SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Istri Tidak Mau Mendengar Suami Saat Hamil


Ikhwan (Palu)
1 month ago on Keluarga

Assalamualaikum. Ustadz apakah saya berdosa meninggalkan istri yang sedang hamil. Alasanya karna istri saya tidak mau dengar perkataan saya. Saya sering nasehati tentang agama. Apa lagi tetang bertauhid sama allah.namun dia hanya marah2. Apakah bisa saya ceraikan dia yang sedang hamil. Karna istri saya keras kepala dan membangkang ustadz.Syukron
Redaksi salamdakwah.com
1 month ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Terkait talaq saat hamil, bila itu terjadi maka talak itu jatuh dan dihitung. Komite tetap Riset Ilmiah dan Fatwa pernah ditanya:
Pertanyaan: Saya mempunyai seorang istri dari kota Shabya berinisial ( B M A). Iblis laknatullah menyebabkan saya bermasalah dengannya lalu saya pun menceraikannya secara terucap sebanyak tiga kali. Saya berkata padanya,
"Engkau tertalak, engkau tertalak, engkau tertalak" di tempat yang sama. Pada waktu dan saat itu juga saya merujuknya sebab dia sedang hamil enam bulan. Saya mohon diberi penjelasan untuk menyelesaikan masalah ini. 

Mereka menjawab:
Jawaban: Jika yang Anda maksudkan dengan mengulangi kata cerai tiga kali "Engkau tertalak, engkau tertalak, engkau tertalak" adalah untuk memutuskan tanggung jawab Anda terhadapnya dan memutuskan hubungan antara kalian berdua maka itu adalah talak tiga yang tidak halal bagi Anda untuk kembali kepadanya sebelum dia dinikahi oleh lelaki lain. Jika yang Anda maksudkan dengan pengulangan kata "engkau tertalak" itu sebanyak tiga kali adalah untuk menguatkan pernyataan pertama dan untuk memberikan pemahaman kepada istri Anda maka dia masih dalam status talak satu. Jika Anda langsung merujuk sesaat setelah Anda menceraikannya dan sebelum dia melahirkan dan disaksikan oleh dua orang saksi yang adil maka dia tetap menjadi istri Anda, dan tersisa bagi Anda dua kali talak lagi. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 20/132-133 fatwa no.73 

Namun sebelum itu perlu dipertimbangkan masak-masak masalah ini mengingat masalah tauhid itu bertingkat-tingkat keparahannya dan kami tidak tahu jenis mana yang anda maksud. Di sisi lain sebagian wanita hamil memang punya pembawaan emosi yang tidak stabil sehingga tidak layak untuk disikapi dengan sungguh-sungguh. Apabila pelanggaran tauhid yang dilakukan oleh beliau adalah masalah yang berat dan memang beliau karakternya susah menerima nasehat baik itu saat hamil atau tidak, baik itu dengan nasehat anda atau orang lain maka tidak masalah mentalaknya. Apabila setelah ditalak beliau menyesal maka segeralah merujuknya.

Apabila yang dipermasalahkan adalah sesuatu yang diperselisihkan oleh Ulama' misalnya bertawassul dengan kedudukan Nabi shallallahu alaihi wa sallam atau yang sejenisnya dan di sisi lain beliau hanya uring-uringan di saat hamil saja maka cobalah untuk menasehati lagi (berikan ilmu yang menyingkap syubhat) dan tidak terburu-buru untuk mentalak. Semoga saja Allah ta'ala berikan hidayah ke beliau.  Semoga Allah ta'ala berikan hidayah kepada istri anda dan semoga Allah ta'ala mudahkan urusan anda dan keluarga.   

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com