SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Talak Dapat Terhapus Dengan Meminta Maaf?


Akhwat (Surabaya)
8 months ago on Keluarga

Ustad, saya ingin bertanya. Apakah sebuah talak dapat terhapuskan hanya dengan permintaan maaf saja? Jadi cerita sedikit. Teman saya sering sekali ribut dengan suaminya, dan setiap ribut sering juga suami mengatakan pisah/ akan mengembalikan istrinya pada orangtuanya. Kadang juga teman saya yg meminta agar suaminya mengembalikannya kepada orangtuanya, kemudian sang suami asal. Meng-iya-kan. Walaupun itu semua hanya sebatas kata-kata saja. Namun hal itu terjadi tidak hanya sekali dua kali, tapi banyak kali. Sering dia curhat ke saya (pihak perempuannya) lalu saya katakan menurut apa yg saya baca, bukannya kata perpisahan walaupun diucapkan dalam candaan pun jatuhnya talak? Kalau sudah terjadi seringkali, bisa saja sudah jatuh talak 3. Lalu apakah selanjutnya jika berhubungan mereka jadi zina? Tapi teman saya justru bilang kepada saya. Katanya kalau habis mengucapkan pisah/ talak lalu seorang suami minta maaf dan menyesali perbuatannya maka talak itu akan terhapuskan. Yang benar yang mana ya ustad? Apa benar talak dapat terhapus dengan meminta maaf?
Redaksi salamdakwah.com
8 months ago

 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

 

Apabila suami itu tahu makna dan konsekwensi perkataan talak, pisah atau cerai. Suami  ketika mengucapkan talak itu juga dalam keadaan sadar maka telah jatuh talak, talak itu juga tidak terhapus dengan permintaan maaf semata. Kita bisa memahami itu dari keumuman nash-nash berikut,

Pertama  hadits:


أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " ثَلَاثٌ جِدُّهُنَّ جَدٌّ، وَهَزْلُهُنَّ جَدٌّ: النِّكَاحُ، وَالطَّلَاقُ، وَالرَّجْعَةُ 


Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: ada tiga hal yang serius dalam tiga hal ini adalah serius dan bercanda di dalamnya juga dianggap serius: Nikah, Thalaq dan Ruju'. HR. Abu Daud no.2194;Tirmidzi no.1184;Ibnu Majah no.2039. Dihasankan oleh al-Albani 

Apabila dia menjatuhkan talak kemudian di masa iddah dirujuk kemudian ditalak lagi dan di masa iddah dirujuk lagi kemudian ditalak lagi maka tidak boleh dirujuk kecuali wanita itu menikah lagi dengan laki-laki lain dengan pernikahan yang sesungguhnya kemudian wanita itu bercerai dengan suami kedua tersebut.

Kedua:  Allah ta'ala berfirman  di surat Al Baqarah ayat 229 :

 
الطلاق مرتان فإمساك بمعروف أو تسريح بإحسان

Talak (yang dapat dirujuk) itu dua kali, setelah itu boleh rujuk lagi atau menceraikan dengan cara yang baik. 

ِKetiga: Allah ta'ala juga berfirman di surat Al Baqarah ayat 230 :

فإن طلقها فلا تحل له من بعد حتى تنكح زوجا غيره فإن طلقها فلا جناح عليهما أن يتراجعا إن ظنا أن يقيما حدود الله وتلك حدود الله يبينها لقوم يعلمون

Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah talak yang ke dua), maka perempuan itu tidak halal baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkannya kepada kaum yang (mau) mengetahui.

Lebih jelasnya masalah ini dibawa ke pengadilan agama setempat supaya bisa diselidiki lebih dalam dan menyeluruh apakah telah jatuh talak tiga atau belum.

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com