SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Wajah Berminyak, Sahkan Wudhu'?


Akhwat
2 weeks ago on Ibadah

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Terkadang ketika ana hendak berwudhu', wajah ana agak berminyak, dikarenakan kulit ana juga memang tipenya mudah berminyak. Jika ana berwudhu'dlm keadaan wajah ana yg berminyak tsb apakah wudhu' ana sah? Mengingat bahwa air tidak bisa meresapi minyak. Begitu pula terkadang telinga ana berminyak dan ana mengusap telinga ana. Apakah sah wudhu'ana ? Jazakallahu khairan
Redaksi salamdakwah.com
2 weeks ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Wallahu ta'ala a'lam sepengetahuan kami minyak yang diproduksi oleh wajah tidak sampai menghalangi air mengenai wajah karena dia tidak berubah dzat nya dan menjadi penghalang air mengenai wajah. Syaikh Utsaimin rahimahullah pernah ditanya tentang seorang wanita yang memakai minyak rambut di kepalanya lalu ia mengusap rambutnya dalam wudhu, apakah wudhunya itu sah ataukah tidak?

Beliau menjawab:
Sebelum menjawab pertanyaan ini, saya ingin menerangkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman dalam al-Qur'an, (Al-Maidah: 6)


 يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُؤُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ


“wahai orang-orang yang beriman, apabila kaliah hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah muka kalian dan tangan kalian hingga siku, dan sapulah kepala kalian dan (basuhlah) kaki kalian hingga kedua mata kaki.” 

Perintah untuk membasuh anggota wudhu dan mengusap bagian yang harus disapu (pada ayat ini) mengharuskan penghilangan sesuatu yang menghalangi mengalirnya air pada anggota wudhu. Sebab bila ada sesuatu yang dapat menghalangi mengalirnya air pada anggota wudhu, maka orang itu belum membasuh atau mengusap bagian itu.

Berdasarkan hal itu kami katakan, Sesungguhnya jika seseorang menggunakan minyak pada anggota wudhunya, bisa jadi minyak itu akan menjadi beku hingga menjadi suatu benda padat, maka pada saat itu wajib baginya untuk menghilangkan benda padat itu sebelum ia membersihkan anggota wudhunya. Sebab jika minyak itu telah berubah menjadi beku sedemikian rupa maka hal itu akan menghalangi air untuk sampai pada kulit anggota wudhu, dan kala itu wudhunya dianggap tidak sah. 

Bisa jadi minyak itu juga tidak menjadi benda padat, sementara bekasnya masih tetap ada pada anggota wudhu, maka hal ini tidak masalah. Namun dalam keadaan seperti ini hendaknya seseorang menguatkan menguatkan basuhannya terhadap anggota wudhu tersebut dengan tangannya. Karena biasanya minyak itu bisa mengalihkan aliran air, bahkan bisa jadi ada anggota wudhu yang tidak terkena air (jika tidak dikuatkan basuhannya.pent) Majmu' Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 11/147 


والله تعالى أعلم بالحق والصواب

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com