SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apakah Lelaki Pezina Harus Menikahi Perempuan Yang Dizinahinya ?


Ikhwan (Mataram)
2 months ago on Keluarga

Assalamualaikum ustad.. saya lelaki 25 tahun yang terjebak dalam perbuatan dosa besar. Saya pernah tinggal bersama pasangan saya tanpa ikatan nikah kami tinggal bersama layaknya suami istri. Namun dalam waktu sebulan terakhir kita berpisah. Karena saya merasa punya kesalahan yang besar pada dirinya, maka saya berniat untuk menikahinya. Pantaskan saya membicarakan persoalan inj kepada kedua belah pihak. Orang tua saya sendiri dan orang tua siperempuan ? Apakah wajib saya untuk menikahinya, atau bagaimana hukum yang bersangkutan perihal perbuatan saya ini. Karena rasa salah yang mendalam, siang malam saya terpikir ingin mengatakan pada orang tua pihak perempuan. Terimakasih ustad..
Redaksi salamdakwah.com
2 months ago

 

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته 

 

Penanya harus segera bertaubat kepada Allah ta'ala mengingat perbuatan zina adalah dosa besar dan perbuatan keji yang pelakunya harus segera bertaubat darinya. Supaya taubatnya diterima maka seorang yang pernah melakukan zina harus memenuhi syarat taubat, yaitu:
1. Ikhlas karena Allah ta’ala : maksudnya adalah karena takut kepada Allah ta’ala dan ingin mendekat kepadaNya
2. Menyesal atas perbuatan dosa yang telah dia perbuat sebelumnya
3. Segera meninggalkan dosa tersebut dan tidak menunda-nundanya
4. Bertekad kuat untuk tidak kembali kepada dosa tersebut
5. Taubat itu dilaksanakan pada saat taubat masih diterima, yaitu sebelum ajal menjemput dan sebelum matahari terbit dari sebelah barat. Diterjemahkan secara bebas dari Asy-Syarh Al-Mumti’ Ala Zad Al-Mustaqni’ oleh syaikh Utsaimin 14/380

Sebagai tambahan, hendaknya ia banyak berbuat baik, supaya kebaikan itu menghapus dosa yang telah lalu. Dan bukanlah termasuk syarat taubat dari perzinaan adalah menikahi lawan jenis yang ia zinai. Seseorang yang telah sungguh-sungguh bertaubat dari zina maka ia telah terlepas dari pensifatan zina sehingga ia tidak boleh menikah dengan lawan jenis yang ia zinai sebelumnya bila lawan jenis itu belum bertaubat. Apabila lawan jenis yang telah berzina dengannya itu juga sudah bertaubat maka boleh menikah dengannya. Syaikh Utsaimin pernah ditanya:
Apa makna ayat mulia (An-Nur:3)


الزَّانِي لا يَنْكِحُ إلا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لا يَنْكِحُهَا إِلا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ 


Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin.

Dan apakah keimanan terangkat dri diri seseorang serta ia menuju kemusyrikan bila ia melakukan dosa ini?

Beliau menjawab:
Apabila kita membaca ayat ini (yang ditutup oleh Allah dengan: dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin) kita bisa mengambil sebuah hukum, yaitu haramnya menikahi pezina wanita dan haramnya menikahi pezina laki-laki. Maksudnya seseorangtidak boleh menikahi pezina wanita dan seorang laki-laki tidak boleh menikahkan putrinya dengan pezina laki-laki....Akan tetapi hukum ini hilang dengan taubat. Apabila seorang pezina laki-laki atau perempuan bertaubat dari zinanya maka akan hilanglah darinya pensifatan tersebut darinya, yakni pensifatan sebagai seorang pezina..
Apabila pezina laki-laki telah bertaubat dari perbuatan zinanya atau pezina wanita dari perbuatan zinanya maka boleh menikahinya. Fatawa Islamiah syaikh Utsaimin 3/246-247 

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa pernah ditanya:
Seorang pria hidup bersama seorang wanita tanpa ikatan pernikahan (kumpul kebo) dan memiliki banyak anak. Setelah itu, laki-laki tersebut menikahi dua orang wanita secara syar'i dan keduanya pun melahirkan banyak anak. Kemudian, laki-laki itu ingin mengusir wanita yang pertama dari rumah, tetapi anak-anaknya melarang. Bagaimana hukum atas permasalahan ini?

Beliau menjawab:
"kumpul kebo" merupakan perbuatan zina yang diharamkan menurut Alquran, Sunah, dan ijmak umat Islam. Kedua pasangan zina itu harus berpisah, bertobat kepada Allah, dan meminta ampun kepada-Nya. Apabila keduanya sudah bertobat dengan sungguh-sungguh lalu menikah secara syar'i, maka tidak ada lagi yang dipersoalkan...Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 22/24-25 Pertanyaan Kelima dari Fatwa Nomor:6575

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa juga pernah ditanya:
Apabila seorang laki-laki berzina dengan seorang wanita kemudian ia menikahinya. Setelah 4 bulan laki-laki itu bertaubat kepada Allah ta'ala. Apakah akad nikahnya sah?

Mereka menjawab:
Tidak boleh menikahi pezina wanita dan tidak sah menikahinya sampai dia bertaubat dan masa iddahnya telah berlalu. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 18/383-384. Pertanyaan ke 3 dari fatwa no 17776

Wallahu ta'ala a'lam

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com