SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Menjawab Nadzhor Yang Baik


Akhwat (Jakarta)
8 months ago on Fiqih

Assalamualaikum ustadz, ada laki2 yg ingin serius dengan saya. Dan sudah melakukan nadzhor. Dan laki2 sudah setuju ke jenjang yg lebih serius selah nadzhor . Tetapi saya selalu menghindar ketika ditanya tentang jawaban saya karna saya masih ragu karena saya punya kekurangan di tubuh yg tidak terlihat. Dan sekarang saya ingin memberikan jawaban bahwa saya juga ingin serius dengannya. Bagaimana caranya memberikan jawaban yg baik dan sopan? Syukron
Redaksi salamdakwah.com
8 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Dalam pernikahan ada aib atau kekurangan yang apabila aib itu sengaja disembunyikan oleh salah satu pasangan maka pasangan yang merasa tertipu boleh memilih opsi pembatalan pernikahan. Berikut ini rincian dalam masalah ini, Syaikh Utsaimin menerangkan:
Pendapat yang benar adalah bahwasanya itu telah diatur dengan aturan tertentu, yakni aib adalah apa yang dianggap oleh masayarakat sebagai aib, yang hal itu menghilangkan tujuan bersenang-senang (menikmati) dengan pasangan atau mengurangi kesempurnaannya. Yakni apa yang biasanya sebuah akad menuntut ketiadaan hal itu. Inilah aib yang sebenarnya. Asy-Syarh al-Mumti' 'ala Zad al-Mustaqni' 12/203

Pada kesempatan lain Beliau menerangkan:
Pendapat yang benar: Aib (yang menjadikan seorang pasangan berhak mendapatkan opsi pembatalan pernikahan) adalah semua aib yang menjadikan tujuan pernikahan tidak tercapai. Tidak diragukan lagi bahwa termasuk tujuan penting pernikahan adalah bersenang-senang dengan (menikmati) pasangan, pelayanan dari pasangan dan lahirnya keturunan (hasil hubungan dengan pasangan.pent). Apabila ada yang menghalangi tujuan pernikahan itu maka penghalang itu termasuk aib. Asy-Syarh al-Mumti' ala Zad al-Mustaqni' 12/220

Oleh karena itu kekurangan yang ada pada diri pasangan menghalangi salah satu tujuan pernikahan misalnya seseorang menderita batuk dan apabila ia sedang batuk maka akan disertai sesak nafas yang membuatnya lemas dan tidak bisa beraktifitas apapun hingga batuk tersebut usai, sedangkan orang tersebut mudah terkena batuk (meski sebabnya sepele), akhirnya banyak aktifitas dalam rumah tangga yang kemungkinan tidak bisa terlaksana karena itu maka ini adalah termasuk aib yang harus diberitahukan oleh seseorang kepada calon pasangannya. Apabila calon pasangan rela maka hal itu bukanlah masalah.

Sebaliknya, misalnya apabila tidak semua batuk disertai sesak atau orang tersebut sering mampu menahan batuk yang disertai sesak nafas, sehingga kemungkinan aktifitas dalam rumah tangga tidak akan banyak terganggu maka ini bukanlah aib yang wajib untuk diinfokan ke calon pasangan.

Dengan demikian, penanya bisa menyampaikan ke calon pasangan tentang kesediaannya untuk lanjut proses dengan menyertakan info tentang kekurangan yang ada pada dirinya (bila itu memang termasuk yang perlu diinfokan sebagaimana disebutkan rinciannya di atas), apabila kekurangan itu bukan termasuk sesuatu yang perlu diinfokan kepada calon pasangan maka kekurangan ini tidak perlu diinfokan. Setelah itu proses lanjutan tergantung dari respon calon pasangan dari penanya.  


والله تعالى أعلم بالحق والصواب

© 2022 - Www.SalamDakwah.Com