SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Mengaqiqahkan Anak Orang Lain


Ikhwan (Sambas)
6 months ago on Fiqih

Bismillah, ustadz izin bertanya Apakah boleh meng-akikahkan anak tetangga yang bukan dari keluarga kita?
Redaksi salamdakwah.com
6 months ago

 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

 

Boleh bila diizinkan oleh bapaknya mengingat pada dasarnya, aqiqah disyariatkan dari harta bapak sang anak, bukan dari harta ibunya, harta anak atau yang lain. Karena yang diperintahkan dalam hal ini adalah sang bapak dalam hadits-hadits yang terkait dengan syariat aqiqah.

Akan tetapi, para fuqoha berkata, "Dibolehkan bagi selain bapak untuk melakukan aqiqah bagi sang anak dalam kondisi berikut;

1-Jika sang bapak lalai dan enggan melakukan aqiqah.

2-Jika dia telah minta izin dari sang bapak untuk menggantikannya melakukan aqiqah untuknya dan dia kemudian mengizinkannya.

Mereka berdalil dengan riwayat shahih dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melakukan aqiqah untuk Hasan dan Husain radhiallahu  anhuma dengan dua kambing-dua kambing." (HR. An-Nasa'I, no. 4219, dinyatakan shahih oleh Al-Albany dalam Shahih An-Nasa'i)

Mereka berkata, "Nabi shallallahu alaihi wa sallam melakukan aqiqah untuk cucunya, Hasan dan Husain radhiallahu anhuma, merupakan dalil dibolehkannya bagi selain bapak melakukan aqiqh apabila telah izin kepadanya dan dia menyetujuinya."

Al-Hafiz Ibnu Hajar rahimahulalh berkata dalam penjelasan hadits,

كُلُّ غُلَامٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ ، تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ ، وَيُحْلَقُ ، وَيُسَمَّى )

"Semua bayi yang dilahirkan, tergadai dengan aqiqahnya. Disembelih untuknya pada hari ke tujuh (kelahirannya), lalu digundul dan diberi nama." (HR. Abu Daud, no. 3838. Dinyatakan shahih oleh Al-Albany dalam Shahih Abu Daud)

Ucapan beliau 'Disembelih' menunjukkan bahwa yang menyembelih tidak ditentukan. Menurut kalangan mazhab Syafii, ditentukan terhadap mereka yang wajib menafkahi sang bayi. Sedangkan menurut kalangan mazhab Hambali, ditentukan terhadap sang bapak, kecuali jika dia terhalang melakukannya, misalnya dia wafat atau tidak bersedia melakukannya.

Ar-Rafi'I berkata, "Seakan hadits bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam melakukan aqiqah untuk Hasan dan Husain dipahami dengan pemahaman lain."

An-Nawawi berkata, "Ada kemungkinan bahwa kedua orang tuanya ketika itu sedang kesulitan, atau di beliau (Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam) menyumbang atas izin sang bapak." Atau makna (عق)  dalam hdits tersebut maksudnya adalah memerintah. Atau perkara tersebut merupakan kekhususan Nabi shallallahu alaihi wa sallam sebagaimana beliau menyembelih hewan qurban untuk siapa saja dari ummatnya yang belum berkurban. Perkara ini dianggap sebagian ulama sebagai kekhususan beliau." (Fathul Bari, 9/595).islamqa.info. Wallahu ta'ala a'lam

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2022 - Www.SalamDakwah.Com