SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Seorang Gadis Belum Diizinkan Menikah Karena Belum Bekerja


Akhwat (Lampung)
1 week ago on Ibadah

Assalamualaikum ustadz Ingin bercerita masalah yg saya alami, belum di izinkan menikah kalau belum mendapatkan pekerjaan yg mapan ustadz. Memang benar saat ini saya belum bekerja tapi calon saya sudah bekerja walaupun bukan kerjaan tetap. Sudah hampir 1 tahun ini dari orang tua belum memberikan izin padahal kami sudah lamaran ustadz. Bantu saran dan solusi nya ustadz terimakasih. Wassalamualaikum ustadz
Redaksi salamdakwah.com
1 week ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Wallahu ta'ala a'lam, apabila maksud penanya adalah orang tua penanya mengizinkan penanya menikah bila penanya sudah punya pekerjaan yang mapan maka nampaknya orang tua penanya salah alamat, seharusnya orang tua penanya menekan calon suami penanya untuk mencari pekerjaan yang lebih baik mengingat kewajiban mencari nafkah berada di pundak suami dan bukan pada istri.

Ibnu al-Qaththan menerangkan:
Ulama' sepakat tentang wajibnya nafkah bagi istri atas suaminya bila mereka sudah mencapai baligh kecuali bagi wanita yang durhaka dan tidak memenuhi keinginan suaminya. Al-Iqna' fi Masail al-Ijma' 2/55

Allah ta’ala berfirman di surat Ath-Tholaq:7


لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ الله


Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya..

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda


وَلَهُنَّ عَلَيْكُمْ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ


Kalian (para suami) berkewajiban memenuhi hak para istri (menafkahi mereka dan memberi mereka pakaian yang sesuai). HR. Muslim no.1218 dan yang lainnya

Bahkan seorang suami tidak boleh memaksa istrinya bekerja di luar rumah. Dan bila suami memaksa istri bekerja di luar rumah maka dia tidak wajib taat. Majlis Majma' al-Fiqhi al Islami Internasional di bawah koordinasi Organisasi Konferensi Islam (OKI) dalam Mukatamarnya yang ke 16 di Dubai tanggal 19 April 2005 menerbitkan beberapa fatwa, diantaranya pada point ke empat: Suami tidak boleh memaksa istrinya bekerja di luar rumah

Apabila memang seorang wanita ingin bekerja maka kami sarankan untuk mencari uang tanpa harus melanggar aturan Allah ta'ala seperti bekerja di tempat yang menimbulkan fitnah bagi wanita dan pria (karena khalwat dan ikhtilat). Diantara contoh pekerjaan yang bisa dijalani oleh para wanita adalah berjualan online atau bekerja di lingkungan khusus wanita dan sejenisnya.

 

Oleh karena itu kami sarankan kepada penanya untuk memberikan masukan kepada orang tuanya dengan bijak, baik itu secara langsung atau tidak langsung (meminta bantuan orang lain yang disegani oleh orang tua untuk memberikan masukan ke orang tua penanya). Apabila memang penghasilan dari calon suami mencukupi untuk kebutuhan dasar maka kami sarankan kepada orang tua penanya untuk tidak menghalangi anak perempuannya menikah dengan laki-laki tersebut. Semoga saja Allah ta'ala membuka jalur-jalur rizki untuk penanya dan calon suaminya bila mereka menikah.

 

Apabila niat penanya dan calon suami ikhlas dalam pernikahan ini dan calon suami sungguh-sungguh dalam mencari nafkah maka insya Allah rizki akan dimudahkan oleh-Nya. Allah ta'ala menerangkan bantuan-Nya bagi orang yang menikah. Allah ta'ala berfirman dalam surat An-Nur ayat 32:


(وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ)


Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kalian, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahaya kalian yang lelaki dan hamba-hamba sahaya kalian yang perempuan. jika mereka miskin, Allah akan mencukupi mereka dengan kurnia-Nya. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui.

Pada nash lain Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


 (ثَلَاثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَوْنُهُمْ : الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ، وَالْمُكَاتَبُ الَّذِي يُرِيدُ الْأَدَاءَ ، وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ) 


"Tiga golongan yang pasti Allah tolong; orang yang berjihad di jalan Allah, budak yang ingin merdeka dari tuannya (dengan tebusan) dan orang yang ingin menikah agar dirinya terjaga dari dosa. HR. Tirmidzi no.1655 dan Nasai no.3120 dan Ibnu Majah no.2518. Lafadz ini adalah lafadz Tirmidzi. Hadits ini dihasankan oleh Al-Albani

Atsar dari sahabat juga mendukung hal ini. Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata:


رغبهم الله في التزويج ، وأمر به الأحرار والعبيد ، ووعدهم عليه الغنى)


Ibnu Jarir Ath-Thobari meriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu, beliau berkata: Allah ta'ala menyemangati mereka untuk menikah, Allah juga memerintahkan orang merdeka dan budak supaya menikah dan Allah ta'ala menjanjikan kepada mereka kecukupan.

Wallahu ta'ala a'lam 

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com