini sebagai bentuk kemudahan Allah Ta'ala terhadap hambaNya dan menjauhi kesulitan dari mereka. Sebagaimana firman Allah Ta'ala,

يريد الله بكم اليسر

"Dia menghendaki kemudahan bagi kalian."

Juga firman-Nya

ما جعل عليكم في الدين من حرج

"Dia (Allah) tidak ingin menjadikan agama ini kesulitan bagi kalian."(Lajnah Daimah, 5/411)

Apabila angin yang keluar itu disebabkan karena gerakan shalat saat berdiri dan apabila shalat dilakukan sambil duduk maka angin tidak keluar maka laksanakan lah shalat sambil duduk, ini untuk sementara waktu hingga proses pengobatan selesai. 

Semoga Allah ta'ala memberikan kesembuhan kepada penanya dan seluruh kaum muslimin

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com