SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Merangsang Tubuh Untuk Meredakan Syahwat


Akhwat (Tegal)
1 year ago on Fiqih

Bismillah. Ahsanallahu ilaikum Ustadz, izin bertanya. Saya janda muda usia 25 tahun tanpa anak, di waktu-waktu tertentu saya sering merasakan gairah seksual begitu besar sehingga saya tak mampu menahannya, akhirnya saya hanya bisa merangsang diri saya sendiri dibagian tubuh tertentu tapi tidak sampai orgasme. Saya sudah ingin menikah dan ada beberapa ikhwan yang sudah mencoba taaruf tetapi qodarallah belum ada yang cocok di ortu saya. Bagaimana hukumnya jika saya merangsang tubuh saya sendiri sampai saya mengeluarkan madzi (bukan mani)? Apakah saya harus mandi janabah? Mohon penjelasannya, syukran wa jazakumullahu khairan.
Redaksi salamdakwah.com
1 year ago

بسم الله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه 

Onani atau masturbasi menurut pendapat yang kuat hukum asalnya adalah  terlarang karena itu termasuk melampaui batas, Allah ta'ala berfirman di surat Al-Mu'minun menyebutkan sifat-siat kaum mukminin, diantaranya:


وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (٥)إِلا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (٦)فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (٧


5. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
6. Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.
7. Barangsiapa mencari yang di balik (selain itu.pen) itu Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas.

Karena ini termasuk perbuatan dosa maka seseorang yang jatuh ke perbuatan itu harus meminta ampun kepada Allah ta'ala dan bertaubat kepada-Nya supaya dosa tersebut diampuni oleh Allah ta'ala. Diantara syarat taubat kepada Allah ta'ala adalah:
1. Ikhlas karena Allah ta'ala
2. Menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan
3. Segera meninggalkan perbuatan tersebut.
4. Bertekad untuk tidak kembali ke dosa tersebut
5. Taubat tersebut dilaksanakan pada saat Taubat masih diterima
lih. Asy-Syarh Al-Mumti' 'ala Zad Al-Mustaqni' oleh syaikh Utsaimin 14/380

Untuk menghindari kecanduan onani atau masturbasi selayaknya orang yang kecanduan penyakit ini melakukan hal-hal berikut:
1. Banyak berdo'a supaya Allah ta'ala melindungi Anda dari pikiran buruk, dan banyak beribadah kepada-Nya dengan memahami inti dari ibadah tersebut.
2. Banyak melakukan puasa sunnah.
3. Menghindari hal-hal yang membangkitkan syahwat seperti melihat gambar-gambar atau video seronok, serta masuk dalam lingkungan yang penuh dengan ikhtilat antara laki-laki dan perempuan.
4. Menyibukkan diri dengan hal-hal yang positif dan tidak membiarkan pikiran dalam keadaan kosong, supaya setan tidak banyak memiliki kesempatan untuk memasukkan pikiran-pikiran kotor ke dalam otak.

Apabila langkah di atas sudah dilakukan oleh seseorang namun syahwatnya masih bergejolak kuat maka apabila dia khawatir terjatuh ke perbuatan zina maka ia boleh onani atau masturbasi.

Syekhul Islam Ibnu Taymiyyah, semoga merahmatinya, ditanya tentang “seorang pria yang bergejolak syahwatnya, selanjutnya dia melakukan masturbasi dengan tangannya ... Dia tahu bahwa puasa bisa meredakan gejolak ini namun berpuasa itu sulit baginya.

Beliau menjawab: cairan yang keluar tanpa disengaja, tidak berefek dosa baginya, tetapi dia harus mandi besar jika air yang keluar itu memancar dengan kuat (mani.pent).

Jika dia mengeluarkannya dengan sengaja dengan cara melakukan onani dengan tangan, hal itu menurut sebagian besar ulama dilarang. Ini adalah salah satu dari dua riwayat dari imam Ahmad, bahkan ini riwayat yang paling nampak, dalam riwayat lain itu dihukumi makruh tetapi dalam keadaan terdesak, seperti dia takut zina jika dia tidak masturbasi, atau dia takut sakit (bila tidak masturbasi), maka ada dua ucapan ulama yang terkenal, di kasus ini, sekelompok dari ulama klasik dan kontemporee telah memberikan keringanan dalam melakukannya saat itu, namun Ulama' lain melarangnya.

Orang itu juga boleh melakukan onani atau masturbasi bila memang itu terbukti bisa menghilangkan mudhorot (yang mengenai badannya) bila syahwatnya tidak tersalurkan.

