SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apakah Itu Termasuk Sirik?Bagaimana Solusinya?


Akhwat (Lampung)
2 months ago on Aqidah

Assalamualaikum ustad. Maaf ustad mau tanya, dulu ketika saya SMA, saya mempunyai teman. Teman saya kehilangan hp dan dia meminta saya untuk menemaninya ke orang pintar (teman saya tidak membawa motor sedangkan saya membawa motor waktu itu). Saya tahu kalo itu salah tetapi saya tidak berpikir jika yg kesana dan yg menemanipun berdosa. Tetapi untungnya ketika sampai dirumahnya, ternyata orang yg dicari sedang tidak ada di rumah. Jadi bagaimana ya ustad? Apakah itu sudah termasuk dosa sirik ustad? :(. Lalu jika ia apakah dosa sirik bisa diampuni ustad?? :(
Redaksi salamdakwah.com
2 months ago

 

Waalaikumussalam wa rahmatullahi wabarakatuhu

Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin menerangkan 3 jenis orang yang mendatangi dukun:

Pertama: seseorang mendatangi dukun kemudian bertanya kepadanya namun tidak membenarkannya. Ini hukumnya haram. Dia dihukum dengan tidak diterimanya shalat dia selama empat puluh hari. Sebagaimana disebutkan dalam sahih Muslim (2230) bahwasanya Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda: barangsiapa mendatangi peramal kemudian bertanya kepadanya tentang sesuatu maka shalatnya selama 40 malam tidak diterima.

Kedua: mendatangi dukun, bertanya kepadanya dan membenarkan informasi yang dia sampaikan maka ini adalah kekufuran terhadap Allah azza wa jalla karena orang itu membenarkan pengakuan dia yang mengetahui ilmu ghaib sedangkan membernarkan manusia ketika dia mengetahui ilmu ghaib sama saja dengan mendustakan firman Allah subhanahu wa ta'ala (an-Naml:65)
Katakan bahwa tidak ada yang mengetahui ghoib baik itu di langit maupun di bumi kecuali Allah ta'ala)

Oleh karena itu dalam hadits sahih disebutkan: barangsiapa mendatangi dukun serta membenarkan apa yang dia ucapkan maka dia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad shalallahu alaihi wasallam.

Ketiga: seseorang mendatangi dukun dan bertanya kepadanya dengan tujuan menjelaskan kepada masyarakat tentang kedustaannya. Supaya mereka tahu bahwa itu adalah perdukunan, kamuflase dan penyesatan. Bila tujuannya demikian maka ini tidak apa-apa. Dalilnya adalah bahwasanya Nabi shalallahu alaihi wasallam mendatangi Ibnu Shayyad kemudian Nabi menyembunyikan sesuatu darinya kemudian Nabi bertanya kepadanya tentang apa yang Nabi sembunyikan, dia menjawab bahwa itu adalah ad-dukh (asap). Selesai.
Majmu' Fatawa wa Rasail asy-Syaikh Ibnu Utsaimin (2/184)

Dengan demikian apabila seseorang datang ke dukun dan keadaan dia seperti jenis yang pertama maka dia tidaklah kufur. Bila dia datang termasuk jenis yang ketiga maka itu bagus. Apabila termasuk jenis yang kedua maka dia kafir sesuai dengan hadits Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam.

Apapun itu pintu taubat masih terbuka. Seseorang yang bertaubat harus memenuhi syarat taubat, Diantara syarat taubat kepada Allah ta'ala adalah:
1. Ikhlas karena Allah ta'ala
2. Menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan
3. Segera meninggalkan perbuatan tersebut.
4. Bertekad untuk tidak kembali ke dosa tersebut
5. Taubat tersebut dilaksanakan pada saat Taubat masih diterima
lih. Asy-Syarh Al-Mumti' 'ala Zad Al-Mustaqni' oleh syaikh Utsaimin 14/380

Apabila dosa yang dia lakukan termasuk kekufuran maka  ada tambahan syaratnya yaitu bersyahadat lagi. Wallahu ta'ala a'lam

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com