SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

cinta beda agama


Akhwat (malang)
2 months ago on Aqidah

saya punya pacar tetapi dia beda agama dengan kita, apaka boleh menjalani cinta beda agama????
Redaksi salamdakwah.com
2 months ago

 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

 

Terima kasih atas kepercayaan dari penaya kepada situs salamdakwah.com. Semoga Allah ta'ala memudahkan semua urusan kita dan semoga Allah ta'ala selalu menuntun kita di jalan yang benar.

Wanita muslimah tidak boleh berpacaran dengan laki-laki kafir, diantara alasannya adalah:

1. Secara umum hukum berpacaran adalah haram, baik itu pacarnya seorang yang beragama Islam atau beragama bukan Islam. Silahkan membaca pembahasan kami sebelumnya di link berikut:  http://www.salamdakwah.com/baca-pertanyaan/pacaran-1.html

2. Disamping dzat pacaran itu haram perlu difahami bahwa pacaran dengan laki-laki non muslim lebih ditekankan lagi mengingat pacaran itu akan mengantarkan seorang wanita muslimah kepada pernikahan dengan laki-laki non muslim padahal ulama' sepakat bahwa pernikahan dengan laki-laki non muslim  hukumnya haram. 

Allah Ta’ala berfirman:

وَلا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّى يُؤْمِنُوا وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ أُولَئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

“Dan janganlah kalian menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hati kalian. Dan janganlah kalian menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (QS. Al-Baqarah: 221

Allah Ta’ala berfirman di surat al-Mumtahanah:10


فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَاتٍ فَلا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ لا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ وَلا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ )

“Maka jika kalian telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kalian kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka.” (QS. Al-Mumtahanah: 10)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan, “Umat Islam sepakat bahwa orang kafir tidak mewarisi dari orang Islam. Begitu juga lelaki kafir tidak dibolehkan mengawini wanita muslimah.” (Fatawa Kubro, 3/130).

 3. Mencintai seorang kafir merupakan bentuk pebuatan yang menyelisihi aqidah al-Wala' dan al-Bara'

Syaikh Ibnu Baz berfatwa (terjemahnya):
Al-Wala’dan Al-Bara’ artinya mencintai orang beriman dan membantu mereka serta membenci orang kafir, memusuhi dan berlepas diri dari mereka (dan agama mereka), sebagaimana firman Allah ta’ala:


قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ .... 

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya Kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, Kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara Kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Al-Mumtahanah:4

Bukan berarti makna membenci dan memusuhi mereka kita boleh mendzolimi dan melampaui batas terhadap mereka (ini jika mereka bukan kafir yang memerangi kita). Akan tetapi makna yang benar adalah anda membenci dan memusuhi mereka dalam hati serta tidak menjadikan mereka sahabat. Anda tidak boleh menyakiti, membahayakan dan mendzolimi mereka. (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz juz.5 hal.246)

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com