Syaikh Utsaimin rahimahullahu ta'ala berkata: Dia berkata: (siapa yang bermasturbasi dengan tangannya tanpa didasari hajat maka dia dita'zir) ... dan perkataannya (tanpa didasari hajat) berarti tidak membutuhkan itu, 

 

dan kebutuhan itu ada dua macam: kebutuhan untuk kebaikan agamanya dan kebutuhan fisiknya.

 

Adapun kebutuhan untuk kebaikan agamanya: adalah seseorang takut dirinya terjatuh ke perbuatan zina, misalnya dia  berada di negara di mana dia dapat melakukan perzinahan. dia berkata: Jika syahwatnya bergejolak dia punya opsi memadamkan gejolak itu dengan masturbasi, atau dia pergi ke tempat pelacuran dan melakukan perzinahan, 

 

jadi kami berkata kepadanya di sini: Ini adalah kebutuhan yang syar'i; Karena menurut kaidah yang ditetapkan dalam syariat bahwa kita harus menolak kerusakan yang tertinggi  dengan kerusakan yang terendah, dan ini sesuai dengan logika, 

 

jadi jika orang ini harus memadamkan syahwatnya dengan ini atau ini, maka kita katakan kala itu: Tindakan ini (masturbasi) diperbolehkan baginya jika diperlukan.

 

Adapun kebutuhan fisik: Jika seseorang takut tubuhnya rusak jika kelebihan (hormon yang mendorong keinginan seks.pent) yang dimilikinya tidak dikeluarkan. 

 

Karena beberapa orang mungkin memiliki nafsu yang kuat, dan jika kelebihan yang dia miliki tidak dikeluarkan, maka akan terjadi kerumitan, dan dia benci bergaul dengan orang-orang dan duduk bersama mereka.

 

Jika dia khawatir tindakan diam akan membuat dirinya terkena mudhorot, maka dia boleh melakukan perbuatan itu (masturbasi.pent) karena itu adalah kebutuhan fisik. Jika masturbasi tidak dibutuhkan namun dia tetap melakukannya, maka dia dita'zir, yaitu dia dihukum dengan apa yang membuat dia jera. Dinukil dari al-Sharh al-Mumti '(14/318)

 

Meski demikian sebenarnya ada jalan yang aman dan halal yaitu segera menikah. Apabila sudah ada laki-laki baik yang datang ke wali penanya namun wali penanya tidak mau menerima dengan alasan yangtidak syar'i maka kami sarankan kepada penanya untuk menjalin komunikasi dengan wali (dengan lebih intens dan cara yang lebih baik serta dengan penyampaian argumen yang lebih kuat) diharapkan dengan begini beliau bisa menerima masukan Anda tentang waktu pernikahan pada bulan Desember.

Apabila penyampaian penanya belum bisa meyakinkan wali untuk merubah keputusan maka penanya bisa minta bantuan orang lain (yang disegani, didengarkan perkataannya dan dihormati oleh wali penanya) untuk memberikan penjelasan kepada wali tentang tidak baiknya menunda-nunda pernikahan tanpa ada udzur syar'i.

Bila cara itu dirasa masih belum ampuh untuk meluluhkan hati wali penanya maka penanya bisa mengangkat masalah ini ke pengadilan, biar hakim yang akan mengumpulkan informasi dan memutuskan perkara ini. Bila hakim berpandangan bahwa wali penanya terbukti melakukan al-'Adhl (menghalangi pernikahan wanita tanpa alasan syar'i) maka ia bisa memaksa wali penanya untuk menikahkan penanya segera atau hakim memindahkan perwaliannya ke wali yang berada di urutan selanjutnya atau hakim sendiri yang akan menjadi wali dari penanya.

Ibnu Quddamah pernah menerangkan istilah al-'adhl:
Makna al-Adhl adalah menghalangi seorang wanita untuk menikah dengan laki-laki yang sepadan dengannya (padahal wanita itu meminta untuk dinikahkan). Laki-laki dan perempuan itu saling suka al-Mughni 7/31

Adapun pertanyaan terkait madzi maka Madzi adalah cairan kental , warnanya putih bening, Baunya berbeda dengan bau mani, keluarnya tidak memancar dan ia keluar ketika foreplay, teringat jima', menginginkannya atau saat melihat (hal-hal yang membangkitkan syahwat.pent), ia keluar di awal mula bersyahwat. Cairan ini dihukumi Najis dan membatalkan wudhu. Lih. Majmu' Fatawa Ibnu Baz 10/178, Majmu' Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 11/222, Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 5/420

Karena madzi itu najis dan membatalkan wudhu maka yang diwajibkan adalah membersihkan anggota badan dan pakaian yang terkena madzi tersebut.

Semoga Allah ta'ala memberikan solusi terbaik untuk masalah penanya dan masalah kaum muslimin lainnya.


والله تعالى أعلم بالحق والصواب

© 2022 - Www.SalamDakwah.Com