SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

perceraian


Akhwat (tangerang)
8 years ago

ass,aq mau tanya apa hukum'a se orang istri minta cerai sama suami'a.karna suami'a posesif,kami berdua tidak saling dukung.jadi tiap hari sering bertengkar,mohon bantuan'a terimakasih.wss
Redaksi salamdakwah.com
8 years ago

و عليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Dalam kamus bahasa Indonesia disebutkan arti posesif:
posesif po.se.sif
[a] bersifat merasa menjadi pemilik; mempunyai sifat cemburu: saya merasa telah menghancurkan hati X, saya sangat mencintai X, hati dan pikiran saya padanya, apakah saya terlalu -- ?

Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/posesif#ixzz1ylobjwlz


Dari sini kami menyimpulkan bahwa masalah penanya berkaitan dengan kecemburuan.

cemburu terhadap pasangan adalah tanda rasa sayang dan cinta kepadanya. dan kecemburuan pasangan terhadap pasangannya memang diperlukan dalam rumah tangga untuk memper-erat dan memperkuat tali pernikahan.
dan sebaliknya, pasangan yang tidak memiliki rasa cemburu adalah pasangan yang tercela. Rasulullah shallallahu alihi wa sallam bersabda:
ثَلَاثَةٌ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ وَالْمَرْأَةُ الْمُتَرَجِّلَةُ وَالدَّيُّوثُ. أخرجه النسائي رقم 2562. حكم الألباني حسن صحيح
“Tiga orang yang Allah tidak melihat mereka pada hari Kiamat: orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, perempuan yang menyerupai lelaki (tomboy) dan ad-dayûts”
Dalam kesempatan lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan makna Ad-Dayyuts
الَّذِيْ لاَ يُبَالِيْ مَنْ دَخَلَ عَلَى أَهْلِهِ. أخرجه البيهقي في الشعب رقم 10310.قال الألباني عنه صحيح لغيره, انظر صحيح الترغيب و الترهيب 2/228
“Dia ialah (laki-laki) yang tidak memperdulikan siapa yang menemui istrinya”

Cemburu yang diperlukan seperti ini adalah cemburu yang sesuai dengan syari’at. Kecemburuan yang terpuji adalah kecemburuan yang muncul karena adanya keraguan terhadap tindak-tanduk pasangan dikarenakan ada tanda-tanda tertentu yang mendukung keraguan tersebut.
Adapun kecemburuan yang tidak berdasar fakta tapi hanya berdasarkan prasangka dan sekedar mengikuti sifat rasa memiliki yang sangat tinggi terhadap pasangan maka ini tidaklah terpuji. Lih: http://www.islamweb.net/consult/index.php?page=Details&id=227275

Dan kalau seandainya pasangan merasa terganggu dengan sikap cemburu berat pasangan hidupnya yang tidak beralasan maka hendaknya menasehatinya dengan cara yang baik, kalau dia tidak bergeming maka hendaknya dia meminta bantuan orang lain yang perkataan dan petuahnya didengar oleh si pencemburu ini
Kalaupun dia tidak berubah maka sebaiknya masalah ini dirundingkan dengan keluarga besar dua pasangan untuk mencari solusi yang baik. Intinya perceraian atau perpisahan bukanlah jalan pertama untuk menyelesaikan permasalahan rumah tangga, karena syari’at sangat menjaga keutuhan rumah tangga dan tidak merekomendasikan perceraian kecuali saat tidak ada jalan keluar lain untuk menyelesaikan masalah rumah tangga tersebut.
Wallahu ta’ala a’lam
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com