SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Suami Membatasi Pemberian Istri Kepada Orang Tuanya Dari Gajinya Sendiri


Akhwat (Depok)
1 month ago on Keluarga

assalamu'alaikum wrwb .. saya mau tanya langsung pada intinya .. saya kadang suka memberi uang lebih diluar uang bulanan yg saya berikan kepada orang tua saya kadang berupa belanjaan bulanan dari uang gaji saya bukan gaji suami, tetapi terkadang suami saya membatasi untuk memberikan uang lebih itu ,, saya bingung harus bagaimana .. satu sisi saya harus menuruti suami saya satu sisi lagi mereka orang tua saya .. apakah saya termasuk istri atau anak yg durhaka ? apa yg harus saya lakukan .. mohon pencerahannya .. wassalamu'alaikum wrwb ..
Redaksi salamdakwah.com
1 month ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Pengaturan gaji anda sebagai istri bergantung kepada kesepakatan anda dengan suami. Apabila ada kesepakatan di awal bahwa ketika anda diizinkan untuk bekerja anda menyatakan bahwa suami berhak mengatur pengeluaran anda dari gaji anda maka anda perlu meminta izin darinya untuk pengeluaran anda dari gaji, termasuk di sini pembatasan pengeluaran anda. Namun bila pembatasan ini berefek mudharat ke orang tua anda maka anda bisa menerangkan ke suami efek buruk dari pembatasan ini hingga anda mendapatkan izin, apabila dia masih bersikukuh pada pendapatnya maka anda bisa meminta keadilan pada hakim, namun jalan ini selayaknya tidak ditempuh bila ini akan mempengaruhi hubungan suami istri dalam rumah tangga.

Apabila anda diberikan kebebasan untuk bekerja dan suami tidak mensyaratkan permintaan bagian dari hasil kerja anda maka suami tidak berhak untuk membatasi infaq anda kepada orang tua. Namun cobalah berdamai dengan memberikan hadiah untuk meluluhkan hatinya. 


الحكم في هذا على ما اتفقا عليه إذا اتفقا على أن النصف للزوج أو الربع أو الثلث أو أقل أو أكثر فلا بأس المسلمون على شروطهم، والصلح جائز بين المسلمين إلا صلحًا حرم حلالًا أو أحل حرامًا، فإذا اتفق معها أنها تعمل موظفة مدرسة أو ممرضة أو طبيبة واتفق معها على أن له النصف أو الثلث أو الربع أو الراتب كله فلا بأس الحق لا يعدوهما.
أما إن كان مشروطًا في العقد شرط ... في العقد أن راتبها لها وأنه يقدم على أنها موظفة مدرسة ممرضة طبيبة أو غير ذلك وأن راتبها لها، إذا شرط عليه هذا فإنه لا حظ له فيه لا حق له إلا بشيء تسمح به، لقوله ﷺ: المسلمون على شروطهم، 

Syaikh Ibnu Baz menerangkan:
hukum masalah ini tergantung dengan apa yang disepakati oleh kedua belah pihak. Jika keduanya menyepakati bahwa setengah, seperempat, sepertiga, kurang dari itu atau lebih dari itu dari gaji istri diberikan kepada suami maka itu diperbolehkan mengingat kaum muslimin terikat dengan syarat yang mereka sepakati. Perdamaian diantara kaum muslimin dibolehkan kecuali perdamaian yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram.

Apabila suami bersepakat dengan istri bahwa istri dibolehkan bekerja sebagai pegawai, pengajar, perawat atau dokter dengan catatan suami berhak memperoleh bagian sebesar setengah,sepertiga, seperempat atau seluruh gaji istri maka ini boleh...

Apabila disyaratkan ketika akad bahwa gaji istri merupakan hak istri secara utuh, misalnya ketika laki-laki itu datang wanita itu sudah dalam keadaan telah bekerja sebagai pegawai, perawat, dokter atau yang lainnya dan istri memang mensyaratkan bahwa istri berhak atas gaji itu maka suami tidak mendapatkan bagian dan tidak punya hak kecuali bagian tertentu yang diperbolehkan oleh istri, ini didasari sabda Nabi shallallahu alaibi wa sallam

المسلمون على شروطهم

Kaum muslimin terikat dengan syarat yang mereka sepakati. 

  ... https://binbaz.org.sa/fatwas/13864/%D8%AD%D9%83%D9%85-%D8%A7%D8%AE%D8%B0-%D8%A7%D9%84%D8%B2%D9%88%D8%AC-%D9%85%D9%86-%D8%B1%D8%A7%D8%AA%D8%A8-%D8%B2%D9%88%D8%AC%D8%AA%D9%87

Wallahu ta'ala a'lam

 

 

   

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com