SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Terlanjur Didaftarkan BPJS


Ikhwan (Cirebon)
7 months ago on Riba

Saya orang yg belum berkeluarga dan biaya masih ditanggung orangtua. Orang tua saya mendaftarkan dan membayarkan BPJS atas nama saya tanpa sepengetahuan dan seizin saya. Setelah saya tahu, dan ternyata BPJS itu tidak sesuai syar'i, apakah yg harus saya lakukan? Sedangkan saya tidak bisa berhenti darinya / tidak bisa keluar dr keanggotaan. Melanjutkan membayar atau berhenti membayar dengan denda yg semakin menumpuk dan dengan sangsi2 yg berat dari pemerintah contohnya tidak bisa memperpanjang SIM/STNK. Dan bagaimana kelanjutan jika saya sudah berkeluarga dan berpenghasilan sendiri? Mohon nasihatnya agar saya tidak terkena dosa riba. Terimakasih.
Redaksi salamdakwah.com
5 months ago

 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

 

Apabila maksud penanya adalah BPJS kesehatan maka kami bisa sampaikan bahwa:

- bila memang penanya tidak bisa berhenti dari keanggotaan mengingat itu merupakan kepesertaan wajib, diantaranya didasari oleh Pasal 6 ayat (1) Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan (“Perpres 82/2018”)

- bila memang ada sanksi tertentu yang jelas sudah ditetapkan sebagaimana disebutkan dalam Pasal 17 Perpres 82/2018 jo. Pasal 17 ayat (2) UU 24/2011 

maka penanya mau tidak mau nampaknya boleh lanjut program tersebut. Dr. Erwandi Tarmizi menyebutkan:

  1. Dalam kondisi, dimana pemerintah mewajibkan seluruh warga negara untuk mengikuti BPJS dan jika seorang warga negara tidak mengikutinya maka hak-haknya sebagai warga negara tidak akan dipenuhi oleh Negara, seperti; tidak akan mendapat pelayanan publik maka pada saat itu tidak mengapa seorang warga negara menjadi peserta BPJS karena terpaksa, sekalipun dia peserta golongan III yaitu peserta iuran mandiri.

    Dalam hal ini hukum menjadi peserta BPJS sama dengan membayar asuransi jiwa yang sudah termasuk ke dalam harga tiket pesawat dan transportasi massal lainnya yang tidak dapat dielakkan.

    Akan tetapi, ketika terjadi risiko yang dipertanggungkan dan pihak BPJS memberikan pelayanan kesehatan melalui rumah sakit - rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS maka tidak halal bagi anggota yang mampu menikmati fasilitas pelayanan kesehatan melebihi premi yang ia bayar karena akadnya mengandung gharar dan riba.

    Maka cara bertaubat dari dosa ini selain meminta ampunan Allah juga dengan mengeluarkan selisih antara nominal premi yang dia bayar dengan pelayanan kesehatan yang dia dapatkan lalu disedekahkan kepada fakir-miskin.

    Bagi peserta yang memang tidak mampu dan penyakit yang dideritanya termasuk penyakit berbahaya maka dia boleh menikmati pelayanan kesehatan melebihi premi yang dibayarnya. Karena riba dihalalkan bagi fakir miskin untuk menutupi kebutuhan pokoknya. 

    https://erwanditarmizi.com/blog/2015/08/06/tambahan-buku-hhmk-berkaitan-dengan-bpjs-kesehatan/

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com