SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

mengulang shalat istikharah dan doa istikharah tanpa shalat


Akhwat (jakarta)
7 months ago on Ibadah

assalamu’alaikum, bolehkah melaksanakan shalat istikharah lebih dari 2 rakaat dalam sehari? misal saya sudah shalat istikharah 2 rakaat di pagi hari lalu ingin melakukannya lagi di sore hari. kemudian, bolehkah membaca doanya saja tanpa shalat (karena halangan maupun tanpa halangan)? syukron.
Redaksi salamdakwah.com
7 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Ada Ulama'-Ulama' yang membolehkan mengulang shalat istikharah bila belum ada rasa tenang dan belum ada kelapangan hati dalam urusan yang dia maksudkan. Badruddin al-Aini menerangkan dalam kitab Umdah al-Qari 7/235:

 

 فإن قلت : هل يستحب تكرار الاستخارة في الأمر الواحد إذا لم يظهر له وجه الصواب في الفعل أو الترك ما لم ينشرح صدره لما يفعل. قلت : بلى، يستحب تكرار الصلاة والدعاء لذلك  

 

Apabila engkau mengatakan:  Apakah dianjurkan untuk mengulang istikharah dalam satu urusan jika belum nampak sisi benarnya, baik itu dalam melakukan sesuatu atau meninggalkannya, selama hatinya belum lapang terkait yang ia kerjakan.

Saya katakan: Benar, dianjurkan untuk mengulang shalat istikharah dan do'a terkait hal itu. Selesai.

Namun tidak boleh mengkhususkan surat tertentu dalam shalat istikharah sehingga ia membacanya berulang-ulang dalam shalat istikharah.

Begitu pula tidak boleh mengulang shalat istikharah yang sama selama sepekan dengan didasari keyakinan tertentu terkait satu pekan itu.

Sebagian orang berkeyakinan tentang keharusan terjadinya mimpi setelah shalat istikharah, Bahkan mereka menganggap bahwa jika istikharah tidak mendatangkan mimpi, berarti dia tidak sah dan tidak bermanfaat.

Para ulama telah mengingatkan kekeliruan ini:

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata dalam 'Fatawa Nurun Alad-Darb (Fatwa shalat/Shalat Istikharah)

"Tidak disyaratkan seorang yang melakukan istikharah dia bermimpi sesuatu yang menunjukkan pilihan yang lebih utama. Akan tetapi, kapan saja sesuatu dimudahkan setelah istikharah, hendaknya dia menyadari bahwa itu baik baginya jika dia berdoa kepada Allah dengan jujur dan ikhlas. Karena dalam doa istikharah, seorang laki-laki atau wanita yang istikharah berkata, 'Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku, sekarang atau yang akan datang, maka takdirkanlah dia untukku dan mudahkanah dia untukkku." Maka jika sebuah perkara dimudahkan setelah istikharah, ketahuilah bahwa itu merupakan yang terbaik baginya, karena dia telah berdoa kepada Allah agar dimudahkan apa yang baginya. Maka jika dia mendapatkan kemudahan, itu merupakan petunjuk bahwa hal tersebut baik baginya.

Kadang seseorang bermimpi menunjukkan bahwa sesuatu itu baik baginya, kadang dimudahkan baginya apa yang dia maksud, lalu dia melaksanakannya, maka itu yang baik baginya.

Yang penting, jika anda istikharah kepada Allah dengan jujur dan ikhlas, maka apa yang terjadi sesudah itu dengan sebab apapun, maka itu merupakan kebaikan baginya insya Allah Ta'ala. Adapun pendapat sebagian orang bahwa seseorang harus bermimpi untuk menentukan apakah dia akan terus melaksanakannya atau meninggalkannya, hal ini tidak ada landasannya. Akan tetapi sekedar dia istikharah kemudian perbuatan tersebut terasa mudah baginya atau mudah baginya untuk meninggalkannya, maka ketika itu kita mengetahui bahwa Allah Ta'ala telah memilihkan yang terbaik baginya. Karena dia telah memohon kepada Allah agar dipilihkan yang baik baginya."Selesai

 

Terkait pertanyaan apakah boleh melantunkan doa istikharah tanpa melaksanakan shalat sebelumnya. Syaikh Ibnu Baz menerangkan:

تستحب الاستخارة ولو بدون صلاة، كونه يسأل ربه ويستخير ربه، سواء كانت امرأة أو رجل، سواء كانت حائض أو ما هي بحائض كل ذلك لا بأس به، لكن إذا كان بعد الصلاة يكون أفضل، تكون الاستخارة بصلاة عملاً بالسنة، فيصلي ركعتين ثم يسأل ربه ويستخير ربه سواء رجل أو امرأة، لكن إذا كانت حائضًا أو كان الأمر مستعجلًا واستخار بدون صلاة فلا بأس يسأل ربه و

 

Dianjurkan istikharah walau tanpa ada shalat yang menyertainya. Seseorang meminta kepada Rabb-Nya dan beritikharah kepada Allah (baik itu laki-laki atau perempuan), baik itu dalam keadaan haidh atau tidak, semuanya itu tidak apa-apa. Apabila doa istikharah itu dilaksanakan setelah shalat maka itu hukumnya afdhal. Istikharah disertai shalat adalah pengamalan terhadap sunnah, dia melaksanakan shalat dua rakaat  kemudian meminta ke Rabb-nya dan meminta petunjuk yang tepat dari Allah ta'ala, baik itu laki-laki maupun perempuan . Namun bila wanita itu dalam keadaan haidh atau memang sedang terburu-buru kemudian ia meminta petunjuk dari Allah tanpa melaksanakan shalat (sebelumnya) maka itu boleh, dia meminta kepada Rabbnya. https://binbaz.org.sa/fatwas/17725/الاستخارة-بدون-صلاة-ركعتين-وكيفيتها-للحاىض-والنفساء

Wallahu ta'ala a'lam

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com