SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apakah Perbedaan Tauhid Rububiyah dan Tauhid Uluhiyah?


Ikhwan (Semarang)
5 months ago on Aqidah

Apakah Perbedaan Tauhid Rububiyah dan Tauhid Uluhiyah?
Redaksi salamdakwah.com
5 months ago

 

Berikut ini keterangan Ulama' berkenaan dengan Tauhid Rububiah:

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menerangkan, 'Dan tauhid Rububiyah itu ialah (menyakini) tidak ada pencipta selain Allah Shubhanhahu wa ta’alla. (Karena) tidak mungkin ada suatu apapun yang lepas dari - Nya, dalam hal penciptaan suatu benda atau urusan, bahkan, bila -Dia menghendaki pasti terjadi, dan bila tidak menghendaki maka tidak mungkin terjadi. Majmu' Fatawa 10/331 dan 14/380 

 

Imam Ibnu Qoyim menjelaskan, "Nama Rabb terhimpun padanya makna yang mencakup bagi seluruh makhluk yaitu yang menguasai segala sesuatu dan menciptakan serta maha mampu untuk melakukan hal tersebut. Dan itu semua tidak mungkin bisa luput sedikitpun dari rububiyah -Nya, dan setiap apa yang ada di langit serta di muka bumi adalah hamba yang ada dalam genggaman-Nya serta di bawah kekuasaan-Nya. Madarijussalikin 1/34

 

Dari sini maka bisa ditarik kesimpulan, bahwa tauhid rububiyah ialah menetapkan serta mengakui bahwa Allah ta'ala semata (yang tidak ada sekutu bagi -Nya) yang menciptakan seluruh makhluk yang ada atas maupun di bawah, yang bisa disaksikan maupun tidak. 

 

Bahwa Allah Subhanahu wa ta’alla semata yang mengatur alam semesta ini, tidak ada seorangpun yang bersekutu dengan -Nya, sebagaimana seluruh takdir makhluk berada didalam genggaman -Nya, dalam bentuk seperti memberi rizki, mematikan, menghidupkan dll. 

 

Bahwasannya jikalau -Dia menghendaki sesuatu maka ia tinggal mengucapkan jadilah, maka terjadilah. Dan tidak ada sekutu yang menyertai Allah pada semua hal itu. Serta tidak ada yang sepadan dan tidak pula ada yang serupa dengan -Nya. 

 

Bahwasannya Allah Subhanahu wa ta’alla yang mengurusi seluruh makhluk dan memberi mereka   berbagai macam kenikmatan, Allah juga mengurusi makhluk-makhluk yang punya kedudukan khusus yaitu para Nabi dan pengikutnya, yang beriman kepadanya, membenarkan apa yang dibawa olehnya dari sisi Rabb mereka.

 

 

Terkait tauhid Uluhiah, Para ulama memberi pengertian tauhid uluhiah dengan pengertian yang hampir berdekatan. Hanya sebagiannya ada yang lebih panjang dari yang lain. Di antara pengertian itu, sebagai berikut: 

    1. Mengesakan Allah Shubhanahu wa ta’alla dalam perbuatan-perbuatan hamba.
    2. Mengesakan Allah Shubhanahu wa ta’alla dalam beribadah.
    3. Mengesakan Allah -ta’ala- dalam segala macam ibadah: lahir, batin, ucapan dan amalan, serta meniadakan segala
      peribadatan kepada selain Allah -ta’ala-, apapun wujudnya.
    4. Syaikh Abdurrahman As-Sa'di -rahimahullah- memberi pengertian lengkap, menyebutkan batasan pengertian ini, tafsir dan rukunnya dengan mengatakan: "Adapun batasan, tafsir dan rukunnya, yaitu mengetahui dan mengakui dengan keilmuan dan yakin bahwa Allah Shubhanahu wa ta’allaadalah Tuhan Esa yang diibadahi secara hakiki dan bahwa sifat uluhiah (ketuhanan) dan maknanya tidak terdapat pada seorang pun dari makhluk dan tidak pantas disandang kecuali oleh Allah -ta’ala . Jika mengetahui dan mengakui hal itu dengan sebenarnya, akan mengesakan -Nya dalam segala ibadahnya, yang lahir dan batin serta menegakkan syariat Islam lahiriah, seperti: shalat, zakat, puasa, haji, jihad, amar makruf nahi munkar, berbakti padaorang tua, menyambung tali kekeluargaan serta menunaikan hak-hak Allah Shubhanahu wa ta’alla dan makhluk.Juga menegakkan pokok-pokok iman: beriman kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul- Nya, hari akhirat serta menyandarkan takdir baik dan buruk hanya pada AllahShubhanahu wa ta’alla.Tidak memaksudkan dari semua ibadahnya selain rida Tuhan dan mengharap pahala, sambil meneladani Rasulullah -Salallahu ‘alaihi wasallam-.Aqidahnya sesuai dengan yang ditunjukkan oleh al- Quran dan Hadis. Amal perbuatannya sebagaimana syariat Allah dan Rasul-Nya. Akhlak dan adabnya meneladani Nabi Muhammad -Salallahu ‘alaihi wasallam- dalam arahan, petunjuk dan segala keadaannya. 

Wallahu ta'ala a'lam

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com