SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Menonton Porno Saat Berpuasa Di Bulan Selain Ramadhan


Ikhwan (Bandung barat)
2 weeks ago on Fiqih

Assalamu'alaikum,Ustadz saya pada saat itu puasa tapi di luar bulan Ramadhan,saya keasyikan main gadget dan mengeluarkan air mani dengan sengaja dan saya lupa bahwa saat itu saya puasa(di luar Ramadhan) bagaimana hukuman untuk saya dan apa yg harus saya lakukan
Redaksi salamdakwah.com
2 weeks ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Apabila maksud dari penanya adalah ia berpuasa sunnah maka dia punya kelesuaan untuk membatalkan puasanya. 

Imam Ahmad meriwayatkan (no. 26353) dari Ummu Hani radhiallahu anha, sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mendatanginya, lalu dia minta diambilkan minuman, lalu beliau minum, kemudian dia berikan kepadanya (Ummu Hani) dan diapun meminumnya. Kemudia dia berkata, “Wahai Rasulullah, saya sebenarnya sedang berpuasa.” Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

الصَّائِمُ الْمُتَطَوِّعُ أَمِيرُ نَفْسِهِ ، إِنْ شَاءَ صَامَ ، وَإِنْ شَاءَ أَفْطَرَ

“Orang yang berpuasa sunah berkuasa atas dirinya, jika suka dia berpuasa, jika suka dia berbuka.” (Dinyatakan shahih oleh Al-Albany dalam Shahih Al-Jami, no. 3854)

Mengeluarkan mani dengan sengaja melalui rangsangan yang disengaja merupakan suatu yang membatalkan puasa seperti memandang berulang ke sesuatu yang membangkitkan syahwat. Apabila seseorang dengan sengaja melakukan sentuhan, ciuman atau memandang berulang-ulang sehingga maninya keluar maka puasanya batal meski tidak melakukan onani. Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi ketika menyebutkan pembatal puasa mereka menyebutkan point ke dua pembatal puasa ,"Keluar mani karena ciuman, sentuhan, onani, atau memandang berulang-ulang. Apabila salah satu dari hal tersebut terjadi, maka puasa batal dan wajib di-qadha tanpa membayar kafarat." 

Fatwa itu ditandatangani oleh

Bakr Abu Zaid selaku Anggota    
Shalih al-Fawzan selaku Anggota    
Abdul Aziz Alu asy-Syaikh selaku Wakil Ketua    
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku Ketua
fatawa al-Lajnah ad-Daimah 9/179 Pertanyaan Ketiga dari Fatwa Nomor:18424

Perlu difahami bahwa meski dia punya keleluasaan untuk membatalkan puasa sunnahnya namun apabila seseorang melihat sesuatu yang porno hingga dia keluar mani maka dia telah berdosa

Apabila yang dimaksud oleh penanya adalah puasa qodho' yang wajib maka dia telah melakukan dua kesalahan, kesalahan membatalkan qodho' dan kesalahan melihat hal yang terlarang.  silahkan membaca tanya jawab dengan Ulama' yang duduk di Komte Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi yang telah kami terjemahkan. 

Mereka ditanya,"Saya bingung dan gundah dalam menghadapi masalah saya setelah saya menyimak satu sesi dari program acara Nur Ala ad-Darbi yang diisi oleh syaikh Sholeh al-Fauzan… Beliau menyebutkan qodho puasa Romadhon tidak boleh dibatalkan, namun beliau tidak memperdalam pembahasan itu oleh karena itu saya ingin mendapatkan keterangan tambahan dari anda sekalian…saya seperti orang yang baru bangun tidur, ringkasnya istri saya dulu pada suatu hari pernah mengqodho puasa Romadhon pada tahun 1407 H dan saya mengetahui itu. Pada waktu Dhuha hari itu (dari bulan Sya’ban yang telah berlalu) saya menyetubuhinya dengan sedikit ada rasa yang mengganjal di hati namun itu belum sampai pada tingkatan yakin. Saya tahu bahwa orang yang puasa nafilah (tidak wajib) punya keleluasaan, bila dia mau dia boleh menyempurnakan puasanya atau dia membatalkannya dan dia tidak diwajibkan mengqodho, akhirnya saya meyakini bahwa ada keleluasaan dalam mengqodho hari tersebut, yang mana itu hukumnya fardhu namun disertai toleransi untuk membatalkannya.

Yang mulia syaikh. Semenjak saya menyimak program acara tersebut saya dan istri galau. Sumber ketakutan adalah kaffarah berat yang harus kami bayar (atau salah satu dari kami) padahal kala itu saya tidak sedang berpuasa

Mereka menjawab," Mengqodho puasa romadhon hukumnya wajib. Apabila sudah mulai berpuasa qodho maka wajib untuk menyempurnakannya dan tidak dengan sengaja membatalkan kecuali bila ada udzur syar’i. Suami dari wanita tersebut untuk mengharuskannya berbuka bila Istri sedang mengqodho puasa Romadhon. Kala itu suami tidak boleh menyetubuhinya. Istri juga tidak boleh mentaatinya bila diminta hal demikian

Namun selama anda telah menggauli istri anda saat dia melaksanakan qadha Romadhon maka yang wajib anda dan istri lakukan adalah bertaubat kepada Allah ta’ala. Istri anda wajib untuk mengganti puasa qodho yang telah batal saat anda menggaulinya. Tidak ada kewajiban membayar kaffarah sebab kaffarah hanya wajib atas orang yang bersetubuh di bulan Romadhon mengingat kehormatan dari masa tersebut. Adapun pada puasa qodho’ menurut pendapat yang benar dari dua pendapat Ulama adalah kaffaroh tidak diwajibkan.

Fatwa ini ditandatangani oleh
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku ketua
Abdurrazzaq Afifi selaku wakil ketua
Abdullah bin Ghadyan selaku anggota
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 10/351-352 fatwa NO.11537                

Wallahu ta'ala a'lam

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com