SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Ragu Tentang Jodoh


Akhwat (Bandung)
3 weeks ago on Aqidah

Assalamualaikum ustadz. saya ingin bertanya ciri ciri di dekatkan dengan jodoh itu seperti apa? dan katanya kan wanita itu tidak mencari melainkan dicari. Nah upaya yg wanita harus lakukan hanya memperbaiki diri dan berdoa saja? apakah itu cukup? atau harus melakukan upaya yang lain? dan akhir2 ini saya bingung kenapa selalu memimpikan seseorang yang tidak lain adalah teman saya sendiri, apa secara tidak sadar saya menyukainya? sikap apa yang harus saya lakukan ustadz agar terhindar dari pikiran yang seharusnya tidak saya pikirkan ini. terimakasih wassalamualaikum
Redaksi salamdakwah.com
3 weeks ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Sebenarnya seorang wanita tidak harus menunggu orang datang untuk maju dan melamar. Apabila seorang wanita mengetahui ada laki-laki yang baik agama dan akhlaknya maka si wanita bisa meminta orang menjadi perantara antara dia dengan si laki-laki itu. Terkait seorang wanita menawarkan diri untuk dinikahi maka itu menurut sebagian Ulama' dibolehkan bila laki-laki itu adalah laki-laki yang sholeh dan si wanita berharap atsar kesolehannya dalam rumah tangga. Imam Bukhari meriwayatkan:


حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا مَرْحُومُ بْنُ عَبْدِ العَزِيزِ بْنِ مِهْرَانَ، قَالَ: سَمِعْتُ ثَابِتًا البُنَانِيَّ، قَالَ: كُنْتُ عِنْدَ أَنَسٍ وَعِنْدَهُ ابْنَةٌ لَهُ، قَالَ أَنَسٌ: جَاءَتِ امْرَأَةٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَعْرِضُ عَلَيْهِ نَفْسَهَا، قَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَلَكَ بِي حَاجَةٌ؟ " فَقَالَتْ بِنْتُ أَنَسٍ: مَا أَقَلَّ حَيَاءَهَا، وَا سَوْأَتَاهْ وَا سَوْأَتَاهْ، قَالَ: «هِيَ خَيْرٌ مِنْكِ، رَغِبَتْ فِي النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَرَضَتْ عَلَيْهِ نَفْسَهَا»


Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah, Telah menceritakan kepada kami Marhum bin Abdul Aziz bin Mihran ia berkata: Aku mendengar Tsabit al Bunaniy berkata: Aku pernah berada di tempat Anas, sedang di dekat beliau ada putrinya. Anas berkata: “Ada seorang wanita datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu menawarkan dirinya kepada beliau. Wanita itu berkata: “Wahai Rasulullah, adakah anda menginginkanku? Lalu putri Anas pun berkomentar: “Alangkah sedikit rasa malunya, alangkah buruknya, buruk. Anas berkata: “Wanita itu lebih baik daripada kamu, ia menyukai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, hingga ia menawarkan dirinya pada beliau. HR. Bukhari no. 5120 dan yang lainnya.

Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani menerangkan: 
Ibnu al-Munayyir berkata di “al-Hasyiah”: Termasuk isyarat-isyarat halus dari imam Bukhari bahwasanya ketika beliau mengetahui kekhususan kisah wanita yang menyerahkan dirinya ke Nabi shallallahu alaihi wa sallam beliau mengambil istinbath dari hadits tersebut untuk hukum yang tidak ada kekhususannya yaitu bolehnya seorang wanita menawarkan dirinya (untuk dinikahi) kepada laki-laki sholeh demi mengharapkan keshalihannya. Itu dibolehkan bagi wanita tersebut...

Pada dua hadits tersebut: yakni hadits Sahl dan hadits Anas keduanya terkait dengan wanita yang menawarkan dirinya kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam: terdapat hukum bolehnya menawarkan diri untuk dinikahi kepada laki-laki, bolehnya memberitahukan keinginannya menjadikan dia pasangan, ini bukanlah suatu kesalahan. Bagi laki-laki yang ditawari oleh seorang wanita tersebut boleh menerima atau tidak, namun selayaknya dia tidak terang-terangan menolak tapi cukup dengan diam. Fath al-Bari 9/175 

Dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah, 30/50, disebutkan “Seorang wanita dibolehkan menawarkan dirinya kepada seorang lelaki dan menyampaikan padanya akan keinginannya. Karena kebaikan laki-laki itu dan keutamaannya atau karena ilmu dan kemuliaannya. Atau karena salah satu perangai agama,  hal yang demikian bukanlah kehinaan. Bahkan hal itu menunjukan akan kemulyaannya. Dimana Bukhori telah mengeluarkan hadits Tsabit Albunany berkata, saya di sisi Anan… dan menyebutkan hadits tadi.

