SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Nikah di Bulan Nabi Dilahirkan


Ikhwan (Surabaya)
4 weeks ago on Ibadah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ustadz...mohon maaf sebelmnya...saya ingin berkonsultasi perihal pernikahan...jadi begini ustadz akhir tahun ini tepatnya tanggal 2 november 2019 kan hari pernikahan saya...semua tanggal dan bulan yg mencarikan dari pihak perempuan, tetapi ibuk saya kurang setuju karena pas bulan itu menurut hitungan jawa tepat pada bulan maulud nabi yang katanya bulan kurang baik untuk menikah...dengan persoalan seperti ini apa yang harus saya lakukan ustadz, saya sangat risau sekali apakah saya tetap jalan di bulan itu karena kalau difikir2 semua bulan itu baik, atau menurut pada ibuk sya...karena ada yang bilang anak harus patuh orang tua...menurut ustadz langkah apa yang harus saya lakukan...trima kasih sebelmnya ustadz wassalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh 🙏🙏
Redaksi salamdakwah.com
4 weeks ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Hingga kini kami belum mendapati dalil yang shahih dan tegas yang menunjukkan bahwa menikah di bulan Rabi'ul Awwal (bulan kelahiran Nabi shallallahu alaihi wa sallam) adalah pernikahan yang tidak baik. Sehingga kami tidak setuju dengan pernyataan orang tua anda. Ada pertanyaan ke Ulama' tentang pernikahan di bulan tertentu yang dikatakan itu adalah bulan yang buruk untuk menikah. Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa pernah ditanya:
Kami telah mendengar adanya keyakinan-keyakinan yang menginformasikan bahwa tidak boleh melaksanakan pernikahan, khitan dan semacamnya di bulan Shafar. Kami berharap Anda memberi ilmu kepada kami dalam masalah tersebut sesuai dengan syariat Islam. Semoga Allah menjaga Anda sekalian?

Mereka menjawab:
Apa yang disebutkan (tidak menikah dan berkhitan dan dan semisalnya pada bulan Shafar) adalah termasuk Tasyaum (menganggap sial) bulan tersebut. Berbuat tasyaum terhadap bulan, hari, burung dan semacamnya dari bermacam-macam hewan tidaklah diperbolehkan. Ini berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Bukhari dan muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


لاَ عَدْوَى وَلاَ طِيَرَةَ، وَلاَ هَامَةَ وَلاَ صَفَرَ


"Tidak ada 'adwa (keyakinan adanya penularan penyakit), tidak ada thiyarah (menganggap sial sesuatu hingga tidak jadi beramal), tidak ada hammah (Nama burung yang dianggap membawa sial) dan tidak pula shafar (menganggap sial bulan Shafar)

Menganggap sial bulan Shafar termasuk jenis Thiyaroh yang terlarang, dan ini termasuk perbuatan jahiliyyah, sedangkan Islam telah membatalkan perbuatan tersebut. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 1/658 no.10775

Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin menerangkan:
Zaman tidak ikut campur dalam memberikan pengaruh dan dalam takdir Allah azza wa jalla, dan bulan Shafar sama dengan zaman lainnya di dalamnya ada pentakdiran kebaikan dan keburukan. Majmu' Fatawa Wa Rasail al-Utsaimin 2/114

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com