SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bila Suami Kasar


Akhwat (bandung)
2 weeks ago on Keluarga

assalamualaikum ustadz,saya mau bertanya..jika saya dan suami ada perdebatan masalah,selalu suami saya itu melempar barang yang ada di rumah..saya takut ustadz,saya sering tertekan..saya sudah bercerita keadaan temperamen suami saya kepada ibunya,tp beliau hanya tersenyum..menurut ibu mertua saya,memang sedari kecil tabiat suami saya seperti itu jika keinginanya tidak di penuhi..namun saya masih bertahan untuk bisa membuat suami lebih baik lagi..tp bagaimana jika seorang suami berkata bodoh&tolol kepada istrinya ketika istrinya melakukan kesalahan..apa istri boleh menggugat cerai karena hinaan itu?
Redaksi salamdakwah.com
2 weeks ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Semoga Allah ta'ala merubah akhlak dan sifat suami anda sehingga ketentraman bisa anda peroleh dalam kehiudpan rumah tangga. Bersabdarlah dan cobalah untuk menasehati suami tentang kesalahan dia, apabila tidak berhasil maka anda bisa minta bantuan orang lain seperti ustadz yang dia hormati dll. Apabila tidak berhasil juga maka tidak masalah anda meminta khulu'. Syaikh Jibrin menerangkan

 

إذا كرهت المرأة أخلاق زوجها كاتصافه بالشدة والحدة وسرعة التأثر وكثرة الغضب والانتقاد لأدنى فعل والعتاب على أدنى نقص فلها الخلع

ثانياً : إذا كرهت خلقته كعيب أو دمامة أو نقص في حواسه فلها الخلع

ثالثاً : إذا كان ناقص الدين بترك الصلاة أو التهاون بالجماعة أو الفطر في رمضان بدون عذر أو حضور المحرمات كالزنا والسكر والسماع للأغاني والملاهي ونحوها فلها طلب الخلع

رابعاً : إذا منعها حقها من النفقة أو الكسوة أو الحاجات الضرورية وهو قادر على ذلك فلها طلب الخلع

خامساً : إذا لم يعطها حقها من المعاشرة المعتادة بما يعفها لعُنّة ( عيب يمنع القدرة على الوطء) فيه أو زهد فيها أو صدود إلى غيرها ، او لم يعدل في المبيت فلها طلب الخلع ، والله أعلم

 

Apabila seorang istri tidak menyukai akhlak suaminya, seperti perangainya yang kasar, emosional, sensistif, sering marah dan sering mengkritik untuk perbuatan sederhana,dan suka mencela untuk sedikit kekurangan. Maka kala itu istri boleh untuk meminta cerai

Kedua: Jika istri tidak menyukai fisiknya seperti cacat, jelek atau inderanya yang kurang, maka kala itu boleh meminta talak.

Ketiga: bila agamanya kurang seperti tidak melaksanakan shalat, atau lalai dalam melaksanakan shalat berjamaah, atau tidak berpuasa ramadhan tanpa udzur, atau dia melakukan keharaman seperti zina, mabuk,mendengarkan nyanyian dan musik dan yang sejenisnya maka istri berhak meminta khulu'

Keempat jika suami tidak memberi hak istri seperti nafkah, pakaian, atau kebutuhan pokok sedangkan suami dalam keadaan mampu memberikan itu maka istri berhak meminta khulu'

Kelima jika sumai tidak memberi hak untuk dipergauli sebagaimana umumnya yang dengan itu istri bisa menjaga kehormatannya seperti karena suami impoten atau suami tidak membutuhkan istrinya (dalam masalah jima') atau suami condong ke wanita lain atau suami tidak adil dalam bermalam (bila istrinya lebih dari satu.pent) maka isti berhak meminta khulu'  
https://islamqa.info/ar/answers/1859/%D8%A7%D9%85%D8%AB%D9%84%D8%A9-%D9%85%D9%86-%D8%A7%D9%84%D8%A7%D8%B9%D8%B0%D8%A7%D8%B1-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%A8%D9%8A%D8%AD%D8%A9-%D9%84%D8%B7%D9%84%D8%A8-%D8%A7%D9%84%D8%AE%D9%84%D8%B9-%D9%85%D9%86-%D8%A7%D9%84%D8%B2%D9%88%D8%AC

Muhammad bin Ibrohim at-Tuwaijiri menerangkan diantara sebab yang dengannya seorang wanita boleh meminta talak dari suaminya:

1. Apabila suami lalai dalam memberi nafkah

2. Jika suami menimbulkan mudhorot untuk istri yang karenanya menjadikan hubungan suami istri tidak bisa berlangsung seperti selalu mencelanya, memukulnya, menyakitinya dan istri tidak mampu menahannya atau memaksanya berbuat mungkar atau semacamnya.

3. Bila istri terkena mudharat karena tidak hadirnya suami dan ia pun khawatir terkena fitnah karena itu.

4. Jika suaminya ditahan untuk waktu yang lama dan istri merasa terkena mudharat karena terpisah dengannya

5. Bila wanita mendapati ada aib yang berat seperti mandul, tidak mampu untuk melakukan penetrasi, berbau tidak sedap atau sakit dalam jangka waktu lama yang menyebabkan dia tidak mampu melakukan hubungan suami istri dan bersenang-senang dengan pasangan, atau suaminya memiliki penyakit berbahaya dan menular atau sejenisnya.

6. Apabila suaminya tidak melaksanakan apa yang Allah wajibkan,  atau dia biasa saja  ketika melakukan dosa besar  dan hal yang haram seperti laki-laki yang kadang-kadang tidak melaksanakan shalat, atau dia meminum khamr, atau dia berzina, atau memakai narkoba dan yang semacamnya. Maushu'ah al-Fiqhi al-Islami 4/191

Wallahu ta'ala a'lam

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com