SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Mencuri Saat Belum Baligh Apakah Perlu Dikembalikan? Apakah Perlu Mengaku?


Akhwat (Bogor)
9 months ago on Mu'ammalah

Assalamu'alaikum Ustadz, bagaimana hukumnya apabila kita pernah mencuri saat belum baligh? haruskah mengganti uang tersebut? Dan apabila ingin mengganti uang yang kita curi kepada pemiliknya haruskah kita menjelaskan bahwa kita pernah mencuri uangnya?
Redaksi salamdakwah.com
9 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata dalam kitab Al-Majmu (7/37), Ibnu Al-Munzir berkata, “Para ulama sepakat bahwa hukuman atas kriminalitas anak kecil diwajibkan pada harta-harta mereka.” (Hal ini juga dikutip oleh Ibnu         Qudamah dalam kitab Al-Mughni, 3/108)

Syekh Abdulaziz bin Baz rahimahullah pernah ditanya tentang hukum orang yang mengambil harta haram dari beberapa orang sebelum usia baligh dan ketika sudah baligh dia bertaubat dan mohon ampun kepada Allah serta ingin mengembalikan harta tersebut kepada para pemiliknya, namun dia tidak mengetahui lagi berapa jumlahnya, tapi dia bersungguh-sunngguh untuk memperkirakannya tanpa ada tujuan menzalimi seorang pun insya Allah. Ada juga beberapa orang di antara mereka yang tidak dia kenal namanya dan dia tidak ketahui tempat tinggalnya, bolehkan dia sedekahkan, ataukah tidak? 

Beliau menjawab, “Adapun siapa yang mengenal mereka, maka hendaknya dia serahkan apa yang menjadi haknya berdasarkan perkiraannya dan dugaan kuatnya. Atau mereka diundang dan mintakan maaf atas kejadian yang telah lalu dan yang pernah terjadi. Adapun jika orangnya tidak diketahui dan tidak diketahui apakah dia masih hidup atau telah mati, juga tidak diketahui ahli warisnya, maka hendaknya dia sedekahkan harta itu dengan niat untuk orang itu diiringi taubat kepada Allah dengan jujur serta berlepas diri dari perbuatan tersebut, insya Allah.” (http://www.binbaz.org.sa/mat/9338)

Adapun jika harta yang dicuri itu sudah tidak lagi dimiliki oleh pe karena telah digunakan, maka wajib bagi pelaku mengembalikan barang yang sama atau dengan nilai yang sama. Jika dalam mengembalikan barang-barang tersebut kepada para pemiliknya bermasalah bagi pelaku, maka pelaku tidak harus mengabarkan mereka perkara tersebut. Yang penting tujuannya tercapai, mengambalikan barang tersebut kepada yang berhak dengan segala cara.

Syekh Abdulaziz bin Baz rahimahullah pernah ditanya tentan harta yang dicuri, namun yang mencuri kemudian bertaubat dan ingin mengembalikannya, akan tetapi khawatir jika tindakan tersebut akan membuatnya sulit..

Beliau menjawab, “Dia harus mengembalikan harta itu kepada para pemiliknya jika dia telah kenali mereka. Dia hendaknya mengembalikannya dengan cara yang paling mungkin walaupun tanpa dia ketahui. Dia dapat mengirimnya melalui perantara orang yang dia percaya agar sampai ke orang tersebut, atau melalui pos atau selainnya. Tidak boleh tidak dikembalikan. Wajib dikembalikan kepadanya jika orangnya dikenal dengan cara apapun, atau dengan cara yang tidak dia ketahui, hendaknya dia beri kepada seseorang untuk menyerahkannya kepadanya dan berkata, ‘Ini ada titipan kepada saya untuk saya berikan kepada anda yang katanya merupakan milik anda. Maka saya serahkan ini kepada anda. Alhamdulillah.” (http://www.binbaz.org.sa/mat/17764)

Terkait uang apabila terjadi inflasi yang cukup tinggi sehingga nilai uang ketika dicuri berbeda jauh dengan nilainya ketika akan dikembalikan maka di sini pelaku perlu menyesuaikan uang yang dikembalikan. Dia juga perlu menyertakan permintaan maaf baik itu secara langsung atau tidak karena dia telah menghalangi pemilik untuk memanfaaftkan hartanya karena pencurian itu. Wallahu ta'ala a'lam 

Silahkan membaca juga pembahasan sebelumnya di link berikut: http://www.salamdakwah.com/pertanyaan/5836-anak-kecil-yang-mencuri

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com