SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Pilih Pasangan Yang Mana


Ikhwan (Subang)
2 weeks ago on Aqidah

Assalamualaikum ustad, saya melakukan perselingkuhan dengan wanita bersuami dan sekarang telah bercerai karena saya, sementara saya juga sudah berkeluarga. Apa yang harus saya lakukan, apakah harus menikahi wanita selingkuhan tersebut untuk menebus dosa atau mempertahankan rumah tangga saya dan mengabaikan wanita tersebut?
Redaksi salamdakwah.com
2 weeks ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Apa yang anda lakukan merupakan dosa besar.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,"

( مَنْ خَبَّبَ زَوْجَةَ امْرِئٍ أَوْ مَمْلُوكَهُ فَلَيْسَ مِنَّا )

“Barang siapa yang merusak istri orang lain atau merusak hamba sahayanya, maka bukanlah termasuk golongan kami”. (HR. Abu Daud no.5170)

Dalam riwayat lain disebutkan,"


( لَيْسَ مِنَّا مَنْ خَبَّبَ امرَأَةً عَلَى زَوجِهَا )

“Bukan termasuk golongan kami seseorang yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya”. (HR. Abu Daud 2175)

Syeikh Abdul Adzim Abadi –rahimahullah- berkata:

خبب “

Adalah merusak dan menipu

(امرأة على زوجها)

Adalah menyebutkan keburukan suami di depan istrinya atau kebaikan laki-laki lain di depan wanita tersebut”. (‘Aunul Ma’bud: 6/159)

(من خبب زوجة امرئ)

Menipunya dan merusaknya atau memperindah perceraian di mata wanita tersebut supaya si laki-laki bisa menikahinya atau laki-laki itu sengaja demikian supaya wanita itu dinikahi laki-laki lain atau model yang selain itu. Aunul Ma'bud 14/52

Syaikh Ibnu Baz rahimahullah ta'ala pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang menggoda istri kawannya hingga si wanita ini minta cerai dari suaminya kemudian menikah dengan laki-laki tersebut. Beliau menerangkan:

Perbuatan seorang teman ini dalam menggoda istri tersebut dan memisahkannya dari suaminya hukumnya tidak boleh, bahkan itu adalah kemungkaran. Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah melarang dan memperingatkan tentang itu. Laki-laki itu wajib bertaubat kepada Allah terkait dosa itu. Sedangkan pernikahannya sah, namun dia berdosa dan wajib bertaubat kepada Allah atas dosa yang telah ia lakukan. Apabila laki-laki itu menikahinya setelah masa iddah wanita itu habis maka hukumnya tidak apa-apa namun laki-laki itu berdosa dan si wanita itu juga berdosa. Wanita itu juga harus bertaubat dari perbuatan itu. Dua-duanya berdosa...Laki-laki itu telah mengkhianati kawannya terkait istrinya dengan menipu si wanita dan supaya ia bercerai dengan suaminya. Kala itu laki-laki itu telah melakukan kejahatan dan ia wajib bertaubat kepada Allah dari perbuatan itu dan menyesali dosa dia di masa lalu serta bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan itu. Apabila memungkinkan dia perlu meminta maaf dan meminta kerelaan hati mantan suami dari wanita yang sekarang sudah menjadi istrinya dari perbuatan dosa masa lalu dia. Ini dilakukan bila tidak menimbulkan kejelekan. Inilah yang baik...https://binbaz.org.sa/fatwas/9283/%D8%A7%D8%AB%D9%85-%D9%85%D9%86-%D8%AE%D8%A8%D8%A8-%D8%A7%D9%85%D8%B1%D8%A7%D8%A9-%D8%B9%D9%84%D9%89-%D8%B2%D9%88%D8%AC%D9%87%D8%A7-%D9%84%D9%8A%D8%AA%D8%B2%D9%88%D8%AC%D9%87%D8%A7-%D9%88%D8%AD%D9%83%D9%85-%D9%87%D8%B0%D8%A7-%D8%A7%D9%84%D8%B2%D9%88%D8%A7%D8%AC

 

Wallahu ta'ala i'lam

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com