Kami sarankan kepada penanya untuk beristikhoroh kepada Allah ta'ala dan berdoa kepada Allah ta'ala meminta laki-laki yang terbaik baginya menurut Allah ta'ala. Dengan begitu  semoga Allah ta'ala mudahkan wanita itu untuk melakukan tindakan yang tepat dalam masalah ini setelah istikhoroh. Dalam salah satu hadits disebutkan terkait istikhoroh,"


عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ الله عَنْهُ، قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، كَالسُّورَةِ مِنَ القُرْآنِ: " إِذَا هَمَّ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَقُولُ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ العَظِيمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الغُيُوبِ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي - أَوْ قَالَ: فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ - فَاقْدُرْهُ لِي، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي - أَوْ قَالَ: فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ - فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِي الخَيْرَ حَيْثُ كَانَ، ثُمَّ رَضِّنِي بِهِ، وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ


Dari Jabir radliallahu 'anhu dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengajarkan istikharah kepada kami untuk setiap perkara, sebagaimana mengajarkan surat dari Al Qur'an. (Beliau bersabda): "Jika salah seorang menginginkan sesuatu maka hendaknya ia mengerjakan dua raka'at lalu ia mengucapkan: ALLAHUMMA INNI ASTAKHIRUKA BI 'ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BI QUDRATIKA WA AS'ALUKA MIN FADLIKAL ADZIMI FAINNAKA TAQDIRU WALA AQDIRU WA TA'LAMU WALA A'LAMU WA ANTA A'LLAMUL GHUYUB, ALLAHUMMA IN KUNTA TA'LAMU ANNA HADZAL AMRA KHAIRAN LII FII DIENIE WA MA'AASYII WA 'AQIBATI AMRI -atau berkata; FII 'AAJILI AMRII WA AAJILIHI- FAQDURHU LI WA IN KUNTA TA'LAMU ANNA HAADZAL AMRA SYARRAN LI FI DIINII WA MA'AASYII WA 'AAQIBATI AMRII -atau berkata; FII 'AAJILI AMRII WA AAJILIHI- FASHRIFHU 'ANNI WASHRIFNI 'ANHU WAQDURLIIL KHAIRA HAITSU KAANA TSUMMA RADDLINI BIHI kemudian ia menyebutkan hajat yang ia inginkan. (Ya Allah saya memohon pilihan kepada Engkau dengan ilmu-Mu, saya memohon penetapan dengan kekuasaan-Mu dan saya memohon karunia-Mu yang besar, karena Engkaulah yang berkuasa sedangkan saya tidak berkuasa, Engkaulah yang Maha mengetahui sedangkan saya tidak mengetahui apa-apa, dan Engkau Maha mengetahui dengan segala yang ghaib. Ya Allah jikalau Engkau mengetahui urusanku ini adalah baik untukku dalam agamaku, kehidupanku, serta akibat urusanku -atau berkata; baik di dunia atau di akhirat- maka takdirkanlah untukku, sebaliknya jikalau Engkau mengetahui bahwa urusanku ini buruk untukku, agamaku, kehidupanku, serta akibat urusanku, -atau berkata; baik di dunia ataupun di akhirat- maka jauhkanlah aku daripadanya, serta takdirkanlah untukku yang baik baik saja, kemudian jadikanlah aku ridla dengannya.) " Lalu ia menyebutkan hajatnya. HR. Bukhari, Kitab Ad-Da'awat, Bab Ad-Du'a' 'inda Al-Istikhoroh no.6382. Imam Bukhari juga menyebutkannya di tempat lain di nomer 7390

Apabila memang Allah kabulkan doa penanya maka insya Allah laki-laki yang baik akan mendekat dan ia akan maju dalam rangka menjalani proses ke arah pernikahan. Apabila ternyata setelah istikhoroh-istikhoroh ternyata ada kecondongan kepada laki-laki laki-laki sholeh tertentu maka silahkan mencari wasilah yang akan menawarkan kepada laki-laki sholeh tersebut untuk menikahi penanya. Menawarkan diri kepada laki-laki sholeh bukanlah aib sebagaimana yang disebutkan sebelumnya.

Terkait memimpikan seorang laki-laki secara berulang kemungkinannya adalah salah satu dari tiga yang disebutkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الرُّؤْيَا ثَلاَثٌ حَدِيثُ النَّفْسِ ، وَتَخْوِيفُ الشَّيْطَانِ ، وَبُشْرَى مِنَ اللَّهِ

“Mimpi itu ada tiga macam: bisikan hati, ditakuti setan, dan kabar gembira dari Allah.” (HR. Bukhari 7017)

maksudnya bisa jadi laki-laki itu muncul dalam mimpi penanya karena penanya selalu memikirkannya, atau memang itu rekayasa setan atau memang itu petunjuk dari Allah ta'ala. Untuk saat ini kami nasehatkan kepada penanya untuk fokus memperbaiki diri dan banyak berdo'a serta berpikir positif. Apabila ada pikiran-pikiran negatif maka itu perlu disingkirkan sehingga hasil akhirnya menjadi baik insya Allah ta'ala.

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com