SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hewan Kesayangan Mati


Akhwat (Solo)
5 months ago on Keluarga

Assalamualaikum Wr.Wb Ustadz Sebelumnya saya mau cerita Saya punya kucing kesayangan yang harus dioperasi karna ada penakit hernia di perutnya sewaktu umur 2 bulan, namun kata dokter penyakit itu berpotensi muncul lagi bila si kucing tidak di steril karna perutnya akan membesar dan menimbulkan hernia lagi Karna saya takut kehilangan kucing saya maka umur 5 bulan saya steril lah kucing karna saya tanya dokter katanya sudah bisa 1-2 hari Setelah steril baik baik saja, namun setelah kontrol dan ganti perban kucing saya tidak mau makan dan minum karna stress dan ternyata pas saya bawa lagi ke dokter jahitannya lepas, sehari setelah itu kucing saya tambah lemas malah tidak bisa jalan besoknya di bawalah ke dokter lagi dan ternyata katanya terkena virus dan kucing saya meninggal di tempat dokter iti juga, saya sudah berusaha merawat dan mengobati , saya juga tidak berniat menyiksa dan membunuh kucing, saya mensterilkan kucing berniat agar kucingnya berumur panjang, tetapi kucing saya malah meninggal saya terus merasa bersalah jika saja tidak saya sterilkan mungkin kucing saya masih disamping saya mohon pandangannya ustadz, apakah saya berdosa, bila berdosa bagaimana cara menebus dosa itu saya terus merasa bersalah Terimakasih Wassalamualaikum wr. wb
Redaksi salamdakwah.com
5 months ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Apabila penanya sudah berhati-hati dalam memilih dokter dan  memilih pengobatan namun tetap saja kucing itu meninggal maka penanya tidak dikenakan dosa. Ini berdasarkan firman Allah ta'ala di surat al-Ahzab ayat 5


وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَا أَخْطَأْتُمْ بِهِ وَلَكِنْ مَا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا


Dan tidak ada dosa atas kalian terhadap apa yang kalian khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya," Ada seorang laki-laki tidak sengaja menabrak kucing dengan mobilnya, apa konsekwensinya?

Mereka menjawab:" Orang yang membunuh kucing itu tidak dikenakan sangsi mengingat dia membunuhnya karena khilaf (tidak sengaja)...
Ditandatangani oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku ketua
Syaikh Abdurrazzaq Afifi selaku wakil ketua
Abdullah bin Ghadyan selaku anggota
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 26/183. Pertanyaan pertama dari fatwa no.10489

 

Kematian kucing penanya merupakan sesuatu yang sudah ditakdirkan oleh Allah taala, penanya tidak boleh menyatakan bahwa seandainya berubah tindakan maka hasilnya kucingnya masih akan hidup.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau bersabda:
"Kalau engkau tertimpa musibah, janganlah engkau mengatakan: "Kalau tadi aku lakukan begini, tentu jadinya akan begini dan begini..". Tapi katakanlah: "Sudah takdir Allah, Allah melakukan apa saja yang Dia kehendaki. Karena kata "seandainya," itu membuka pintu amalan syetan (yakni akan membuka pintu kesedihan dan kekecewaan.

 Allah berfirman:

"Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali denga izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.." (At-Taghaabun : 11)


والله تعالى أعلم بالحق والصواب
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com