SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Dosakah Meninggalkan Istri Yang Tidak Mau Nurut


Ikhwan (Palu)
2 weeks ago on Keluarga

assalamualaikum. ustadz saya mau tanya. apa saya berdosa meninggalkan dan sampai menceraikan nya dalam ke adaan habis melahirkan. alasan nya karna istri saya tidak mau nurut dan mendengarkan apa yang di larang oleh agama. seperti mendekati syirik.membuka auratnya saat habis mandi. dan menilai saya sebagai orang yang sok pintar sekali dalam agama saat saya menasehatinya dalam ke baikan. mohon penjelasanya ustadz. syukron
Redaksi salamdakwah.com
2 weeks ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Cobalah berdo'a untuk dia kemudian memberikan masukan kepadanya secara langsung atau melalui orang yang ia hormati. Apabila dia tetap tidak taat maka anda bisa menerapkan tuntunan al-Qur'an dalam menghadapi pasangan hidup yang melakukan nusyuz (pembangkangan). Allah ta'ala berfirman dalam surat an-Nisa' ayat 34

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ وَاللاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا


Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu Maka wanita sholehah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, Maka nasehatilah mereka dan berpisahlah dengan mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar

 Tahapan dalam menghadapi pembangkangan istri dalam ayat tersebut ada tiga:

1. Suami Memberinya Maw’idhah yaitu dengan menjelaskan aturan Allah ta’ala dalam masalah keta’atan dan pembangkangan kepada suami, kemudian dia menyemangati untuk mentaatinya dan menakut-nakutinya dengan efek buruk pembangkangan. Apalagi dalam pelanggaran syariat seperti ini. Kalau istri sadar dengan kesalahannya maka itu baik dan itulah yang diharapkan. Akan tetapi jika istri tetap membangkang maka kita menuju ke tahapan berikutnya

2. Suami memboikot istri di tempat tidur, dengan cara tidak bersetubuh dengannya dan tidak tidur di satu ranjang. Ini dilakukan secukupnya, maksudnya sampai istri berubah dari sikapnya yang tidak benar tersebut. Kalau cara ini belum membuahkan hasil maka kita menuju tahapan ke tiga

3. Suami memukul istri dengan pukulan yang tidak keras (pukulan yang tidak membahayakan dan tidak sampai memar)
Penjelasan singkat mengenai point-point di atas diterjemahkan dan diringkas dari Taisir Al-Karim Ar-Rahaman oleh syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di hal.177

Apabila dia masih tetap tidak berkenan untuk meninggalkan amalan buruk dia maka anda bisa menakutinya dengan menjatuhkan talak. Apabila dia tidak takut maka anda bisa menjatuhkan talak pertama. Apabila dia rujuk maka alhamdulillah. Apabila talak itu tidak berpengaruh dalam merubah akhlaknya maka anda bisa menjatuhkan talak dua, bila tidak ada perubahan maka anda bisa menjatuhkan talak tiga.

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com