SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Onani


Ikhwan (Toli-toli sulteng)
2 months ago on Ibadah

Ass wr.wb. ustadz saya mau nanya, apa hukum onani ustadz bagi pemuda yg belum menikah ? Saya punya problem ustadz, kalo bisa di bilang saya rajin ibadah terutama sholat,tetapi terkadang masih melakukan onani seminggu sekali, dan susah buat di kendalikan ustadz, dan setiap kali hbis itu, sy berfikir gundah resah, seakan-akan saya telah merusak iman saya citra saya di mata allah dan merasa sangat hina ustadz,malu terhadap apa yg saya kerjakan di mat allah, dan seringkali membuat saya berfikir,mending tidak usah sholat dlu toh masih blm bisa menahan nafsu, mohon tanggapannya ustadz ass. Wr.wb.
Redaksi salamdakwah.com
2 months ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


1. Hukum onani
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi menerangkan:
Onani pada bulan Ramadhan dan selainnya diharamkan berdasarkan firman Allah ta’ala dalam surat Ma’arij:

 
 
 
 وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (٢٩)إِلا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (٣٠)فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (٣١
 


29. Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya,
30. Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
31. Barangsiapa mencari(jalan keluar syahwat.pent) yang di balik itu(yang selain itu.pent) , Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas.
Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah juz.10 hal.256; pertanyaan pertama dari fatwa no.2192


2. Sebagai usaha untuk menghindari onani silahkan membaca  tanya jawab dengan Ulama' berikut ini. Ada pertanyaan yang mirip yang ditanyakan kepada Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi:
Saat ini saya sedang di fase pubertas. Usia saya 19 tahun. Saya terganggu oleh beberapa hal yang terkait dengan seks. Saya benar-benar hidup dalam kegelisahan dan tidak peduli dengan pelajaran karena saya selalu berpikir tentang seks dan selainnya. Hal tersebut membuat setan yang terlaknat menggoda saya untuk melakukan perbuatan zina -semoga Allah melindungi kami dan Anda darinya- perlu diketahui bahwa saya tidak mampu menikah, mengingat saat ini saya masih berada di kelas dua sekolah menengah tingkat atas (SMU). Saya masih mampu bersabar pada hari pertama dan setelahnya, tetapi saya tidak mampu bersabar pada hari ketiga. Mohon Anda sudi membantu saya apa yang harus saya lakukan dalam masalah ini? Menurut saya, solusinya adalah menikah sedangkan saya tidak mampu melakukannya. Tubuh saya kurus kering disebabkan selalu memikirkan masalah seks ini. Kadang-kadang ketika sedang salat, saya tidak memahami apa yang sedang saya lakukan dalam salat dan berapa rakaat yang telah saya lakukan karena saya memikirkan masalah itu. Sekali lagi, saya mohon Anda sudi membantu saya dalam menyelesaikan masalah ini?

Mereka menjawab:
Jika kondisi Anda seperti yang telah Anda sebutkan, maka perbanyaklah puasa sunah semampu Anda karena ia merupakan salah satu faktor yang dapat membantu Anda untuk mengontrol nafsu dan mengekang syahwat serta menjaga kehormatan. Dalam sebuah hadis sahih Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda, "Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang sudah memiliki kemampuan, maka hendaknya dia menikah karena hal tersebut lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih mampu menjaga kemaluan. Barangsiapa belum mampu, maka hendaknya dia berpuasa karena puasa adalah benteng baginya." (HR. Bukhari dan Muslim). Jika Anda bisa berhutang dan menikah dan diperkirakan Anda mampu melunasinya di masa yang akan datang maka lakukanlah, demi menjaga kemaluan Anda. Mohonlah kepada Allah agar membantu Anda dalam hal ini.

Kami berpesan kepada Anda untuk menjauhi hal-hal yang dapat membangkitkan syahwat. Oleh karena itu, tundukkanlah pandangan, hindarilah bercampur, duduk-duduk, dan berbincang-bincang dengan para gadis semampu Anda. Mohonlah kepada Allah Ta`ala untuk menjaga kehormatan Anda, melindungi Anda dari gejolak syahwat, dan menjaga Anda agar tidak tergelincir dalam fitnah.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 18/21-22; Pertanyaan kedua dari fatwa no. 7034

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com