SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Warisan Ayah Tiri


Akhwat (Lampung)
6 months ago on Keluarga

Asalamualaikum ustad Saya punya ayah tiri yang sudah meninggal dunia 5 th yg lalu. . Dia punya anak kandung 4 perempuan 1 laki2. . Dan punya istri 2. . Istri keduanya adalah ibu saya dan tidak punya anak bersama almarhum. . Harta yang dia tinggalkan di ibu saya adalah rumah. . Itupun setengah tanah dari rumah ini adalah pembelian ibu saya saat belum menikah dengannya. Dan ayah saya membeli sebagian tanahnya lagi lalu dijadikan mas kawin untuk ibu saya saat menikah. . Dan pembangunan rumah yang ditinggali ini 90 persen uang ibu saya. . Yang ingin saya tanyakan adalah berapa bagian hak harta ayah saya di rumah ini ustad?
Redaksi salamdakwah.com
6 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Apabila tidak ada akad hibah khusus diantara ibu dan ayah tiri anda maka yang menjadi hak ibu anda adalah tanah yang sudah dibeli sebelum ibu anda menikah, tanah yang dijadikan mahar juga hak ibu anda, bangunan 90 persen adalah hak ibu anda, selain itulah yang merupakan hak ayah tiri anda yang akan diwariskan ke ibu anda dan keluarganya yang lain, bisa jadi nilai 10 persen dari bangunan atau kurang atau lebih sesuai uang yang ayah tiri anda keluarkan namun tidak ada akad perpindahan kepemilikan darinya ke yang lain. Rinciannya keluarga lebih tahu karena mereka yang hidup bersama ayah tiri anda, kami hanya merinci berdasarkan keterangan singkat di pertanyaan. Apabila ada sengketa maka bisa dibawa ke jalur hukum bila tidak ada kesepakatan.

Mahar menjadi hak milik ibu anda. 


Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi menerangkan:
...Mahar merupakan salah satu hak istri yang wajib dilunasi. Allah Ta'ala berfirman,

{وَآتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَرِيئًا}

Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepadamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya...

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdullah bin Ghadyan (Anggota)
Abdurrazzaq `Afifi (Wakil Ketua)
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Ketua)
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 19/42 Fatwa Nomor:10675

Wallahu ta'ala a'lam

 

 

 

 

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com