SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Mandi Wajib Karena Masturbasi = Karena Hubungan Suami-Istri?


Akhwat (Pelangiran, Riau, IndraGiriHilir)
6 months ago on Fiqih

Assalamu'alaikum ustadz..... Saya ingin bertanya.... Apakah sama niat mandi wajib berhubungan badan dengan masturbasi....? Jika berbeda bagaimana niatnya yang benar..... Trimakasih....🙏
Redaksi salamdakwah.com
6 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Masturbasi hukum asalnya terlarang. Apabila sdh terjadi dan keluar mani maka orang yang melakukan itu wajib untuk mandi. Diantara dalilnya adalah keumuman firman Allah ta'ala (artinya),

 “Dan apabila kalian junnb maka bersucilah (mandi) (Qs. Al-Maidah [5]: 6)

Allah ta'ala juga berfirman (artinya) “Wahai orang-orang yangberimanjanganlah kalian mendekati salat sedangkan kalian dalamkeadaan mabuk hingga kalian mengetahui apa-apa yang kalian katakan, dan dalam keadaan junub hingga kalian mandi kecuali orang-orang yang melewati masjid (Qs. An-Nisaa’ [4]: 43)

Ada riwayat dari Abu Sa’id Al-Khudri dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda:

إنما الماء من الماء

“Sesungguhnya air itu karena air” (H.R. Muslim). Maksudnya adalah sesuai pesan Nabi kepada Ali bin Abi Thalib,

إذا فضحت الماء فاغتسل

“Apabila kamu menyemburkan air (mani) maka mandilah” (HR. Abu Daud)

Dan tidak akan terjadi air mani memancar kecuali dengan adanyasyahwat birahi, Allah berfirman, “Ia diciptakan dari air mani yang menyembur.” (QSs. Ath-Thariq: 6)

Dari Ummu Salamah dia berkata, “Ummu Salim istri Abu Thalhahpernah mendatangi Nabi dan berkata “Wahai Rasulullah sesungguhnyaAllah tidak malu terhadap kebenaran. Apakah seorang Wanita wajibmandi apabila dia bermimpi?” Maka Rasulullah menjawab, Ya, apabila dia melihat air (mani)”. (HR. Bukhari)

Bentuk mandinya seperti mandi besar orang yang berhubungan suami istri adapun niatnya, Wallahu ta'ala a'lam, Kami pribadi condong kepada pendapat yang menyatakan bahwa niat ibadah secara umum itu letaknya dalam hati kecuali ada sebagian ibadah yang disertai niat lisan seperti umroh atau haji (sesuai dengan dalil yang ada). Mandi besar masuk dalam keumuman ibadah yang perlu diniatkan dalam hati. Jadi ketika hendak mandi besar seseorang perlu berniat dalam hati bahwa mandi ini untuk mengangkat hadats besar didasari keikhlasan kepada Allah ta'ala kemudian niat ini terus menyertai orang yang melakukan mandi junub ini hingga mandi selesai. Jangan sampai ketika berada di tengah tengah prosesi mandi niatnya berubah, misalnya niat mandi biasa. Bila itu terjadi maka mandi besarnya tidak sah.

Komisi tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi menerangkan:" Mengucapkan niat dengan suara keras atau lirih pada shalat atau wudhu atau ibadah lainnya tidaklah diperbolekan sebab Nabi shallahu alaihi wa sallam tidak menunjukkan syariat demikian baik itu dengan ucapan beliau atau perbuatannya dan dikarenakan bahwasanya niat itu letaknya dalam hati, bukan lisan. Mulailah shalat anda (baik itu fardhu atau tidak fardhu) dengan kalimat Allahu Akbar dan mulailah wudhu anda dengan membaca basmalah sebagai bentuk mengikuti Nabi shallallahu alaihi wa sallam disertai tujuan dalam hati anda melaksanakan ibadah-ibadah yang ingin anda mulai (kecuali haji dan umroh)...." 
Fatwa ini ditandatangani oleh
Abdullah bin Qu'ud selaku anggota
Abdurrazzaq Afifi selaku wakil ketua
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku ketua
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 6/322. Pertanyaan keempat dari fatwa no.1607

Wallahu ta'ala a'lam

 

 

© 2022 - Www.SalamDakwah.Com